Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesak
Setelah kejadian di restoran pagi tadi, Diara kehilangan segalanya. Dia sudah tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan aktivitasnya hari ini.
Padahal katanya Kinan mereka akan pergi ke pantai bukan?
Tapi wanita itu hanya diam, dan termenung sendiri membuat Jevandra yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya kesal.
"Makan!" titahnya pada Diara yang sudah bersuami diri sejak tadi.
Sedangkan Kinan dan Baskara terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka.
Diara menggeleng kecil menolak makanan itu. "Kau tidak menghabiskan sarapan mu pagi tadi, kau juga tidak makan siang. Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Jevandra mulai kesal dengan Diara saat ini.
"Iya, nanti." jawab Diara mencoba untuk tersenyum.
Tapi Jevandra tau jika senyuman itu palsu. Dia tau itu!
"Aku bilang makan!" titahnya lagi membuat Diara dengan berat hati mengambil makanan dari tangan Jevandra dan memakannya.
Dari kejauhan ketiga ajudannya melihat ke arah nyonya dan tuan mereka. "Gue kasihan banget sama nyonya, sumpah." kata Rocky melihat Diara yang terjebak dalam masa lalu bos mereka.
"Itu yang gue rasain kak. Tuan itu dingin banget, gak peka juga sama perasaan perempuan. Gini deh, perempuan mana yang tahan satu meja sama mantan kekasih suaminya. Maka itu model tinggi bener. Pasti nyonya minder dan merasa gak percaya diri sekarang." sahut Remi yang beberapa kali mengerti sifat Diara.
"Jangan kut campur urusan tuan sama nyonya. Kita tidak memiliki wewenang untuk sampai disana." tegur Richard pada kedua adiknya.
Kembali pada pasangan suami istri itu, Diara sudah tidak sanggup menghabiskan makanannya.
"Ayo bermain." ajak Jevandra dan Diara menggelengkan kepalanya.
Jevandra menatapnya, bahkan Diara melepaskan tangannya yang di genggam Jevandra.
"Panas, aku disini aja ya." katanya menolak dengan halus.
Melihat itu membuat Jevandra benar-benar merasa kesal. Dia memilih untuk kembali duduk di samping istrinya.
Diara sendiri juga tidak tau apa yang harus dia lakukan. Keduanya sama-sama diam, tidak ada yang ingin memulai pembicaraan di antara mereka. Sampai Diara memberanikan diri untuk bicara pada suaminya.
"Aku kembali ke kamar saja. Hem, aku seperti tidak enak badan." ucapnya mencari alasan agar bisa pergi dari sana.
"Kita kau kemana?" tangannya Diara saat Jevandra menarik tangannya.
"Ke rumah sakit!" jawab Jevandra dingin.
Tatapannya terlihat tidak senang melihat wajah Diara yang tidak bersemangat seperti itu.
"Tidak perlu. Aku cuma butuh istirahat sebentar saja pasti udah baikan nanti." tolak Diara.
Dia hanya ingin istirahat. Dia belum bisa mencerna semua ini. Sulit untuk mengerti.
"Jevandra?" panggil Jesline yang membuat Diara langsung melepaskan tangannya.
Melihat itu membuat Jevandra marah. Lagi-lagi Diara menolaknya. Terhitung sudah tiga kali hari ini Diara menolak dirinya.
"Kita bertemu lagi." kata Jesline menghampiri mereka.
"Permisi." ucap Diara meninggalkan Jevandra disana membuat laki-laki itu marah.
Seharusnya Diara tetap disana. Menunjukkan pada Jesline dia dia adalah pemilik Jevandra saat ini. Bukan malah pergi meninggalkannya begitu saja.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan Jesline? kenapa kau muncul lagi di depanku setelah mengulang selama dua tahun?" tanya Jevandra pada Jesline saat ini.
"Jevandra, aku minta maaf kalau saat itu aku gak ngerti kamu. Aku tau kamu bekerja berguru keras, hingga-"
"Aku bekerja keras atau tidak itu sudah tidak ada urusannya denganmu lagi Jesline. Kau yang memutuskan hubungan ini dua tahun lalu, jadi aku juga sudah menyatukannya sejak hari itu."
"Jev, aku-"
"Sudahlah Jesline, aku tidak ingin membahas tentang ini lagi. Lihat ini!" tunjuknya pada hari manis yang tersemat cincin pernikahannya dengan Diara.
Jesline menatap tidak percaya pada semua ini. Tidak mungkin Jevandra menikah. Lagi pula tidak ada pemberitahuan apapun tentang pernikahannya.
"Aku tidak memintamu untuk percaya, tapi akan ku jelaskan padamu jika wanita yang kau lihat itu adalah istriku! jadi berhenti melakukan sesuatu yang hanya akan membuang-buang tenaga mu. Seperti saat itu." ucapnya pergi meninggalkan Jesline begitu saja untuk menyusul Diara yang sudah pergi meninggalkannya lebih dulu.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣