NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 : Masuk Ruang Pak Revan

Pagi itu suasana kampus sudah ramai oleh mahasiswa yang lalu-lalang di koridor. Queen berjalan sambil membawa tas dan laptopnya.

Meski semalam berhasil menyelesaikan banyak revisi, matanya masih sedikit sembab karena tidur larut malam. Baru saja sampai di depan kelas, seseorang langsung menyambar lengannya.

"Queen!"

Queen sampai terkejut.

"Astaga, Anggi!"

Anggi langsung menariknya duduk di bangku. "Lo tahu nggak?" wajah Anggi berbinar penuh semangat. "Semalam seru banget loh!"

Queen yang masih mengantuk hanya menatap datar. "Apanya?"

"Pesta ulang tahun sepupu Nathan!"

Queen langsung merasa tertusuk. "Oh."

"Parah sih. Makanannya banyak banget."

"Oh."

"Terus ada DJ Rafi."

"Oh."

"Terus Nathan juga kelihatan ganteng banget semalam."

Queen langsung menyipitkan mata.

Anggi akhirnya berhenti bicara. "Kok respon lo cuma oh, oh, oh?"

Karena semalam gue nggak datang, batin Queen.

Beberapa detik kemudian Anggi baru sadar. "Tunggu."

Queen meliriknya.

"Kenapa lo nggak datang sih semalam?"

Wajah Queen langsung berubah kesal. "Jangan ditanya."

"Hah?"

"Jangan di tanya!"

"Kenapa?" Anggi justru semakin penasaran.

Akhirnya Queen menceritakan semuanya. Mulai dari revisi tiga lembar. Satu lembar yang menghabiskan waktu lebih dari satu jam. Sampai membuat dirinya lupa waktu karena fokus mengerjakan skripsi. Dan tentu saja bagian Nathan yang menunggu dari jam delapan sampai akhirnya pulang sendiri.

Begitu cerita selesai, Anggi terdiam. Lalu... "hahahahahaha!" tawanya langsung pecah.

Queen melotot. "Lo ketawa?"

"Maaf." Anggi masih tertawa. "Jadi cowok lo nunggu tiga jam!"

"Anggi!"

"Terus lo lupa karena skripsi!"

"Anggi!"

"Terus Pak Revan santai banget!"

Queen langsung memukul lengan sahabatnya. Sedangkan Anggi sudah memegang perut. "Maaf, maaf."

"Nggak lucu."

"Lucu lah."

"Nggak."

"Lucu banget."

Queen mendengus kesal. Saat itulah suasana kelas mendadak berubah hening. Beberapa mahasiswa yang tadinya mengobrol mulai kembali ke tempat duduk masing-masing.

Anggi langsung menoleh ke arah pintu. "Oh pantesan."

Queen sudah tahu siapa yang datang bahkan tanpa melihat. Dan benar saja, Revan masuk ke dalam kelas dengan map dan laptop di tangannya.

Kemeja putih yang dikenakannya terlihat rapi seperti biasa. Ekspresinya tetap tenang dan datar. Namun entah kenapa saat melewati barisan bangku, pandangannya sempat jatuh pada Queen.

Hanya satu detik. Lalu kembali normal.

"Selamat pagi."

"Pagi, Pak."

Perkuliahan pun dimulai. Seperti biasa Revan menjelaskan materi dengan jelas dan sistematis. Mahasiswa lain sibuk mencatat, sedangkan Queen beberapa kali masih memikirkan kejadian semalam.

Apalagi saat ponselnya bergetar dan muncul pesan dari Nathan.

Nathan : Udah sampai kampus?

Nathan : Jangan lupa makan.

Senyum kecil langsung muncul di wajah Queen.

Setidaknya Nathan tidak marah. Dua jam berlalu cukup cepat. Begitu materi selesai, mahasiswa mulai membereskan barang masing-masing.

Queen juga melakukan hal yang sama. Namun saat hendak berdiri, suara Revan terdengar dari depan kelas. "Queen."

Refleks seluruh kepala menoleh.

Queen membeku. "Iya, Pak?"

"Tunggu sebentar."

"Hah?"

"Saya mau bicara soal revisi kamu."

Beberapa mahasiswa langsung melirik dengan rasa penasaran.

Sedangkan Anggi menyikut pelan lengan Queen. "Ayo loh Queen."

Queen langsung menatapnya tajam. "Apaan sih lo."

"Masuk ruang dosen nih."

"Bukan ruang dosen."

"Terus?"

"Ruang Pak Revan."

Anggi malah menyeringai. "Itu lebih serem."

Queen mendesah panjang. Beberapa menit kemudian kelas sudah kosong. Revan membereskan laptopnya terlebih dahulu. Lalu berdiri.

"Ikut saya."

Queen langsung memasang wajah menderita. "Iya, Pak."

Anggi yang masih berada di pintu sampai melambaikan tangan. "Semoga selamat."

"Rese lo!"

Anggi terkekeh lalu menghilang dari koridor.

Sementara itu Queen berjalan mengikuti Revan menuju ruangannya. Sepanjang perjalanan, berbagai kemungkinan mulai muncul di kepalanya.

Apa revisinya masih salah? Apa ada tambahan revisi lagi? Apa semalam ternyata belum cukup? Semakin dipikirkan semakin membuatnya stres.

Sedangkan Revan berjalan santai di depannya seolah tidak terjadi apa-apa. Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan ruangan dosen.

Revan membuka pintu. Lalu menoleh ke arah Queen.

"Masuk."

Queen menelan ludah. Entah kenapa firasatnya mendadak tidak tenang sama sekali. Queen melangkah masuk ke ruangan dosen dengan perasaan was-was.

Ruangan itu tidak terlalu besar, tetapi cukup rapi. Rak buku memenuhi salah satu sisi dinding. Beberapa map penelitian tersusun rapi di atas lemari.

Revan masuk setelahnya lalu menutup pintu. "Duduk."

Queen langsung duduk di kursi yang berada di depan meja kerja.

Sementara itu Revan berjalan menuju mejanya. Pria itu membuka salah satu laci lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas yang sudah dijepit menjadi satu.

Deg.

Jantung Queen langsung berdebar. "Lagi?" gumamnya pelan.

"Hm?"

"Nggak ada apa-apa, Pak."

Revan duduk lalu menggeser berkas itu ke hadapannya. "Ini."

Queen perlahan mengambilnya. Semakin lama ia membaca, semakin berkerut dahinya. Ada beberapa catatan, beberapa referensi tambahan. Serta beberapa bagian yang harus diperbaiki.

"Pak..." Queen mengangkat kepala.

"Hm?"

"Ini revisi lagi?"

"Iya."

Wajah Queen langsung berubah seperti dunia runtuh. "Pak Revan..."

"Apa?"

"Semalam saya baru selesai berperang."

"Itu baru babak pertama."

Queen langsung memegangi kepalanya.

Sedangkan Revan terlihat sangat tenang. "Tenang saja."

"Bagaimana saya bisa tenang?"

"Karena jumlahnya tidak sebanyak kemarin."

Queen kembali memperhatikan lembaran itu. Memang tidak sebanyak yang ia bayangkan. Tapi tetap saja, namanya revisi tetap revisi.

"Kerjakan bagian yang saya tandai dulu."

Queen menghela napas panjang. "Iya, Pak."

Revan kemudian membuka laptopnya sebentar. Seolah baru teringat sesuatu, pria itu kembali menatap Queen.

"Oh ya."

Queen menoleh.

"Untuk jadwal hari ini. Kemungkinan saya datang ke rumah kamu sedikit terlambat."

Queen mengernyit. "Kenapa, Pak?"

"Saya harus menjemput sahabat saya di bandara."

"Oh."

Revan mengangguk. "Penerbangannya sore."

Queen hanya mendengarkan.

"Jadi nanti setelah urusan saya selesai, baru saya ke rumah kamu."

Mata Queen sedikit membulat. "Berarti malam lagi?"

"Mungkin."

"Astaga."

Revan mengabaikan keluhannya lalu mengetuk pelan berkas yang ada di tangan Queen. "Karena itu."

Queen kembali memperhatikan pria tersebut.

"Sebelum saya datang." Revan menunjuk beberapa bagian yang diberi tanda. "Kerjakan tugas ini dulu."

Queen melihat halaman demi halaman. Lalu mengangkat kepala. "Ini semuanya?"

"Iya semuanya," jawab Revan dan santai.

"Pak."

"Hm?"

"Saya manusia."

"Saya tahu."

"Bukan robot."

"Saya juga tahu."

Queen mendesah panjang.

Revan justru terlihat sedikit terhibur. "Semakin cepat kamu mengerjakannya, semakin cepat kita menyelesaikan skripsimu."

Queen menatap lembaran itu sekali lagi. Jujur saja, beberapa hari yang lalu mungkin ia akan mengeluh dan menunda-nunda. Namun setelah semalam ini, entah kenapa ia mulai memahami maksud Revan.

Pria itu memang menyebalkan, terlalu disiplin. Terlalu perfeksionis. Dan terlalu sering memberinya revisi. Tapi semua itu memang membuat skripsinya bergerak maju.

"Baiklah."

Revan mengangkat alis.

Queen menarik napas panjang. "Saya kerjakan."

Untuk pertama kalinya, tidak ada nada protes dalam suaranya. Dan hal itu membuat Revan menatapnya beberapa detik lebih lama.

Kemudian sudut bibir pria itu terangkat tipis.

"Nah."

Queen langsung curiga. "Kenapa?"

"Ternyata kalau mau, kamu bisa patuh juga."

"Pak Revan!"

Revan terkekeh pelan.

Sedangkan Queen langsung mendengus kesal sambil meraih berkas revisinya..Namun kali ini, di balik rasa kesalnya, ada sedikit semangat yang mulai tumbuh.

Karena untuk pertama kalinya sejak mengulang skripsi, target lulus itu terasa tidak lagi terlalu jauh.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!