sakit hati, bukan sakit hati tapi kecewa mungkin saja itu yang lebih tepat untuk nia ,seorang gadis dari keluarga terpandang tapi merasa tidak memiliki keluarga yang cukup, kasih sayang tidak adil, dan itu di rasakan dari umur 4 tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mumud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
naik darah
suasana semakin memanas, pak hutomo mulai kesal kepada nia yang tiba tiba marah
"cinta kallian begitu murah dengan sekejap bisa hilang" ucap nia memandang hutomo dengan berlinang air mata
"cukup, hentikan semua ini, cukup, cukup" ucap pak hutomo dengan emosi
"kenapa apa yang nia katakan itu benar,karena cinta yang begitu murah demi wanita yang juga murah" tanya nia kepada hutomo, semua orang hanya bisa diam melihat mereka berdua termasuk davin
"kamu sudah keterlaluan" teriak hutomo dan menampar nia dengan keras sehingga membekas di ujung bibir nia
melihat emosi yang sama sama tinggi davin mencoba menghentikan pertengkaran namun itu hanya sia sia
"masih belum keras, masih kurang untuk niamu ini " ucap nia yang tampak begitu kesal
"pa, kak sudah hentikan ini, niko mohon" teriak niko memohon kepada nia dan pak hutomo
"diam" teriak nia membuat niko takut
"kamu sebenarnya kenapa nia, apa kamu bertemu rita" tanya hutomo yang mencoba tenang
"rita, iya saya bertemu dengan mama dan semua keluarga besar wijaya dan saya juga sudah menyaksikan kebahagiaan mereka" teriak nia dengan menekankan pada kata kata akhir
"apa maksud kamu nia, papa ngak mengerti dengan semua ini" tanya hutomo yang mulai melunak
"bukannya dari dulu papa tidak mengerti dengan hidupku" jawab nia dengan nada kecewa
"maksud kamu" tanya hutomo
"jika anda peduli dengan saya maka anda tidak akan pernah pisah dengan mama" jawab nia yang sudah mulai lelah
"nia" panggil hutomo dengan hangat
"papa sudah memiliki istri baru dan satu anak tiri dan satu anak kandung, dan nama juga sudah bersuami dan mendapatkan anak angkat ,sedangkan aku tidak bisa mempunyai keluarga baru, aku hanya bisa melihat kebahagiaan keluargaku yang hancur dan tumbuh dengan kebahagian yang baru sedangkan hidupku melanjutkan kisah dari hidup yang mereka hancurkan" ucap nia dengan pandangan kosong dan jatuh berlutut
melihat nia yang sudah tak berdaya davin segera mendekati nia dan mencoba memapa nia untuk duduk di kursi
nia menghela nafas dan pergi menuju kamar dan meninggalkan mereka begitu saja
hutomo seakan merasa bersalah setelah mendengar keluhan nia sedangkan niko juga ikut bersalah, bahkan mereka pertama kali melihat nia sejarah ini
dikamar nia merebahkan badan nya dan mulai merasa lelah dan drop, dan mimisan. nia beristirahat tanpa menghirau suasana
ke esokkan pagi sudah pukul 9 nia masih belum turun,davin juga sudah datang dengan rencana membawa nia untuk merilekskan pikirannya, niko diperintahkan hutomo untuk melihat nia, tiba tiba niko berteriak
"pa.. " teriak niko yang tampak panik
mendengar teriakan itu semuanya bergegas kertas termasuk davin
"ada apa niko" tanya pak hutomo panik
"kak nia sakit, sepertinya kak nia demam dan drop" jawab niko yang panik
"kalau gitu kita bawa nia Kerumah sakit" perintah hutomo
davin langsung menggendong nia dan membawanya Kerumah sakit, sedangkan mira dan mawar hanya bisa mengekor karena keadan
kini nia sudah dirawat, dan sudah sadar setelah 2 jam dirawat
"syukurlah nak kalau kamu sudah siuman" ucap lega pak hutomo
"kenapa nia ada di rumah sakit" tanya nia
"tadi kakak sudah tak sadarkan diri" jawab niko dengan hangat
setelah itu nia hanya diam, tak lama kemudian rita pun datang karena mendengar kabar dari bawahannya bahwa nia masuk rumah sakit
"nia" panggil rita dengan lembut, semuanya tertuju kepada sumber suara
nia hanya diam dan tidak menghiraukan, melihat sikap nia hutomo langsung membawa rita keluar dan berbicara
"ri untuk sekarang biarkan nia tenang" ucap hutomo
"kenapa nia seperti ini dan siapa laki laki itu" tanya rita
"nia begitu setelah pulang dari rumahmu dan laki laki adalah pria yang kami jodohkan dengan nia" jawab hutomo
kini semuanya hanya berada di luar ruangan sedangkan davin mencoba berbicara dengan nia
"kak nia minta maaf atas kejadian kemarin" ucap nia melirik davin
"sudah lupakan, mending kamu istirahat saja" jawab davin
"nia juga minta maaf atas perilaku nia yang tidak sopan" ucap maaf nia
"sudah, sudah lupakan" ucap davin yang begitu berwiba
"ngomong ngomong alasan kakak mau memilih nia apa" tanya nia dengan serius
"entahlah,saya hanya merasa kalau kamu adalah tipe saya, kamu orangnya baik dan ngak manja" jawab davin
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
kasian si nia