Cerita ini berkisah tentang 9 raja kerajaan Uxolo dan seorang pemuda bernama Rei. Sejak umur 7 tahun, Rei sudah menguasai ilmu sihir 4 elemen yang merupakan ilmu sihir tingkat 2. Orang tua Rei menginginkan Rei mengembangkan bakatnya untuk menjadi penyihir. Tetapi, Rei menolak dan memilih ingin menjadi Ksatria kerajaan Uxolo.
Saat usianya sudah cukup untuk mendaftar sebagai ksatria, Rei pun berangkat ke ibukota Uxolo. Alih-alih di terima sebagai Ksatria, Rei malah di rekomendasikan menjadi tentara cadangan. Tetapi, ia tak menyesalinya dan akhirnya di terima sebagai tentara cadangan Uxolo.
Suatu ketika ada tragedi yang menimpa Rei dan 3 raja Uxolo yang akhirnya membuka sebuah rahasia bahwa Rei merupakan pemilik reinkarnasi kekuatan sang manusia ciptaan ke-10.
Dari sinilah kehidupan Rei berubah, ia diangkat menjadi Ksatria sihir dan bersama 9 raja harus berjuang matia-matian memerangi kejahatan Axis knight yang hendak membebaskan raja iblis Coenubia dari rantai segel para Dewa dan Dewi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaiful aditya(2), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER #20# PENGORBANAN TERAKHIR
" Heh apa kau sudah bosan hidup? " cetus raja iblis.
" Harusnya aku yang mengatakan itu, " raja Shu menancapkan pedangnya ke tanah. Lalu mengambil belati di pinggang dan langsung menyayat lengan kanan dan kirinya.
Raja iblis terkejut dengan apa yang dilakukan raja Shu, " Kau? Apa yang sebenarnya kau rencanakan! "
Raja iblis yang merasakan firasat buruk langsung menyerang raja Shu. Namun diluar dugaan, ada sihir pelindung teransparan yang membuat setiap serangan raja iblis terpental.
" Kau pikir siapa dirimu? Berani mengacaukan perdamaian yang sudah para dewa ciptakan selama ribuan tahun. Kau hanya mengaku-ngaku sebagai raja iblis dan mengacaukan seluruh alam semesta. Sekarang akan kutunjukkan siapakah raja iblis sebenarnya, " ucap raja Shu sambil tersenyum kecil. Darah dari kedua lenganya yang tertumpah ke tanah membentuk lingkaran dan simbol sihir yang belum pernah ada sebelumnya.
" Apa yang sebenarnya kau lakukaaaan! Mati kau! Mati kau! Mati kau! " raja iblsi terus menyerang raja Shu dengan berbagai cara entah dengan pedang maupun sihir. Bahkan raja iblis mengeluarkan sihir-sihir kuat yang meluluhlantakkan sekitarnya namun tak satupun serangan itu yang berhasil menembus sihir perlindung raja Shu.
" HELL GATE! " teriak raja Shu yang diiringi hembusan angin kencang dan kilatan petir yang menyambar dimana-mana.
Mata raja Shu berubah merah. Muncul satu tanduk di dahinya, kedua tanganya sedikit membesar dan mengeluarkan kuku-kuku panjang nan tajam.
" Coenubia si pengaku raja iblis. Ajalmu sudah tiba, dan akan kubawa kau ke neraka bersamaku. " suara raja Shu membesar dan menggema.
Sihir pelindung yang raja Shu pasang pecah dan ia langsung memukul raja iblis hingga terpental. Raja iblis langsung bangkit dan menyerang balik. Ia menembakkan sihir-sihirnya sembari berlari ke arah raja Shu.
Raja Shu berhasil menghindar dan menghampiri raja iblis. Ia menendang dan memukul kembali raja iblis. Sedangkan serangan raja iblis tak satupun yang berhasil mengenainya. Pertarungan mereka berdua semkain cepat. Bahkan gerakan-gerakan mereka tak dpaat dilihat lagi oleh mata karena saking cepatnya. Setiap benturan kekuatan mereka langsing menggetarkan dunia bawah. Langit mulai gelap karena tertutup awan hitam tebal. Kilatan letir menyambar-nyambar dan hujan angin turun mengacaukan dserah diluar kota Sofya.
Pertarungan mereka berdua berlangsung lama hingga akhirnya raja iblis terlihat terpental ke langit dengan sekujur tubuh berlumuran darah. Sedangkan raja Shu, hanya ada beberapa goresan di tubuhnya yang sudah bertelanjang dada.
Mereka berdua saling menatap di udara. Dan raja iblis perlahan terbang lebih tinggi.
" Kau yang memaksaku memakai kekuatan ini! " teriak raja iblis sambil mengeluarkan busur hitam. Ia menarik tali busur lalu keluarlah anak panah hitam bercahaya merah darah.
Raja Shu yang memiliki firasat buruk akan serangan raja iblis langsung mencoba menyerang sebelum panah itu dilepas. Namun, raja iblis menciptakan 2 bayangan yang menggunakan sihir penyegel. Sihir itu membuat raja Shu tak bisa bergerak beberapa saat.
" Semuanya sudah terlambat! Matilah kau bersama para rakyatmuu! " anak panah itu perlahan memadatkan aura merah darah dan langsung melesat.
Raja Shu awalnya merencanakan menahan panah itu dengan tububuhnya, tapi tak disangka anak panah itu justru meleset dari tubuh raja Shu dan melesat cepat kearah kota.
Rei yang mengetahui serangan raja iblis mengarah kota, ia langsung mengeluarkan seluruh energi sihirnya dan membentuk sihir pelindung berpalis 5.
Anak panah merah darah membentur lapisan pertama dan keluar sebuah kilatan cahaya merah darah dari anak panah. Cahaya itu seakan menambah dorongan anak panah hingga berhasil memecah pelindung lapis pertama. Setiap membentur lapisan pelindung selanjutnya, cahaya merah dari anak panah semakin besar dan membesar. Setiap benturan membuat kota Sofya bergetar hebat bahkan tak sedikit bangunan-bangunan roboh dibuatnya.
Anak panah itu berhasil melewati semua lapisan pelindung yang Rei buat. Dan Rei langsung menyerang anak panah itu menggunakan sihirnya dengan tujuan membelokkan arah anak panah tersebut.
Namun, usaha Rei sia-sia. Anak panah itu tak berbelok sedikitpun dan tetap melesat tajam ke arah kota. Dan saat beberapa meter lagi anak panah jatuh ke kota, raja Shu tiba-tiba berada tepat di depan anak panah itu dan menahannya menggunakan sihir dikedua tangan.
Raja Shu mendorong kembali anak panah itu ke atas dengan sekuat tenaga. Seluruh energi sihir dari hell gate ia keluarkan untuk mendorong anak panah tersebut.
Setelah terdorong lebih tinggi, raja Shu mengulurkan tangan kanannya ke bawah dan menciptakan sihir pelindung berupa kubah hitam transparan yang mengurung kota Sofya.
...Boooooooom...!!!...
Panah itu langsung meledak dan membuat langit memancarkan cahaya merah yang sangat menyilaukan. Ledakanya menggetarkan dunia bawah. Ledakan panah itu berubah menjadi pusaran besar awan gelap yang berputar-putar dan dihiasi kilatan petir merah yang menyambar.
" Hhh..., Hhhh..., Hanya sebatas itu kekuatanmu? " tak disangka dari balik pusaran awan, muncul raja Shu dengan tubuh berlumur darah dan tangan kirinya yang sudah putus.
Raja iblis yang kesal langsung menyerang raja Shu tanpa sepatah katapun. Raja Shu yang terlihat sudah letih masih bisa mengimbangi raja iblis. Bahkan berkali-kali raja iblis berhasil terpukul walaupun ia juga dapat memukul balik dan akhirnya raja Shu terkena tendangan telak di dada dan membuatnya terjatuh.
Tak selesai disitu, raja iblis membombardir raja Shu dengan sihirnya secara terus menerus. Suara ledakan tak henti-henti terdengar hingga selama beberapa menit.
Kepulan asap bekas ledakan menutupi pandangan raja iblis. Ia tak dapat memastikan apakah raja Shu masih hidup atau tidak. Ia pun memutuskan untuk turun ke bawah. Tak disangka, baru bergerak turun, sebuah anak panah seukuran lengan orang dewasa menusuk perut raja iblis dan membuatnya terpental ke udara lalu membentur sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna ungu.
" Kauuuu! Kenapa!? Kenapa kau belum matiiiiii!? " pekik raja iblis yang sudah frustasi.
Kepulan asap perlahan menghilang dan nampaklah raja Shu membawa busur yang terlapisi api hitam di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya yang putus tiba-tiba muncul asap hitam yang membentuk tangan.
" Coenubia! Si pembawa bencana dunia, ajalmu akan kucabut hari ini! Bersiaplah! " raja Shu mengarahkan busurnya ke arah raja iblis. Ia menarik tali busur dan perlahan asap hitam muncul dan memadat lalu membentuk sebuah anak panah.
" Kau hanyalah seonggok dosa dari seorang dewi suci. Dan seonggok dosa tak akan pernah bisa melahap dosa besar sesungguhnya karena itu bersiaplah, " muncul 7 lingkaran sihir kecil yang berbaris di depan pucuk anak panah di busur raja Shu.
" Superbia, avaritia, invidia, ira, luxuria, gula, acedia! Atas nama raja iblis penguasa tujuh dosa besar penghuni neraka! Aku Shu menyatakan bahwa akulah sang pemangku tujuh dosa besar dan penghuni neraka abadi! Atas nama kebesaran Hades, kau Coenubia akan kubawa ke neraka! " Di depan raja iblis muncul 6 lingkaran sihir yang sama besarnya dengan lingkaran sihir yang menempel di badanya.
" SAMBUTLAH AJALMU WAHAI MAKHLUK HINA PENGACAU DUNIA! HELLS CURSE : SEPTEM PECCATA MORTALIAAAAA! " raja Shu menghempaskan anak panah itu.
Suara dentuman keras keluar setelah raja Shu menghempaskan anak panahnya.
Anak panah itu menembus satu persatu lingkaran sihir. Setiap menembus 1 lingkaran, ukuran anak panah akan membesar dan energinya juga ikut membesar hingga setelah menembus lingkaran sihir keenam, panah itu langsung menusuk tubuh raja iblis.
Raja iblis memekik sekencang mungkin hingga dapat didengar oleh seluruh makhluk hidup di dunia bawah.
...Boooooooooommm....!!!...
Pekikan raja iblis disusul oleh ledakan dahsyat yang menggetarkan seluruh alam semesta. Badai terjadi dimana-mana namun tak berlangsung lama. Setelah badai yang terjadi beberapa menit, awan hitam yang menyelubungi dunia bawah perlahan memudar dan berubah menjadi awan putih. Cahaya matahari mulai menyinari dunia bawah kembali. Selain itu, kekai yang menyegel dunia bawah seketika musnah.
Raut wajah kegembiraan tak dapat disembunyikan lagi oleh para penduduk kota Sofya dan para pasukan. Sedangkan Rei dan Yuko masih terdiam dan tak percaya raja Shu berhasil mengalahkan raja iblis dengan kekuatan mengerikan.
Sedangkan raja Shu, ia memandang langit. Terlihat di langit ada tubuh Lust yang sebelumnya dikendalikan raja iblis terjatuh tepat di depan raja Shu.
" Sudah puaskah kau dengan kekaucauan ini? Kau yang kukenal baik dan kupikir bisa menjadi penggantiku justru melawan arah jalanku. Kau selalu berteriak tentang perdamaian justru kau yang menghancurkan perdamaian itu, " ucap lirih raja Shu pada Lust yang ternyata masih hidup walau dalam kondisi sekarat.
Lust yang sudah tak berdaya hanya mengerakkan bibirnya saja. Tetapi dalam lubuk hati terdalam, ia sangat menyesali perbuatanya walaupun ia tau penyesalanya sudah sia-sia sekarang.
" Beruntunglah kau masih diberi umur panjang. Akan kukirim kau ke tempat yang tak ada satu orangpun mengenalmu. Di tempat itu, rubahlah pribadimu. Kau sebenarnya adalah orang baik tapi balas dendam dan kebencian raja iblis membuatmu hancur. Di kehidupanmu yang baru, sebarkanlah ajaran kasih sayang dan jadilah orang yang lebih berguna demi terciptanya perdamaian. " raja Shu mengulurkan tangan kananya. Keluarlah lingkaran sihir teleportasi dan ia langsung menteleportasikan Lust ke sebuah pulau terpencil yang letaknya jauh sekali. Disana hanya ada 2 desa dengan penduduk yang tak terlalu banyak.
Setelah menteleportasikan Lust, raja Shu membalikkan badan. Ia menjentikan jari di tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri yang terbuat dari asap hitam mulai menghilang.
Jentikan raja Shu membuat sihir pelindung yang melindungi kota menghilang. Selain itu Lilia juga terbangun akibat jentikan tersebut.
Lilia yang perlahan membuka mata langsung melihat raja Shu yang berdiri tak jauh darinya. Dengan cepat Lilia langsung berlari sambil meneteskan air mata.
Ia langsung memeluk raja Shu yang sudah berlumuran darah. Gaun putih Lilia kenakan perlahan tercampur warna merah darah raja Shu.
" Kenapa! Kenapa kamu lakukan itu! " rintih Lilia tak kuasa menahan kesedihanya.
" Lilia, sebelum kekuatan neraka ini menguasai tubuhku sepenuhnya, Tolong bunuhlah aku, " raja Shu memunculkan belati hitam dari tangan kananya.
" Tidak! Aku tidak mau! Aku tak akan melakukanya! Tidak akan! "
" Kumohon Lilia. Jika kau membiarkanku seperti ini, aku akan menjadi pengacau berikut–, " belum selesai raja Shu berkata, dari tanah keluar rantak berlapis api hitam yang langsung membelenggu tubuhnya.
" Rantai ini? Dewa hades? " ucap Lilia lirih.
" Tiamat, lakukan sekarang! " terdengar bisikan dewa Hades yang berhembus ditelinga Lilia.
Lilia yang mengetahui apa yang akan terjadi, terpaksa mengambil belati itu.
" Aku akan melakukanya, tapi tolong lepaskan rantaimu padanya dewa Hades, " ucap Lilia yang langsung dijawab dewa Hades dengan menarik kembali rantainya ke bawah tanah.
Lilia berjalan perlahan mendekati raja Shu sambil menodongkan belati. Tangsnya bergerat tak berhenti, air mata terus membasahi pipi merahnya itu.
Raja Shu yang melihat Lilia masih ragu-ragu langsung mendekati dan memeluknya hingga membuat belati itu menusuk perut raja Shu.
" Kamu!? " Lilia terkejut dan langsung menangis dipelukan raja Shu.
" Dengan ini tugasku benar-benar selesai. "
" Kenapa harus seperti ini!? Kenapa setiap aku menyayangi seseorang harus seperti ini akhirnya!? Aku tidak mau! Aku tidak mau! Jika kamu ke neraka aku akan ikut bersamamu! Kemanapun kamu pergi aku akan ikut bersamamu! " rengek Lilia yang belum pernah raja Shu lihat sebelumnya.
" Neraka adalah tempat yang bau, kejam, panas. Dewi secantik dirimu tak pantas ikut terbang ke neraka bersamaku. Tetapla hidup di dunia ini dan jadilah pemimpin yang dapat mendamaikan seluruh dunia, " balas raja Shu sambil mengelus kepala Lilia.
Perlahan tubuh raja Shu mulai retak dan dari retakan-retakan di tubuh, keluar cahaya biru redup.
" Shuu!? Tidak! Tidak! Jangsn tinggalkan aku! Dunai tanpamu, dunia tanpa adanya dirimu tak akan berarti lagi bagikuuu! "
" Tetaplah hidup Lilia. Aku berjanji kita akan bertemu lagi walaupun pertemuan itu akan terjadi seratus, lima ratus, atau bahkan seribu tahun mendatang. Tapi aku berjanji akan menemuimu. Selamat tinggal Lilia. Kuharap setelah kepergianku, kamu bisa melihat keindahan dunia ini dari balik cahaya, bukan kegelapan lag–, " tubuh raja Shu perlahan hancur dan berubah menjadi butiran-butiran cahaya biru dan terbang menuju langit.
" Shuuuuu...! " Lilia menjatuhkan diri sambil memeluk sisa butiran cahaya biru itu. Ia menangisi kepergian kekasihnya yang belum pernah Lilia berikan kasih sayang dan cinta tulus.
Tak lama, dari langit turun seorang wanita cantik memakai jubah putih. Wanita itu memiliki 4 sayap putih di punggung dan membawa sebuah pedang.
" Apa itu kau dewi Izanami? " tanya Lilia sambil mengusap air mata.
" Ya, akhirnya aku bisa menemuimu Tiamat, "
" Dewi Izanami, aku akui dosaku sudah tak terampuni. Tetapi, apakah aku yang ikut menciptakan alam semesta ini tak mendapatkan kesempatan lagi? "
" Kesempatan apa yang kau inginkan? "
" Berilah aku kesempatan untuk hidup bersama Shu! Karena itu tolong kembalikan dia! Izinkan aku bersamanya! Aku berjanji akan menyayangi dan mencintainya dengan tulus! Aku akan membersihkan sisa-sisa kebencianku! Karena itu kumohon! " Lilia bersujud sambil terus menteskan air mata. Ia berharap dewi Izanami memberikan belas kasih terakhirnya padanya.
" Wahai dewi kekacauan Tiamat. Kekasihmu sudah ada ditangan dewa Hades. Tak ada satupun yang dapat menyelamatkanya kecuali waktu dan takdir reinkarnasinya. Tetapi tersenyumlah sedikit Tiamat, Izanagi sudah menuliskan takdir barumu bersamanya. Walaupun harus menunggu lama, percayalah yang kau inginkan sekarang akan terwujud, "
Ucapan dewi Izanami seketika menghibur sedikit hati Lilia. Spontan ia langsung memeluk dewi Izanami. Pelukanya mengejutkan semua orang yang melihat bahkan dewi Izanami sendiri juga terkejut.
" Terimakasih! Terimakasih dewi Izanami! Terimakasih! " Lilia menangis seperti anak kecil dipelukan dewi Izanami.
Dewi Izanami tersenyum dan ia seperti nostalgia kembali pada saat Tiamat masih kecil dan selesai berlatih, ia selalu memeluk dan tidur di pangkuan dewi Izanami.
" Akhirnya kamu kembali, " ucap dewi Izanami.
" Tiamat. Atas dosa-dosa yang kau perbuat selama ini, kau harus menebusnya dengan menyebarkan ajaran kasih sayang keseluruh dunia selama seratus tahun. Wahai dewi kehancuran Tiamat, kau sekarang bukan lagi seorang dewa melainkan manusia biasa. Kau sudah tak bisa menulis takdirmu sendiri dan sekarang kau hanya bisa menggunakan sihir biasa hanya untuk pertahanan diri. Saat tugasmu usai, aku akan kembali menemuimu dan menidurkanmu agar kau dapat menunggu kekasihmu bereinkarnasi kembali. Wahai dewi kehancuran Tiamat, apakah kau sanggup? "
" Hmmh..., Aku sanggup, akan kulakukan tugas ini! " sahut Lilia dengan senang hati.
Dewi Izanami tersenyum lalu melirik kearah Rei dan Yuko.
" Kalian berdua kemarilah, " ucap dewi Izanami pada Rei dan Yuko.
Rei dan Yuko langsung berlari mendekati dewi Izanami. Mereka berdua berlutut dihadapan dewi Izanami.
" Rei, kau adalah makhluk yang sangat istimewa. Kelahiranmu tak pernah di takdirkan oleh dewa Izanagi. Tetapi, berkat hadirnya dirimu, kekacauan yang mengancam alam semesta kini telah hilang. Rei, kekuatan yang direinkarnasikan padamu bukanlah seperti kekuatan milik sembilan raja lainya. Dahulu para dewa sebenarnya hanya menciptakan sembilan makhluk saja dan makhluk kesepuluh adalah dewa Apollo. Dia ditugaskan untuk mengawasi sembilan makhluk yang kami ciptakan agar tak memberontak. Tapi tak disangka, setelah ratusan tahun kau lahir sebagai keajaiban dan kunci perdamaian sesungguhnya bagi alam semesta tanpa disadari Izanagi maupun Apollo. Apollo menyadarinya saat kau mencabut pedang candrakirana, " sambung dewi Izanami.
Rei hanya terdiam, ia tak bisa menjawab apa-apa. Ia hanya bisa mendengarkan sambil melihat keagungan seorang dewa di depan matanya langsung.
" Rei, ingatlah pesanku ini. Setekah kepergian 9 raja, kau adalah satu-satunya pemimpin kerajaan ini dan yang akan membimbing seluruh umat manusia ke jalan yang benar. Bantulah Tiamat atau Lilia menyebarkan ajaran kasih sayang. Dan Yuko, suatu saat kau dan Rei akan memiliki seorang anak. Ajarkanlah dia kasih sayang dan cinta agar ajaran itu terus terjaga dan perdamaian terus berjalan. Ingatlah satu hal, dimana ada kasih sayang dan cinta maka disitulah ada kebencian. Hukum itu berlaku bahkan bagi para dewa. Karena itu berhati-hatilah dana terus lawan kebencian itu. Mungkin itu saja yang ingin kusampaikan pada kalian, selamat tinggal, " dewi Izanami melepaskan pukan Lilia lalu melesat kembali ke dunia atas.
***
Peramg telah usai, begitu banyak korban berjatuhan hanya demi kepuasan nafsu para pemimpin.
Setelah peperangan usai, kekosongan tahta di Uxolo terpaksa diisi sementara oleh Lilia karena Rei masih butuh belajar sebelum menjadi seorang pemimpin.
Di kepemimpinan Lilia, sekitar 2000 pendeta disebar ke seluruh dunia untuk menyebarkan ajaran kasih sayang. Sedangkan ketidak stabilan kerajaan memunculkan perpecahan di berbagai wilayah hingga memaksa Lilia sekali lagi terjun ke medan perang untuk menyatukan wilayah Uxolo. Peperangan ini adalah opsi terakhir setelah berbagai perundingan dan tawaran ditolak mentah-mentah dan peperangan inipun disetujui oleh dewa Izanagi.
Selain memadamkan api pemeberontakan, Lilia juga menginvasi beberapa wilayah yang masih dikuasai sisa-sisa pasukan Axis knight.
***
Selama 2 tahun lamanya Lilia memerintah, kerajaan Uxolo mulai stabil kembali dan kali ini wilayah Uxolo semakin luas.
Merasa Rei sudah pantas menjadi seorang pemimpin, tepat saat pernikahan Rei dan Yuko, Lilia merubah kerajaan Uxolo menjadi kekaisaran Uxolo dengan kaisar pertamanya adalah Rei. Pesta besar-besaran atas pengangkatan Rei sebagai kaisar digelar di seluruh wilayah Uxolo.
Rei yang sudah cakap dalam memimpinpun mulai melakukan pekerjaan pertamanya dengan memfokuskan pada ekonomi rakyat Uxolo.
Rei pun memimpin dengan sangat baik dan bijaksana. Tak khayal ia menjadi idola baru bagi rakyat Uxolo. Seluruh masalah kerajaan tak pernah ia selesaikan dengan cara menumpahkan darah melainkan dnegan cara menebarkan kasih sayang dan cinta. Walaupun saat kepemimpinan Rei, militer Uxolo betumbuh pesat, tapi tak satupun dari militer tersebut menginvasi kerajaan lain maupun memberantas pemberontakan.
Rei memimpin selama 40 tahun dan meninggal karena serangsn jantung. Sepeinggal Rei, Yuko pun naik tahta dan memimpin selama 5 tahun hingga anak mereka yang bernama Yura siap untuk duduk di tahta kekaisaran.
***
Sedangkan Lilia yang sudah turun tahya menjadi penasehat kerajaan selama 1 tahun dan setelahnya ia mulsi mengembara menyebarkan ajaran kasih sayang.
Selama 100 tahun lamanya Lilia yang memang mendapat berkah berupa fisik yang awet muda akhirnya menyelesaikan tugas penebusan dosanya dan tepat saat itu dewi Izanami turun menghampiri Lilia.
Lilia pun ditidurkan oleh dewi Izanami di dalam sebuah pohon di hutan yang tak jauh dari kota Sofya.
***
Di pulau terpencil, Lust sendiri beberapa tahun lalu diselamatkan oleh para penduduk desa. Selama 1 tahun lamanya Lust dirawat hingga akhirnya ia berhasil sembuh.
Lust benar-benar memahami ucapan raja Shu. Ia mulai berubah dan mulai mengajarkan kasih sayang kepada seluruh penduduk desa. Selain itu, ia juga mengajari ilmu berpedang kepada anak-anak di desa.
Selama bertahun-tahun lamanya, Lust akhirnya menemukan kehidupan barunya di desa itu dan ia berharap, kebaikan yang terus ia sebarkan ke desa bisa menjadi penebusan dosa masa lalunya.
To be Continue...
bau" mo tamat..
ahahahah suka bat liat ryuro tersiksa