Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan hadirnya buah hati di tengah-tengah mereka,tak terkecuali Fatma Aisyah dan suaminya Farrel Adi Hutama
Sudah lima tahun mereka berumah tangga,tetapi belum juga di karuniai anak,padahal adik sepupu Farrel yang baru menikah satu tahun lalu sudah hamil empat bulan
Di saat Fatma sedang berjuang untuk mendapatkan garis dua,ibu mertuanya malah menyarankan Farrel untuk menikah lagi atau mengakhiri pernikahannya dan mencari perempuan yang bisa memberinya keturunan
Apakah Farrel akan menerima saran ibunya untuk menikah lagi dan mencari perempuan lain,atau tetap mempertahankan cintanya bersama Fatma yang sudah bertahan selama hampir 8 tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nur Safitry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantor Polisi
Keesokan paginya Farhana bangun dengan badan lebih segar,kondisinya pun sudah lebih baik,dokter bilang siang nanti sudah di perbolehkan pulang
"setelah infusnya habis,mbak Hana sudah bisa pulang.."ucap dokter dengan ramah
"iya dok,terima kasih.."
"sama-sama,saya tinggal dulu ya.."
"iya dok.."
Sepeninggal dokter dari ruangan Farhana,Dimas datang dengan membawa kantong plastik berisikan sarapan pagi,tadi Farhana meminta Dimas untuk membelikan mie ayam kesukaannya
"nih mie ayamnya.."ucap Dimas
"terima kasih ya Dim.."ucap Farhana dengan mata yang berbinar bahagia,dia pun segera membuka kantong plastiknya dan mengeluarkan kotak mie ayamnya
Tanpa menunggu lama,dia segera membumbuinya,memberikan saos dan sambal ke dalam mie ayam dan menyantapnya dengan lahap
"pelan-pelan,aku gak akan minta kok.."ucap Dimas menasehati Farhana
"hhheee.."Farhana hanya dapat memamerkan deretan gigi putihnya
"ya udah ayo punyamu di makan.."ucap Farhana dengan mulut yang penuh dengan mie,sehingga bicaranya tidak terlalu jelas,pipinya mengembung membuat Dimas gemas sendiri
"mie nya di telan dulu baru ngomong.."ucap Dimas menggelengkan kepalanya
"dokter sudah ke sini..?"
"sudah,dokter bilang tunggu infus ku habis,baru boleh pulang.."
"ya sudah cepat habiskan,setelah keluar dari sini kita ke kantor polisi.."
"kamu gak kerja..?"
"aku izin,kebetulan atasanku juga izin.."
"oooo.."
Setelah mereka menghabiskan sarapannya,Dimas bergegas ke administrasi dan membayar biaya rumah sakit karena sebentar lagi mereka akan pulang
"Hengki aja yang urus semuanya ya Dim,aku malas ke kantor polisi.."ucap Farhana,ketika mereka sedang membereskan barang-barangnya
"kenapa..?"
"aku males ketemu Dhanu.."
"kamu gak usah khawatir,ada aku sama Hengki yang dampingi kamu.."
"ya udah.."ucap Farhana,dia menghela nafas pasrah
Jam satu siang mereka telah sampai di kantor polisi,mereka di sambut oleh Hengki yang telah menunggunya di ruang tunggu,tanpa menunggu lama,Farhana segera masuk ke ruang interogasi dengan di dampingi oleh Hengki
Satu jam kemudian Farhana dan Hengki keluar dari ruang interogasi,melihat Farhana sudah keluar,dengan cepat Dimas menghampirinya
"bagaimana..?"
"kenapa kamu gak bilang,kalau Dhanu juga menuntut kamu.."ucap Farhana dingin
Bukannya menjawab Dimas malah menatap Hengki dengan tajam,Hengki yang di tatap akhirnya mengerti maksud tatapannya
"polisi memberi tahu perihal tuntutan Dhanu.."
"ini masalah aku sama Dhanu,tidak seharusnya kamu ikut terlibat.."ucap Farhana,dia bergegas meninggalkan kantor polisi,ketika dia sampai di depan kantor polisi,dia di tarik oleh seseorang dari belakang
"dasar wanita jal**g..! berani-berani nya kamu memfitnah anak saya.."teriak seorang ibu paruh baya
"tante Lidya.."lirih Farhana dia meringis merasakan tangannya yang di cengkeram dengan kuat
Pplaakk..
Tiba-tiba saja,tante Lidya menampar Farhana dengan keras hingga sudut bibir Farhana sobek dan mengeluarkan darah.
"itu balasan atas apa yang kamu perbuat pada Dhanu..!"teriak tante Lidya,kini tante Lidya menarik kerudung Farhana,hingga penitinya menusuk leher Farhana
"aakkhhh..."pekik Farhana,dia berusaha melepas tangan tante Lidya dari kerudungnya
"dan ini balasan atas pengkhiatan kamu..!"kembali tante Lidya berteriak,hingga beberapa orang yang berada di kantor polisi berkerumun untuk melihatnya,Dimas pun berlari untuk membela Farhana,namun terlambat Farhana sudah di dorong hingga terjerembab ke lantai dan tante Lidya sudah meninggalkan Farhana dengan angkuhnya
"kamu gak apa-apa Han..?"tanya Dimas membantu Farhana untuk berdiri.Farhana hanya terdiam dia syock dengan penyerangan tante Lidya,terlebih dia menjadi bahan tontonan orang
Malu dan sakit yang kini di rasakan Farhana,dia tidak pernah menyangka akan mengalami nasib buruk dalam dua hari berturut-turut,entah apa yang sedang di rencanakan Tuhan untuknya
Mau menangis pun,rasanya air matanya telah kering,yang ada hanya rasa sesak di dada.Perlahan Dimas memapah Farhana masuk ke mobil
"bibirmu berdarah Han.."ucap Dimas,kemudian dia mengambil tisu di dashboard dan mengelap sudut bibir Farhana
kalau ditanya kapan hamil? kenapa belum hamil? siapa yang salah? YOK KITA VC TUHAN KITA TANYAKAN KENAPA BELUM HADIR JUGA NYAWA BARU DIRAHIM INI. KALAU KALIAN TANYA SAYA TRUS SAYA TANYA SIAPA? 🤭 biar jangan kalah mental kita 😎
farhana skarang hamil.
antara seneng dan sedih aku mak othor.
semoga dhanu dn farhana menikah.dn rumah tangganya bahagia.walaupun cara dhanu untuk mndapatkan farhana itu salah.
tpi setidaknya selama ini dhanu udah berusaha mendekati farhana untuk memepertanggung jawabkan perbuatannya.