NovelToon NovelToon
Exorcimus : Lux In Tenebris

Exorcimus : Lux In Tenebris

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bintang Hamal

Lucky Wayland, awalnya hanya exorcist biasa yang bekerja sebagai pemburu dan pengusir hantu. Ia yang merupakan seorang exorcist handal tiba-tiba harus dipertemukan dengan dua iblis penggoda yang membuat kekacauan di tempatnya tinggal. Lucky dengan ditemani kedua rekannya, yaitu Jane dan Peter, berusaha untuk mengirim kembali iblis tersebut ke tempat yang seharusnya.

Namun, hal itu membuat Lucky secara tidak sengaja mengingat potongan ingatan kehidupannya yang sebelumnya. Potongan ingatan sebelum ia terlahir kembali sebagai seorang exorcist.

Disinilah rasa penasaran mulai hadir, ketika tanya dalam dirinya muncul mengenai siapa orangtua dan bagaimana ia bisa hidup sebagai seorang exorcist. Lucky akhirnya berusaha untuk mencari tahu semua masa lalunya dengan dibantu oleh Jane dan Peter.

Lalu…
Akankah usaha mereka membuahkan hasil? Apakah Lucky bisa kembali mengingat semuanya? Dan bisakah Lucky mengirim dua iblis tersebut kembali ke tempat yang seharusnya?

Temukan jawabannya di "Exorcimus: Lux In Tenebris."

Story by: Bintang Hamal
Illustration by: Pinterest

🚫Warning🚫
Hanya cerita fiktif belaka! Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya karangan semata.

Follow author on Instagram @hamalbinbin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 | Usaha mencari jati diri

...****************...

Rei masih belum tenang walau sang fajar sejak tadi telah bersinar menyambut hari baru. Sepanjang sisa terjaga nya ia membaca sampai pagi menjelang, selesai melakukan kegiatan paginya bersarapan denga keluarga nya dan hal lainnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan mencari tahu lagi tentang dirinya di masa lalu.

Rei tidak berangkat ke sekolah, setelah kejadian Rei menghilang tanpa kabar Isabel meminta agar pihak sekolah menunggu hingga Rei kembali dan pulang dengan selamat sebelum dinyatakan keluar dari sekolah.

Hari ini di rumah Rei tidak ada siapa-siapa, hanya dirinya dan asisten rumah tangga nya saja yang saat ini sibuk dengan kerjaannya. Untuk mengisi waktu luangnya selama di rumah, Rei memutuskan untuk membaca buku-buku lain yang dapat ia jadikan petunjuk sebagai jawaban dari ingatan masa lalu nya yang hilang.

"Sebenarnya apa arti mimpi itu dan kenapa aku bisa terus menerus memimpikan hal yang sama?" Rei bergumam, sejak semalam dirinya mencoba mencari tahu tetapi usahanya itu terus saja berakhir sia-sia.

Rei terdiam, buku di tangannya ia taruh kembali ke tempatnya. Dirinya kini merebahkan tubuh di atas ranjang memandang langit-langit kamarnya, pikiran nya melanglang buana masih mencari jawaban dari mimpi yang ia alami.

Ia terdiam diselimuti hening nya siang itu, hingga akhirnya sesuatu membuat perhatian nya teralihkan. Dalam mimpi saat ia tenggelam ia juga memimpikan hal yang lain, ia bertemu dengan seorang laki-laki berambut albino yang mengatakan sesuatu hal yang aneh. Sosok pria itu tampak benar-benar nyata, saat itu Rei bahkan seakan bisa merasakan sentuhan tangannya.

Matanya kemudian terpejam untuk sesaat lalu terbuka lagi.

"Tuan! Kau tidak boleh sampai kenapa-kenapa, aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjaga dirimu," ucap seorang pria tampan berambut albino pada Rei. Ia begitu terkejut ketika melihat pria yang entah datang darimana itu, pria itu tampak tak asing dalam ingatannya. Rei seakan mengenalnya tetapi entah dimana, pria itu memegang wajah Rei memandangnya lekat. Kedua mata mereka bertemu rasanya tatapan itu benar-benar familiar baginya. Pria itu lalu meraih tangan Rei.

"Aku akan selalu ada untuk memenuhi janjiku! Maka dari itu, aku tidak akan membiarkan tuan dalam bahaya," tuturnya seraya tersenyum, senyuman nya lagi-lagi tak asing dalam ingatan Rei. Rei membalas senyumannya kemudian memejamkan matanya lagi.

Kilasan kejadian itu tiba-tiba terputar ulang dalam ingatan Rei membuat dirinya seketika bangun dari posisi nya saat ini dan duduk di atas ranjang.

"Kenapa aku merasa jika aku kenal pada laki-laki itu ya? Siapa dia? Dan kenapa dia tampak tidak asing? Dimana aku pernah bertemu dengannya?" Rei bergumam, otaknya mulai berputar memikirkan sosok laki-laki yang pernah ia lihat ketika dirinya tenggelam beberapa waktu lalu.

Cukup lama Rei mencoba mencari tahu sosok laki-laki itu dalam ingatannya tetapi tak ada efek sama sekali pada dirinya, Rei semakin penasaran dibuatnya.

"Aneh sekali, apa sebenarnya yang aku alami itu? Apakah itu adalah potongan ingatanku di masa lalu? Jika memang benar, siapa sebenarnya sosok itu?" Rei memonolog.

"Dan lagi… dia memanggil ku dengan sebutan 'tuan'. Apa maksudnya?"

Rei kemudian menyadari hal lain. Setelah kejadian ia bertemu dengan laki-laki itu, tiba-tiba ia menghilang begitu saja dari hadapan nya tanpa di ketahui kemana perginya. Lalu hal lain nya yang membuat Rei semakin kebingungan adalah tentang air yang tiba-tiba tumpah membanjiri jembatan, ia merasa jika air itu seakan bisa ia kendalikan.

...****************...

Rei membuka matanya perlahan, yang pertama kali ia lihat adalah kegelapan. Ia tidak dapat melihat apapun di sekitarnya, hanya gelap dan hening.

"Dimana aku?" Ucapnya ia mencoba membuka matanya lebar-lebar untuk menyadari keberadaan nya, tetapi hal itu sia-sia karena ia masih tidak dapat melihat apapun kecuali kegelapan. Rei perlahan melangkah maju, dalam kegelapan itu ia melangkah sangat amat pelan. Namun kemudian langkah nya terhenti ketika ia melihat cahaya yang bersinar sangat terang dan menyilaukan tepat di hadapannya, Rei menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya, ia tidak kuat menatap cahaya itu secara langsung.

"Tuan!" Suara itu spontan membuat Rei membuka matanya perlahan dan mulai menurunkan tangannya, ia memandang ke arah datangnya suara. Tepat di hadapannya ia mendapati seorang laki-laki bertubuh tinggi, putih, dan tampan. Laki-laki itu berambut albino dengan mata biru yang bersinar indah dalam kegelapan.

Rei menatap laki-laki itu lekat, entah mengapa ia merasa bahwa ia pernah bertemu dengan laki-laki itu, Rei kemudian teringat jika ia pernah bertemu sebelumnya ketika dirinya tenggelam di laut. Laki-laki itu menatap Rei dengan tatapan teduh.

"Akhirnya, aku bisa kembali bertemu denganmu, tuan!" Ucap laki-laki itu.

"Kau siapa?" Hanya kata-kata itu yang mampu keluar dari mulut Rei. Ia sama sekali tidak mengingat laki-laki di hadapannya. Laki-laki itu tersenyum.

"Tuan pasti tidak mengingat ku kan? Suatu saat tuan akan mengetahui siapa aku. Tetapi yang jelas, aku adalah bagian dari diri tuan. Hanya waktunya saja yang belum mempertemukan kita,"  ucap laki-laki itu. Ia lantas berjalan menghampiri Rei dan memeluk tubuh Rei erat.

"Aku senang tuan telah kembali, dan aku senang bisa bertemu dan memeluk tuan seperti ini walau hanya dalam mimpi tetapi," Ucap laki-laki itu. Entah mengapa saat laki-laki berambut albino itu memeluk Rei rasanya seperti ada sebuah setrum yang menyetrum tubuh Rei sekejap. Dan entah mengapa rasanya pelukan itu tidak asing bagi Rei.

"Kalau begitu, sampai jumpa lagi tuan!" Ucapnya seraya melepaskan pelukannya lalu berjalan meninggalkan Rei. Rei menatapnya masih dengan dirinya yang mematung, laki-laki itu menghilang entah kemana. Hatinya mencelos, ia seakan tidak rela untuk membiarkan laki-laki berambut albino itu pergi dari sisinya.

Rei membuka kedua matanya spontan, napasnya tak beraturan, jantungnya berdetak kencang, dan keringat dingin mengucur deras dari keningnya. Rei terbangun, tanpa ia sadari air matanya jatuh.

"Mimpi?" Ucap Rei tersadar.

"Mengapa aku bisa bermimpi seperti itu? Siapa laki-laki itu?" Ucap Rei memonolog. Rei lantas mengelap air mata yang mengalir membasahi pipinya.

"Dan, mengapa aku menangis?" Ucap Rei.

Bingung. Itu yang ia rasakan saat ini, entah mengapa ia merasa begitu sedih ketika mengingat mimpi nya tadi. Rei mencoba mengingat wajah laki-laki berambut albino itu, tetapi setiap kali Rei mencoba mengingatnya rasanya hatinya begitu sakit.

Rei lantas menoleh ke arah jam yang tergantung di dinding, jam itu menunjukkan pukul dua belas malam. Rei terdiam, dalam keheningan malam. Perhatian nya lalu teralihkan pada jendela yang tertutup oleh tirai berwarna biru. Dari jendela dekat ranjang tidur nya itu, cahaya bulan bersinar menembus masuk ke dalam kamarnya.

Setelah semalam ia mencoba mencari tahu tanpa berhenti sampai hampir putus asa dan tertidur secara tidak sadar. Kemudian tiba-tiba mimpi itu hadir membuat dirinya semakin penasaran dengan apa yang tengah terjadi sebenarnya.

...****************...

1
Nurul Aeni123
.
I am Back
silahkan mampir bang Reinkarnasi Dewa Waktu
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
Chandra Kurniawan
gua kesini gara gara sampul nya
Luky Staylook
kesedihan itu bisa datang dari mnh ajh
Stareqq
Nitip jejak dulu
sai akutod
p
Mohamad Agung
hah..yang bisa aku katakan maaf dan terimakasih... selalu semangat min..
Hary Zeen
👍👍
Ana Savitri Ali
fgtshubxvbywkunvdyejfbejtjdsghfhejs BBC v bgcnz kg dry kg egg hc, 65/djehdfhfu
Prince of Hell
bsbsnd
Susanti Susanti
y
Bobby Von Belpois
belum baca sih, tapi kayaknya bagus.

oh, ya. mampir di novelku, judulnya "Stay Stand". Walau tak sempurna sih, tapi aku bilang itu novel terbaikku.
IG: gabriella_mgd
Halo thorr 🤗

Ijin promosi, yuk ke NATHANIEL X KLARA

Jgn lupa klik like, komen, vote dan follow yaa

Makasihh 🙏🏻😊
Sejahtera
Kak Ijin promosi sebentar,yaaa. Kakak-kakak silahkan mampir bentar ke novelku yang berjudul Stuck in Vedio Games World
Swag131
Bagus thor ...!!!


Bagi yang berkenan, Yuk singgah ke MHK "Mutant Holder Katana."
Rhey Dzykla
p
Loli bunting
ku mampir untuk memberi like yang tertinggal
Loli bunting
kok pendek bgt min?
Loli bunting
singkat amat min?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!