NovelToon NovelToon
Cinta Bos Mafia Dan Gadis Lugu

Cinta Bos Mafia Dan Gadis Lugu

Status: tamat
Genre:Kriminal / Trauma masa lalu / Anak Yatim Piatu / Cinta Terlarang / Cinta Murni / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Fitriani

TAMAT
Visual Epis 69

Tania adalah gadis yang lugu dan polos, dia anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya akibat kecelakan mobil yang mengharuskan dia tinggal di rumah pamannya.

Tania bertemu dengan bos mafia serigala putih yang bernama Denis yang berhati dingin dan cuek

Setelah pertemuanya dengan Denis hidup Tania dalam semalam berubah total.

Pertemuan Tania dan Denis adalah awal hubungan yang dijalani tanpa cinta. Tanpa Denis sadari dia mulai mempunyai perasaan pada Tania sejak pertama kali bertemu.

Perjalanan hidup Tania yang berat dengan penuh rintangan hidup dimulai dengan perjuangan cinta mereka.

Dengan rahasia besar yang tersimpan antara Denis dan Tania, membuat hubungan mereka semakin sulit untuk bersatu. Dengan rahasia yang terbokar membuat kebencian muncul dalam diri mereka berdua.

Apakah Tania dan Denis bisa hidup bersama sama melewati kehidupan Mafia yang kejam, yang selalu berhadapan dengan kematian !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Fitriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epis 23 Pria Asing ?

Dari balik pintu kamar Tania, ada sosok pria yang mengetok pintu Tania berulang-ulang kali.

Tania yang mendengar ada yang mengetok pintu Apartemennya, bergegas melihat siapa yang datang di tengah malam seperti ini.

Alangkah terkejut Tania saat membuka pintu Apartemennya, yang berdiri di hadapannya adalah Denis.

"Kau, kenapa bisa tau Apartemenku?" ucap Tania kebingungan.

Denis langsung masuk ke dalam Apartemen Tania tanpa menghiraukan ucapannya.

"Kenapa kau masuk, aku belum mempersilahkanmu masuk." Ucap Tania dengan raut wajah yang kesal.

"Kenapa kau pulang bersama Alex, aku sudah melarangmu untuk bertemu dengannya." Ucap Denis

"Aku cuman mengucapkan terima kasih kepadanya, sebagai gantinya dia mengantarku pulang. Apa itu salah," ucap Tania dengan kesal

"Aku peringatkan, jangan dekati pria itu." Ucap Denis dengan wajah serius

"Dasar pria aneh, kau tidak berhak melarangku berteman dengan siapapun itu. Kau belum menjawab pertanyaanku, dari mana kau tau Apartemenku?" ucap Tania dengan raut wajah kesal.

"Aku sudah memberitahumu, terserah padamu." Ucap Denis.

"Bagiku itu hal yang sangat mudah." Ucap Denis sambil duduk di sofa.

"Untuk apa kau datang ke apartemenku?" ucap Tania

"Kau pergi meninggalkan rumahku, sebelum tugasmu selesai." Ucap Denis.

"Aku tidak berkerja denganmu, lalu tugas apa yang belum aku selesaikan?" ucap Tania bingung.

"Kau sudah berjanji akan merawat diriku sampai lukaku sembuh, aku akan tinggal disini!" ucap Denis

"Apa kau gila yah, aku tidak bisa membiarkan pria asing tinggal didalam Apartemenku." Ucap Tania dengan nada suara yang keras.

"Aku kekasihmu, bukan pria asing." Ucap Denis.

"Dasar pria brengsek. Aku tidak mau mempunyai hubungan apapun dengan orang yang sudah mempunyai kekasih," ucap Tania dengan nada kesal.

"Wanita mana yang kau maksud?" ucap Denis

"Kau sepertinya lupa ingatan, baru-baru kita bertemu. wanita yang kau bawa ke rumahmu," ucap Tania.

"Dia bukan siapa-siapa." Ucap Denis dengan raut wajah yang datar.

"Dasar pria brengsek, dihadapan wanita itu kau bilang aku buka siapa-siapa, sekarang dihadapanku kau bilang dia bukan siapa-siapamu, sepertinya otakmu habis ke bentur di suatu tempat." Ucap Tania dengan raut wajah marah.

"Kau keluar dari Apartemenku sekarang, sebelum aku memanggil keamanan ke sini." Ucap Tania.

Tania menarik keluar Denis dari dalam Apartemennya.

"Kau jangan balik lagi kesini lagi, aku tidak mau mempunyai hubungan apapun dengan pria brengsek sepertimu." Ucap Tania sambil membanting pintu Apartemennya di depan wajah Denis.

Disisi lain di kediaman rumah Denis, Aleta yang berada di kamarnya yang berbaring diatas tempat tidur, sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

"Aku sudah di kota. Kapan kau akan mengatur pertemuan Kita," ucap Aleta.

"Kau tunggulah dulu, aku juga merindukanmu, setelah kau berhasil sabotase informasi dari perusahaan mafia serigala putih dan mengalihkan perusahaan mafia serigala putih ke atas namaku, kita pasti akan bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Untuk saat ini kita harus menjaga jarak dan tidak saling mengenal, jika kita bertemu." Ucap pria itu.

"Aku akan menyelesaikan tugasku, setelah itu kita bisa bersama selamanya." Ucap Aleta.

"Kau harus tetap berhati-hati, kemungkinan Denis bisa mencurigaimu, apa bila kau melakukan satu saja kesalahan." Ucap pria yang menelponnya.

"Aku akan berhati-hati, saat ini Denis sedang tidak di rumah." Ucap Aleta.

"Itu kesempatan bagus, kau bisa menyelinap ke ruang kerjanya mencari berkas-berkas perusahan mafia serigala putih." Ucap pria yang menelponnya.

"Kau tenang saja aku sudah memikirkan itu dari tadi, sebelum dia kembali aku akan mencari berkas-berkas itu." Ucap Aleta sambil tersenyum licik.

Aleta mengakhiri pembicaraannya dengan pria yang dia telepon secara diam-diam.

Aleta keluar dari kamarnya, saat para pembantu di rumah Denis sudah tidur, dia berkeliling mencari ruangan kerja Denis. Aleta akhirnya menemukan ruangan kerja Denis yang berada di lantai bawah.

Aleta langsung bergegas masuk ke dalam ruangan, menggeledah berkas berkas yang ada di atas meja Denis. Tapi tidak satupun berkas yang ada di atas meja berkas yang dia cari, Aleta yang sudah yang sudah cape menggeledah ruangan Denis pergi tanpa membawa apapun.

"Sebenarnya berkas itu di mana dia simpan ?" ucap Aleta dengan nada yang kesal keluar dari ruangan kerja Denis.

Moris yang melihat Aleta yang berada di depan pintu ruangan kerja Denis, menghampiri Aleta.

"Sedang apa Nona di sini?" ucap Moris dengan dengan tatapan mata yang tajam, sambil memegang pundak Aleta dari belakang.

Sontak Aleta terkejut mendengar suara Moris, dia langsung berbalik arah ke Moris.

"Aku cuman kebutulan lewat." Ucap Aleta yang terbata-bata.

"Kenapa Nona bisa melewati jalan ini, tempat ini tidak menuju ke tempat lain selain ruangan kerja Tuan Denis." Ucap Moris dengan tatapan mata yang tajam.

"Aku tersesat, saat aku mencari kamar mandi. Karena rumah ini luas wajar kalau aku tersesat." Ucap Aleta dengan nada suara yang sombong.

"Di lantai atas juga ada kamar mandi, kenapa Nona harus turun ke lantai bawah." Ucap Moris dengan serius.

"Kau terlalu banyak bertanya, membuat kepalaku sakit, aku mau balik ke kamarku, jangan ganggu aku tidur." Ucap Aleta berjalan meninggalkan Moris.

Ke esokan harinya seperti bisanya Tania yang selalu bangun pagi untuk merapikan Apartemennya, sebelum dia pergi berkerja. Tania yang melihat tong sampahnya sudah penuh, dia berniat membuang sampahnya sebelum dia pergi berkerja.

Setelah Tania berberes-beres, dia menyiapkan bubur ayam untuk sarapan paginya, seperti biasa Tania selalu memasak lebih untuk dia berikan kepada nenek iro yang tinggal sebelahan dengan Apartemennya, dia hidup sendirian setelah suaminya meninggal. Setelah Tania selesai memasak dia pergi membawakan semangkok bubur ayam ke tetangga sebelah Apartemennya, saat Tania mengetok pintunya, alangkah terkejutnya, Tania melihat Denis yang keluar dari dalam Apartemen nenek Iro.

Sontak Tania langsung masuk ke dalam Apartemen sambil memanggil nama nenek Iro, tapi tidak ada jawaban sama sekalih dari nenek Iro, Tania pun bertanya pada Denis

"Ke mana Nenek iro yang tinggal di sini?, kau membawanya ke mana." Ucap Tania dengan raut wajah yang panik.

"Aku menyuruh orang untuk memindahkannya ke lantai bawah." Ucap Denis dengan raut wajah yang datar.

"Kenapa kau lakukan ini pada Nenek iro, dia hidup sebatang kara, untuk apa kau mengambil tempat tinggalnya." Ucap Tania dengan raut wajah kesal.

"Kau tidak membiarkanku tinggal di dalam Apartemenmu, terpaksa aku memindahkan nenek itu." Ucap Denis dengan nada suara yang santai.

Tania mendengar ucapan Denis pergi berjalan ke meja makan mengambil segelas air putih, dia membuangkan air itu ke wajah Denis dengan perasaan yang kesal terhadap kelakuannya.

Bersambung

Jangan lupa like dan komentar😊

1
Anita Choirun Nisa
bagus
Mekaris Lumban Gaol
aduhhhhh thor,,kisahnya trlalu panjang....endingkan aza thor ke yg romantiz....
SantosaDebora
Tmsk bagus sich alurnya..gk ketebak endingny walopun ditengah2nya terasa menyebalkan krn sptny gk sesuai dg keinginan qt, tp akhirnya happy end..semoga ttp semangat & semakin berkualitas dlm karyanya..👍
SantosaDebora
Logikanya sih mending sm Dion & anaknya, atw ya jgn sm siapa2, tunjukinlah gk segampang itu udh disia2in mau balik lg, walopun krn diadu domba tp kl memang cinta kan hrsny diselidiki dl, ini udh berth2 masa gk diselidiki kebenarannya
Entin Rustini
Lumayan
Yolanda Z Abidin
nice
Ririn Amri
Kecewa
Ririn Amri
Lumayan
Ririn Amri
Biasa
Ririn Amri
mantap
Dewi Nurlela
siapa yg membawa ibunza Tania
Dewi Nurlela
semoga pernikahan mereka lancar
Rika Wati
suka visualny Thor apalagi bapakny Denis.... semangat nulisny makin seru ceritaby
Dewi Nurlela
kau akan sgt menyesal klu kau tau fakta yg sebenarnya
Dewi Nurlela
koq Aleta selamat
Sya'wanah
Loch kok jd gini sih.
membingungkan.
dah aku manut aja dngan alur ceritamu
Sya'wanah
moga cuma asal tuduh saja valerie.
bukan Denis ya kak....
Sya'wanah
aku patah hati.
patah jadi dua.
Denis, sini tak peluk aja
Sya'wanah
kl yg keluar nama Alex dan pamanny, apakah sebenarnya taktik baru Alex ngeluarn ibuny tania
Sya'wanah
kl dr sini bikin ati dag Dig dug.
serasa nyata kita ikut bermain dlm adegan action.
moga anak buah Denis, biar bisa membuka sedikit tabir cerita masa lalu, to jangan back lg lho kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!