"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"
"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.
Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?
Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.
Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENATA
Flashback on
Renata tak sengaja menguping saat Harri Damara, yang merupakan ayah dari Raymond Damara datang ke rumahnya. Harri Damara datang untuk minta bantuan pada Alannaro Aditama, yang merupakan kakak dari Renata Aditama.
Perusahaan milik keluarga Damara sedang dalam masalah dan di ambang kebangkrutan.
Renata tentu saja hafal dengan keluarga Damara. Karena sudah sejak lama, Renata memperhatikan Raymond Aditama yang merupakan putra tunggal dari keluarga tersebut. Bisa dibilang, Renata jatuh cinta pada Raymond sejak pertemuan mereka di pesta perusahaan Aditama.
"Saya akan membantu perusahaan anda, Pak Harri. Tapi tentu saja itu semua tidak gratis," ucap Alannaro tegas.
"Putra anda, Raymond Damara. Saya ingin dia menikah dengan adik saya, Renata. Anggap saja pernikahan mereka adalah bentuk kerjasama antara perusahaan anda dan perusahaan milik saya," imbuh Alannaro lagi.
"Dan anda pasti sudah paham, keuntungan yang akan anda peroleh, jika anda setuju dengan perjodohan ini," pungkas Alannaro yang langsung disambut senyum sumringah dari Harri Damara.
"Tentu saja saya paham, Alan. Saya akan menyampaikannya pada Raymond. Saya yakin Raymond akan langsung setuju menikah dengan Renata," ucap Harri Damara denga raut wajah sangat yakin.
"Bagus! Begitu Raymond dan Renata menikah, maka perusahaan kita akan langsung bekerja sama dan aku akan membantu mengentaskan perusahaan anda dari ambang kebangkrutan." Alannaro menjabat tangan Harti Damara.
"Kita akan bertemu akhir pekan ini, untuk membahas pernikahan Raymond dan Renata," Imbuh Alannaro yang langsung di sambut Harri Damara dengan sebuah anggukan.
Negosiasi selesai, Harri Damara segera pergi dari rumah Alannaro.
"Kau senang sekarang, karena akan menikah dengan pria idamanmu?" Pertanyaan dari Alannaro membuat Renata sedikit kaget.
"Bagaiamana Abang bisa tahu, kalau Re jatuh cinta pada Raymond?" Tanya Renata tidak mengerti.
"Aku ini abangmu, Re! Aku tahu semua isi hati dan perasaanmu," jawab Alannaro dengan ekspresi sok tahunya.
"Abang memang yang terbaik. Terima kasih, Bang!" Renata memeluk Alannaro.
Renata sungguh bahagia sekarang. Impiannya untuk bisa bersanding dengan Raymond Damara akhirnya akan menjadi kenyataan tak lama lagi.
****
"Aku sudah menikah dan memiliki istri, Renata," pernyataan dari Raymond bak petir yang menyambar di siang bolong.
Renata menatap tak percaya pada pria di hadapannya tersebut.
"Apa kau sedang bercanda, Ray?" Tanya Renata yang kini tertawa sumbang.
"Aku tidak bercanda. Lihat ini!" Raymond menunjukkan beberapa foto pernikahannya bersama Hanni serta cincin pernikahan yang Raymond jadikan sebagai bandul kalung.
"Tapi, kau tidak pernah mengenalkan istrimu ke publik, Ray!" Renata mencoba mencari celah pembenaran.
"Aku dan Hanni memang menikah dibawah tangan. Dan papa mamaku belum memberikan restu pada hubungan kami. Tapi aku sangat mencintai Hanni, Re. Aku tidak bisa jika harus berpisah dari Hanni," tutur Raymond panjang lebar.
Renata diam membeku.
Sakit...
Hati Renata terasa sakit mendapati kenyataan bahwa pria yang ia cintai ternyata mencintai dan sudah menjadi milik wanita lain.
"Tapi jika kau menolak perjodohan ini, Bang Alan tidak akan mau menolong perusahaan milik keluargamu," ucap Renata mengingatkan Raymond.
"Aku tahu. Aku juga tidak ingin membantah perintah orang tuaku. Tapi aku juga tidak mau menyakiti Hanni. Aku sangat mencintainya, Re! Aku tidak bisa menceraikan Hanni begitu saja," Jawab Raymond dengan nada memelas.
Renata mengusap punggung tangan Raymond.
"Izinkan aku membantumu, Ray," ucap Renata dengan nada bersungguh-sungguh.
Ray menatap tak mengerti pada Renata.
"Membantu apa?"
"Terima saja perjodohan ini, Ray. Tapi kau tidak perlu menceraikan Hanni. Aku yang akan bicara pada Hanni dan menjelaskan semuanya,"
"Apa maksudmu, Re? Kau menyuruhku melakukan poligami? Kau ingin menjadi madu untuk Hanni begitu?" Sergah Raymond dengan raut wajah tidak senang.
"Tidak! Bukan begitu! Dengarkan dulu penjelasanku!" Sela Renata cepat.
"Kita tidak akan menikah untuk selamanya, Ray. Kita bisa berpisah saat perusahaan milik keluargamu sudah stabil. Aku yang akan memberi alasan pada bang Alan mengenai perceraian kita nantinya," jelas Renata berusaha meyakinkan Raymond.
"Dan kau bisa kembali pada Hanni, setelah kita berpisah. Aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Kita hanya menikah pura-pura," sambung Renata mengakhiri penjelasannya.
Raymond menatap tak percaya pada Renata.
Kenapa gadis ini begitu baik?
"Kau yakin dengan rencana ini, Re?" Tanya Raymond yang terlihat masih ragu.
Renata mengangguk dengan yakin,
"Aku yakin, Ray! Pernikahan ini hanya sandiwara dan sementara," ucap Renata.
Raymond langsung memeluk Renata.
"Terima kasih, Re. Aku akan menjadi teman dan sahabat yang baik untukmu," ucap Raymond dengan mata berbinar senang.
Renata memaksa untuk tersenyum pada Raymond, meskipun hatinya terasa pedih. Renata mencintai Raymond.
Apa seperti ini cinta sesungguhnya?
Tadinya Renata begitu bahagia dengan perjodohan ini, namun sekarang hati Renata terasa pedih bak diiris sembilu.
Raymond terlanjur mencintai Hanni. Renata bisa apa memangnya, selain merelakan Raymond tetap bersama dengan Hanni?
Flashback off
Renata menyesap kopi yang masih mengepulkan asap.
Sesekali Renata akan tersenyum kecut saat mengingat yang terjadi siang ini di ruangan Raymond.
Renata sendiri sudah resmi menjadi istri Raymond sebulan terakhir. Namun Raymond juga belum pernah menyentuh Renata sebulan ini. Meskipun saat di depan keluarganya, sikap Raymond begitu manis. Namun saat di dalam kamar, Raymond dan Renata hanyalah sebatas teman yang tidak pernah berbagi ranjang.
Raymond selalu memilih untuk tidur di sofa dan membiarkan Renata tidur di ranjang sendirian. Entah pernikahan macam apa yang sebenarnya sedang dijalani oleh Renata.
Tadinya Renata berharap, dengan semua sikap Raymond itu, rasa cinta di hati Renata akan perlahan menguap pergi. Namun nyatanya rasa cinta sialan itu masih saja terpatri di dalam hati Renata dan tidak luntur sedikitpun.
Dasar cinta!
Untuk apa mencintai seseorang jika akhirnya harus sesakit ini?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang ingin vote karya ini, bisa klik pita ungu bertuliskan "lomba update tim" agar vote kalian masuk dan terhitung sebagai dukungan untuk othor. Terima kasih 😙