NovelToon NovelToon
Alea & Adrian

Alea & Adrian

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Pernikahan rahasia / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

"Alea & Adrian" mengisahkan dua pewaris tunggal imperium bisnis terbesar di Kota Valerika, Alea Corisand dan Adrian Hutama. Terikat wasiat mutlak sang kakek, mereka dipaksa menikah demi penyatuan korporasi. Padahal, keduanya telah memiliki kekasih masing-masing dari kalangan elit.

Enggan mengorbankan cinta, Alea mengusulkan ide nekat: pernikahan kontrak di atas kertas selama enam bulan. Setelah meyakinkan pasangan masing-masing, mereka pindah ke sebuah penthouse mewah dan hidup dalam batasan kamar terpisah yang ketat.

Namun, sandiwara profesional ini perlahan retak. Intensitas kebersamaan memicu getaran aneh yang tak terduga di antara keduanya. Di saat garis batas hati mulai kabur, sebuah ancaman misterius dari masa lalu mengintai, memaksa mereka saling bersandar demi bertahan hidup. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Nama yang Dihapus Dari Sejarah

Malam telah turun sepenuhnya ketika Adrian dan Alea kembali ke The Obsidian.

Namun untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka dimulai, keheningan di antara keduanya tidak lagi terasa seperti tembok dingin yang memisahkan dua orang asing.

Keheningan malam ini berbeda.

Lebih berat.

Lebih serius.

Dan jauh lebih berbahaya.

Karena kini mereka tidak lagi sedang menghadapi teka-teki tentang kontrak pernikahan, permainan media, atau ancaman anonim.

Mereka sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar.

Sebuah rahasia yang sengaja dikubur selama dua puluh tahun.

Sebuah nama yang sengaja dihapus dari sejarah.

Dan seseorang baru saja mencoba membunuh mereka untuk memastikan rahasia itu tetap terkubur.

Di ruang kerja Adrian, seluruh lampu utama dimatikan.

Hanya cahaya monitor yang menerangi ruangan.

Di atas meja terbentang seluruh hasil pemindaian dokumen dari Arsip 17.

Foto-foto lama.

Laporan keuangan.

Surat internal.

Catatan proyek Aurora.

Dan foto seorang pria yang telah lama mati.

Atau setidaknya...

semua orang mengira demikian.

Alea berdiri di samping meja sambil memandangi foto hitam-putih itu.

Pria berusia sekitar empat puluh tahun.

Rambut disisir rapi.

Tatapan tajam.

Ekspresi dingin.

Dan sebuah nama tertulis di bawahnya.

Leonard Voss.

Pendiri ketiga Aurora.

Orang yang namanya tidak pernah muncul dalam sejarah resmi.

Orang yang bahkan tidak pernah disebut oleh keluarga Hutama maupun Corisand.

Adrian menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Tatapannya tertuju pada layar monitor.

"Aku sudah memeriksa seluruh arsip publik."

"Hasilnya?"

"Tidak ada."

Alea menoleh.

"Maksudmu?"

"Tidak ada catatan kematian."

"Tidak ada berita."

"Tidak ada artikel."

"Tidak ada laporan investigasi."

"Tidak ada pemakaman."

Adrian mengangkat wajahnya.

"Seolah-olah Leonard Voss tidak pernah ada."

Ruangan kembali sunyi.

Dan justru itulah yang membuat Alea merasakan hawa dingin merayap di punggungnya.

Karena menghapus satu orang dari sejarah bukanlah pekerjaan sederhana.

Itu membutuhkan kekuasaan.

Uang.

Jaringan.

Dan waktu yang sangat lama.

"Ayahku mengenalnya."

Suara Alea memecah keheningan.

Adrian mengangkat kepala.

Alea menunjuk salah satu surat tua yang ditemukan di dalam kotak Aurora.

Surat itu ditandatangani oleh George Corisand.

Di bagian bawah terdapat satu kalimat pendek.

"Aku berharap Leonard tetap memilih pergi. Karena jika dia bertahan, semua yang kita bangun akan runtuh."

Adrian membaca kalimat itu sekali lagi.

Kemudian lagi.

Dan lagi.

"Ayahmu takut padanya."

Alea mengangguk pelan.

"Bukan hanya ayahku."

Dia menunjuk surat lain.

Surat kedua ditulis oleh William Hutama.

Di bagian bawah terdapat kalimat yang hampir sama.

"Aurora tidak akan selamat jika Leonard kembali."

Keheningan kembali memenuhi ruangan.

Kini mereka memiliki satu kesimpulan yang sangat jelas.

Dua pendiri Aurora.

Dua keluarga terbesar di Valerika.

Dua orang yang tidak pernah bisa sepakat tentang apa pun.

Tetapi keduanya sama-sama takut pada Leonard Voss.

Adrian berdiri.

Ia berjalan menuju jendela kaca raksasa yang menghadap kota.

Lampu-lampu Valerika berkilauan di kejauhan.

Namun pikirannya jauh dari pemandangan itu.

Semua potongan mulai membentuk pola.

Aurora.

Arsip 17.

Kecelakaan gudang.

Percobaan pembunuhan.

Dan Leonard Voss.

Semuanya mengarah ke satu titik.

"Kita melihat ini dari sudut yang salah."

Alea mengerutkan dahi.

"Maksudmu?"

"Kita mengira Aurora adalah proyek."

"Bukankah memang begitu?"

Adrian menggeleng.

"Tidak."

Ia menatap Alea.

"Kurasa Aurora bukan proyek."

Jantung Alea berdetak lebih cepat.

"Lalu apa?"

Adrian mengambil foto Leonard dari meja.

Mengangkatnya perlahan.

Lalu berkata,

"Aurora adalah alasan seseorang harus dihapus dari sejarah."

Kata-kata itu menggantung di udara.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Alea merasakan ketakutan yang sesungguhnya.

Karena jika Adrian benar...

maka seluruh hidup mereka dibangun di atas kebohongan.

Beberapa menit kemudian.

Ponsel Adrian bergetar.

Keduanya langsung menoleh.

Layar menyala.

Nomor tidak dikenal.

Tidak ada identitas.

Tidak ada asal.

Hanya sebuah pesan.

Singkat.

Sederhana.

Namun cukup membuat darah mereka membeku.

BERHENTI MENCARI LEONARD VOSS.

Di bawahnya muncul pesan kedua.

KALIAN TERLAMBAT DUA PULUH TAHUN.

Lalu pesan ketiga.

DIA SUDAH MENEMUKAN KALIAN LEBIH DULU.

Ruangan mendadak terasa lebih dingin.

Alea meraih ponsel itu.

"Siapa yang mengirim ini?"

Adrian sudah mengetik cepat.

Melacak sumber sinyal.

Memeriksa jalur pengiriman.

Menembus server relay.

Namun hasilnya nihil.

Seperti sebelumnya.

Tidak ada jejak.

Tidak ada alamat.

Tidak ada lokasi.

Seseorang mengirim pesan itu melalui jaringan yang nyaris mustahil dilacak.

Dan yang lebih mengganggu...

pengirimnya mengetahui apa yang baru saja mereka temukan malam ini.

Padahal tidak ada orang lain yang mengetahui isi kotak Aurora.

"Itu berarti..."

Alea menghentikan kalimatnya sendiri.

Karena ia tidak ingin mengucapkannya.

Namun Adrian menyelesaikannya.

"Ada orang yang mengawasi kita."

Keheningan.

Pekat.

Mencekam.

Kemudian Adrian berjalan cepat menuju salah satu monitor.

Membuka rekaman CCTV The Obsidian.

Semua kamera normal.

Lobi normal.

Lift normal.

Koridor normal.

Tidak ada yang mencurigakan.

Namun ketika ia membuka kamera koridor lantai penthouse...

layar mendadak berkedip.

Lalu berhenti.

Satu frame membeku.

Adrian memperbesar gambar.

Dan napasnya langsung tertahan.

Alea mendekat.

Lalu membeku di tempat.

Di ujung koridor.

Tepat di depan pintu penthouse mereka.

Terdapat seorang pria.

Berdiri diam.

Menghadap kamera.

Mengenakan mantel hitam panjang.

Wajahnya tertutup bayangan.

Namun ada satu detail yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.

Pria itu memegang sesuatu di tangannya.

Sebuah foto.

Ketika Adrian memperbesar gambar hingga maksimal...

foto itu terlihat jelas.

Itu adalah foto George Corisand.

William Hutama.

Dan Leonard Voss.

Foto yang baru saja mereka temukan di dalam kotak Aurora.

"Mustahil..."

bisik Alea.

Rekaman itu baru diambil tiga menit lalu.

Tiga menit.

Artinya saat mereka sedang membahas Leonard di ruang kerja ini...

seseorang berdiri di luar pintu mereka.

Memegang foto yang sama.

Adrian langsung berlari keluar.

Alea mengikutinya.

Pintu penthouse terbuka.

Koridor kosong.

Sunyi.

Tidak ada siapa pun.

Hanya udara malam yang dingin.

Dan sebuah benda kecil yang tergeletak di lantai.

Adrian mengambilnya.

Sebuah kartu hitam.

Sama seperti kartu yang pernah diterima Julian.

Tanpa nama.

Tanpa logo.

Tanpa identitas.

Hanya satu kalimat tercetak di bagian depan.

AURORA TIDAK PERNAH BERAKHIR.

Di bagian belakang terdapat tulisan tangan.

Tulisan yang terlihat tua.

Seolah ditulis bertahun-tahun lalu.

Alea membacanya perlahan.

Lalu wajahnya memucat.

Karena ia mengenali tulisan itu.

Tulisan tangan ayahnya.

George Corisand.

"Adrian..."

Suaranya bergetar.

"Ini tulisan Ayah."

Adrian menatapnya.

"Apa isinya?"

Alea menelan ludah.

Kemudian membaca kalimat itu keras-keras.

Jika kau membaca ini, berarti Leonard akhirnya kembali.

Keheningan yang mengikuti kalimat itu terasa seperti jurang tanpa dasar.

Karena satu fakta kini tidak bisa lagi dihindari.

George Corisand telah menulis pesan ini bertahun-tahun lalu.

Artinya...

ia sudah memperkirakan semua ini akan terjadi.

Ia tahu Leonard akan kembali.

Ia tahu Aurora belum selesai.

Dan ia tahu suatu hari Adrian dan Alea akan menemukan jalan menuju rahasia ini.

Di dalam ruang kerja The Obsidian, monitor CCTV masih menampilkan frame terakhir pria misterius di koridor.

Sosok tinggi dengan mantel hitam.

Diam.

Tidak bergerak.

Seolah sengaja membiarkan dirinya terlihat.

Seolah ingin mengirim satu pesan sederhana.

Aku ada di sini.

Aku melihat kalian.

Dan permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Sementara di sudut lain Kota Valerika, jauh dari cahaya gedung-gedung pencakar langit, seorang pria tua berdiri di dalam ruangan gelap yang dipenuhi monitor.

Puluhan layar menampilkan berbagai sudut kota.

Salah satu layar memperlihatkan Adrian dan Alea yang baru kembali masuk ke penthouse mereka.

Pria tua itu tersenyum tipis.

Tatapannya jatuh pada sebuah foto usang yang berada di atas meja.

Foto tiga pria muda.

George Corisand.

William Hutama.

Dan Leonard Voss.

Perlahan ia membalik foto itu.

Di bagian belakang terdapat satu tanggal.

17 Oktober 2006.

Tepat dua puluh tahun yang lalu.

Dan di bawah tanggal itu terdapat sebuah kalimat yang sudah mulai pudar dimakan usia:

"Aurora akan mengubah dunia. Jika kami gagal, generasi berikutnya harus menyelesaikannya."

Pria tua itu memejamkan mata.

Lalu berbisik pelan.

"Akhirnya..."

"Saatnya kalian mengetahui kebenaran."

1
Vanni Sr
bnr² woyyyy di bab ini blg lg wallianm ayah adrian , gmn sih nulis ny
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Vanni Sr
g nyambungggg, george itu kakek apa ayah alea?? clarissa itu apa bianca ganti² , ngaco sih ini
typ
apa part 40 dan 41 terbalik?
Althea Shalmaira: benar, terima kasih mengingatkan,, akan saya coba althe perbaiki yah🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!