NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:578
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide baru.

Belum sempat Doni menjelaskan tentang apa yang dia maksud barusan, dia sudah kembali diberondong omelan oleh Melisa. 

“STOP, MA! PAPA GAK SELINGKUH SAMA BLACK, JUSTRU DIA YANG BANTU PAPA BIAR BISA KERJA SAMA DENGAN PAK LIM.” Jelas Doni dengan suara meninggi karena dia sudah jengah dengan semua tuduhan Melisa. 

“Maksud papa gimana?” Tanya Melisa bingung. 

“Tadi papa bilang sama mama kalau papa mau ketemu pak Lim buat mengajukan kerja sama, nah sebenarnya kerjasama itu sudah ditolak sama pak Lim, cuma pas Black minta dibayarin tagihan di mejanya dan dia mengaku kalau papa ini papanya, pak Lim langsung menyetujui kerja sama yang papa ajukan asal di pertemuan selanjutnya papa tak membawa Black lagi. Entah kenapa pak Lim terlihat sangat takut sama Black.”

“Terus, foto yang tadi mama tunjukkan, bukannya itu berbeda dengan resto tempat papa ketemu dengan pak Lim?”

“Iya memang beda karena Black meminta papa memenuhi permintaannya sebagai hadiah dari bantuannya, dan di mall itu Black malak papa lewat karyawannya, jadi hanya ada foto saat papa duduk sama Black karena memang Black hanya duduk sambil makan.”

“Papa belikan semua yang Black minta?” Tanya Bintang yang mulai penasaran karena papanya ini termasuk orang yang cukup pelit. 

“Iyalah, bahkan dia minta papa belikan bubur ayam di lantai paling atas dengan naik tangga saja papa mau kok.”

“Papa mau berterima kasih apa menebus kesalahan papa pada Rain?” Melisa yang paham dengan sifat suaminya merasa jika sikap suaminya ini tak hanya ucapan Terima kasih. 

“Gak bisa dipungkiri jika ada sedikit penebusan didalamnya, maaf papa sedikit belum bisa menerima jika Black itu bukan Rain.”

“Dia memang Rain,” Jawab Bintang sambil menyenderkan badannya di sofa. 

“Tang, jangan gini terus, ayolah sadar, Black bukan Rain.”

“Black itu Rain, ma. Tadi Black sudah mengaku kalau dia adalah Rain.” Bintang menceritakan semua yang terjadi barusan dan itu berhasil membuat kedua orang tuanya kaget. 

“kamu gak lagi halu kan?” Tanya Melisa yang masih tak percaya dengan apa yang Bintang jelaskan. 

“Aku serius, tapi kalian tenang saja, aku gak akan menyerah buat meyakinkan Black kalau Bintang sudah berubah, Bintang akan meluluhkan hati Black, jika dulu Rain yang berjuang, biar sekarang Bintang yang berjuang.”

“Kamu jangan sakiti dia lagi, kita akan bantu sebisa kita agar Black juga yakin kalau kita semua sudah berubah,” Ucap Doni sambil menepuk pundak Bintang. 

“Bagaimana dengan Helena, dia akan menjadi batu sandungan buat kita?” Tanya Melisa yang tiba-tiba teringat dengan Helena. 

“Oh iya gimana kabar Helena sama kak Rio? Bukannya orang yang mau menabrak Black itu Helena, dan kemarin juga Rio baru dihajar sama murid Rain dulu?”

“Helena sudah bebas karena Black mau memberi kesempatan pada Helena, tapi ntah dia sudah sadar atau masih mau mencelakai Black. Untuk kakak kamu dia masih di rumah sakit, keadaannya sudah cukup membaik, paling besok sudah boleh pulang, sekarang dia lagi dijaga sama Hexa.”

“Syukur deh, semoga kak Rio lekas sembuh, tapi kenapa Helena gak ikut menjaga kak Rio?”

“Semenjak kejadian di resto dulu, hubungan mereka renggang dan Helena seakan tak peduli sama Rio meski dia tahu kalau Rio lagi dirawat. Kamu harus jaga Black dari Helena, mama yakin dia lagi merencanakan sesuatu buat mencelakai Black.”

“Iya pasti, ma.”

Berbeda dengan Bintang yang sedikit bahagia meski mendapat penolakan dari Black, kondisi Black sekarang jauh lebih buruk, dia hanya menangis dan sesekali melamun. 

“Black, jangan gini, kamu gak salah membongkar identitas kamu sama Bintang, kamu masih bisa kok menjauh dari dia,” Tenang nenek Ayu sambil memeluk Black yang masih terus menangis, sementara Alvin keluar untuk menelepon Sira untuk datang ke rumah sakit. 

“Susah nek, kalau dia sudah tahu akan susah buat Black menghindari dia, gak akan bebas lagi. Black benci nek.”

“Iya nenek paham, nanti biar nenek yang urus ya.”

Black diam, di satu sisi itu akan menguntungkannya tapi disisi lain dia tahu bagaimana neneknya ini, nenek Ayu pasti akan melakukan hal yang akan membuat Bintang sangat tersiksa, seperti apa yang nenek Ayu lakukan pada Handoko, ayah kandung Black, menantu nenek Ayu. 

“Tidak nek, Black gak mau menyusahkan nenek lagi, sudah cukup nenek membalas sakit hati Black pada Handoko, Black gak mau ada Handoko kedua karena nenek.”

“Nenek tidak Terima cucu nenek diperlakukan seperti itu, andai kamu tak melarang nenek sudah nenek balas dari lama.”

“Nenek sabar, Black memang benci Bintang tapi Black gak mau nenek yang membalasnya, biar nanti kakek sama Pun saja yang membalas.” Black melirik kakek Ares, mengkode agar kakek Ares membantunya. 

“Iya, nenek tenang saja, nanti biar kakek sama Pin yang bales dia.”

“Kalau pembalasan kalian tidak membuat nenek puas, jangan salahkan jika nanti nenek turun tangan sendiri.”

“Siap, tapi kakek punya cara lain dibanding hanya sekedar gertakan ataupun kekerasan semata.”

“Cara apa, kek? Black boleh ikut gabung?” Mata Black berbinar karena dia pikir dia akan bisa ngerjain Bintang lagi.

Tak lama Sira datang dan berlari masuk tapi bukannya melihat Black yang menangis histeris tapi malah melihat senyum Black. 

“Lo baik-baik saja Black?” Tanya Sira panik. 

“Gue baik-baik aja kok, lo ikut juga ya, Sir!” Black tampak bahagia sekali karena sepertinya dia sudah memiliki ide yang bisa membuat dia bahagia. 

Sira menatap ketiga orang disana satu persatu dan mereka hanya mengangguk. “Iya gue ikut.” Sira ikut tersenyum meskipun dia tak tahu apa yang sedang Black dan yang lain rencanakan. 

‘Maaf ya sayang, buna tak bisa menerima ayah kamu begitu saja, bantu buna mengerjai ayahmu ya,’ batin Black sambil mengelus perutnya. 

‘Apapun rencana kalian selama bisa membuat Black bahagia akan gue lakukan,’ batin Sira. 

Disisi lain, di sebuah gedung yang tampak sangat gelap, gedung yang terlihat sudah tidak terawat, sedang duduk tiga orang disana dengan tatapan seramnya. 

“Ada apa bos, tumben malem-malem nyuruh kita ngumpul disini, tempat ini sudah lama gak kita datangi?” Tanya seorang laki-laki berbadan besar dengan tato singa di tangannya. 

“Seperti yang sudah gue kasih tahu beberapa hari lalu, semua sudah siap belum?”

“Dari kita sudah siap semua, tapi rasanya kita harus mengganti rencana, bos. Kita tidak mungkin menyerang mereka dengan kekerasan, orang yang ada di sekeliling mereka bukan orang sembarangan, meski badan mereka kecil secara ilmu mereka diatas kita, mereka tidak hanya akan menyerang kita dengan kekerasan, mereka pasti menyiapkan rencana lain,” Jawab laki-laki berbadan besar dengan kumis tebalnya. 

“Badan kalian itu gede masa kalah sama mereka yang cungkring kaya gitu?”

“Bukan masalah badan gede, tapi kita pernah menghadapi mereka dan kita kalah telak, setelahnya kita juga masih harus mendekam di penjara dengan kesalahan yang bahkan tak ada sangkut-pautnya sama mereka.”

“Bos harus belajar dari kesalahan bos kemarin yang gegabah, akhirnya bos juga yang kena masalah, saya ada ide yang mungkin kemungkinan kita berhasil agak besar.”

“Ide apa?” Laki-laki itu membisikkan sesuatu pada bosnya yang membuat senyum bosnya mengembang. 

“Kita mulai besok, biar gue yang mulai.”

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!