NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23 Cahaya Hantu Mika redup

Pulang kerja.

Meski sering jawab asal pada hantu cantik ini, Lylac sebenarnya peduli pada Mika. Seperti sekarang. Dia sengaja menunda naik motornya hanya untuk memperhatikan kondisi hantu cewek yang biasanya selalu berisik dan aktif bergerak di sekitarnya tersebut.

Lylac merasa Mika agak aneh. Hantu cantik punya semacam cahaya dari tubuhnya. Seakan cahaya itu menyelimuti dirinya. Tapi hari ini cahaya yang membungkus tubuh Mika sedikit redup.

Pendaran putih yang biasanya mengelilingi sosok Mika terlihat menipis dan agak transparan. Membuat penampilan hantu itu tampak lebih lemah dari hari-hari sebelumnya. Lylac yang menyadari perubahan fisik tersebut mulai merasa khawatir di dalam hatinya.

"Kenapa liatin aku begitu, Ly?" tanya Mika melayang mendekat. Karena tidak biasanya Lylac memfokuskan pandangan padanya.

Biasanya cewek itu akan selalu membuang muka atau pura-pura sibuk agar tidak perlu meladeni keberadaan Mika, namun kali ini sepasang mata Lylac justru menatapnya lurus-lurus dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Kamu terlihat agak aneh." Lylac berujar pelan. Memastikan suaranya tidak terdengar oleh orang lain yang mungkin melintas di sekitar tempat itu.

"Aku kan hantu. Ya, anehlah ..." jawab Mika santai sambil berputar pelan di udara seolah hal itu bukan masalah besar.

"Bukan." Lylac menggelengkan kepala. "Tubuhmu kan biasanya terbungkus sama sesuatu yang mirip disebut cahaya." Lylac menunjuk garis luar tubuh Mika yang pendarannya tidak seterang biasanya.

Mika melihat ke arah tubuhnya sendiri. Dia membolak-balikkan telapak tangannya untuk memeriksa kondisi fisiknya sendiri. "Ya. Ini mungkin pembungkus agar aku enggak hancur terkena sinar matahari."

"Benarkah?" Lylac yang baru tahu soal perhantuan mendengarkan dengan baik. Dia menyimak penjelasan itu dengan serius karena selama ini dia tidak pernah membaca atau mengetahui seluk-beluk kehidupan setelah kematian.

"Enggak tahu. Aku kan asal ngomong kayak kamu," ujar Mika malah bercanda. Dia menopang dagunya di udara sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Lylac.

Lylac menipiskan bibir gemas. Dia merasa sedikit jengkel karena pertanyaannya yang serius malah ditanggapi dengan main-main. Hantu itu malah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, merasa sukses membuat Lylac kesal dengan gurauannya.

"Ini serius. Kamu terlihat agak meredup." Lylac mengulangi ucapannya dengan nada yang lebih tegas, tidak mau ikut bercanda lagi karena dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Mika.

"Maaf, maaf. Ini mungkin karena sudah waktunya aku ke langit. Ini serius." Mika buru-buru menegaskan karena Lylac menatapnya tajam. Dia menghentikan tawanya dan memasang ekspresi yang agak mendung saat melanjutkan kalimatnya. "Kan aku ini sekarang namanya gentayangan. Hanya saja bentukannya lebih baik."

Kepala Lylac manggut-manggut. Dia merespons penjelasan itu dalam diam, mulai memahami situasi genting yang sedang dihadapi oleh hantu centil di depannya ini.

Atmosfer disekitar mereka jadi terasa sedih. Keheningan mendadak terjadi di antara keduanya. Membuat sunyi beberapa saat.

"Ih, kenapa jadi sedih, sih." Mika langsung membuyarkan suasana tidak menyenangkan ini dengan melayang-layang. Hantu cantik itu sengaja memutar tubuhnya di udara, melakukan gerakan-gerakan heboh demi mengusir rasa canggung yang sempat tercipta akibat topik pembicaraan mereka tadi.

Lylac mengerjap. "Oke. Kita ganti suasana. Ayo kita pulang." Dia segera kembali ke mode biasa. Ternyata rasa sedih juga tidak menyenangkan bagi hantu.

Lylac langsung memakai jaket dan menyalakan mesin motornya. Dalam perjalanan pulang, Lylac mendadak ingin bertanya. Pikirannya terus berputar memikirkan kondisi cahaya Mika yang memudar.

"Aku mau tanya sesuatu," kata Lylac sambil berkendara.

Dalam posisi ini memang terbilang aman untuknya mengajak berbincang hantu ini. Karena walaupun agak aneh ada orang yang bicara sendiri, setidaknya mereka tidak menegur atau protes.

Orang-orang di jalanan hanya akan mengira Lylac sedang bernyanyi atau berbicara menggunakan earphone di balik helmnya.

"Tanya apa?" Mika menyahut sambil melayang santai di samping motor Lylac, rambut halusnya tampak bergerak-gerak ditiup angin malam.

"Sebenarnya kamu meninggal karena apa?" tanya Lylac yang belum pernah sekalipun bertanya soal ini. Dia menatap lurus ke depan, fokus pada jalanan raya yang mulai sepi sambil menunggu jawaban dari boncengannya.

"Mmm ... Aku enggak ingat." Mika melayang berputar-putar. Wajah hantu itu tampak berkerut samar. Mencoba menemukan memori di kepalanya namun tidak menemukan petunjuk apa pun.

"Enggak ingat? Kok bisa?" Lylac sedikit menaikkan nada suaranya agar terdengar jelas di sela deru mesin motor. Dia agak terkejut karena mengira setiap arwah pasti membawa ingatan tentang hari terakhir mereka.

"Emangnya hantu bisa ingat mati karena apa?" Mika malah tanya balik. Dia menatap Lylac dengan pandangan polos seolah hal itu adalah sesuatu yang lumrah di dunia mereka.

"Yang aku tahu di drama-drama begitu." Lylac menyahut pendek. Merujuk pada tontonan serial misteri remaja yang sesekali pernah dia lihat sekilas di ponsel.

"Mmm ... Apa ya?" Mika mencoba mengingat. Dia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Mencoba mengingat lagi potongan masa lalu yang terasa kosong di otaknya. "Enggak tahu ah, pusing. Aku enggak ingat." Hantu itu akhirnya menyerah dan kembali melayang santai. Memilih untuk tidak memedulikan ingatan yang hilang tersebut.

"Kan biasanya mereka ingat mati karena apa. Terus ada hal yang ia inginkan. Itu yang membuatnya bisa naik ke langit." Lylac kembali bersuara di sela deru angin, mencoba menyamakan logikanya dengan konsep arwah penasaran yang sering dibahas orang.

"Yang aku inginkan ... ya nembak Evan dong." Mika melayang dengan suasana hati gembira

Kalau sudah bicara soal itu cowok, mood hantu cantik ini sudah berubah total. Bawaannya bahagia terus. Dia bergerak lincah naik-turun di atas setang motor Lylac tanpa beban. Seolah rasa pusing akibat amnesianya tadi langsung menguap begitu saja.

Bibir Lylac menipis kesal. Namun jika di ingat-ingat, yang dibicarakan Mika memang hanya seputar cowok itu. Bahkan heboh tiap hari yang isinya Evan. Tidak ada yang lain. Tidak ada cerita soal rumahnya, orang tuanya, atau bagaimana kesehariannya dulu saat masih berwujud manusia. Cuma ada nama kapten basket itu di sepanjang harinya.

"Jangan-jangan keinginan terakhirmu memang si Evan itu yah?" tanya Lylac menduga-duga. Matanya tetap fokus menembus kegelapan jalan raya yang diterangi lampu merkuri.

"Kan aku sudah bilang. Aku maunya nembak Evan." Mika mengulanginya dengan nada gemas, bersikeras bahwa prioritas utamanya di dunia ini memang tidak pernah berubah.

"Terus kamu waktu hidup itu siapa sih? Kok aku enggak pernah tahu. Kalau kamu memang waktu hidup cinta sama Evan, bisa jadi kita seangkatan." Lylac menemukan lagi pemikiran soal hantu cantik ini. Lylac mencoba mengingat-ingat apakah ada siswi di sekolahnya yang meninggal dalam satu atau dua tahun terakhir, namun tidak ada wajah yang cocok dengan Mika.

"Emmm ... Siapa ya. Aku enggak ingat juga." Mika merasa kebingungan. Dia mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu. Memandang ke atas dengan tatapan kosong yang terlihat frustrasi untuk sesaat.

"Tapi yang aku ingat cuman Evan. Pokoknya Evan dah." Mika melayang lebih tinggi lagi, menghindari pertanyaan Lylac yang mulai membuatnya sakit kepala dan memilih kembali menikmati embusan angin malam.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!