NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asalkan Alisha Senang

Alisha menuruni tangga saat tengah malam. Tadi sebelum dia tertidur, Emeline mertuanya itu mengirimkan dia pesan yang isinya:

'Alisha, tolong berikan Giovan makan. Mommy yakin Giovan belum makan. Tolong ya Alisha, hanya kamu yang bisa bantu Mommy.'

Dengan rasa malas, akhirnya Alisha mengambilkan Giovan makan. Tak lupa ia juga membawa obat merah untuk mengobati pria itu.

Saat berjalan menuju ruangan bawah tanah, Alisha dicegat tiga pengawal yang berjaga di sana.

"Maaf sekali, Nona. Anda dilarang masuk ke dalam."

Alisha menghela napasnya dengan kasar. "Aku hanya ingin memberikan suamiku makan!"

"Tapi, tetap saja tidak boleh."

"Kau, buka enggak?!!" paksa Alisha.

"Maaf, Nona. Tapi, ini larangan dari Tuan Edward."

"Astaga, buka! Kalian tahu, kan Kakek sangat menyayangi aku? Jangan sampai aku suruh Kakek untuk menembak kepala kalian bertiga karena melarangku masuk!"

Ketiganya langsung kicep saat mendengar ucapan Alisha. Mereka bertiga saling tatap lalu mengangguk.

"Baik, silakan, Nona."

Senyum Alisha mengembang, gadis itu segera masuk ke dalam ruangan bawah tanah dan saat pertama kalinya masuk, hal yang dia cium adalah..

Bau hanyir, seperti darah.

"Uuhh, kenapa bau sekali," gumam Alisha.

Pengawal yang mengikuti Alisha hanya bungkam, mereka berdua berhenti di depan pintu kamar.

"Ini, Nona. Kamar Tuan Giovan, silakan masuk."

"Hm."

Ceklek.

Ruang tersebut sedikit gelap dengan cahaya yang remang-remang.

"Gov?"

"Giovan?"

Kaki Alisha melangkah masuk untuk mencari keberadaan suaminya itu.

"Giovan?"

"Hum."

Mata Alisha mengedar saat dia mendengar deheman kecil seseorang. Dan ia melihat seseorang yang tengah meringkuk di sisi ranjang.

"Gov?"

"Giovan?"

"Hm."

Alisha semakin mendekati orang tersebut dan ternyata benar, orang itu adalah Giovan.

"Gov."

"Hm."

Kepala Giovan terangkat untuk menatap Alisha, lalu ia kembali menunduk karena punggungnya terasa sangat perih dan sakit.

"Ini, makan dulu," ujar Alisha.

"...." Giovan bungkam, ia tidak menyahut ucapan Alisha yang memintanya untuk makan.

"Gov!"

"P-punggungku sakit," lirih Giovan.

Alisha menatap luka yang berada di punggung suaminya, lalu dia meringis karena luka tersebut terlihat menganga dengan kulit dan daging Giovan yang terbuka.

"Sshh, sini aku obati," ucap Alisha seraya membuka kotak merah yang untung saja dia bawa.

"Buka dulu bajumu," pinta Alisha.

Giovan menggeleng kecil. "S-sakit."

"Ciih, jangan manja! Duduk dulu sini, biar aku yang bukakan bajunya!"

Giovan duduk tegak berhadapan dengan Alisha di hadapannya.

Tangan Alisha membuka satu per satu kancing kemeja Giovan, ia menahan napasnya sendiri saat melihat dada bidang Giovan yang sangat menggoda iman.

"Kenapa?" tanya Giovan yang melihat pipi Alisha sedikit merona.

"Apanya, kenapa?!!"

"Pipi kamu, kenapa?"

"Oh, enggak papa!"

Satu per satu kancing baju Giovan akhirnya terbuka. Dengan perlahan Alisha mencoba membuka kemeja tersebut dari tubuh Giovan.

Alisha menatap tubuh suaminya yang kini hanya polosan saja. Lalu ia segera mengobati luka Giovan.

"Sshh, pelan-pelan, Lis," desis Giovan seraya mencengkram paha Alisha yang terekspos.

Alisha menghentikan aksinya dan menatap tangan Giovan yang berada di pahanya.

Namun, ia mengabaikan itu lalu mengobati kembali luka Giovan.

"Sshh, ahhk!"

Tangan Giovan semakin naik dari paha bawah sampai ke paha atas Alisha.

"Gov, tanganmu!" tegur Alisha.

"Ehh?" Giovan segera menarik tangannya sendiri.

Karena tangan Giovan yang berada di sana mampu membuat aliran listrik yang... Selesai memberikan Giovan makan, Alisha memutuskan untuk keluar dari sana.

"Aku pergi dulu," pamit Alisha.

Giovan hanya mengangguk sekilas. Saat Alisha hendak membuka handle pintu, tiba-tiba saja Giovan kembali bersuara.

"Terima kasih," ucap Giovan tiba-tiba.

Alisha membalikkan tubuhnya dengan alis yang mengerut. "Hm," dehem Alisha yang langsung keluar dari kamar Giovan.

Giovan berdecak. "Setidaknya bilang sama-sama kek!" gerutunya.

---

Kaki Alisha semakin melangkah keluar dari ruang bawah tanah, ia memegangi dadanya sendiri karena jantungnya berdetak berkali-kali lipat.

"Omg, enggak mungkin kan aku suka sama Giovan?" gumam Alisha.

"Tapi, jantungku kenapa..." "Aaakhh, sial. Sepertinya aku harus berobat nih," gumam Alisha.

---

Pagi harinya.

Di meja makan semua orang sudah berkumpul kecuali Giovan. Suami dari Alisha itu ternyata masih dihukum dan tak diizinkan untuk makan bersama.

"Alisha, apa benar semalam kamu ke ruangan bawah tanah untuk memberikan Giovan makan?" tanya Edward.

Alisha yang sedang mengunyah makanannya lalu mengangguk dan menelan semua makanan di mulutnya.

"Iya, Kakek," jawab Alisha.

"Kenapa? Um, maksud Kakek kenapa kamu mau kasih dia makan, padahal dia sudah selingkuhi kamu?!"

"Aku hanya kasihan saja, Kakek. Walaupun dia salah, tapi hati kecilku sangat tak tega jika harus melihat dia mati kelaparan."

Edward menatap salut pada Alisha, tangan pria tua itu terangkat untuk mengelus kepala Alisha.

"Kau sangat baik, Alisha. Kakek sangat beruntung mempunyai cucu sebaik kamu."

Alisha memberikan senyum manisnya pada Kakek. "Aku juga sangat beruntung, karena Kakek aku bisa hidup enak."

"Ya, kamu bisa lakukan apa pun yang kamu mau, Alisha."

"Serius, Kakek?"

"Hm, serius."

"Kalau misalnya aku mau beli mal sama helikopter, boleh, Kakek?" tanya Alisha.

"Boleh, boleh banget. Kamu mau kapan belinya?"

Alisha terlihat langsung antusias. "Aku mau sekarang, Kakek!!"

Edward mengangguk sekilas, ia mengangkat tangannya meminta Ferdi (anak buah kepercayaan Edward), untuk mendekat.

"Iya, Tuan."

"Ambilkan ATM-ku yang berada di meja kerja."

"Baik, Tuan."

Tak lama kemudian Ferdi kembali dengan membawa kartu American Express Platinum.

"Ini, Tuan."

Edward mengambil kartu tersebut dan menyerahkannya pada Alisha.

"Ini Alisha, ambillah dan belanjakan apa pun yang kamu mau. Ingat, apa pun!!" ujar Edward.

Alisha segera mengambil American Express Platinum tersebut, dia tahu kartu ini kartu tanpa limit yang artinya pasti isinya sangat banyak.

"Kakek serius?!" tanya Alisha tak percaya.

"Iya, serius!" jawab Edward sambil terkekeh kecil karena melihat wajah Alisha yang terlihat bersemangat sekali.

"AAHKK, KAKEK TERIMA KASIH!"

Alisha bangkit dari kursinya dan memeluk tubuh Edward. Keluarga Vizcaya yang melihat Alisha hanya bisa berdecak.

"Norak!"

"Tau, deh. Norak banget!"

Fiona selaku menantu yang tidak pernah dimanjakan oleh Edward tentu saja merasa iri hati pada Alisha.

"Bukankah kemarin kamu baru saja membeli tiga mobil mahal? Sekarang udah mau beli helikopter?" tanya Fiona.

"Iya! Bukan hanya helikopter saja sih yang akan kubeli, tapi aku juga ingin membeli mal."

"Astaga, kamu boros banget, Alisha!"

"Tak apa, asalkan Alisha senang," ujar Edward.

Alisha menjulurkan lidahnya pada Fiona, seolah-olah meledek wanita tersebut.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!