NovelToon NovelToon
My Future Husband

My Future Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gulla

Arkan Bagaskara seorang duda yang dijodohkan dengan seorang mahasiswanya yang hobi membuat masalah dikelasnya. Arkan merasa diumurnya yang cukup matang menjalin hubungan dengan Febriana Indriana adalah hal yang sulit, dia ingin hubungan yang serius bukan seperti anak remaja yang baru jatuh cinta. Apalagi sifat kekanak-kanakan dan memberontak yang Febri miliki membuat kepalanya sakit. Tapi mau bagaimana lagi keluarganya memiliki hutang budi dengan keluarga Febri dan mau tak mau Arkan harus menikahi Febri. Namun apakah semua berjalan Lancar disaat Febri jatuh Cinta dengan pria yang lebih muda darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Jangan lupa sambil dengerin lagu ini sambil baca

(our story- kisahkelam)

BAB 20

Febri duduk kembali di hadapan Arkan. Arkan tersenyum lebar menatapnya. Melihat senyum itu membuat hati Febri sakit. Arkan berusaha terlihat bahagia, walau pria itu tidak menyukai hal itu. Febri merasa bersalah, kenapa dia jadi begini. Bukankah ia tidak menginginkan pernikahan ini lalu kenapa ia perlu menjaga perasaan Arkan. Jikalau Arkan tidak suka ya biar toh Febri tidak mencintai Arkan.

Febri memakan makanannya dengan gugup, suasana menjadi canggung untuknya walau Arkan terus memperlakukannya baik dan lembut. Tatapan Arkan begitu teduh di pandangannya apa pria itu tidak marah padanya.

“Kamu baik-baik saja,” ujar Arkan, ia melihat kegelisahan Febri.

“Iya mas,”

Arkan tersenyum senang mendengar panggilan itu, Febri tidak memanggilnya dengan embel-embel pak lagi. Ini adalah kemajuan untuknya.

“Eh maksud saya Pak,” Febri baru menyadari kesalahannya, kenapa ia lancang menyebut panggilan itu.

“Tidak apa-apa  Febri saya menyukai panggilan kamu. Panggil saya Pak ketika sedang kuliah saja.” Ujar Arkan.

“Tapi pak,”

“Mas saja.” Melihat tatapan lembut Arkan membuat Febri mengangguk. Arkan tersenyum senang kemudian ia mengambil tangan Febri menggennggamnya lalu mendekatkannya dengan bibirnya menciumnya berulang kali.

“Terimakasih Febri.”

Febri terdiam mencoba menormalkan detak jantungnya yang kian membara. Sentuhan Arkan membuatnya gila dan pikiranya hilang. Febri merasa ia sedang dipermainkan dengan cinta, kenapa ia harus terjebak di dalam dunia seperti ini. Bersama Arkan febri merasakan kebersamaan yang sangat tidak asing, entahlah Febri berharap kebimbangannya ini tidak akan lama. Febri menghela napas, ternyata cinta itu rumit.

****

Arkan mengernyit melihat Febri masuk ke dalam mobil Dikau. Bukannya gadis itu ada matakuliah di jam pelajarannya. Apa Febri membolos? Tapi untuk apa, membayangkan hal-hal yang tidak ia inginkan terjadi. Demi tuhan mereka hanya pergi berdua, sedangkan Febri sudah berstatus istrinya. Padahal semalam Febri sangatlah manis terhadap perlakuannya, bahkan memberinya kesempatan untuk membuat Febri jatuh cinta padanya.

Apakah Febri hanya mempermainkannya? Batin Arkan terluka membayangkan kalimat tersebut. Ia juga takut jika Febri akan meninggalkannya.

Arkan memutuskan untuk mengikuti mereka, namun sebelumnya Arkan menghubungi ketua kelas di tempat ia mengajar. Bahwa mata kuliahnya libur dan di gantikan dengan tugas penganti paling tidak ia bertanggung jawab atas pekerjaanya.

Arkan menghembuskan nafas, Febri pergi dengan pria lain tanpa memberitahu dirinya. Padahal Arkan sudah mengingatkannya semalaman. Kenapa Febri tidak bisa menghargai dirinya? Atau paling tidak mendengarkan apa yang ia katakan. Apakah Febri tidak tahu jika seorang istri harus menuruti perkataan suaminya? Apa karena pernikahan yang terpaksa ini, hingga membuat Febri melupakan aturan Agama. Arkan kecewa, namun ia tidak menghentikan laju mobilnya mengikuti kemana mobil Dikau membawa Febri pergi.

Mobil milik Dikau berhenti di sebuah tempat wisata yaitu pantai. Arkan melirik jam tangannya waktu menunjukkan pukul 16.00 ternyata perjalanan ini bisa mencapai waktu 2,5 jam. Arkan jika tidak tahu kenapa Dikau membawa Febri ke luar kota hanya untuk ke pantai. Setelah memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak jauh dari Dikau. Tempat yang masih bisa menjangkau keberadaan mereka berdua. Arkan ingin melihat apa yang mereka lakukan. Ia tidak bisa membiarkan istrinya bersama pria yang bukan mahramnya. Ia terluka melihat itu. Karena ia mencintai istrinya itu lebih dari apapun.

Arkan baru turun dari mobilnya dan mengikuti keduanya dengan sembunyi-sembunyi. Untungnya ia memiliki topi, masker hitam dan kacamata hitam, paling tidak tampilannya yang seperti ini tidak akan di ketahui Febri. Walau penampilan ini terkesan mencolok untuk ke pantai apalagi tadi ia mengenakan setelan kerja berwana hitam.

Arkan mengikuti mereka berdua mulai dari mereka sholat, makan hingga Dikau mengajak Febri pergi ke tepian pantai. Arkan tidak menyukai fakta Dikau tidak melepas genggamannya sedikitpun pada Febri. Ingin rasanya Arkan memukul pria itu menghajarnya habis-habisan karena telah menyentuh miliknya. Tapi Arkan berusaha sabar, ia mencoba mengendalikan emosinya. Ia tidak ingin berbuat hal yang beresiko apalagi ini tempat umum.

Matahari nampaknya mulai menghilang, suasana pantai yang indah dan penuh dengan rona jingga serta butiran ombak. Arkan tahu hal ini, pria pasti akan melakukan hal yang romantic dan menyatakan perasaaannya pada kekasihnya bahwa ia sangat mencintainya. Mata Arkan menatap tajam Dikau yang Nampak sibuk mengatur napasnya seperti ingin mengungkapkan sesuatu. Kedua orang itu bahkan tidak menyadari kehadirannya yang begitu dekat dengan mereka berdua, mungkin juga karena pantai yang ramai.

"Aku mencintaimu Febri, maukah kamu menjadi kekasihku?" ujar Dikau lembut, ia menatap Febri penuh dengan cinta.

Rahang Arkan mengeras mendengar itu, napasnya memburu. Ia menunggu reaksi Febri, mata tajamnya tak lepas mengamati sosok itu. Wajah Febri terlihat bimbang, Arkan berharap jika Febri tidak menghianatinya. Namun perkiraannya salah, Dikau seperti mengetahui kebimbangan Febri, ia mulai menggenggam tangan Febri.

"Maaf mas Dikau bukannya Febri menolak tapi Febri belum mencintai mas. Febri tidak ingin berhubungan bersama orang yang tidak Febri cintai." Ujar Febri setalah menimbang hal itu, ia rasa ia harus menolak secara halus. Arkan tersenyum senang mendengar hal itu, sedikit kelegaan terlukis di batinnya.

"Jika kamu berat untuk memutuskan, ijinkan saya membuat kamu jatuh cinta pada saya." Pinta Dikau penuh harap, Dikau menatap Febri berkaca-kaca. Ia berharap Febri memberikan kesempatan padanya. Ia ingin membuktikan pada Febri jika ia pantas untuk gadis itu. Bahkan ia rela memberikan semua yang ia miliki untuk Febri. Baginya Febri itu segalanya tidak peduli apapun yang terjadi selanjutnya.

Febri terdiam, ia bingung. Ia tidak ingin membuat Arkan dan Dikau kecewa. Tapi apakah jika dia tidak mengijinkan Dikau, Dikau akan marah padanya bahkan membencinya. Lagi pula pernikahannya juga tanpa cinta. Ia juga penasaran siapa yang ia cintai, mungkin memberikan Dikau kesempatan tidak ada salahnya. Ia juga ingin memastikan perasaannya untuk siapa.

Febri mengangguk pelan, Dikau tersenyum senang melihat itu. Tanpa sadar Dikau mencium kening Febri lama dan dalam. Febri terkejut akan hal itu, muncul perasaan bersalah telah menghianati Arkan karena hal ini. Hati Febri gundah, ia merasa menjadi wanita jahat yang telah mempermainkan kedua pria itu. Apalagi statusnya yang sudah beristri, apakah Arkan akan membencinya jika mengetahui fakta ini, padahal kemarin dia sudah berjanji pada Arkan. Rasa bersalah itu menyelimuti hati Febri. Ia bingung, tidak ada rona bahagia dan jantung yang berdebar-debar setelah pengakuan cinta Dikau yang ada hanya rasa bersalah pada Arkan.

Apa ia mencintai Arkan? Tanya batinnya, hanya hembusan angin yang menjawab semua kegundahannya. Ini tak seindah yang ia bayangkan.

"Saya mencintai kamu," tiba-tiba suara bisikan Arkan yang mengatakan mencintai dirinya terdengar di inderanya. Febri terdiam, ini semua salah tapi ia sudah terlambat. Ia tidak tahu seperti apa perasaannya sebenarnya. Ia ingin berada di dekat ke dua pria itu. Ia tidak bisa memilih.

"Maafkan saya mas," bisik Febri pelan. Tanpa Febri ketahui Arkan menatap mereka dengan tatapan nanar. Seakan tak percaya apa yang telah Febri lakukan saat ini. Gadis itu menyakitinya. Bahkan melukai hatinya begitu dalam.

*****

1
Indrayani setiadi
kapan nikahnya Al sama celse
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Nana Niez
ini cerita yg beda kah? kok saya g paham ya tb2 ada nama tokoh utama berganti
mbak i
Rangga,,,kasihan deh loe,,sukurin
Telik sandi Megantara
ini mencela ata menyela kakak?
mohon maaf kak author cantik
wgulla_: iya typo hehe
total 1 replies
mbak i
ya ampun alwan🤣🤣malah gelut
Telik sandi Megantara
rasanya aku pernah baca novel ini, tapi lupaaa. diulang lagi biar gak penasara
Telik sandi Megantara: sama²
total 2 replies
gulla daisy
Bagus sekali
Damiri
bagussss
Damiri
semangat
Komang Diani
Luar biasa
Nana Niez
lhaaa cm segitu aja?????? astaghfirullah,,
Nana Niez
karakter febri dri muda smp tua g ada akhlak
Nana Niez
hehehehe, g suka karakter febri,, semena mena bangett
Nana Niez
kok mKin kesini makin kacau karakter febri nya
Nana Niez
Luar biasa
Nana Niez
Lumayan
Lenny Tumbol
Luar biasa
Trisna
dosen frek
Trisna
ehem...
batuk nih dudanya meresahkan
G Use
Setiap baca noveltoon yang saya dpati selalu perjodohon...apa semua pilihan editor cuihh...cerita modelan jaman Siti Nurbaya...jaman Moderen cerita kadaluarsa wkwkwkkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!