NovelToon NovelToon
Dad, Please Hug Me

Dad, Please Hug Me

Status: tamat
Genre:Teen / Romansa-Teen angst / Teen Angst / Tamat
Popularitas:207k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Ketika lahir seorang anak perempuan yang sukses membuat sang Ayah sangat merasa bahagia karena impiannya kini terwujud.

Yah sang Ayah yang dari dulu terkenal sangat keras dan ringan tangan selalu mendambakan kehadiran anak perempuan di hidupnya.

Namun ternyata kehadiran anak perempuannya itu tidak mampu membuatnya berubah justru semakin menjadi pria kejam.
Sampai akhirnya anaknya tumbuh dewasa dengan segala tekanan dari ayahnya.

Cerita ini menggambarkan kisah anak gadis yang tidak bisa memilih jalan hidup yang mampu ia lewati, justru ayahnya selalu memaksa dengan apa yang ayahnya inginkan tanpa melihat kemampuan anaknya.

Sampai akhirnya anak itu trauma berat tiap kali melihat wajah ayahnya karena sejak kecil selalu menerima kekerasan.

Simak ceritanya yah, ini sangat memberikan pelajaran bagi orang tua yang selalu bermain kekerasan dan bagaimana pentingnya pendidikan bagi seorang wanita. Pendidikan tinggi bukan tujuan utama untuk mendapatkan pekerjaan yang tinggi.

Namun pendidikan tinggi adalah tiang utama untuk seorang wanita agar tidak lemah. Begitu juga untuk pria agar tahu berperilaku tanpa kekerasan.
Semoga bisa bermanfaat.

Slow update🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Putus

"Apa pun yang orang katakan padamu, aku tetap memperjuangkan hubungan kita, Bel." gumam Aldrich sambil mengelus rambut panjang Bella.

Bella yang tampak gelisah keluar masuk kamar meninggalkan Aldrcih membuat pria itu bertanya-tanya. Apa yang Bella lakukan sebenarnya mengapa begitu terlihat gelisah sekali. "Ada apa, Sayang?" tanyanya yang tidak bisa menahan diri lagi.

"Em, itu aku dari tadi kebelet pip*s terus hehe." jawab Bella berbohong.

Mendengar jawaban Bella Aldrich hanya mendengus kasar, ia seperti mencurigai sesuatu tapi rasanya untuk ribut sangat membuatnya takut kehilangan Bella. Akhirnya ia memilih bungkam demi menjaga hubungan yang sangat ia harapkan. Bella merasa ada yan Aldrich sembunyikan darinya, tapi untuk menanyakan sungguh Bella tidak memiliki keberanian. Tentu ia berfikir jika Aldrich akan menanyakan hubungannya pada pria selingkuhannya.

Cukup lama hubungan mereka berjalan baik-baik saja meskipun satu sama lain sama-sama tahu jika ada kebohongan di balik hubungan mereka. Bella yang terus di desak oleh sahabat-sahabatnya merasa tidak tega terus membohongi Aldrich.

"Sayang, apa kita bisa bicara?" tanya Bella melalui pesan singkatnya. Aldrich yang mendengar hal itu merasa takut akan hubungan mereka. Ia selama ini terus memilih berpura-pura bodoh demi menjaga hubungannya dengan Bella.

"Sayang, aku lagi sibuk bantu keluarga." Aldrich berusaha menghindar dari Bella.

"Yasudah, kalau begitu besok pulang sekolah saja. Kali ini aku tidak mau kau menolak lagi." ucap Bella yang memaksa Aldrich.

***

Hari yang di nanti Bella pun tiba, namun sebaliknya adalah hari yang paling Aldrich takutkan. Semua mungkin memang sudah jalannya. Bella yang begitu terlihat gelisah menunggu Aldrich menemuinya kini menangkap sosok pria tampan yang mendekat ke arahnya.

"Apa aku benar-benar harus memutuskannya?" ucap Bella dalam hati. Sementara Aldrich yang terlihat berusaha tersenyum saat mendatanginya kini sudah berdiri tepat di hadapan Bella.

"Ada apa, Sayang? kau kangen yah?" Aldrich berusaha mencairkan suasana canggung di antara mereka.

Belum sempat mengatakan apa-apa lagi Bella sudah lebih dulu mengatakan tanpa basa basi. "Aku mau kita putus." ucap Bella yang sukses tidak mengejutkan Aldrich. Pria itu terlihat menarik nafas dalam seakan ingin membuat semuanya bisa berjalan dengan baik.

"Apa alasannya kok minta putus, sih?" tanya dengan sabar. Bella yang melihat ekspresi Aldrich begitu tak kuasa untuk melanjutkan ucapannya lagi. Ia hanya terdiam menunduk mencari alasan yang masuk akal.

"Kita tidak bisa sama-sama kita berbeda agama." jelas Bella berbohong.

"Apa hanya karena itu, Sayang?" tanya Aldrich dengan lembutnya.

Bella tidak bisa lagi menjawab, ia hanya terdiam seribu bahasa. Bibirnya bergetar berusaha menahan sakit di hatinya. Ia tidak bisa melepaskan Aldrich namun rasa tidak percayanya pada pria membuatnya harus melepaskan Aldrich. Bella tidak ingin terus menerus membohongi pria yang ia sayang.

"Aku tahu Sayang, kau memutuskan aku karena pria itu kan?" tanya Aldrich dengan yakinnya.

Bella lagi-lagi tidak menjawab, ia hanya terus berdiam fikirannya sudah tidak bisa lagi ia gunakan untuk berfikir. Ucapan apa lagi yang harus ia lontarkan jika keadaan sudah seperti itu. "Maafkan aku." ucapnya dengan lirih.

"Aku sayang sama kamu, Bella." lanjut Aldrich terdengar begitu tulusnya.

Bella yang tak kuasa mendengarnya segera berlari pulang meninggalkan Aldrich seorang diri, pria itu terlihat menunduk sedih. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa saat ini, Bella sama sekali tidak memberinya kejelasan apa-apa lagi.

Aldrich yang terdiam cukup lama kini memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan menghubungi Bella lagi melalui telfon. Ia benar-benar menyayangi gadis cantik itu, Aldrich yakin hubungan mereka bisa di pertahankan jika Bella mau memperbaiki semuanya.

Bella yang menangis di kamarnya membayangkan wajah Aldrich begitu merasa bersalah. Tapi hal itu tak bisa menutupi perasaan ragu Bella pada pria mana pun termasuk Aldrich.

"Aku tidak ingin menyakitimu, Aldrich. Biarkan kita berjalan masing-masing lagi." ucap Bella dalam hatinya.

Sementara Aldrich yang baru saja tiba di rumahnya tanpa melepaskan seluruh pakaian sekolahnya ia segera mengambil ponsel di lemari. Tangannya bergemetar ketika melihat nama kontak Bella, ada perasaan ragu ingin menghubungi kekasihnya namun hal itu tentu tidak akan bisa di biarkan begitu saja.

"Ada apa denganmu?" tanya Mama Ros pada Aldrich yang membuat tubuh pria itu seketika terkejut.

"Mamah, ti-dak ada apa-apa." jawab Aldrich dengan cepatnya.

 

Mamah Ros yang melihat wajah cemas putranya seperti bisa mengetahui ada hal tidak baik terjadi pada putranya. Tatapan mata seorang ibu tidak akan pernah bisa di bohongi,namun ia menyadari jika Aldrich bukanlah pria yang mudah kalah apa pun yang terjadi ia pasti akan bisa menyelesaikan semunya dengan baik.

"Mamah yakin kau pasti bisa menemukan yang terbaik, Nak." ucapnya dalam hati.

1
Sky Blue
Thanks kax, Akhirny stelah skian purnama up jga season kduanya..
Smoga slalu up ya kax🥰🥰🥰
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Sky Blue
Masih mnunggu Klanjutanny,
Smangat ya kax☺️☺️☺️
Sky Blue
D tunggu kalnjutan season 2 nya kax🥰🥰🥰
Maya Astuti
Wah bela jodohnya sama aldrich nier
Maya Astuti
Beban hidup bela berat banget
Maya Astuti
kasihaan banget bela menderita terus
Maya Astuti
Semoga keluarga bela setuju
Maya Astuti
Beren kok diem saja sie,ga bantuin gt,yang dewasa donk,berani berbuat berani tanggung jawab
Maya Astuti
Jujur ke keluarga masing2
Maya Astuti
Yah ampun bela,jangan begitu,rawat anakmu
Maya Astuti
Tragis banget hidup bella
sudah jatuh ketimpah tangga..
😡😡😡😡Kekasihnya juga kejam banget
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Maya Astuti
Gara3 perbuatan bapaknya,bela jadi di selingkuhin sama cowoknya,,,
Maya Astuti
😡😡😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Benar2 keterlaluan banget bapaknya kok pacaran seumur anaknya 😡😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Tega banget bapaknya ,kok sama teman anaknya
Maya Astuti
😡😡😡😡😡
Maya Astuti
Sadis bapaknya
Maya Astuti
Tega banget bapaknya,ternyata sama kayak anaknya kuga
Maya Astuti
Visual thor
Maya Astuti
Bela masih sakit hati sama bapaknya ni,sampai2 masih sakitin laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!