Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 22
Ceklek
Pintu ruang IGD terbuka, Tampak dokter keluar dari ruangan itu dengan wajah yang sulit dijelaskan.
" Dokter, bagaimana keadaan adik saya?" tanya Varo yang sangat khawatir.
" Pasien baik-baik saja saat ini,Hanya luka di punggung nya cukup parah dan kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat apa ada kerusakan atau tidak dengan tulang bagian belakangnya" Jelas Dokter itu
" Lakukan yang terbaik, aku ingin adik ku Sembuh seperti sebelumnya,kalau tidak jangan salah kan jika rumah sakit ini tidak akan bisa beroperasi kembali" Balas Varo dengan nada Dingin dan tegas.
Bagaimana bisa dokter ini mempermainkan nya, di awal dia bilang jika Jihan baik-baik saja, tapi apa itu tadi...
Bukankah jika begitu adiknya tidak baik-baik saja?
" Ba, Baik tuan muda " Dokter itu menunduk hormat dan pamit berlalu dari hadapan Varo.
" Tenangkan dirimu Sebaiknya kita jangan memberi tahu ayah dan bunda tentang keadaan Jihan sekarang, Aku tidak ingin mereka khawatir, sudha banyak masalah yang terjadi saat ini " Varrel mencoba memberi pengertian pada Varo agar ia bisa mengontrol emosi nya saat ini.
" Baiklah bang, Tolong Abang saja yang urus Orang-orang tidak berguna itu, aku ingin disini bersama Jihan " Saat ini yang Varo ingin kan hanya berada di samping adik kesayangannya. Ia tidak ingin meninggalkan Jihan walau sejenak.
" Baiklah, kau jangan khawatir " Varrel menepuk pundak Varo dan memberi kode pada vino untuk ikut bersamanya. setidaknya saat ini Jihan Sudah baik-baik saja.
Setelah Jihan di pindahkan keruang rawat, Varo, Gabriel dan Juga Rara masuk keruangan itu dan menemui Jihan yang masih tak sadarkan diri Disana.
Hening, Hanya keheningan yang terjadi Disana, Rara sungguh merasa bersalah melihat kondisi Jihan saat ini. Tapi...
" Nathan ! " gumam Rara yang teringat akan Nathan, Ia belum melihat bagaimana keadaan nathan dan juga Jodi saat ini.
" Pa, Bang, Aku keluar sebentar " Pamit Rara pada Varo dan juga Gabriel.
" Mau kemana sayang ?" tanya Gabriel yang memang belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
" Em.. Itu aku mau mencari minuman sebentar " Bohong Rara. Melihat emosi Varo saat ini, tidak mungkin untuk nya memberi tahu tentang Nathan dan Jodi yang mengajak mereka bermain ke pantai,bukan salah mereka sebenarnya, karena pada dasarnya mereka tidak tau apapun tentang masalah yang tengah keluarga Jihan hadapi bukan?.
Tapi jika saat ini Varo mengetahui itu, belum tentu ia bisa menerima dan takutnya malah menyalahlan Nathan dan malah memperburuk keadaan, hanya itu yang Rara takut kan.
" Baiklah, Hati hati ! jangan jauh-jauh sayang " Ucap Gabriel , Varo menoleh dan langsung berdiri.
" Ayo, aku temani " Ucap Varo yang tidak mungkin membiarkan Rara keluar dalam keadaan seperti ini sendirian. Walau banyak penjaga tapi sepertinya Varo sudah tidak mempercayai mereka karena keadaan Jihan saat ini.
" Eh, itu... !!" Rara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ia mencoba mencari alasan yang tepat untuk menolak Varo agar tidak ikut dengannya. " Sebaiknya Abang disini saja, menemani Jihan, Aku tidak akan lama " Ucap Rara kemudian .
Varo menatap tajam pada Rara dengan penuh selidik.
" Apa ada yang kau sembunyikan queen ?" tanya Varo, wajah nya sudah mulai mengeras menatap penuh curiga pada Rara.
" Ti, tidak !! Baiklah ayo temani aku " ucap Rara kemudian mencoba meredam emosi Varo. Rara meraih tangan Varo dan menggandengnya keluar dari ruang rawat Jihan.
Gabriel yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja, Varo memang sangat Posesif seperti Derren, dan dia juga sangat bertanggung jawab dalam segala hal yang ia miliki.
Walau ia susah untuk mengontrol emosi nya jika ada masalah yang berhubungan dengan orang orang yang ia sayangi, dan selama ini hanya Jihan yang mampu membuat Varo luluh dengan segala hal, bahkan untuk menolak keinginan Jihan yang bertentangan dengan hati pun pasti Varo akan menyetujui nya.
Tapi kini, adiknya itu sedang terbaring lemah di sana, apa lagi yang lebih menyakitkan untuk Varo melihat hal itu, bahkan sejak Jihan lahir Varo lah yang sangat antusias dan overprotektif terhadap adiknya itu, Luka sedikit saja Jihan Varo akan sangat marah.
Apa lagi ini pertama kalinya Jihan terluka parah seperti ini, mungkin setelah Jihan sadar nanti Orang-orang itu akan di bantai habis olehnya.
Rara masih menggandeng tangan Varo menyusuri koridor rumah sakit, Gugup dan bingung. Itulah yang Rara rasakan saat ini, Hingga ia tidak bisa berkata apapun lagi.
" Kita cari minum di kantin rumah sakit saja " ucap Varo memecah keheningan mereka.
" I, Iya " Jawab Rara sambil memaksakan untuk tersenyum.
" Apa ada masalah?" tanya Varo yang menyadari kegelisahan Rara.
" Ti, tidak " jawab Rara tidak berani menatap Varo. Varo berhenti dan melepaskan tangan Rara dari lengannya.
" Katakan, aku tidak ingin kau berbohong Queen !" ucap Varo dengan tegas " Aku tau ada yang kau sembunyikan bukan? Jika aku mengetahui nya dari orang lain itu tidak akan baik untuk hubungan kita " lanjut Varo sambil menatap kedalam mata sendu milik Rara.
" Maaf, Ayo kita bicara di taman " Ajak Rara. Tidak mungkin jika mereka bicara di koridor rumah sakit seperti itu.
" Baiklah , ayo "
Rara dan Varo berjalan beriringan menuju taman rumah sakit yang lumayan jauh dari posisi mereka sebelumnya. selama itu hanya keheningan yang ada, Rara masih menyusun kata-kata yang tepat untuk berbicara pada Varo.
" Katakan saja apa yang terjadi, Aku tidak akan menyalahkan mu atau siapapun, karena ini memang kelalaian ku " Ucap Varo saat kini mereka sudah duduk di bangku taman .
" Tidak, ini kesalahan ku bang, Ada teman kami yang mengajak ke pantai tadi, Kami sudah berusaha menghubungi Abang sejak pagi untuk meminta ijin, karena tidak ada jawaban aku menghubungi papa dan meminta ijin dari papa ...." Rara melanjutkan penjelasannya bagaimana Gabriel mengijinkan mereka dan ragu nya kepergian mereka .
Tapi melihat kebahagiaan yang terukir di wajah Jihan membuatnya tidak tega untuk membatalkan rencana mereka, Rara juga menceritakan bagaimana Nathan menolak dan mereka bisa pergi lain waktu.
Serta Penyerangan yang terjadi membuat Nathan dan Jihan terluka, serta Jodi yang masih syok sampai sekarang. Rara menceritakan semua tanpa ada yang ia tutup tutupi.
Mendengar cerita Rara, Varo mengepalkan tangannya menahan gejolak emosi yang ia rasakan. Rara sudah menunduk dan tak berani menatap Varo.
" Maaf, Ini kesalahan ku.. jangan salahkan Nathan atau pun jodi, Mereka bahkan tidak tau apa yang terjadi " Ucap Rara ragu-ragu , tapi ia juga tidak mau Varo menyalahkan orang yang salah.
Varo menoleh dan menatap tak percaya pada Rara.
" Apa kau pikir aku bodoh ! Hm "
" Tidak ada yang salah, karena itu semua sudah direncanakan, Ini salahku yang lalai mengawasi kalian " Varo mencoba mengontrol emosi nya dan meraih tangan Rara.
Ia tau Rara sedang takut padanya saat ini.
" Ayo Kita lihat bagaimana keadaan Nathan dan Jodi " Ucap Varo kemudian sambil menampilkan senyum manisnya.
Rara menatap tak percaya dengan reaksi Varo. Varo tersenyum dan mengangguk membuat Rara juga tersenyum dan merasa dia tidak mencintai orang yang salah.
.
.
.
.
.
Bersambung
Bonus Visual
Varo
Rara
Hai all, Jangan lupa tinggalkan bjejak setelah baca .. Bahagia selalu untuk kalian .
Happy Reading n See you Again
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......