Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Keromantisan Enoch
Sebelum lanjut, ini ilustrasi dari villa dan taman bunganya.
Sebenarnya di London Author cari enggak ada gunungnya, jadi abaikan saja gunungnya, lihat villa dan taman bunganya 😁😁
“I.. Ini taman bunganya ?? Indah sekali !!”
Dhelpine menatap kagum dengan hamparan tanah di penuhi bunga lavender yang begitu indah berwarna ungu, Enoch duduk di kursi yang di sediakan untuk menikmati pemandangan alam. Lelaki itu tersenyum melihat Dhelpine mendekati beberapa tanaman bunga lavender itu, dan juga berlari ke sana kemari.
Enoch terkekeh melihat perilaku Dhelpine yang justru begitu cerita seperti anak-anak.
“Kau suka, sayang ??”
“Ini luar biasa Enoch !!” ujar Dhelpine dengan ceria, membuat sang lelaki tersenyum kecil.
Dia merasa senang bisa melihat kekasihnya begitu gembira di sana, bahkan Enoch tidak berhenti menampilkan senyuman yang jarang sekali dia perlihatkan.
Hingga getaran kecil di sakunya mengusik kebahagiaannya, Enoch meraih handphone di sakunya, dan kemudian melihat ke arah layar kotak itu dengan malas.
Di sana, terpampang nama Orion sedang melakukan panggilan suara kepadanya. Enoch langsung mematikan suara getaran itu, dan menutup handphone di atas meja, lalu kembali menatap ke arah depan.
Dhelpine yang sudah kelelahan akhirnya memilih mendekati Enoch dan duduk di sebelah lelaki itu. Dhelpine terlihat sangat bahagia, karena disini dia bisa menjadi dirinya sendiri. Tanpa harus menutupi wajah dan rambutnya dari siapapun.
“Kalau kau senang, kita bisa menginap disini lama.” Ujar Enoch mengelus rambut kekasihnya yang basah karena keringat.
“Tidak perlu, aku khawatir akan mengganggu pekerjaanmu.”
“Sayang~ Aku tidak masalah, terkadang aku meninggalkan perusahaan selama berbulan-bulan jika harus pergi ke luar negeri atau kota. Jadi mengajakmu disini seminggu mungkin tidak masalah, tapi tidak ada pelayan khusus di villa ini.” Ujar Enoch menjelaskan dengan lembut, Dhelpine menganggukkan kepalanya.
“Tidak apa, aku bisa memasak, atau membersihkan beberapa kamar dan-”
“Sstt.. Cukup memasak saja, untuk urusan membersihkan aku bisa memanggil tukang kebersihan. Lagipula kau sedang hamil, aku ingin memanjakanmu, bukan menjadikanmu pembantu.” Ujar Enoch menjelaskan dengan lembut, membuat Dhelpine terkekeh malu di sana.
Wanita itu menoleh ke arah hamparan luas taman bunga itu dengan tatapan kagum, dia kemudian membuka suaranya tapi tetap menatap ke arah taman di depannya.
“Disini.. Sangat nyaman Enoch.. Jauh dari keramaian kota..” Ujar Dhelpine dengan nada lirih dan terlihat senang, Enoch tersenyum kecil, dia masih mengelus rambut kekasihnya.
“Kau harus keramas, lihat.. Rambutmu basah karena keringat, disini ada air hangat, jadi tidak perlu khawatir.” Ujar Enoch dengan membelai rambut kekasihnya.
Dhelpine tersenyum, “Terima kasih Enoch..”
Aku rasanya ingin selalu membuatmu tersenyum seperti ini, sayang~ batin Enoch dengan senang, melihat mata berbinar dari Dhelpine.
Disisi lain..
“Sialan !!! Enoch !! Kau benar-benar membuatku kesal !!”
Orion membanting handphonenya dengan kesal, karena Enoch tidak kunjung menerima telepon darinya, padahal dia ingin melakukan vidcall dan menunjukkan Linnea yang terlihat begitu berantakan dan menyedihkan akibat perceraian dengan Enoch.
“Kau pikir kau siapa ?! Seenaknya merusak mental adikku !! Dasar lelaki sialan !!” Ujar Orion lagi, dengan kesal.
Nafasnya terdengar sangat memburu, terlebih saat mengetahui Enoch membawa Dhelpine pergi dari sana, dan entah kemana mereka saat ini. Karena Enoch tidak pernah memberitahu siapapun mengenai kepergiannya.
Bahkan Dexter yang dia suruh untuk memata-matai Enoch, hanya mengatakan jika Enoch pergi untuk urusan pribadi, dan bahkan memberikan alamat palsu kepada Dexter untuk menipu Orion.
Carrol ?? Oh, tentu saja Carrol tidak ada di sana, entah kemana anak buah yang setia pada Enoch itu. Apakah dia juga ikut dengan atasannya atau sedang pergi ke tempat yang berbeda.
Dan di ruangan berbeda, Linnea tampak masih terpukul dan terisak di hadapan psikolog di depannya. Sang dokter psikolog perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya.
Dia tahu alasan perceraian Enoch dan Linnea, bahkan tahu kejahatan Linnea yang menjebak Enoch demi menikahi lelaki idamannya itu. Tapi sang psikolog sudah di sumpah dan berjanji untuk menjaga rahasia antara dirinya dan pasiennya.
Bahkan Linnea berusaha keras mengemis cinta pada Enoch, tapi sang lelaki begitu keras hati, bahkan menerima Fernando dengan begitu dingin dan ketus. Seakan anak itu tidak pernah ada, dan Linnea juga hanya di anggap angin lalu oleh Enoch.
Kembali kepada pasangan utama kita.
Dhelpine terlihat senang, saat Enoch memberikannya privasi untuk mandi dan membersihkan diri, juga fasilitas yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya saat di rumah lama.
Meskipun dia sudah tinggal dengan Enoch selama beberapa minggu, tapi Dhelpine masih terpukau dengan kemewahan villa milik Enoch. Memang tempatnya lebih kecil, tapi entah kenapa Dhelpine begitu nyaman di sana.
Setelah selesai membersihkan diri, Dhelpine segera mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaian ganti, dia juga memakai piyama biasa, tidak pakaian tipis untuk tidur seperti sebelumnya.
Sepertinya Enoch sengaja tidak menyentuh Dhelpine untuk hari ini, dan entah apa alasannya. Tapi yang jelas, Dhelpine senang di sana.
Pintu kamar mandi terbuka, Enoch sudah berbaring di kasur, dengan pakaian santai, sang lelaki menoleh dan tersenyum melihat ke arah kekasihnya.
“Kau terlihat cantik, dan segar.” Ujar Enoch, melihat kekasihnya mendekatinya, dan naik ke atas kasur, lalu duduk di sebelahnya.
“Terima kasih.” Ujar Dhelpine tersenyum di sana.
“Mau menonton film ??” Ujar Enoch menawarkan kekasihnya, sebuah hiburan yang berbeda. Dhelpine menganggukkan kepalanya.
“Boleh, ayo kita menonton film horor !!” Ujar Dhelpine dengan bersemangat.
“Film horor ?? Kau yakin ??”
“Sangat !! Aku sudah lama tidak menonton film horor.” Ujar Dhelpine dengan bersemangat, Enoch memandangnya dengan ragu, kekasihnya suka film horor ?? Apakah dia yakin ?? Tapi Enoch tidak mau mengganggu mood kekasihnya menjadi buruk, jadi dia akhirnya memilih film horor.
Semoga saja Dhelpine suka.
Tapi rasa percaya diri Enoch sepertinya harus buyar, saat Dhelpine sudah berteriak histeris di menit kelima film itu. Dhelpine bahkan terus menempelkan tubuhnya pada Enoch, dan menutupi matanya dengan kedua tangannya.
“Aku pikir kau berani-”
“Aaahhh !!!!” Dhelpine langsung membenamkan wajahnya pada dada Enoch, dan bergetar ketakutan.
Enoch yang awalnya menatap kasihan, malah kini tertawa kecil, dia mengusap kepala Dhelpine dengan tangannya.
“Kau yakin, kau penyuka film horor ?? Kenapa sekarang malah berteriak ketakutan ??” Ujar Enoch dengan nada jahil, membuat Dhelpine kesal, dia segera menjauhkan wajahnya dari dada Enoch, dan menatap kesal ke arah lelakinya.
“Aku tidak takut !! Itu hanya kaget saja !!! Aku ini memang penyuka film horor- Astaga !!! Hantunya jelek sekali !! Penuh dengan darah !! Kyaaa !!!”
Tadinya Dhelpine sok berani, dengan menatap ke arah layar sambil menggerutu kesal, tapi saat melihat ke depan, sosok hantu muncul dan membuat Dhelpine kembali berteriak ketakutan, lalu memeluk tangan Enoch dengan bergetar.
“Tentu saja, hantunya jelek !! Yang tampan hanyalah aku.” Ujar Enoch mengiyakan ucapan Dhelpine yang menghina fisik hantunya.
“Ish !! Berhentilah berkata seperti itu !!” Ujar Dhelpine memukul bahu Enoch dengan kesal, tapi justru itu membuat sang lelaki tertawa geli di sana.
Dhelphine yang awalnya kesal, di tertawakan, kini memandang kagum ke arah depan. Wajah Enoch yang tertawa puas dan lepas, justru menambah kesan berbeda bagi pria itu.
“Lihat ?? Bahkan kekasihku, sudah terkagum dengan ketampananku~”
“Berisik !! Aku tidak kagum !!”
💚💛💚💛💚💛💚
Di balik sisi obsesinya, Enoch tetep memanjakan dan memperlakukan Dhelpine secara manusiawi kok, enggak selalu cuma di jadiin pelampiasan di tas kasur aja 😁😁
Ya, minusnya dia harus di kurung sih, jauh dari media dan enggak boleh di kenali oleh banyak orang, tapi untuk urusan perlakuan Enoch lebih baik daripada Orion 😌😌
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔