Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Biru.
Quen muntah-muntah.
"Uwek-uwek" .Quen mengeluarkan isi makanan yang dimakan tadi pagi.
Haduh, keluar semua makananku. Ini karena Azima, membuatku mual melihat daging manusia disayat lalu diberi garam. Sungguh, ia sangat menyiksaku. Kutarik kembali kata-kataku ia sangat lembut.
Quen melirik Azima yang membantunya berdiri.
" Sayang, kamu sudah mendingan??" tanya Azima khawatir.
" Aku pusing, makananku keluar semua. Ini gara-gara kamu, aku jadi gak nafsu makan lagi karena lihat penyiksaan tadi. Ini lebih mujarab dari pada obat diet, aku sudah gak niat makan lagi. Aku ingin tidur." Quen pun cemberut.
" Haissshh. Bukannya banyak wanita berlomba-lomba untuk diet, agar tubuhnya cantik. Kamu malah makan ayam goreng, daging merah. Kamu harus menjaga badanmu sayang." Ucap Azima.
" Diet????aku harus diet. Badanku sudah kurus kering seperti cacing seperti ini, harus jaga makan??. Kamu ingin aku terbang ditiup angin. Jadi maksudnya kamu gak cinta lagi samaku?" Geram Quen.
" Tidak-tidak sayang aku sangat sayang samamu" Azima pun tersenyum.
" Aku merajuk, kamu gak boleh tidur denganku malam ini. Aku sakit hati" Quen pun berjalan dulu tanpa memerdulikan Azima.
" Sayang, jangan marahlah. Aku salah menyuruhmu diet. Aku mencintaimu apa adanya. Walaupun kamu gendut hingga besar sebesar gajah, aku tetap mencintaimu" Bujuk Azima yang menghadang Quen.
" Benarkah???tidak bohong?? tapi Aku tidak percaya. Pasti nanti setelah jadi kaisar selirmu banyak, dan bukan aku satu-satunya istrimu. Ah kamu pembual besar." Ucap Quen.
" Selir???"
" Iya selir, laki-lakikan kalau sudah bosan pasti mencari wanita lagi." Jelas Quen.
" Sayang, hanya kamu saja yang akan jadi istriku. Aku berjanji padamu" Azima pun memeluk mesra Quen.
" Janji??"
" Iya aku janji padamu" Azima pun mengeratkan pelukannya.
Datanglah Seorang penjaga dari gerbang utama melapor.
" Hormat saya Tuan, nyonya" Ucap penjaga.
Azima melepaskan pelukannya dan menatap sang penjaga.
" Ada apa?? katakanlah" Tanya Azima.
" Tuan didepan Ada kereta Tuan Yoga, katanya ia sudah menunggu tuan untuk mengajak tuan keluar ke rumah biru" Jawab Penjaga.
" Iya, sampaikan pada Yoga. Suruh tunggu aku didepan sebentar lagi aku akan kesana" Suruh Azima.
" Kamu ingin keluar kemana???"tanya Quen.
" Aku akan kerumah biru bersama yoga." Jawab Azima.
" Aku ikut boleh??"
" Sayang kamu di istana saja, ini urusan pekerjaan. Aku janji akan segera pulang" Jelas Azima.
" Huh, cepat pulang. Awas nakal-nakal diluar akan ku potong burung itu" Ancam Quen.
Azima pun pergi meninggalkan istana bersama Yoga ke rumah biru. Sedang Quen merasa bosan.
" Dayang Sri" teriak Quen yang melihat dayang Sri berjalan dari arah dapur istana.
" Hormat saya nona" Dayang Sri pun membungkuk.
" Dayang Sri temani aku. Aku sangat bosan sendirian, biasanya aku bersama Azima. Sekarang ia pergi kerumah biru dengan tuan Yoga. Aku ditinggal sendiri. Aku merasa kesepian." Jelas Quen.
" Rumah biru??" Dayang Sri kaget.
" Kenapa mukamu langsung kaget??emang ada yang menakutkan dirumah biru? Apakah banyak setan disana?"tanya Quen.
" Nona, sungguh kasian nasib nona. Hikz hikz hikz" ucap Dayang Sri.
" Jangan menakutiku dayang Sri? kenapa kamu menangis? Apakah begitu menyeramkan rumah biru?. Aku harus menolong suamiku, ayo kita pergi" Ajak Quen.
" Nona, yang kasian bukan tuan. Tapi nona"Jelas Dayang Sri.
" Hah aku??? Aku tidak mau jadi janda 2 kali. Ayo kita pergi, Azima sayangku tunggu aku" Ucap Quen.
" Nona, nona pasti mengira tuan akan meninggalkan?"tanya Dayang Sri.
" Iya, bukankah kamu bilang rumah biru itu menyeramkan dan banyak setan" jawab Quen.
" Nona Rumah biru itu adalah rumah Bordil, disana banyak wanita penjual diri" Jelas Dayang Sri.
" APA?????!!!!!!" Quen pun tercengang. Melonggo😲😲😱.
" Nona, disana banyak wanita cantik yang sangat mengoda" Kata Dayang Sri seperti kompor yang membakar jiwa Quen.
" Aku akan mencincang burungmu Azima" Geram Quen yang mengertakkan gigi dan membara.
Kurang ajar, katanya ada pekerjaan. Tapi ia malah pergi kerumah biru untuk bersenang-senang. Aku tidak akan memberimu ampun Azima.
"Ayo dayang Sri, kita kerumah biru. Aku akan memberi perhitungan pada Azima" Ajak Quen.
" Baik nona" ucap Dayang Sri.
Mata Quen seperti kesetanan, penuh api membara. Ingin mencari suaminya Azima dirumah biru.
lama tau kak nungguin anda