NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda

Status: tamat
Genre:Fanfic / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dipta Erna

Azelia Jhonson gadis periang berusia 17 tahun, duduk di bangku sekolah menengah kelas sebelas, di usianya yang muda dia terlalu menjadi gadis ceroboh yang selalu mengalami hal-hal tak terduga dalam hidupnya, hingga dia bertemu dengan seorang pria bernama Andrew, semua berubah drastis dalam kehidupannya.

Dia lah Andrew Tan, pria satu sekolah dengan Azelia Jhonson bahkan mereka satu kelas, sifatnya berbeda dengan Azelia namun takdir mempertemukan mereka dengan cara-cara yang unik lebih tepatnya sebuah kesialan bagi keduanya bisa bertemu.

Karena kehendak sang nenek dan kakek mereka harus terjebak dalam pernikahan yang rumit, mulai dari pacaran palsu hingga perjodohan yang berakhir dengan pernikahan.

Kedekatan mereka berawal dari rumah yang bersebelahan,membuat keduanya terjebak dalam masalah yang lebih sulit.

Kisah cinta mereka akan di bumbui dengan persahabatan dan juga persaingan yang begitu mendebarkan, jadi tetap stay ya bersama author.

Mari kita simak kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dipta Erna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Peduli

Pov Author

Zelia dan Andrew tampak kelelahan setelah pulang sekolah, mereka memutuskan pulang sendiri-sendiri agar tak menimbulkan kecurigaan.

"Ah sialnya hari ini!" ucap Zelia sambil merebahkan tubuhnya di sofa panjang ruang tamu.

"Semuanya karena kamu!" ucap Andrew yang baru masuk ke dalam rumah.

"Eh kok nyalahin aku sih, kamu aja yang tidurnya molor," Zelia membela diri.

"Kamu itu malah ratu tidur, tidur aja posisinya kayak gitu!" Andrew mengejek Zelia.

"Dasar cowok mesum, kamu tuh yang curi-curi kesempatan,!" teriak Zelia sambil acuh pada Andrew.

Hingga perdebatan kecil mereka terhenti karena suara cacing dari perut keduanya.

"Cepetan masak, aku laper!" perintah Andrew pada Zelia.

"Eh kok nyuruh aku sih, mana bibi pelayannya!" ucap Zelia.

"Gak ada bibi pelayan, kakek gak mau ngasih ke kita," ucap Andrew yang mendapat pelototan mata dari Zelia.

"Udah deh tinggal masak doang," ucap Andrew meredakan amarah Zelia, dengan malas gadis itu melangkahkan kakinya ke dapur, di bukanya lemari es di sana, hanya ada dua telur yang tersisa.

"Ya Tuhan!" keluh Zelia yang kemudian mengambil dua telur itu.

Dia mendekati kompor, menaruh teflon di atasnya.

"Duh gimana nyalainnya?" tanyanya pada diri sendiri, Zelia memang tak sekalipun pernah di dapur, karena semua urusan dapur menjadi tanggung jawab mommy dan pembantu mereka.

"Ah mommy aku lapar!" ucap Zelia melas.

Andrew menatap heran pada gadis di depannya itu.

"Udah matang belum?" tanya pria itu,Zelia mengangkat dua telur tadi menunjukkan kepada Andrew.

"Lah kok masih mentah?" tanya Andrew , sekilas dia menatap ke arah Zelia.

"Jangan bilang kamu gak pernah nyalain kompor?" tanya Andrew,Zelia mengangguk, dia memang tidak pernah belajar memasak apalagi menyalakan kompor.

Andrew menepuk jidatnya, kenapa dia harus sesial ini memiliki seorang istri yang entah apa kelebihannya selain cantik, kemudian dia mengambil alih pekerjaan mudah itu, dia mengajari Zelia bagaimana menyalakan kompor dan menggoreng telur yang enak.

Zelia memperhatikan dan mencoba menyalakan kompor dengan tangannya sendiri sesuai apa yang di ajari oleh Andrew, satu kali mencoba langsung bisa, Zelia meloncat kegirangan tanpa sadar dia memeluk Andrew.

"Eh maaf," Zelia menyadari sesuatu,dia melepaskan pelukannya pada pria yang hanya berdiri mematung karena mendadak mendapatkan serangan batu es.

Keduanya tampak akur saat menggoreng telur itu,hingga akhirnya mereka memulai menyantap makanan sederhana mereka, entah mengapa rasanya sangat enak meski hanya telur dan nasi saja,keduanya menikmati makan siang bersama itu.

"Oh ya besok sepulang sekolah aku akan mencari pekerjaan, kamu di rumah aja," ucap Andrew saat mereka selesai makan.

"Kerja?" tanya Zelia memastikan dia tidak salah dengar.

Andrew mengangguk.

"Ya kita tidak punya pemasukan, karena aku belum lulus sekolah jadi aku putuskan mencari kerja part time saja," jelas pria itu.

"Kenapa harus bekerja, bukankan kakek sudah mencukupi kebutuhanmu?"

"Hah itu masalahnya, dia tidak memberiku uang lagi setelah dua bulan ini, jadi aku harus mencari pekerjaan," jawabnya.

"Apa semuanya salahku?" ucap Zelia memelas, dia merasa bersalah karena membuat Andrew akan kerepotan karena menikahinya.

"Bukan, sebagai seorang kepala keluarga aku harus belajar bertanggung jawab, meski nanti bukan kamu jodohku pada akhirnya," Andrew menatap serius kedua mata Zelia.

"Hem baiklah aku mengerti, nanti aku akan berbicara pada nenek, dia pasti tidak akan menghentikan jatah jajanku tiap bulan," ucap Zelia optimis.

"Kurasa salah pemikiranmu, mereka pasti sudah merencanakan hal ini," Andrew kemudian meninggalkan Zelia menuju ke kamar mereka, Zelia hanya termenung memikirkan perkataan Andrew barusan.

"Apa mungkin nenek tega membuat kami kesusahan menjalani hidup kami?" batin Zelia.

Hingga malam telah tiba, Andrew bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat, Zelia menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Kamu mau kemana?" tanya Zelia.

"Aku ada perlu dengan sepupuku, kamu gak papa kan sendiri di rumah dulu, aku janji hanya sebentar," ucap Andrew.

"Kamu pikir aku anak kecil," Zelia masih fokus menatap televisi saat mengatakan hal itu, Andrew kemudian keluar dari rumah dan segera melajukan motornya meninggalkan rumah itu.

Tidak butuh waktu lama untuk Andrew sampai di tempat yang telah di sepakati olehnya dengan kak Defin.

"Andrew?" panggil Defin saat melihat pria itu sedang celingukan mencari dirinya.

Andrew melangkah mendekati Defin yang duduk di meja sebelah pojok itu dan mendudukkan dirinya di kursi depan Defin duduk.

"Ada apa sih kak?" tanya Andrew pada Defin.

"Apa hubunganmu dengan Zelia?" tanya Defin dengan wajah penasaran.

"Hubungan? aku tidak punya hubungan apapun sama dia," Andrew sempat terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh Defin barusan.

"Apakah kak Defin tahu bahwa aku sudah menikahin Zelia?" batin Andrew.

"Benarkah? jadi siapa wanita yang kemarin berboncengan denganmu itu? apa aku salah lihat?" tanyanya, Andrew jadi tahu alasan dia menanyakan tentang Zelia secara tiba-tiba.

"Aku kira hal penting yang kamu tanyakan? buang-buang waktuku saja!" ucap Andrew dia hendak beranjak pergi meninggalkan Defin, namun lengannya dipegang oleh pria itu.

"Mungkin kamu mengelak, tapi aku orang pertama yang akan menghajarmu jika Zelia menangis karenamu!" ucap Defin dengan mata penuh keyakinan, Andrew menghempas tangan Defin.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan," Andrew meninggalkan Defin, entah mengapa perasaannya ingin segera pulang.

Malam itu langit tampak mendung, Andrew segera melajukan motornya menembus jalanan kota, separuh perjalanan telah dia lalui namun tiba-tiba rintik hujan mulai turun, sedikit membasahi jaketnya, Andrew tak perduli dia tetap melaju dengan kecepatan kencang, hingga hujan menjadi lebat dengan disertai petir.

"Zelia apa kamu ketakutan di rumah sendirian? seharusnya aku tidak meninggalkanmu?" batin Andrew yang semakin mempercepat laju kendaraannya.

Setengah jam kemudian dia sampai didepan rumahnya, Andrew menatap heran kenapa rumahnya begitu gelap gulita.

"Apa listriknya turun?" batin Andrew dia masuk kedalam rumah sambil meraba-raba dinding hingga sampai di kamar mereka.

"Si-siapa itu?" tanya Zelia dari suaranya terdengar sangat ketakutan.

Jedleeerr

Suara guntur terasa membelah bunyi, Zelia menjerit ketakutan.

"Mommy aku takut!" lirihnya sambil bersembunyi di balik selimut, Andrew mendekati Zelia dan menyentuh selimut yang di gunakan gadis itu.

"Aaahh jangan!" teriak Zelia ketakutan.

"Hei ini aku Andrew," ucap Andrew menenangkan Zelia.

"Andrew," Zelia membuka selimutnya dia bisa melihat Andrew dengan sedikit cahaya dari kilatan di luar jendela.

Zelia tanpa sadar langsung memeluk Andrew, dia benar-benar takut dengan kegelapan.

"Tenanglah semua baik-baik saja," ucap Andrew mengelus puncak kepala Zelia.

"Ayo tidur!" ucap Andrew lagi.

"Bajumu basah Ndrew?" Zelia merasakan pria di depannya kedinginan dengan baju yang basah kuyup.

"Bentar aku lepas dulu," Andrew melepas bajunya dan juga celana yang dia kenakan, hanya tersisa boxer yang tidak terlalu basah, dia memilih segera menelusupkan tubuhnya ke bawah selimut tebal.

"Ayo tidur," ajak Andrew, Zelia menurutinya untuk berbaring di samping pria itu.

1
Qaisaa Nazarudin
Novel yg babnya terlalu banyak sampai ratusan bab,Kompliknya bakalan banyak,Belum selesai komplik yg satunya malah timbul satunya lagi,nikin riders pusing,. padahal ceritanya bagus lho,Tapi itulah kompliknya terlalu banyak wanitanya...🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Kok bisa ngalamin benturan keras? Emangnya apa yg terjadi?
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir si kakek udah ngejukum nih si ulet keket,Lha ternyata masih bebas aja ckk..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🤣
Qaisaa Nazarudin
Buka2 pakaian setelah si potoin,dan di kirimkan ke ceweknya,itu udah rencana basi..
Qaisaa Nazarudin
Kao di dunia nyata yg namanya MANTAN,tetap aja MANTAN,gak ada kata merebut kembali..Cari aja cewek/cowok lain,Masih banyak yg bertebaran...
Qaisaa Nazarudin
Udah terang terangan aja posesifnya..,😂😂
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk awalnya pengen gertak Andrew,Tapi dia salah..Apa Lekxi pikir Andrew orang susah yg bisa dia sogok dgn Harta..Gak tau aja dia siapa Andrew...🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan akhirnya ngaku juga kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa semakin kesimi sikap Andrew malah kayak SUAMI BENERAN.. Posesif,dan pencemhuru dengan pasangan..Sedangkan mereka selalu menafikan dan menolak rasa itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha kan plin plan..Bukannya dari awal kamu juga tdk menginginkan pernikahan ini,Kenapa sekarang kamu seakan mengharap lebih..
Qaisaa Nazarudin
Andrew kemakan omongan nya sendiri..Lupakan kamu dengan dengan perjanjian dan kesepakatan kamu lakukan...ckk
Qaisaa Nazarudin
Andrew Andrew sok soan bilangngak kegoda,Dan katanya gak nafsu dengan Zelia,Lha sekarang apa yg kamu lakuin ke Zelia?🤣
Nining Mokodompit
Lumayanl3d go
Ihsan Jr.
keren
Nona Nona
andrew bucin ya
🌻Ruby Kejora
salam kenal Kak sukses terus buat kakak💐💐
Isma
liera ngk tau diri bngttt
Isma
jujur gregetan sama zekia udah dpt suami ganteng bertanggung jawab malah huh dasar ngk bisa menghargai suamiii
Kaila NaililUzma
ceriyanya bagus👍👍👍 bGi yang baca😃😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!