NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Lelah

Ketika Istriku Lelah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:692k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Persahabatan Audi, Rani dan Bimo terjalin begitu kuat bahkan hingga Rani menikah dengan Bimo, sampai akhirnya ketika Rani hamil besar ia mengalami kecelakaan yang membuat nyawanya tak tertolong tapi bayinya bisa diselamatkan.

Beberapa bulan berlalu, anak itu tumbuh tanpa sosok ibu, Mertua Bimo—Ibu Rani akhirnya meminta Audi untuk menikah dengan Bimo untuk menjadi ibu pengganti.

Tapi bagaimana jadinya jika setelah pernikahan itu, Bimo tidak sekalipun ingin menyentuh, bersikap lembut dan berbicara panjang dengannya seperti saat mereka bersahabat dulu, bahkan Audi diperlakukan sebagai pembantu di kamar terpisah, sampai akhirnya Audi merasa tidak tahan lagi, apakah yang akan dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Dua

Pagi itu, suasana kantor PT. X, begitu cerah. Cahayanya menembus jendela besar yang terletak di sudut ruangan, memberikan kesan hangat dan menyambut. Di dalam ruang rapat yang megah, Audi, seorang gadis berusia dua puluh enam tahun, merasa jantungnya berdebar-debar. Ini adalah hari pertamanya di perusahaan yang cukup ternama. Dia mengenakan blazer navy yang sederhana, dengan rambut hitam panjang terikat rapi, dan sedikit riasan yang menambah kepercayaan dirinya.

Audi melihat sekeliling, mencatat setiap detail dari ruangan. Meja besar terbuat dari kayu mahoni yang gelap, kursi kulit hitam yang nyaman, dan lukisan-lukisan modern menghiasi dinding. Di sudut, ada mesin kopi, memancarkan aroma harum yang menggugah selera.

"Selamat datang, Audi. Saya Daniel," suara bariton seorang pria menarik perhatiannya. Audi menoleh dan mendapati sosok seorang pria tampan dengan postur tegap berdiri di ambang pintu. Daniel, CEO perusahaan, adalah sosok yang terkenal di industri ini. Setiap karyawan di sini tahu betul tentang kebijaksanaan dan kepemimpinan yang dimilikinya.

"Terima kasih, Pak Daniel," jawab Audi dengan suara rendah namun mantap. Dia berusaha keras untuk tidak terkesan oleh ketampanan Daniel yang membuatnya sedikit tersipu.

"Silakan duduk. Kita akan melakukan wawancara singkat," ucap Daniel sambil mengisyaratkan Audi untuk duduk di kursi depan meja.

Audi duduk dengan tenang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih kencang. Dia melihat Daniel yang tengah duduk, memandangi laptop di hadapannya.

"Jadi, bisa ceritakan sedikit tentang diri Anda?" tanya Daniel sambil menatap langsung ke mata Audi, membuatnya merasakan tekanan namun sekaligus percaya diri.

"Nama saya Audi. Saya lulusan dari Universitas Terbaik di kota Y, dan memiliki pengalaman sebagai sekretaris di perusahaan sebelumnya selama dua tahun," jelas Audi dengan percaya diri. "Saya juga memiliki keterampilan dalam manajemen waktu dan organisasi yang baik."

Daniel menyimak dengan seksama, tertarik dengan cara Audi merangkai kalimat. "Itu sangat bagus. Namun, selain itu, apa yang membuat Anda tertarik untuk bergabung dengan perusahaan ini?"

Audi menarik napas sejenak, mencari kata-kata yang tepat. "Saya selalu terkesan dengan inovasi dan etika kerja perusahaan ini. Saya ingin belajar dan tumbuh bersama tim yang inspiratif seperti di sini."

Daniel mengangguk, terlihat dengan jawaban Audi. "Anda tahu, banyak karyawan yang datang dan pergi, tetapi saya percaya bahwa mereka yang punya motivasi untuk terus belajar adalah aset berharga untuk perusahaan. Bagaimana Anda melihat diri Anda dalam lima tahun ke depan?"

Audi berpikir sejenak. "Saya dapat naik jabatan dan menjadi bagian yang lebih penting dalam perusahaan ini. Saya ingin membantu tim mencapai tujuan bersama."

Senyum Daniel semakin lebar. "Luaran yang sangat ambisius. Saya suka semangat Anda."

Audi merasa hatinya menghangat. Dia merasakan ada koneksi yang kuat di antara mereka, meskipun mereka baru bertemu. "Terima kasih, Pak Daniel. Saya percaya, jika kita bekerja keras, tidak ada yang tidak mungkin," jawabnya.

Daniel menatap Audi dalam-dalam, dan ada jeda sejenak di antara mereka. "Baiklah, Audi. Saya tidak ingin mengulur waktu Anda. Dengan kemampuan dan kepribadian Anda, saya yakin Anda akan cocok sebagai sekretaris pribadi saya. Selamat bergabung!"

Kejutan melanda Audi. Dia hampir tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dia dengar. "Terima kasih, Pak Daniel! Ini adalah kesempatan yang sangat berarti bagi saya.”

“Namun, perlu diingat, tanggung jawab sebagai sekretaris pribadi tidak mudah. Anda harus siap untuk bekerja keras dan selalu berada di depan dalam hal organisasi dan komunikasi.”

“Akan saya lakukan, Pak. Saya sudah siap!” kata Audi dengan semangat.

Daniel tersenyum, duduk santai di kursinya. "Bagus. Mari kita mulai dengan rencana kerja minggu ini. Anda akan melakukan banyak koordinasi, termasuk mengatur jadwal pertemuan saya."

Audi mengangguk, dan rasa antusiasme mulai menggantikan ketegangan yang tadi menyelimuti hatinya. "Saya akan mendapatkan semua informasi yang diperlukan dan menyiapkannya dengan sebaik mungkin."

Keduanya melanjutkan diskusi tentang jadwal minggu ke depan. Audi terkesan melihat betapa terorganisir dan terbukanya Daniel. Dia merasa beruntung bisa belajar langsung dari sosok yang diidolakan banyak orang.

Setelah beberapa menit, Daniel mendadak menghentikan pembicaraan. Dia memandang Audi serius. "Satu hal yang perlu Anda tahu, Audi. Saya adalah orang yang menghargai keterbukaan dan kejujuran. Jika ada sesuatu yang Anda merasa perlu saya ketahui, jangan ragu untuk memberi tahu saya."

Audi mengernyitkan dahi, lalu tersenyum. "Tentu, Pak. Saya akan selalu berusaha transparan dan terbuka."

"Bagus. Sekarang, bolehkah saya tahu, apa hobi Anda?" tanya Daniel, sedikit melonggarkan suasana.

Audi tertawa kecil. "Sebenarnya, saya suka membaca dan menulis. Ketika di waktu luang, saya suka menyelami dunia imajinasi melalui buku-buku fiksi."

Daniel tampak terkesan. "Ternyata kita punya kesamaan. Saya juga penggemar buku. Apa genre favorit Anda?"

"Romansa," jawab Audi dengan semangat. "Saya suka cara penulis menciptakan dunia baru dan karakter yang unik."

"Ternyata, kita berdua suka berimajinasi. Mungkin Anda bisa merekomendasikan beberapa buku atau penulis novel untuk saya nanti." Daniel tersenyum, dan Audi merasakan cahayanya membuat suasana semakin hangat.

"Jika novel online saya suka dengan novel-novel dari karya mama reni di Noveltoon. Saya selalu baca setiap novel terbarunya. Saat ini novel terbarunya berjudul Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu."

"Boleh juga. Nanti saya coba mencari nama pena mama reni di Noveltoon," balas Daniel.

Obrolan mereka berlanjut, penuh tawa dan saling bertukar cerita kecil. Audi merasakan kenyamanan saat berbicara dengan Daniel, yang ternyata tidak hanya tampan, tetapi juga memiliki kepribadian yang menyenangkan.

Tak terasa, waktu berlalu. Daniel mengutak-atik jam tangannya. "Oh, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas. Saya harus segera menghadiri rapat. Kita bisa lanjutkan diskusi ini di lain waktu."

"Baik, Pak. Terima kasih atas kesempatan ini,” jawab Audi dengan rasa syukur.

"Saya yang berterima kasih. Selamat datang di PT. X, Audi. Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan baik." Daniel berdiri dan mengulurkan tangan.

Audi mengambil tangan Daniel, merasakan kekuatan dalam jabatannya. "Saya akan berusaha memberikan yang terbaik, Pak Daniel.”

Daniel tersenyum sekali lagi sebelum meninggalkan ruangan, meninggalkan Audi, yang merasa seolah dia baru saja melangkah ke dalam babak baru dalam hidupnya. Dia melihat ke luar jendela, memikirkan tentang masa depannya di perusahaan ini. Harapannya menggebu, dan setiap detik di dunia baru ini terasa penuh dengan kemungkinan.

"Semoga ini awal baru dalam kehidupanku. Selamat tinggal masa lalu, aku akan melangkah maju."

**

Di tempat lain, tampak Bu Susi sedang menyuapi Ghita. Sejak kepergian Audi, dia seperti enggan makan. Berat tubuhnya terlihat sedikit berkurang.

Bimo yang baru pulang kerja melihat putrinya yang sedang makan. Dia lalu menghampirinya.

"Apa Ghita masih sering nangis, Bi?" tanya Bimo.

"Sudah agak jarang, Pak. Tapi masih sulit makannya. Tak seperti biasa," jawab Bibi.

Bimo lalu duduk di samping ibu mertuanya itu. Dia melihat putrinya tak seceria dulu lagi.

"Apa kamu sudah ada kabar tentang keberadaan Audi?" tanya Mama Susi.

"Belum, Ma. Audi seakan menghilang. Dia sepertinya memang sengaja tak meninggalkan jejak apa pun. Agar kita tak bisa lagi menemuinya," ucap Bimo dengan suara pelan.

Nanti kamu akan merasakan berharganya seseorang, ketika kamu mencarinya tapi tidak lagi menemukannya. Nanti kamu akan sadar sudah kehilangan saat apa yang kamu genggam kemarin benar-benar pergi. Yang tulus tidak akan datang dua kali, walaupun kamu menemukan yang baru pasti tidak akan sama seperti yang dulu lagi. Ingat, sesuatu yang menyedihkan itu adalah PENYESALAN.

**

Bonus Visual

Bimo

Audi

Daniel

1
Mardiana Edi
Hadeuuuh knp visualnya c tukang selingkuh🤭 ..menceraikan istri demi selingkuhan
Gricelda Pereira
kaaak bimoooo nya sangat dekil bangett ngga bangett addhh🤣🤣
Rona Samosir Nita
aku ingin tertawa. dia meninggalkan suaminya yg tak di beri kesempatan kedua demi org baru.
Del Rosa
👍
Del Rosa
👍👍👍
Del Rosa
👍
Siska Febriana
pergi dan jgn balik LG....orang kyk Bimo lupakan dan buang di tempat sampah
Phi Pesek
👍
Izora Khaileena
wah saudara yg viral y sugiharti rusli
LENY
TUH JAN AUDI YG DISALAHKAN KURANG AJAR SI BIMO INI ISTRIMU TUH YG BANDEL KERAS KEPALA JGN MENTALAHKAN ORANG LAIN SEBEL 😡😡
LENY
BANDEL SIH RANI SOK FAK DENGAR SAHAVAT JG SUAMI SDH MELARANG. DOSA NIPU SUAMI🙈
Evi Goenharto
halah alesan aja laki2, ntar kalo Audi udh meninggal jg bakalan balik ama yg namanya Laura, semudah itu kan kalo laki2 menjalin hubungan ama siapa aja walau udh nikah sekalipun...gaya pake brsedih bentaran jg udh hahahihi ama Laura...eeehh kenapa aku yg sewot yak thor, aaaahhh dirimu nggemesin thor 🤣🤣🤣
Basri Ambung
aku dukun klw bercerai ,terlalu dalam luka ya jika harus dibandingkan dgn org yg sudah tiada
Maya Lara Faderik
kasihan Audi dari awal sampai akhir hanya air mata menemani setiap bab membacanya ..perjuangan Audi berakhir dengan ajal yang menjemputnya..Audi seolah dunia nyata ...
Hera sasuwe
👍
Ratna Ningsih
mungkin Daniel udah tau penyakit Audi, makanya dia menyusul nya ke kota A, Daniel kan menyuruh detektif Intuk memata matai Audi. 🤔🤔🤔🤭🤭
Ratna Ningsih
apa maunya Audi ini🤔🤔 Dimata org yg ga paham terkesan murahan. baru putus dg Daniel udah minta dijemput sma Bimo, dlu baru selesai sidang pembatalan pernikahan udah mau berhubungan secara intens dg Daniel. kesannya murahan jika org yg ga paham Audi ini,bolak balik diantara dua lelaki seperti bola yg di tendang sana sini🤦🤦🤦
Ratna Ningsih
keragu raguan itulah yg membuat Audi mengambil keputusan mengundurkan diri, ditambah lgi dg penyakit yg sdg menyerang nya. mungkin klo Audi ga mendengar kisah Laura dan Daniel Audi akan berterus-terang tentang penyakitnya ke Daniel tpi karena sikap Danil saat ditanya tentang perasaannya ke Laura, jawaban Daniel ambigu 🤦🤦🤦
Ratna Ningsih
temui Rika dan Daniel, berterus terang lebih baik sekaligus menguji ketulusan Daniel biar ada kepastian hubungan nya dg Daniel, andai Audi mo putus pun jdi jelas alasannya karena sakit dan alasan masa lalu Daniel dg Laura hanya untuk tambahan alibi aja🤔🤔🤔🤭🤭
Ratna Ningsih
persahabatan itu indah,, tpi persahabatan 2 org dewasa berlainan jenis bisa menimbulkan fitnah terlebih lgi mantan suami istri tanggapan org lain pun ga bagus 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!