Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.
Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.
Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Kehamilan Nathaline
Setibanya di bandara, Abidzar langsung membantu Nathaline untuk mengemasi koper-koper yang di bawa oleh wanita itu.
"Baiklah, sampai jumpai Abidzar. Semoga kau lekas dapat jodoh ya, jangan lupa untuk mengabari aku jika kau sudah punya rencana untuk menikah," ucap Nathaline memeluk Abidzar.
Abidzar hanya mengangguk kemudian tersenyum simpul ke arah wanita itu. Dengan ragu, Abidzar perlahan semakin mendekat ke arah Nathaline dan segera mengecup puncak kepala wanita itu.
"Jika aku masih punya kesempatan, menikahlah denganku saat kita bertemu lagi nanti. Aku janji tidak akan membuatku terluka," bisik Abidzar yang kemudian kembali mendekap erat tubuh Nathaline.
Nathaline terlihat cukup terkejut ketika mendengar ucapan dari sahabatnya itu barusan. Ternyata, cinta Abidzar bertahun-tahun lalu tidak pernah pudar untuk Nathaline.
Wanita itu akhirnya menyadari bahwa Abidzar adalah pria yang sangat tulus dan sungguh-sungguh mencintai dirinya.
"Baiklah, lain kali jika kita bertemu aku akan menikah denganmu, jadi tunggulah aku," balas Nathaline setelah sekian lama terdiam.
Abidzar tampak sangat terkejut mendengar jawaban dari Nathaline. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa cintanya akhirnya berbalas setelah bertahun-tahun di pendamnya.
"Baiklah, lekaslah selesaikan kuliahmu, lalu kembalilah untuk menikah dengan diriku," ucap Abidzar sembari mencubit pelan hidung mancung Nathaline.
Mereka akhirnya mengakhiri perpisahan itu dengan bahagia. Nathaline perlahan pergi dan semakin menjauh dari Abidzar, sementara pria itu masih setia memandangi kepergian Nathaline.
"Aku berharap kau selalu bahagia setelah mengalami begitu banyak kesulitan Nathaline," ucap Abidzar, yang kemudian beranjak dari bandara setelah Nathaline menghilang dari pandangannya.
...***...
Telah genap satu bulan semenjak perpindahan Nathaline ke Amerika. Wanita itu merasa akhir-akhir ini berat badannya semakin bertambah, wajah dan kakinya mulai membengkak, dan entah mengapa perutnya mulai sedikit membesar, padahal ia sudah diet dan menjaga pola makannya.
Akhirnya gadis itu memutuskan untuk konsultasi ke dokter hari ini, ia benar-benar khawatir dengan perubahan yang di alami oleh tubuhnya secara drastis.
Terlebih lagi, akhir-akhir ini ia sering pingsan karena diet yang terlalu ketat demi menurunkan berat badannya.
"Bagaimana hasilnya dokter? Apa saya baik-baik saja? Berat badan saya semakin bertambah padahal saya sudah diet ketat dan berolahraga," tanya Nathaline setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan.
"Nona, anda sedang hamil tiga bulan, wajar jika berat badan dan perut anda sedikit membesar, ini adalah hal yang normal. Anda sepertinya juga perlu berhenti untuk diet ketat, ibu hamil perlu nutrisi yang banyak, lihat perut anda lebih kecil daripada wanita hamil umur tiga bulan pada umumnya," ucap dokter tersebut panjang lebar menjelaskan kepada Nathaline.
Nathaline tampak kaget setengah tidak percaya atas apa yang baru saja dikatakan oleh Dokter tersebut barusan.
Bagaimana ia bisa hamil? Apakah ia mengandung anak Reyhans? Lalu, bagaimana nasib anak yang tengah ia kandung saat lahir dan tidak memiliki ayah? Batinnya terus bertanya kepada dirinya sendiri.
Nathaline memutuskan untuk segera pulang kerumah. Dengan raut wajah sedih dan bingung.
Apa yang harus ia lakukan dengan bayi yang tengah ia kandung sekarang?
Ia tidak ingin anak itu lahir tanpa ayah, tetapi ia juga tidak ingin jika Reyhans suatu saat mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung anak dari pria itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus meminta saran kepada Abidzar," batinnya yang langsung terpikir dengan sahabatnya itu.
Ia langsung meraih telepon genggamnya untuk menghubungi Abidzar tetapi nomor pria itu tidak bisa di hubungi. Berkali-kali ia mencoba, tetapi tidak kunjung ada jawaban.
"Kemana pria ini? Apakah Abi sedang sibuk sekarang? Lebih baik aku menelponnya nanti malam saja," gumam Nathaline, yang kemudian kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Sementara itu, di tempat Abidzar berada. Tampak Reyhans yang tengah duduk bersimpuh dan terus memohon kepada pria itu untuk memberitahu dimana keberadaan Nathaline.
Hari ini, sudah genap 40 kali dalam satu bulan Reyhans menemui Abidzar untuk mengetahui keberadaan Nathaline. Tetapi pria itu masih tetap teguh dengan janjinya kepada Nathaline untuk merahasiakan keberadaan gadis itu.
"Untuk apa kau mencari Nathaline lagi? Kau juga sudah menandatangani surat cerai itu, sudahlah Reyhans! Lupakan saja Nathaline, biarkan ia bahagia, jangan mengusik hidupnya lagi," ucap Abidzar tegas, kepada Reyhans.
"Aku hanya ingin melihatnya untuk yang terakhir kali, tolonglah Abi! Bantulah aku," pinta Reyhans lirih sembari terus memohon kepada pria itu.
"Tidak akan Rey! Aku tidak akan membiarkan mu bertemu dengan Nathaline lagi! Lebih baik kau memperhatikan istrimu saja, kasihan Vanny yang sedang hamil dan terus saja kau abaikan. Jangan menjadi pria egois, jangan sampai kau menyesal jika wanita itu juga memutuskan untuk pergi dari hidupmu," ucap Abidzar sembari menepuk pundak Reyhans pelan, berusaha untuk menasehati pria itu.
"Baiklah Abi, aku tidak akan mengganggu hidup Nathaline lagi. Sudah cukup aku kehilangan Nathaline, aku tidak mau jika Vanny juga membenciku, terima kasih telah mengingatkanku," ucap Reyhans yang perlahan bangkit dari duduknya.
"Aku percayakan Nathaline kepadamu Abi, tolong jaga dia dengan sepenuh hatimu. Tolong bantu ia menutup semua luka hatinya yang telah aku perbuat," sambung Reyhans.
"Tanpa kau pinta pun, aku akan tetap menjaga dirinya Rey! Aku mencintai dirinya sudah sangat lama, jauh sebelum dirimu kembali dan mengusik dirinya," ucap Abidzar dengan tatapan penuh keyakinan.
Reyhans hanya mengangguk, kemudian segera beranjak pergi dan meningalakan Abidzar.
'Mengapa Nathaline berulang kali menelponku? apakah ada hal yang penting?' batin Abidzar ketika melihat 25 panggilan tidak terjwab dari Nathaline.
Pria itu segera menghubungi Nathaline kembali, namun wanita itu tidak menjawab panggilannya. Abidzar memutuskan untuk kembali menelpon Nathaline saat ia pulang bekerja.
Setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya, Abidzar akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik. Pria itu kemudian memutuskan untuk menghubungi Nathaline kembali, tetapi tetap tidak ada jawaban dari wanita itu.
"Kemana Nathaline? Apakah ia sedang sibuk saat ini? Mengapa tidak menghubungiku lagi?" gumam Abidzar sedikit khawatir dengan keadaan Nathaline saat ini.
Sementara itu, Nathaline sedang sangat kesal saat ini karena baru saja mengalamai musibah. Tasnya di curi oleh seseorang, saat ia sedang tertidur di dalam bus saat perjalanan pulang. Handphone, beserta seluruh uang tunainya raib di rampas maling.
"Mengapa nasib ku benar-benar sial! Dasar maling sialan! Tidak bisakah kau mengembalikan handphone ku saja? Aku sedang memerlukannya?" Nathaline terus berteriak di dalam bus, hingga membuat semua orang menatap aneh kearahnya.
Ia benar-benar terlihat sangat putus asa sekarang, ia sangat memerlukan saran dan bantuan dari Abidzar tetapi ia kehilangan handphonenya. Ia bahkan tidak ingat satu angka pun dari nomor ponsel pria itu.
"Bagaimana sekarang? aku harus apa? bagaimana dengan bayi ini?" Wanita itu terus bergumam.
...Next......
...Jangan lupa tinggalkan jejak❤...
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
benci aku sama Reyhans
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi