Galaksi mahasiswa tajir, ganteng, banyak cewek di kampusnya yang berebut perhatiannya bahkan ada yang rela mengemis cintanya, namun Gala jatuh cinta dengan cewek yang bernama Melody gadis cantik adik sahabatnya yang jadi mahasiswa baru di kampusnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN MENGGODAKU MELODY
Melody berdiri di depan cermin dan melihat penampilannya karena sebentar lagi Aulia akan menjemputnya. Gadis itu akan mengajak Melody jalan.
Karena Aulia tak berhasil mengajak Aska jalan terpaksa mengajak adiknya.
Melody meraih ponselnya begitu ponsel itu berdering dia langsung menekan tombol warna hijau begitu melihat Aulia yang meneleponnya.
“Gue udah ada di depan rumah Lo, Lo ada Dimana?” tanya Aulia tanpa basa – basi.
“Langsung masuk aja! Pintu gak di kunci kok. Lo tunggu gue di ruang tamu soalnya gue belum selesai.”
“Oke,”ucap Aulia lalu mematikan sambungan teleponnya
Aulia mengikuti arahan Melody yang langsung masuk saja sehingga tanpa permisi dia masuk ke dalam rumah Melody dan langsung menuju ruang tamu.
Aulia hampir saja langsung duduk di salah satu sofa kosong yang ada disana. Kalau saja dia tidak melihat Aska dan Gala sedang duduk lesehan bermain game melalui PS Aska yang tersambung di TV.
Gala dan Aska menoleh begitu menyadari ada orang di belakang mereka.
Aulia menggaruk tengkuknya salah tingkah. Saat tatapan tajam Aska tertuju padanya sedangkan Gala Kembali membelakangi Aulia.
“Hai kak. Gue langsung masuk karena Gue tadi telepon Melody katanya langsung masuk aja,”jelas Aulia. Dia tak ingin Aska menganggapnya tidak sopan karena main masuk ke rumah orang tanpa permisi.
“Oh,”ucap Aska singkat lalu Kembali membelakangi Aulia. “Shit”batin Gala. Tadinya dirinya tak sengaja melirik paha mulus Aulia sehingga dirinya sekarang gagal focus. Gadis itu memakai rok pendek yang memperlihatkan sepotong pahanya.
Dengan canggung Aulia duduk di salah satu sofa untuk menunggu Melody. “Gue duduk, ya. Pegal soalnya berdiri terus,”ucap Aulia.
Baik Gala maupun Aska tidak ada yang menjawab membuat Aulia sedikit kesal.
Tak lama kemudian Melody pun turun dari lantai dua mengenakan pakaian yang tak jauh beda Dengan Aulia. Gadis itu memakai baju kaos yang pendek berwarna putih yang lumayan ketat dipadukan dengan rok pendek yang memperlihatkan sepotong pahanya. Melody berpakaian seperti itu atas perintah Aulia. Katanya supaya mereka kelihatan seperti anak kembar.
“Ayo!”ajak Melody. Gadis itu langsung mengajak Aulia pergi.
Gala dan Aska langsung menoleh kea rah mereka. Mata Gala rasanya hampir jatuh melihat penampilan Melody yang sangat seksi dan menggoda. Gala meneguk ludahnya kasar lalu mengumpat dalam hati, ‘shit kenapa dia pakai pakaian kaya gitu?”
“Kalian mau kemana?”tanya Aska datar. Jujur saja dia tidak suka melihat penampilan kedua gadis cantik yang berdiri di hadapannya itu. Aska kesal mendengar mereka akan pergi dengan penampilan seperti itu.
“Mau jalan, kan tadi Gue ngajak kak Aska, tapi Lo bilang lagi sibuk. Jadi Gue ngajak Melody aja soalnya Gue bosan dirumah,”jawab Aulia.
“Kalian gak boleh pergi!”tegas Aska .
“Loh, kenapa?”protes Melody, kesal rasanya dia sudah rapi seperti itu, tapi malah dilarang untuk pergi.
“Pokoknya gak boleh!” kata Aska dengan tegas.
Raut wajah Aulia dan Melody langsung berubah masam. Padahal mereka sudah merencanakan makan ini, itu diluar sana. Kan jarang – jarang mereka keluar malam.
Aulia memerosotkan bahunya. “Ya sudah kalau gitu Gue balik aja,”ucapnya penuh kekecewaan.
Aska menahan tangan Aulia. “Nanti aja!”ucapnya.
Aulia hendak protes namun Aska langsung membawanya ke taman belakang.
Kini tersisa Melody dan Gala yang ada diruang tamu. Sedari tadi Gala tak mengalihkan pandangannya dari tubuh Melody yang tercetak dengan jelas.
Napas Gala memburu seiring dengan nafsunya yang semakin meningkat. Siapa coba yang tidak napsu melihat gadis yang kita cintai berpakaian seksi seperti itu.
Gala meneguk ludahnya kasar lalu mendekati Melody. “Kenapa kamu berpakaian kurang bahan seperti ini?”tanya Gala dengan suara serak.
Paha mulus Melody serta tonjolan dadanya terngiang – ngiang di otak Gala meski lelaki itu kini memfokuskan pandangan hanya pada wajah Melody.
Melody mengerutkan keningnya. “baju Gue gak kurang bahan kok. Ini Gue belinya mahal loh. Jadi bahannya tidak mungkin kurang,”jawab Melody polos.
Gala mengusap wajahnya kasar. Berbicara dengan gadis polos semacam Melody membutuhkan kesabaran ekstra.
“Ganti baju kamu!”titah Gala.
“Tapi baju ini baru Gue pakai Kak.”Melody malas bolak balik ke kamar hanya untuk mengganti pakaiannya.
Gala mendesah kesal. Melody itu gadis yang cukup keras kepala. “Ganti baju kamu kalau kamu masih mau status lajang besok!”
Kalau Melody tidak mau mengganti pakaiannya, Gala yakin dirinya akan lepas control sehingga dia harus menikahi Melody. Meski Gala tidak berniat merenggut kesucian Melody sebelum nikah, tapi kalau Melody terus menggodanya seperti ini, pendirian Gala suatu saat bisa goyah.
“Maksudnya?”tanya Melody.
“Kalau kamu gak mau aku perkosa ganti baju kamu sekarang!” titah Gala tegas. Dirinya terpaksa bicara seperti itu karena kalau dengan kata – kata halus Melody pasti tetap keras kepala.
Melody membulatkan matanya. “Ih, Kak Gala mesum banget.”gadis itu mencubit pinggang Gala lalu memukulnya membabi buta.
“Aku serius, Melody.”Gala menangkap kedua tangan Melody lalu mengunci pergerakan gadis itu.
Tangan Gala yang satunya mengelus wajah Melody sensual. “Kalau kamu pakaiannya kaya gini, kamu terlalu menggoda Melody.”ucap Gala dengan napas memburu. “Aku tidak akan bisa menahan diri kalau kamu tidak segera ganti baju”
Tubuh Melody menegang dan merinding. Auranya terasa mencekam. Ia yakin Gala tidak main – main dengan ucapannya.
“Ya – Ya sudah, Gue ganti baju dulu,”ucap Melody gugup.
Perlahan Gala melepaskan tangan Melody. “Habis ganti baju, balik lagi kesini!”Titah Gala.
“Enak aja, ogah Gue balik kesini”batin Melody
“Kalau kamu tidak balik kesini, aku yang akan naik ke kamar kamu,”ucap Gala membuat Melody membelalakkan matanya. Lelaki itu seolah tau kalau Melody berencana untuk tanggal di kamarnya.
“Iya- iya bawel banget,”gerutu Melody lalu berjalan menuju kamarnya.
Tak lama kemudian Melody pun Kembali dengan memakai celana training dan juga hoodie kebesaran. Dia sengaja memakai pakaian tertutup karena takut Gala benar – benar memperkosanya.
Gala langsung menarik Melody ke pelukannya begitu Melody tiba dihadapannya. “Jangan selalu menggodaku sayang!”ucap Gala gusar. Lelaki itu memeluk Melody dengan erat.
Cukup lama Melody terdiam saat Gala memeluknya. Rasanya hangat dan nyaman, Melody menyukainya, tapi begitu ia tersadar dia segera mendorong tubuh Gala agar lelaki itu melepas pelukannya.
“Kak Gala kenapa sih belakangan ini selalu panggil Gue saying, terus kadang mencium Gue secara tiba – tiba?”tanya Melody. Dia juga punya harga diri. Masa iya dia diam saja Ketika dilecehkan Gala terus menerus.
Gala menatap wajah Melody lekat .”kamu lupa yang aku katakana di dapur tadi sore?”tanya Gala.
“Memangnya Kakak bilang apa?”Melody tidak mengingat apapun. Dia menganggap kejadian saat dirinya berciuman dengan Gala di dapur hanyalah mimpi.
Gala mendekatkan wajah ke Melody dia mengulang beberapa kalimat yang sempat dia ucapkan di dapur “Aku bilang, mulai sekarang kamu milikku, Melodi. Jadi, jangan pernah lagi kamu menghindar dengan alas an apapun.”
Tangan Gala tidak tinggal diam. Dia mengelus pelan wajah hingga bibir Melody yang selalu mencuri perhatian dan menjadi candunya.
Tubuh Melody menegang detik itu juga. Dia merasa dunianya berhenti berputar. Ternyata kejadian di dapur itu bukan mimpi, tapi kenyataan. Melody baru ingat selepas Gala menciumnya setelah lelaki itu mengatakan mereka pacaran, Melody langsung pingsan dan begitu sadar Melody ada di kamarnya sehingga dia mengira kalau kejadian itu hanya mimpi.
“Kak Gala jangan gila deh!”ucap Melody terbata – bata dengan keberanian yang sebenarnya kurang. Gadis itu setengah mati mengatai Gala seperti itu, takutnya nanti gala mengamuk.
Gala menarik tubuh Melody agar gadis itu menempel di tubuhnya. Gala suka saat tubuh mereka bersentuhan, apalagi saat dada Melody yang menonjol bersentuhan dengan dada Gala yang rata.
“Aku memang gila karena kamu sayang”ucap Gala lembut dengan napas yang menerpa wajah Melody yang membuat gadis itu merinding.