Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan
MAMPIR KE " FOBIA PRIA TAMPAN "
****
Seperti biasa Sefia bangun pagi hari dan kali ini mencoba rutinitasnya kembali. Seperti, menyemir sepatu milik suaminya, menyuci serta menyetrika baju suaminya, memasak bahkan menyiapkan bekal untuk suaminya, Angga. Tak lupa juga untuk menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri dengan Dedi.
Kali ini berbeda dari biasanya, Angga tersenyum setiap ia mengunyah makanannya dan juga tidak menolak untuk membawa bekal untuk ia bawa.
"Dek, ada sesuatu yang kurang." ucap Angga ketika hendak keluar pintu untuk pergi kerja.
"Apa mas? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Sefia bingung.
"Bukan itu, Dek!"
"Lalu apa, mas? Sefi mana tahu kalo mas gak ngomong langsung."
"Ini." menunjuk bibirnya untuk minta dicium.
Deg!!
Sungguh hati Sefia sangat enggan kali ini, tapi ia masih menghargai kebaikan suaminya kali ini. Angga sudah banyak berubah menurutnya.
CUP
Sefia memberikan kecupan di pipi.
"Ah, kok di pipi sih, Dek."
"Ah, sudahlah mas sana berangkat kerja! Ntar kesiangan loh."
"Yaudah mas berangkat dulu, kamu juga hati-hati dijalan."
"Iya mas, baik."
****
Setelah melajukan mobil, diperjalanan ponsel Angga berdering. Lia menelfonnya.
"Hallo, ada apa?" jawab Angga, langsung bertanya.
"Mas, tolongin aku! Kakiku sakit gak bisa digerakin, aku jatuh ke pleset." rengek Lia diseberang.
Seketika Angga langsung khawatir. "Yaudah kamu diem disitu, aku segera langsung kesana."
"Baik mas, terimakasih."
Anggapun berbalik arah kerumah Lia, sedangkan Lia tertawa puas karena berhasil mengelabuinya.
Kini Angga sudah sampai depan rumah Lia, dan ia buru-buru turun dari mobil dan langsung berlari menemui Lia.
Angga berlari ke kamar Lia, tapi tak menemukannya.
"Lia." panggil Angga seraya berteriak.
"Aku disini mas." sahutnya, didalam kamar mandi hanya berlilit handuk pada tubuhnya serta memamerkan lekukan dadanya yang sedikit terlihat.
Angga langsung masuk begitu saja, ketika melihat Lia begitu menggoda matanya. Seketika Angga memalingkan wajahnya.
"Aku.. aku akan mengangkatku." ijin nya gugup sebelum menggodang Lia untuk membawanya kedalam kamarnya.
Lia hanya bisa tersenyum puas melihat reaksi Angga yang sempat tergoda, tapi begitu munafik menurutnya.
Lia melingkarkan kedua lengannya dileher Angga, menatapnya dengan lamat wajah Angga yang begitu tampan.
Perlahan Angga melangkah, menggendong tubuh Lia lalu menurunkannya dengan kehati-hatian diatas ranjang.
Ketika Angga ingin beranjak berdiri, Lia mempererat lengannya yang melingkar lalu dengan tiba-tiba melumat bibir Angga begitu saja.
Sontak Angga membelalak kaget, ingin melepas pelukan Lia yang begitu erat hingga mendorong tengkuk lehernya lebih menempel padanya.
Liapun menggulingkan badannya hingga berada diatas Angga dan terpaksa Angga mendorong tubuh Lia dengan kuat agar ia menghentikan tingkahnya yang kelewat batas.
"Lia, apa yang kamu lakukan?" bentak Angga tak percaya.
"Aku mencintaimu mas, aku rela mas meskipun dijadikan sebagai simpanan."
"Maaf Lia, aku tidak tertarik dengan itu."
"Jangan munafik mas." sahutnya tak kalah. "Bukannya kamu membutuhkan wanita yang bisa memberimu keturunan? Aku bersedia mas."
"Aku gak bisa mengkhianati istriku."
"Kamu harus bisa mas." ucap Lia melepaskan handuk yang melilit hingga menampakkan lekukan tubuhnya yang keseluruhan.
Ia lalu mendekat lagi bahkan berani duduk dipangkuan Angga dan memeluknya.
Tentu lagi-lagi Angga mendorongnya. "Kamu gila!" umpatnya kemudian berbalik untuk berlalu pergi.
Dengan sigap Lia memeluk kaki Angga sambil manangis, memohon. "Aku mencintaimu mas, tolong terima aku mas."
"Lepas!" bentak Angga tak peduli.
Lia menggelengkan kepalanya. "Enggak mas, aku benar-benar cinta sama kamu mas. Jadikan aku simpananmu kalau kamu mau."
Seketika Angga menepis tangan Lia yang melingkar dikakinya. "Kamu benar-benar sudah tidak waras lagi!"
Anggapun melangkah pergi tanpa memperdulikan Lia yang memanggil serta menangis karenanya.
"Sial, gara-gara Lia aku telat datang ke kantor." gumam Angga kesal, memasuki mobil lalu melaju kembali untuk pergi ke kantornya.
****
Sefia hari ini tampak begitu bingung, apa yang harus ia lakukan dan apa yang harus ia pilih. Sedangkan Dedi masih menunggunya untuk segera berpisah dengan suaminya.
Sejujurnya Sefia masih begitu sangat mencintai Dedi, tetapi ia tidak bisa mengkhianati suaminya.
"Ada perasaan yang perlu aku jaga, walau ia tak lagi mencintaiku."
Ia pun begitu sangat bingung, mana yang harus ia pertahankan. Rumah tangga yang hampa atau cinta yang akan memberinya kebahagiaan walau sangat sulit ketika banyak penghalang.
"Fia, kamu kenapa bengong?" tanya Dedi tiba-tiba membuat Sefia kaget.
"Eh, ia maaf pak." Sefia refleks menunduk memberi hormat.
Dedi berdecak sebal. "Lagi-lagi kamu berbicara formal padaku."
Dedi lalu langsung menarik tangan Sefia, memasuki ruangannya.
"Kamu disini, temenin aku." pinta Dedi pada Sefia yang terlihat kaku.
Sefia mengangguk. "Ah, iya baik."
Dedi duduk dikursi kerjanya, sedangkan Sefia berdiri mematung dengan perasaan gugup.
Lalu tiba-tiba Dedi manarik tubuh Sefia agar duduk dipangkuannya. "Ded."
"Udah diem aja! Biar aku makin tenang bekerja." sahut Dedi tak peduli, menatap layar komputer didepannya.
"Tapi, Ded.."
CUP
Dedi mengecup bibir Sefia sekilas, untuk membungkam mulutnya agar berhenti berbicara. Seketika juga Sefia membelalak dan kaku.
Jantungnyapun serasa ingin copot, apalagi menatap Dedi begitu dekat.
"Diam ya, dan temani aku sampai selesai memeriksa hasil laporan."
Sefia hanya bisa mengangguk pasrah. "Baiklah."
****
Author kasih perumpamaan Angga ke Sefia \=> begitulah mereka
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..