NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Tuan Mafia

Istri Kontrak Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: medusa

lola adalah gadis cantik lugu yang dilamar untuk menjadi istri seorang ceo mafia yang terkenal tempramental dan kejam setelah ditinggal oleh sang kekasih....

bagaimana kisah lanjutan lola,yuk mampir dan baca🙏😇.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB~23²

...❣️❣️❣️...

...Setelah hiruk pikuk acara mereda, Lola, dengan gemulai khasnya, melangkah keluar, diantar oleh Matias dan para pengawal setianya. Malam itu terasa dingin, namun entah mengapa, Lola merasakan sesuatu yang aneh. Benar saja, saat mobil melaju membelah kota yang mulai sepi, sebuah bayangan hitam mengikuti dari kejauhan....

"Nona, sepertinya kita tidak sendirian," Matias melaporkan, matanya tajam memantau kaca spion, rahangnya mengeras.

...Sebuah senyum tipis, penuh makna, terukir di bibir Lola....

"Sepertinya malam ini akan jadi malam yang panjang," bisiknya, sebesit kegembiraan aneh menari di matanya.

...Rasa jenuh akan rutinitasnya seakan terpecah oleh desiran adrenalin yang mulai mengalir....

...Tanpa ragu, tangan Lola bergerak gesit. Dari kolong kursi, sebuah senapan sniper yang ia sembunyikan muncul. Dengan gerakan tegas, ia merobek gaun malam seksi yang membalut tubuhnya, mengubahnya menjadi kain yang tidak akan menghambat gerak. Gaun indah itu kini hanya secarik kain yang tak berarti....

...Setelah siap, ia memberi kode pada Matias. Sebuah anggukan singkat, penuh pengertian. Matias membanting setir, mobil melesat bagai anak panah yang dilepaskan dari busur, membelah kegelapan malam....

Di mobil pengejar, kepanikan merebak. "Tuan, mereka kabur!" lapor seorang anak buah dengan suara tercekat.

"Ikuti mereka! Jangan biarkan mereka lolos!" teriak sang atasan, suaranya dipenuhi amarah yang membara.

...Pengejaran sengit pun dimulai. Dua mobil saling berkejaran, berusaha saling menjatuhkan. Matias, yang sudah kenyang asam garam dunia bawah tanah, merasakan semangat lama membara kembali. Ada kepuasan tersendiri saat ia mengendalikan kemudi, menari di antara bahaya. Begitu tiba di jalanan yang sepi dan gelap, Matias menghentikan mobil. Perlahan, ia turun, menyalakan sebatang rokok, dan menghisapnya dalam-dalam, asap tipis meliuk di udara dingin, seolah menanti takdir yang akan datang....

Cit! Suara decitan ban memecah keheningan.

"Tuan, itu dia!" teriak salah satu anak buah, menunjuk ke arah Matias yang berdiri santai di bawah cahaya rembulan. Mobil pengejar mengerem mendadak.

...Mereka berhamburan keluar, bersenjata lengkap, melangkah maju, yakin akan kemenangan. Namun, mereka tak tahu, Lola dan para pengawal lainnya sudah berpencar, menyelimuti mereka dalam jebakan mematikan. Lola sudah berada di posisinya, napasnya teratur, dingin, matanya mengunci target melalui scope AWM-nya yang dilengkapi peredam suara. Ia hanya menunggu satu kode dari Matias....

"Hei, kau! Sudah siap menyambut kematianmu? Lebih baik serahkan tuanmu pada kami, maka kami akan membiarkanmu lolos!" suara berat itu menggema, penuh ancaman.

...Matias meniup asap rokoknya, membuang puntung itu ke aspal. Perlahan, ia berbalik, tatapan kosongnya kini berubah menjadi pandangan membunuh yang menusuk jantung....

"Apakah kalian yakin dengan ucapan kalian?" tanyanya, suaranya tenang, namun mengandung bahaya yang tak terucapkan.

Anak buah musuh saling pandang, kebingungan tergambar jelas di wajah mereka. Dari dalam mobil, teriakan murka atasan mereka memecah suasana.

"Kalian tunggu apa lagi! Serang dia! Bawa gadis sialan itu padaku!"

...Matias tersenyum kecil, sebuah senyum yang lebih mirip seringai....

"Hehehe... Satu... Dua... Tiga... Dor." Jarinya membidik ke arah mereka, seolah menarik pelatuk tak kasat mata.

...Dalam hitungan detik, hujan peluru menghantam dari berbagai arah, menumbangkan semua musuh tanpa ampun. Menyaksikan anak buahnya tewas di hadapannya, sang atasan bergegas masuk ke mobil, berusaha kabur. Namun, saat mobil baru saja bergerak, sebuah moncong pistol dingin menempel di belakang kepalanya....

"Mau ke mana kalian?"

...Suara bariton yang dalam, penuh otoritas, terdengar. Seorang pria bertubuh kekar tinggi berdiri di samping mobil. Keringat dingin bercucuran di wajah sang atasan saat ia membalikkan kepala perlahan, menatap sumber suara itu....

"Tu-Tuan Bastian..." ucapnya terkejut, suaranya bergetar menahan ketakutan.

Di tengah kebingungan itu, Lola dan para pengawal tiba. Mata Lola tak sedikitpun menoleh pada Bastian. Ia langsung membuka pintu mobil, menarik paksa atasan itu keluar.

Bruk! Pria itu terhuyung, jatuh ke tanah.

"Nona, maafkan saya! Saya terpaksa! Tolong ampuni saya!" mohon Tuan Rosales, nama asli atasan itu, suaranya pilu.

...Lola tak menggubris, wajahnya tanpa ekspresi. Ia melayangkan tendangan keras ke arah Tuan Rosales, membuatnya meringis kesakitan, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Matias mendekat, membawa selembar kertas dan pena, lalu menyerahkannya pada Rosales....

"Tanda tangani ini, maka kamu akan kembali pada kedua istrimu dan anak-anakmu. Tapi... jika kamu menolak, kematianmu akan dianggap sebagai kecelakaan," perintah Matias, nadanya datar namun penuh ancaman.

...Dengan tangan gemetar, Tuan Rosales mengambil surat itu. Matanya membulat sempurna saat membaca isinya, raut wajahnya berubah menjadi amarah....

"Aku tidak akan menjual sahamku! Lebih baik kalian bunuh saja aku!" pekiknya, menatap Matias dengan tatapan tajam.

"Baiklah, sesuai keinginanmu," sahut Lola, mengarahkan snipernya ke kepala Tuan Rosales.

Dor!

"Aaaaaaaa! Huf, huf, huf, huf!" Tuan Rosales menjerit, napasnya memburu, matanya membelalak ketakutan, ia baru saja selamat dari maut.

"Cih! Baru begitu saja sudah ketakutan," desis Lola mengejek, senyum sinis kembali terlukis.

"Kalian! Setelah ini, aku akan memastikan kalian semua menerima balasan dariku!" ancam Tuan Rosales, suaranya dipenuhi dendam.

"Lebih baik kamu tanda tangan, agar kamu bisa memenuhi keinginanmu itu. Kalau tidak, kuburkan saja semua keinginanmu, karena hidupmu ada di tangan kami," tegur Matias, suaranya tenang namun mematikan.

...Dengan tangan yang masih gemetar hebat, Tuan Rosales akhirnya menandatangani surat persetujuan jual setengah sahamnya. Ia menyerahkan surat itu pada Matias, yang kemudian menunjukkannya pada Lola....

"Bagus. Sekarang kamu boleh pulang." Usir Lola, nada suaranya dingin, tak ada sedikitpun belas kasihan.

...Tanpa membuang waktu, Tuan Rosales berlari masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi, menghilang ditelan kegelapan. Kini, hanya tersisa Bastian yang berdiri tegak, menatap Lola dengan pandangan penuh kekaguman, bahkan mungkin sedikit kerinduan....

"Sayang, bagaimana denganku?" tanya Bastian manja, suaranya lebih lembut dari sebelumnya.

Lola berbalik, tatapannya dingin, menusuk. "Pergilah ke neraka," jawabnya, tanpa sedikitpun emosi, lalu berbalik memunggungi Bastian, meninggalkan pria itu sendirian di bawah langit malam.

(Bersambung)

1
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰🙏🙏
Hariyanti
🥰🥰🥰🥰😀😀😀🙏🙏🙏🙏
Maria Iren
ibu nya lola mungkin anak orang kaya yg di usir karna hamil di luar nikah yy thor
azkha shoji
Sampe nangis aku ahh
Vicentia Retno Utari
wah keren ternyata cerittanya
Inong Amsyah
wkt pengetikan salah² aku masih maklum deh tp klo alurnya udah ga ga masuk akal capek deh bacanya 😔😔😔
Inong Amsyah
aku jd bingung thor kok kamu kayaknya lupa mark kan udah dikubur nyatakan ada jasadnya tp kamu jg bilang saat itu ana sdh mengambilnya duuuuh ngelantur ni .....
Inong Amsyah
aku ga masalah gimana jln ceritanya karna itu hak penulis tp yg aku kadang gemes ketikan mu bros salah mulu hehehe ( jgn tergesa² tenang aja klo karyamu asik pasti di tunggu lo )
Inong Amsyah
putranya ana itu jangan² bkn anaknya bastian kali 😙
falea sezi
skip lola nya bloon
falea sezi
karma buat laki tolol
falea sezi
bastian harusnya mokas
falea sezi
egois amat ini Mantanertua dia aja dlu yg nyuruh lola ttd surat cerai najis amat
falea sezi
najis ini tk tau malu ya
falea sezi
laki g tau malu
falea sezi
kn emank bastian tolol
falea sezi
bner bastian goblok g cocok jd bapakmu jonas
falea sezi
laki najis awas aja balik q kasih rating buruk ne novel
falea sezi
najis amat bastian ini
Ikah Kartini
makasih thor , karya mu sll bagus 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!