Merupakan kelanjutan dari novel Mafia Girl, sesuai keinginan kalian yg minta author buat season 2nya.
Menceritakan tentang kehidupan Shine Brillian Ifana Crawless, yg merupakan anak pertama dari Anastasia dan Damian. Dgn seorang gadis bernama Oliviera Zia Florence, gadis yg ceria dan merupakan siswi paling diidolakan di kampusnya.
Bersama dgn teman-temannya, kehidupan apa yg menunggu mereka kedepannya??.
************
Season kedua :
Menceritakan tentang keseharian Kalisa adik dari Shine, setelah menyelamatkan Oliv dari pernikahan paksa nya.
Kalisa pergi ke negara lain utk bersekolah dgn teman-teman masa kecilnya, dan disana lah dia bertemu dgn Eden. Seorang pemuda yg sangat diidolakan di sekolah barunya itu, juga orang yg selalu dibuat Kalisa kesal maupun senang.
Identitas asli Eden yg sebenarnya adalah seorang agen rahasia negara nya, dan Kalisa yg menyembunyikan identitas nya di mata publik. Bersama menghadapi musuh-musuh mereka, bagaimana kah keseharian mereka kedepannya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taagustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 22 [Shine...]
Pagi tiba, Oliv terbangun dari tidurnya. Masih berada di ruangan yang sama seperti semalam, itu bukan mimpi, dan ia merasa kalau ada seseorang yang mencium dahinya semalam.
" Tidak... itu pasti hanya khayalanku." Oliv menepis itu dan berpikir mungkin karena kakaknya sering melakukan itu agar dia tidur lebih nyenyak.
Sesaat kemudian, Oliv pun tersentak sendiri dan langsung bangun ketika menyadari dimana dia tidur sekarang. Dia tertidur di atas kaki Shine yang juga tidur disana, wajah nya langsung memerah seketika.
" Se.. sejak kapan dia ada di sana?? " Oliv tidak ingat kapan Shine pindah kesana, itu artinya dia sudah tidur saat itu terjadi.
Tapi ada satuhal yang ia perhatikan. Shine tidur dengan posisi duduk sambil melipat tangannya, itu membuatnya terlihat seperti orang yang hanya sedang berpikir. Oliv terus memperhatikan wajah Shine yang tengah tertidur dihadapannya dengan seksama, dia terlihat sangat tenang dan tetap tampan tidak peduli sedang apa. Kemudian perhatiannya tertuju kepada mata Shine, bulu matanya terlihat cukup tebal dan lentik.
Oliv ingin menyentuhnya. Jadi ia pun mengulurkan tangannya kepada Shine, tapi kemudian Shine tiba-tiba membuka matanya, hingga tatapan mata mereka bertamu satu sama lain.
" Kyaakk...!!" Saking terkejut nya dengan itu Oliv pun berteriak dan langsung menjauh, sayang ia tidak memperhatikan kemana ia bertumpu dan hampir terjatuh, tapi untungnya Shine dengan cepat menangkapnya.
Wajah Oliv semakin memerah karenanya, kini wajah mereka labih dekat dari sebelumnya. Jantungnya berdegup kencang sekali, hingga rasanya bisa saja berhenti saat itu juga. Situasi itu agak aneh dan...
Mereka berdua hanya diam satu sama lain..
" Se.. Selamat pagi, Shine. " dan Oliv berusaha mencairkan suasana setelah Shine melepaskan nya.
" Pagi. " sahut Shine yang kemudian memalingkan wajahnya, berusaha menutupi sesuatu. Namun telinganya bersemu merah diantara rambutnya.
" Se.. Sejak kapan kau ada di sana??. "
" Entahlah, aku tidak ingat. "
Hening... Suasana mereka benar-benar canggung sekarang, mereka tidak tahu harus berbuat apa.
" Anu... Jadi, sampai kapan kita akan terkunci seperti ini??. " tanya Oliv, pada akhirnya dia harus menghentikan suasana canggung itu, dia benar-benar merasa tidak nyaman karenanya.
" Aku tidak tahu, bagaimana jika dobrak saja. " usul Shine, lagi pula dia juga biasanya langsung mendobrak pintu manapun yang ia ingin buka.
Jadi kenapa dia tidak melakukan nya sejak awal??
" Ehh... Memangnya boleh??. " Oliv berpikir itu bagus, tapi apakah hal itu boleh dilakukan??
" Boleh. " namun bagi Shine itu adalah hal biasa.
Sedangkan diluar sana, Achilla, Kalisa dan Aristide berjalan ke arah ruangan Shine sambil mengobrol dengan santai, Achilla ditugaskan untuk membuka kembali pintu itu. Mereka sangat sibuk mengobrol hingga tidak terlalu memperhatikan apapun, hingga mereka dibuat kaget oleh pintu didepan mereka yang terbuka akibat di dobrak dengan keras.
Bahkan Achilla sampai menjatuhkan kunci yang ada ditanyannya..
" Loh, kalian disini??. " tanya Shine saat keluar dari sana, seperti tidak ada apapun yang terjadi.
Mereka hanya diam mematung karena masih terkejut dengan itu, lalu Oliv pun ikut keluar dari ruangan.
" Kaki mu tidak apa-apa?? " Oliv lebih peduli kepada kaki Shine hingga dia tidak melihat kehadiran mereka bertiga.
" Tidak, aku sudah terbiasa. " sahut Shine dengan santainya. " Dan kalian... Kenapa kalian diam seperti itu??. " tanyanya pula kepada mereka bertiga.
Mereka pun langsung kembali ke kenyataan, mereka hanya menatap Shine dengan datar. Dan Oliv yang akhirnya menyadari keberadaan mereka di sana.
" Kami ditugaskan untuk membawa kalian. " ucap Achilla kemudian dengan ekspresi yang sangat serius.
" Membawa kami??. " ulang Shine dan Oliv pula bersamaan.
" Iya, ayo pergi. Kak Oliv bersama ku, dan kakak pergi dengan mereka berdua. " ucap Kalisa yang langsung menyeret Oliv pergi dari sana.
" E.. Eh, tunggu Kalisa. "
Mereka pun benar-benar pergi meninggalkan tiga orang lainnya di sana, untuk sesaat mereka hanya saling tatap satu sama lain tanpa obrolan. Tapi kemudian Achilla dan Aristide tiba-tiba tersenyum dengan mencurigakan, Shine pun tersentak karena itu, sudah ia duga pasti akan ada hal lain lagi yang akan mereka lakukan kepada dirinya dan Oliv..
" Kau... Ikut kami. " ucap Aristide sambil tersenyum jahil.
" Ayo, ayo. " ucap Achilla dengan semangat yang langsung mendorong punggung Shine pergi.
" Tunggu, apa yang akan kalian lakukan??. " tanya Shine, dia tidak mau jadi bahan jahilan mereka.
Tapi kedua orang itu tidak mempedulikan nya, dan akhirnya memaksanya untuk mengikuti mereka pergi kesuatu tempat.
***
" Eh, tu.. tunggu dulu. Kalian mau membawaku ke mana lagi??. " tanya Oliv dengan bingung.
Setelah tadi pagi dia diterik paksa dan didandani, sekarang mereka akan membuat nya melakukan apa lagi. Oliv benar-benar sangat bingung dengan apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan.
" Sudahlah Oliv, ini perintah bibi Anastasia. " ucap Amelia sambil mendorong Oliv untuk pergi.
" Tapi beri tahu dulu apa yang akan ku lakukan??. "
Dan Raisa yang menarik tangannya pun menanggapi, " Sudahlah, tanang saja. Tidak akan ada hal bahaya kok. "
Oliv tidak tahu apa-apa lagi ia pasrah saja, sementara mereka berdua terus saja memaksanya. Sedangkan Mia dan Achilla hanya diam sambil tersenyum melihat nya, dan kakaknya hanya mengacungkan jempol nya kepadanya memberikan semangat.
Oliv sampai-sampai menatapnya tidak percaya melihat itu, bahkan kakaknya juga ikutan??
" Apa yang terjadi, sih??. "
Dia benar-benar tidak akan memaafkannya jika itu hal konyol.
Mereka pun sampai didepan pintu, dia langsung didorong keluar dan mereka menutup pintu nya. Oliv pun berbalik menatap pintu yang tertutup itu, ia tidak percaya dia merasa diusir sekarang, memangnya akan ada apa?
" Ini dia bintang kita. " ucap seseorang kemudian mengagetkan Oliv dari belakang dan membuatnya langsung menoleh.
Ternyata orang itu adalah Arcane, dia ada di luar bersama dengan Kalisa dan yang lainnya. Mereka semua berkumpul disana, dan ada juga Shine yang sudah berpakaian dengan sangat rapih.
" Nah, mari Lady. " Alvin pun mengulurkan tangannya kepada Oliv.
" Kalian ini kenapa, sih??. " tanya Oliv yang benar-benar heran, meski begitu dia juga tetap menerima uluran tangan itu.
" Hanya sedikit hadiah untukmu dan Shine. " sahut Alvin sambil mengedipkan salah satu matanya.
Oliv tetap tidak mengerti, dia pun mengikuti setiap langkah Alvin yang berjalan mendekati yang lainnya dengan ragu. Mereka berdua pun berhanti tepat di depan Shine, dia terlihat labih tampan lagi dengan pakaian kasual seperti itu.
Biasanya Shine selalu mengenakan pakaian yang membuatnya terlihat lebih santai atau pakaian yang membuatnya terlihat seperti bad boy, jadi agak aneh jika dia tiba-tiba berubah, tapi tetap tidak mengurangi ketampanan nya. Tapi jika dipikirkan... harusnya itu tidak mengejutkan, baik itu pakaian kasual atau formal, karena Shine adalah penerus perusahaan ternama.
Tapi kenapa mereka didandani seperti ini sekarang?
" Sebenarnya apa yang kalian inginkan??. " tanya Shine pula langsung ke-inti nya.
" Sudah kami bilang ini hadiah. " ucap Arcane yang juga diangguki oleh Kalisa.
" Aku tidak mengerti.... Ah?!! " perkataan Oliv terpotong saat tiba-tiba saja dirinya punggungnya didorong lagi oleh Kevin, hingga menabrak Shine yang ada di depannya.
Shine juga terkejut dengan itu dan langsung menahan kedua lengan Oliv agar dia tidak jatuh. Oliv sendiri, dia kemudian menatap Kevin dengan ekspresi terkejut dan juga jengkel, haruskan dia didorong-dorong oleh orang lain seperti itu sepanjang pagi ini??
" Pfttt... Kalian terlalu kaku satu sama lain. " ucap Kevin yang menjadikan itu sebagai alasan, dia yang biasanya datar pun akhirnya tersenyum.
" Iya, gak perlu didorong juga dong. " sahut Oliv dengan sangat kesal.
" Sudah, Sudah. Kalian pergi saja sana, kami sudah menyiapkan hari ini khusus untuk kalian pergi berkencan. " potong Kalisa yang menengahi mereka.
" Ke.. Kencan?!!. " batin mereka berdua. Mendengar nya membuat mereka sangat terkejut, apalagi tidak ada yang memberitahukan nya kepada mereka, ini terlalu tiba-tiba, dan juga... sebenarnya siapa yang merencanakan semua ini??
Oh, tidak. Yg merencanakan nya sudah disebut kan oleh Amelia waktu itu. Itu Anastasia...
" Jadi... Ya, kalian pergi sana. Bye, bye. " ucap Kalisa pula.
Dia dan yang lainnya langsung berlari pergi meninggalkan Shine dan Oliv yang masih diam tidak bergerak di sana. Keduanya tidak tahu harus apa untuk melakukan kencan yang tiba-tiba itu...??
" Um, Jadi... Mau bagaimana??. " tanya Oliv yang kemudian memulai pembicaraan.
Disisi lain, Shine terlihat memikirkan itu terlebih dahulu. " Hmmm... Pergi saja, yuk. "
Oliv hanya mengangguk saja. Dan mereka pun pergi mengikuti keinginan orang-orang itu, meninggalkan markas dengan menggunakan mobil milik Shine.
Iya, akhirnya hari mereka dihabiskan bersama. Oliv mengajak Shine pergi ketempat-tempat yang ingin dia datangi namun belum tercapai sebelumnya, sedangkan Shine hanya mengikuti nya saja.
Suasana mereka membaik seiring kesenangan yang mereka lakukan bersama, Shine jadi tidak terlalu kaku lagi dengan Oliv, begitu pula sebaliknya. Tempat terakhir yang mereka datangi adalah taman, itu memang bukan tempat yang istimewa tapi Oliv ingin berjalan-jalan dengan santai di taman itu.
Shine tersenyum senang melihat Oliv yang ceria seperti itu, benar-benar pemandangan yang sangat indah baginya. Dia tidak ingin melihat Oliv seperti sebelumnya, yang menangis dan ketakutan.
Lamunannya buyar ketika ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi, dan orang yang menelpon nya itu adalah ibunya. Dia pasti ingin menanyakan soal kencan mereka.
" Oliv, aku mau mengangkat telpon dulu. Kau tunggu di sini sebentar, ya. " ucapnya yang langsung menarik perhatian Oliv.
Oliv pun mengangguk mengerti dan menjawab, " Em.. Baiklah. "
Shine pun pergi agak jauh dari Oliv, tapi tidak terlalu jauh juga, untuk mengangkat telpon itu. Oliv yang ditinggalkan sendirian pun hanya memandangi bunga-bunga yang ada di teman itu, dia sangat suka melihat bunga-bunga yang bermekaran dengan warna-warni dan harum yang unik.
Tapi seekor lebah mengganggunya, dia keluar dari bunga-bunga itu dan membuat Oliv terkejut. Dia pun melangkah mundur untuk menghindari lebah itu, tapi dia malah tidak sengaja menabrak seseorang dibelakang nya.
" Ah, maaf. Saya tidak sengaja. " ucap Oliv yang langsung berbalik.
" Tidak apa-apa. " jawab orang itu pula.
Oliv pun langsung terdiam kaku, alangkah terkejutnya dia hingga tidak bisa lagi berkata apa-apa melihat siapa orang yang ia tabrak itu.
Penasaran?, kuy kepoin my novel ya guys "Bad Twins Love Story" menunggu kehadiran kaliannn:)
aku komen lgi nie,,pasti ntar ada yg bilang piks dia ratu komen,,bosen lo mlu yg komen,,trus komennya ga ada paedahnya lgi,,😂😂,,Kya di novel sebelah,,kmenya bikin telinga ngebul gra gra aku msuk komen mlu