“Kak, ada yang ingin saya omongin,” Alisha sengaja menunggu Arkana agar tak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Biarlah dijalan ia sedikit ngebut agar tidak telat ikut ujian.
“Lain kali aja, aku ada meeting pagi-pagi. Lakukan saja apa yang menurutmu baik aku setuju,” Arkana tak sarapan dan hanya meminum juice yang disiapkan oleh bi Sona.
Kepoin yuk cerita seru mereka. Kisah Faisal Arkana Kaif dan Alisha Mahalini yang dikemas dalam kisah "CINTA BERBALUT EGO"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBE # 23 》》 MENURUTMU ?!
Seharian Arkana dan Alex berada di rumah pak Ahmad. Karena pria paruh baya itu tak ingin di anggap sebagai pendukung kepergian putrinya maka beliau menelepon Jonathan Smith di depan Arkana dan Alex. Pak Ahmad lalu mengaktifkan loudspeaker benda pipih miliknya agar semua mendengar percakapannya dengan Jonathan Smith.
Drrrrttttt drrrrtt
“Halo pa, apa kabar.” Pak Ahmad menyapa Jonathan Smith yang tak lain adalah papa mertuanya.
“Baik, apa kabar cucu kesayanganku ? Sebulan papa gak dengar keluhannya,” Jonathan Smith bertanya seolah tak tahu persoalan Alisha. Padahal hampir setiap hari Alisha curhat pada sang grandpa. Karena lama berbisnis di Indonesia maka Jonathan Smith sangat fasih berbahasa Indonesia meskipun aksen bulenya tetap terdengar dengan jelas.
Arkana, Alex, mama Alice dan pak Ahmad saling bertukar pandang mendengar pertanyaan lelaki tua diujung telepon. Sesaat pak Ahmad gelagapan mencari jawaban atas pertanyaan papa mertuanya. Salah memilih bahasa bisa berakibat fatal baginya.
“Itu dia pa, maaf jika aku salah dalam hal ini tapi sekarang Alisha menghilang, dia hanya menitip surat pada kami dan suaminya,” Suara pak Ahmad sangat amat pelan ketika menyebut kata suami. Ia belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Jonathan Smith hanya saja situasi yang mengharuskannya berbicara.
“Whaaatttt ?! Kalian menikahkan cucuku tanpa sepengetahuanku ?!” Jonathan Smith berteriak marah sementara Alisha yang sedang duduk disamping nya setengah mati menahan tawa. Grandpa Jonathan memang bisa diandalkan.
“Maaf pa, tapi kami menikahkannya dengan pria baik-baik dan berharap Alisha tak lagi mengganggu perusahaan orang. Kelakuan cucu kesayangan papa saat itu sangat fatal, lho. Gimana kalau mereka tahu jika putriku yang melakukannya.” Pak Ahmad membela diri, semua yang ia lakukan hanya untuk menghindarkan Alisha dari sebuah masalah nantinya. Ia sangat menyayangi putrinya dan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi.
“Sebelum cucuku kembali, jangan pernah mengunjungiku !!” Suara Jonathan Smith yang menggelegar menyiratkan sebuah ancaman membuat nyali pak Ahmad menciut. Pria paruh baya itu sangat mengenal dengan baik mertuanya itu.
Tanpa mengucapkan salam perpisahan, Jonathan Smith mematikan sambungan selulernya secara sepihak menandakan orang tua itu sedang murka. Wajah pak Ahmad seketika memucat. Ia hanya berdoa dalam hati semoga saja papa mertuanya itu tak melampiaskan kemarahannya pada perusahaan miliknya.
“Thanks, you are the best grandpa in the Word,” Alisha memeluk Jonathan Smith sambil tersenyum puas. Pria yang sudah mulai menua itu selalu saja memanjakan dan membelanya.
“Grandpa yakin, papamu gak akan berani kemari. Tapi entah dengan mamamu.” Jonathan Smith pun mengenal putrinya dengan sangat baik dimana sifat yang selalu penasaran dan tak pernah puas sebelum melihat dengan mata kepala sendiri. Persis sifat cucu kesayangannya.
Sementara pada waktu yang bersamaan namun beda negara. Pak Ahmad masih menatap layar ponselnya yang kini sudah gelap pertanda tak ada lagi kegiatan pada benda pipih itu.
“Kalian dengar sendiri , grandpanya pun tak tahu dimana cucunya saat ini.” Pak Ahmad mengalihkan tatapannya pada Arkana dan Alex secara bergantian.
“Maaf nak kalau mama boleh tahu hubungan nak Arkana dan Alisha bagaimana ?!” Mama Alice tak kuasa menahan rasa penasarannya. Ia butuh kepastian hubungan antara anak dan menantunya.
“Alisha meninggalkan akte cerai tapi aku sendiri gak tahu kapan tepatnya dia mengurusnya.” Wajah Arkana berubah sendu.
“Bagaimanapun saat ini kalian bukan lagi pasangan suami istri. Kalau boleh papa dan mama sarankan, sebaiknya pikirkan masa depanmu saja nak, gak usah mencari keberadaan Alisha. Toh dia sendiri yang memilih mengakhiri hubungan kalian. Carilah wanita yang bisa mendampingi dan memberikan keturunan, wanita saleha yang mampu membuatmu bahagia,” Sebenarnya ada rasa tak ikhlas dalam diri pak Ahmad jika harus kehilangan menantu seperti Arkana namun ia tak mungkin memaksa pria itu untuk bersama putrinya jika pada kenyataannya Alisha sendiri yang menceraikan Arkana.
“Entahlah pa, tapi untuk saat ini aku hanya ingin bertemu dengan Alisha, aku tidak terima perceraian ini, ” Arkana tetap dengan pendiriannya.
Arkana adalah tipe pria yang tak pernah menyerah dan keras dalam pendirian. Alex hanya bisa menarik napas melihat sahabat sekaligus bosnya dengan wajah prihatin. Entah apa yang dipikirkan Arkana yang nyata-nyata tak mencintai Alisha. Apa mungkin pria itu akan membalas dendam pada mantan istrinya ?
“Jangan terlalu besar menaruh harapan pada Alisha, nak.” Pak Ahmad tak ingin Arkana pada akhirnya akan kecewa. Menurutnya Arkana adalah pria baik dan bertanggung jawab.
“Kami pamit pa, kapan-kapan kami akan berkunjung lagi.” Akhirnya Arkana berpamitan, ia mengabaikan saran pak Ahmad. Adu argumen dengan mantan papa mertuanya seakan tak ada habisnya.
Arkana dan Alex lalu keluar dari rumah tersebut diantar oleh pak Ahmad dan mama Alice hingga teras rumah. Sebelum masuk ke dalam mobil, Arkana sejenak menolehkan kepalanya sembari melambaikan tangannya dan dibalas oleh pasangan suami istri yang statusnya kini hanyalah mantan mertuanya.
Tak lama kemudian kedua pria itu telah berada di jalan raya menuju pulang. Harapan menemukan keberadaan Alisha tak sesuai ekspektasi. Malahan dirinya disarankan untuk mencari wanita lain. Tak tahukah pak Ahmad jika perasaannya bukanlah telapak tangan yang bisa dengan mudah dibalikkan ?
“Jadi kita harus gimana lagi ? Pak Ahmad pun gak bisa membantu menemukan putrinya. Tapi apa yang dikatakan pak Ahmad sepenuhnya benar. Alisha sudah menceraikanmu dan pastinya tak berharap kembali padamu,” Alex tak mengalihkan tatapannya dari jalan yang ia lalui.
“Aku tak akan menyerah, Lex. Meskipun secara hukum negara kami bukan lagi pasangan suami istri namun bagiku Alisha tetap istriku. Setelah aku menemukannya, dia akan kunikahi kembali.” Mata Arkana berkilat tak terbaca.
“Kamu mencintainya ?!” Alex bertanya dengan sangat hati-hati. Ia mengenal Arkana dengan sangat baik. Sebaik ia mengenal dirinya sendiri.
“Menurutmu ?!” Arkana balik bertanya. Ia tak ingin menjawab dengan gamblang, bukankah sudah jelas perkataannya ?
“Aku kan butuh kepastian bos. Apapun yang terjadi ataupun kita alami di dunia ini semua itu harus jelas. Bukan malah balik bertanya. “ Alex mengomel mendengar pertanyaan Arkana. Sedangkan Arkana memilih memejamkan matanya sambil berpikir kemana wanita yang tanpa ia sadari sudah berhasil mencuri hatinya. Meskipun sangat terlambat menyadarinya.
Sekilas Alex melirik pria yang duduk di sampingnya dengan mata terpejam membuat Alex mendengus kasar. Tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Alex selain menyetir dalam diam. Berbicara pun tak ada gunanya meskipun ia tahu jika bos sekaligus sahabatnya itu tidak benar-benar tertidur.
Hingga Alex mengurangi kecepatan laju mobilnya dan berbelok masuk ke halaman rumah Arkana yang selalu tampak sunyi dan berhenti setelah posisi parkirnya rapi.
cinta berbalut ego🤭🤭🤭🤭
walaupun kamu hebat kayak apapun tentu masih membutuhkan orang lain.terimalah dengan ikhlas Arkana.
itulah yg terbaik bagimu
sy suka dgn cerita2 nya.