Mengkisahkan cerita cinta anak anak Alexa queen, ketua mafia black queen.
Anak dari ke dua suami nya Kaisar dan Pangeran. ( HUKUMAN QUEEN MAFIA )
"Ya tuhan tolong aku, jika dia perempuan akan aku jadikan saudara, dan jika ia laki laki kelak akan aku jadikan sua mi." Ujar nya Lirih.
Jedeeerr.
"Kau baik baik saja."
"Kak Raja, jadi kau yang sudah menyelamatkan ku, aaaaah terimakasih banyak."
Bagaimana caranya agar Nayla mampu menjerat Raja salah satu ketua mafia yang paling di takuti sekaligus kakak dari sahabat nya.
Lelaki dingin, datar dan minim akan ekspresi.
Lalu bagaimana jadi nya ketika Raja sudah mau menerima Nayla di hidup nya namun justru Nayla pergi?
ikuti terus ceritanya, jangan lupa beri macil semangat😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon macil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karna keegoisan mu
Sepekan sudah Nayla pergi namun entah kenapa Raja semakin merindukan nya. Semakin menginginkan pelukan nya.
"Kalau kau pergi, bawa sekalian kenangan mu Nay, jangan menyiksaku seperti ini." Lirih Raja menatap langit malam di balkon kamar nya.
"Kau benar Nay, ketika kau pergi aku sangat merindukan mu." Raja mencengkram pembatas balkon.
(Kak Raja.)
(Kakak harus siap siap.)
(Kakak harus siap siap menjadi suami ku kelak.)
(Tunggu saja nanti kak, kita pasti berjodoh karna sumpah kuuu ingat itu kak.)
(Apa lagi, Nay kangen kak Raja.)
(Nggak boleh galak galak kak Raja, nanti jatuh cinta loh sama Nay.)
(Ah kakak nggak asik.)
(Saranghae kak Raja)
(Kakak suka nggak Nay makan banyak?)
(Ya sudah Nay nggak jadi makan.)
(Nggak ah, kalau kak Raja nggak suka Nay ya nggak lakuin mah, sebagai calon istri yang baik ya harus seperti itu kan.)
(Justru karna aku tahu semua nya kak, aku tahu kamu, kamu tak sedingin itu kan?)
(Kau penyayang kak, dan aku tahu itu)
(Kak, ji ka me mang Nay ha nya sam pai di si ni, Nay ba ha gi a kar na ma ti di pe lu kan ka kak, Nay cin ta kak Ra ja.)
Raja memegang kepala nya saat setiap ucapan Naila terngiang ngiang di telinga nya.
Aaaaaaah
Raja memasuki kamar nya, saat melihat ranjang ia ingat malam itu saat sehabis bermain game dia melihat gundukan di atas ranjang nya.
Raja yang tahu itu Nayla pun ikut berbaring, saat Raja memejam kan mata nya dan tidur ada bisikan yang membuat nya terjaga namun dia enggan membuka mata nya.
Raja sadar Nayla memeluk nya, bahkan mencium bibir nya, sekuat tenaga ia tahan keinginan untuk memeluk balik Nayla, membalas ciuman itu.
Hingga saat Nayla tertidur karna kekenyangan, Raja memeluk Nayla juga mengambil kesempatan mencium bibir Nayla.
Semakin di ingat dada Raja semakin sesak.
"Lebih baik aku pergi." Decak Raja keluar dari kamar nya.
"Raja, kau mau kemana?" Tanya Alexa saat semua sedang berkumpul di ruangan santai.
"Markas mah." Jawab Raja.
"Sudah malam, tidur di sini saja, kau tak pernah tidur di rumah Raja." Ujar Pangeran, yah semenjak Nayla pergi Raja selalu di markas bahkan ini kali pertama ia memasuki kamar tetapi bayangan itu selalu muncul.
"Apa kau masih ingat Nayla? Dia sudah tenang Raja. Lagian selama dia hidup kau buat dia menderita, giliran dia pergi kau frustasi." Cletuk Queen membuat semua membola kecuali Raja yang memutar mata nya malas.
"Diam lah."
"Loh ini mulut mulut ku. Benar bukan ucapan ku. Kau membuat Nay menderita selama hidup nya."
"DIAM." Sentak Raja membuat Queen mendelik.
"Kau membentak ku? Apa salah nya ucapan ku benar semua fakta." Decak Queen.
"Kau salah mengatakan aku membuat nya menderita. Aku mati matian menjaga nya. Aku menjauh dari nya karna status mafia ku dan ini semua karna mu." Tunjuk Raja pada Queen.
"Aku? Kenapa jadi aku."
"Kalau bukan karna kau yang meminta kita membuka identitas mafia keluarga kita. Kita akan hidup dengan tenang tanpa bahaya musuh. Aku akan bersama dengan Nayla tanpa takut dia akan menjadi incaran mafia lain. Dan ini semua karna kesombongan mu kak. Ke egoisan mu.!!" Teriak Raja membuat semua terjingkit kaget.
"Raja kau keterlaluan aku kakak mu!" Teriak Queen.
"Aku tidak peduli."
"Raja kau."
"DIAM.!" Teriak Alexa membuat Raja dan Queen diam.
"Apa kalian tidak bisa tenang hah." Sentak Alexa. Raja yang tak bisa menahan amarah nya memilih beranjak pergi meninggalkan kediaman ke empat Wiguna.
"Mah."
"Kau juga keterlaluan Queen. Adik mu sangat kehilangan Nayla tetapi kau malah memancing amarah nya. Sudah lah." Ujar Alexa melangkah pergi ke kamar nya di ikuti ke dua suami nya.
Queen yang merasa di pojokan pun memilih pergi.
Ratu?
Ratu mengepalkan tangan nya melihat pemandangan baru bagi nya.
"Kenapa kau pergi Nay, lihat lah, keluarga ku berantakan." Gumam Ratu mendongak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
enak aja dah enak2 ma ratu mau ditinggalin gitu aja tanggung jawab woyyyy sebelum kau dikebiri wkwkwk
padahal dia udah serius malah harus kecewa
ayo kak author jangan lama-lama up nya + crazy up