NovelToon NovelToon
SKY HIGH SCHOOL "Menaklukkan Langit Dan Mimpi"

SKY HIGH SCHOOL "Menaklukkan Langit Dan Mimpi"

Status: tamat
Genre:Time Travel / Sistem / Aplikasi Ajaib / Transmigrasi ke Dalam Novel / Transmigrasi / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Adhylheid

Dean Alexandre, pemuda yang hobi menulis buku cerita anak-anak. Dia selalu tidur di dalam kelas, suatu hari dia tidur lebih lama dari biasanya. Di waktu di mandi tiba-tiba lantai kamar mandinya berguncang dan menjadi miring. Begitu tahu penyebabnya adalah seorang perempuan asing yang muncul di sana mengatakan dia adalah pemuda yang terpilih masuk ke dunia Sky High di mana semua adalah anak-anak super.
Apa yang terjadi?

Ayo, bacalah SKY HIGH SCHOOL.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhylheid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Valley of Sadness

23.1 Chien di Lembah Kesedihan

Seorang gadis yang berjalan tanpa arah dengan bajunya yang sedikit terbuka. Dia merasa lapar—di sekitar situ dia melihat ada orang yang menjual makanan. Dengan harapan, dia mendekati kedai yang tertera "Kedai Kesenangan" dan meminta sedikit roti.

Namun, pemilik kedai menolaknya. Dia marah-marah.

"Pergilah, dasar pengemis!" usir pemilik kedai.

Pemilik kedai itu mengusirnya dan menganggap dia sebagai pengemis. Gadis itu sedih, dia terpaksa pergi dengan perutnya yang berbunyi lapar.

Meskipun dia merasa lapar, gadis itu merasa aneh di dalam pikirannya. Dia terus mendengar suara-suara pemilik kedai itu.

Dia merasakan kemarahan dan kesedihan yang dirasakan oleh pemilik kedai. Dia merasa bingung dan terganggu. Suara marah dan kekecewaan pemilik kedai terus bermain di benaknya.

Gadis itu merasa heran. Mengapa dia bisa merasakan emosi negatif orang lain yang begitu kuat. Ini adalah pengalaman pertama dirinya yang membingungkan. Suara marah orang itu terus berada di pikirannya tanpa dia inginkan. Kata hatinya, "mengapa aku merasakan pikiran orang lain tanpa ingin ku tahu. Rasa ini sungguh mengganggu dan membuat ku muak!"

Seolah aku menjadi orang yang tidak tahu diri karena menguping pikiran-pikiran orang lain.

Perasaan mereka yang negatif semakin memengaruhi kesehatan mentalku. Sakit, dan pusing rasanya.

Gadis itu jatuh di tanah sembari memegang kepalanya yang berdenyut.

"Aakh! Aku sungguh tidak tahan lagi!"

Orang-orang yang berada di sekitarnya terus memerhatikan dia dan mereka menjadi heran. Pikiran mereka juga ikut terbaca olehnya.

[sedang apa gadis kecil itu, kasihan sekali dia, Ibu...] Ini adalah suara anak kecil yang lewat bersama ibunya.

[Ngapain sih, kakak berbaju lusuh itu. Kenapa dia terpuruk, kasihan sekali... Kasihan dia begitu miskin, tapi aku tidak ingin membantunya!] Ini suara laki-laki tua yang membawa banyak uang. Dia sepertinya seorang pelit.

[Hahahaha ... Lihat anak itu. Seperti anak kucing yang kehilangan induknya. Kasihan!"] Ejekan ini datangnya dari dua anak yang sedang membawa bola.

Ya Tuhan, aku tidak sanggup lagi. Semuanya berpikiran aneh dan sedih. Energi mereka memenuhi pikiranku, gumam si gadis.

Di tambah lagi ketika dia sudah dekat di toko yang lain yang menjual gelang dan liontin giok, serta aksesoris lainnya. Dia melihat seorang anak yang sedang bermain di samping seorang perempuan muda.

Pikiran anak itu pun masuk ke dalam benaknya, Mama, aku lapar. Aku sangat lapar, tapi mama cuma melayani pembeli saja. Padahal aku sudah tidak tahan lagi! Aku ingin makan, mama! Tangannya menarik ujung baju ibunya sambil merengek.

Gadis itu memerhatikan perempuan yang sedang sibuk berdagang. "Hai, beli kalung ini. Lihatlah, ini begitu cantik," teriaknya menarik perhatian orang-orang yang berada di sana.

Ah, begitu rupanya. Aku berada di pasar, batin gadis kecil itu. Dia berjalan tertatih membawa tubuhnya yang penuh dengan luka ke kedai Kesenangan. Dia kembali ke tempat tadi yang pemiliknya marah-marah terus. Sambil menelan saliva, dia memelototi roti dan daging yang kelihatannya enak di atas etalase toko.

"Pak, boleh saya minta sepotong roti itu?" tanya dia dengan wajah memelas.

"Apa kau tahu harga roti ini dan kau hanya minta saja?" hardiknya. "Hei, kau tadi yang minta roti lagi, bukan. Nih ambil saja semuanya!" bentak pria tua pada gadis kecil. Dia menuangkan kotak yang berisi sampah ke kepala gadis itu. Seluruh isinya berhamburan dan sebagian mengenai kepalanya.

Gadis itu meringis ingin menangis.

"Hei, tuan! Jangan seenaknya saja!" bentak seorang pemuda yang datang mendekati mereka. Pemuda itu rupanya sudah melihat perbuatan pemilik kedai.

"Kalau kau temannya pergilah dasar pengemis pengganggu!" bentaknya dengan suara tinggi. Pemilik kedai itu hendak memukul kepala si gadis yang sedang jatuh tersungkur akibat sampah yang menumpuk di tubuhnya.

"Hentikan. Saya bisa menuntut anda!" ancam pemuda berbadan besar.

Dia tinggi dan tampan. Gadis kecil itu menatap muka orang yang berbicara itu. Dia memiliki aura yang kuat dan wajahnya memancar cahaya yang bersinar. Gadis itu dapat merasakan perasaan dari pemuda yang telah menolongnya. Gumamnya, "Dia berkharisma, tegas, berhati baik dan lembut. Siapkah pemuda gagah ini?"

Ketika pemuda dan pemilik kedai sedang adu mulut, gadis kecil melangkah ke dalam kedai dan berdiri di samping kedai, di sana ada kotak besar dengan banyak roti yang sudah berjamur. Dia ingin makan satu saja roti-roti itu. Kemudian seorang wanita tua datang menghampirinya. "Gadis kecil, kamu mau roti-roti itu, ya. Gratis kok, ambil saja sesukamu. Ini akan dibuang karena sudah berjamur. Kamu bebas mengambilnya," katanya dengan ramah.

Gadis itu menatap wajah pelayan tua di depannya tanpa senyum. Pikiran wanita itu masuk lagi ke benaknya. Dia berbicara, "Ah, kasihan kamu. Pasti kamu sangat lapar. Aku sebenarnya mau memberikan roti yang masih bagus dan hangat, tapi bos ku sedang kesal kepadaku, jadi aku tidak mungkin menambah masalah lagi..."

"Gadis kecil, untuk apa kamu melamun, cepatlah bawa saja semuanya dan pergilah. Nanti bapak tua itu akan menghajar mu kalau kamu masih di sini," desaknya. Tangannya membungkus roti-roti berjamur itu dengan cepat. Dia bergegas mendorong gadis kecil keluar dari kedai.

"Ayo cepat pergi!" usirnya.

Namun hati kecil wanita itu bisa didengar oleh gadis kecil. Kata hati wanita itu, "Maafkan aku gadis kecil! Bukan karena aku tidak senang padamu. Itu karena bos jahat itu. Aku jadi begini, gajiku dipotong terus hanya karena kesalahan kecil saja. Pergilah gadis kecil yang malang. Kalau kita berjodoh, kita pasti bertemu lagi!"

"Hei, Ang tua! Sedang apa kau, cepat bereskan ini!" perintah bos pemilik kedai pada wanita yang bernama Ang. Gadis itu baru tahu nama wanita yang memberikan dia banyak roti bernama Ang tua. Sepintas dia tersenyum manis.

Aku akan mengingat kebaikan ibu Ang tua, ya. Kita pasti akan bertemu lagi," gumamnya.

Sementara itu, si pemuda yang menolongnya melihat gadis itu berlarian di tanah bersalju dan terjatuh sambil membawa beberapa roti berjamur, dia bangun dan membersihkan roti-rotinya dari tanah dan salju.

"Hei, Dik! Jangan makan makanan yang sudah jamuran buang saja!" tukasnya. Tangannya dengan cepat menepis tangan mungil gadis itu. Roti-roti malang sekali lagi jatuh ke tanah.

"Ini, aku sudah membeli banyak. Makan saja sesukamu," ucapnya. Suara pemuda itu sungguh bersahabat.

Gadis itu menggeleng. "Aku makan yang ini saja, deh. Roti itu tidak bisa ku bayar karena aku tidak ada uang," jawabnya. Tangan mungilnya kembali memungut roti-roti berjamur di tanah. Si pemuda geleng kepala. "Kau ini keras kepala, ya. Sudah ku bilang roti jamuran beracun nggak boleh dimakan!"

Dia memukul pelan dahi si gadis. "Tidak usah dibayar, ini gratis, kok," kata pemuda itu dengan senyuman terukir di bibirnya.

"Eh? Gratis, ya kalau begitu aku tidak sungkan lagi," jawab gadis kecil itu.

"Makasih, ya Kak!" serunya lagi dengan senang. Dia mengambil bungkusan kain yang berisi banyak roti bulat.

"Wah, enak sekali. Baru sekali aku melihat roti bulat yang enak ini," pujinya dengan mulut penuh makanan. Roti-roti yang sudah berjamur dibuang. Ia menggosok tangannya di baju lalu makan dengan lahap. Pemuda itu terus memerhatikan wajah gadis kecil.

"Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi aku lupa di mana," tutur si pemuda dengan menerka.

"Memangnya kita pernah bertemu, ya, Kak?" Kening si gadis mengernyit. "Aku tidak kenal, Kakak. Kapan kita bertemu?" tanya dia lagi masih dengan mengunyah.

"Uhuk!" Gadis kecil tersedak tiba-tiba. Pemuda itu menepuk bahunya pelan. Lalu dia mengambil botol yang unik dengan bahan fiberglass.

"Wah, benda apa ini?" Gadis itu merasa tertarik dengan benda fiberglass yang dipegang oleh pemuda tampan.

"Ini namanya botol air minum. Bahan fiberglass dari masa depan," katanya memamerkan benda panjang lengkap dengan tutup yang kokoh berwarna biru muda. Benda itu diberikan kepada gadis kecil.

"Bagus sekali, warnanya seperti langit!" puji gadis kecil.

"Ehem. Aku lupa menanyakan namamu. Baiklah ayo berkenalan!" Pemuda itu mengulurkan tangannya dengan senyuman.

"Namaku Dean Alexis. Aku adalah polisi dari masa depan!" ucapnya dengan hati bangga, dan suaranya yang mantap.

"Polisi masa depan? Aku Chien kecil. Anak sebatang kara yang sedang lapar, hehehehe..." Chien, nama gadis kecil itu menyambut tangan Dean Alexis.

"Kakak, kau ku panggil Kak Dean atau kak Alexis, ya?" tanyanya bingung.

"Terserah saja mau panggil apa yang penting kamu bisa mengingat namaku," jawabnya santai. Dean Alexis tertawa. Chien ikut tersenyum.

"Setelah makan, kamu ikut denganku, ya. Kita obati dulu luka-lukamu itu," kata Dean Alexis. Dia melihat tangannya yang masih dipegang tangan Chien.

"Ehem. Maaf... Apa kamu bisa melepaskan tanganku?"

"Ee ...!" Muka Chien merona malu. Dia menjadi salah tingkah lalu menarik tangan mungilnya.

"Makasih air minumnya dan makanannya yang sudah habis. Enak, sih jadi tanpa sadar aku terus memakannya," kata Chien memasang wajah polos.

"Oh iya, Kak Alexis. Kenapa bos pemilik kedai itu tersenyum kemari?" tanya Chien menunjuk bos pemilik kedai yang sedang tersenyum senang. Orang itu malah memanggil mereka.

"Hoi, kemarilah kalian. Aku menyambut kalian berdua!" teriaknya dari jauh. Suara bapak itu terasa aneh. Chien masih bisa merasakan emosinya yang sudah berubah menjadi energi positif. Dia mendengar lagi isi hati si pemilik kedai. Katanya "aku mendapat untung besar. Anak muda itu cukup kaya. Dia berikan aku emas batangan yang langka. Emasnya yang berbentuk persegi dengan cap bintang dan langit yang bagus sekali. Emas yang langka ini bisa setara dengan ratusan pelanggan dalam sehari. Hahahaha, aku jadi kaya!"

"Mari ... mari jangan sungkan-sungkan! Di sini ada banyak meja dan kursi yang nyaman atau kalian mau makan di kamar tamu. Saya juga menyediakan kamar tidur yang penuh gairah. Kalian pasangan suami-isteri, bukan. Ayo ikut aku!" ajaknya penuh semangat. Dia menyeret Chien dan Alexis masuk kembali ke dalam kedai.

"Eee, kami bukan–,

"Aih, anak muda zaman sekarang. Masih muda-muda sudah menikah, tapi malu mengatakan dirinya suami atau istri. Ah, kalian bukan orang yang pertama begitu, ayolah masuk mari bicara di ruangan saya," ajak bapak itu sembari menarik lengan Alexis dengan paksa.

Chien kecil ikut ke dalam. Dia sungguh malu dibilang "istri kecil" oleh pemilik kedai Kesenangan itu. Sesuai nama kedainya, orang-orang yang datang ke sana hanya ingin memuaskan nafsu dengan bersenang-senang dengan para wanita cantik.

"Aku juga memiliki koleksi wanita yang cantik-cantik. Apa kau mau pilih satu, biar ku panggil mereka satu-persatu datang ke sini, gimana?" tawarnya lagi.

Alexis menarik Chien di sisinya dan berkata tegas, "Tidak perlu. Aku bersama dengan istri kecil ku saja!"

Mendengar itu muka Chien bak tomat merah. Dia ingin sekali memukul kepala Alexis sayangnya tubuhnya yang kecil dan pendek tidak bisa mengenai kepala Dean. Ia cuma bisa menahan kekesalan hatinya.

"Aku ini bukan istrimu!" protes Chien. "Aku masih kecil dan terlalu muda untuk bersuami. Aku ini–, Belum sempat dia berujar lagi. Tangan Alexis menangkup mulutnya dan berkata, "Diamlah, ikuti saja permainan bos gila itu. Kita harus jadi suami dan istri palsu saja untuk sementara. Aku ingin selidiki sesuatu di kedai ini."

Mereka pun masuk ke dalam dan mengikuti permainan bos kedai.

...----------------...

Sementara itu, di dunia ciptaan sistem...

Seorang wanita sedang murka. Dia marah sekali karena tidak bisa melenyapkan tubuh Chyntia. Ia juga tidak sempat menolong tuannya. Tangannya terus membalik kertas lembar demi lembar bukunya dengan kasar. Kertas-kertas itu sudah robek di mana-mana dan menjadi rusak.

"Di mana! Di mana kau tulis tentang wanita kecil itu, Dean sialan!" teriaknya.

Dia adalah sistem Dean. Wanita yang berpura-pura menjadi sistemnya—atau boleh di kata wanita penyihir yang merebut tubuh manusia biasa mengambil kenangan wanita itu, dan berpura-pura menjadi sistem Dean Alexandre.

Wanita yang jahat. Dia mengubah takdir manusia sembarangan demi obsesinya pada Dean. Dia mengubah dirinya menjadi sistem pembantu ketika pertama kali melihat pemuda itu di bumi. Akhirnya dia jadi gila dan obsesi. Dia adalah Jennifer Lucas.

T B C__

[Karya ini merupakan karya jalur kreatif]

Jangan lupa vote, like komen. Dukung cerita aku, ya bos-bos! 🙏😃

1
Honeybee🐝🥀
terima kasih kk atas crtnya yg gk jelas ahahah yg semangat ea kk
Honeybee🐝🥀
ini alur ceritanya ya kk sekarang baru ngertos
Honeybee🐝🥀
sudsh balik yg dean
Rara
/Scowl/ semoga mereka sanggup hadepin sistem jahatnya om dean
Honeybee🐝🥀
apa kubilang klu jeni ini memang robot mana bisa mereka melawan robot apa sudah gilakah
Honeybee🐝🥀
cien udah jago udah bisa mengendalikan pikiran org lain eaa tp bukannx meri dkk udah dead ya
Honeybee🐝🥀
apa gunanya memiliki jantung itu tdk berguna disaat dia tersungkur huh
Honeybee🐝🥀
nenek tua jeni ini knp blm mati mati siii kesel gw
Rara
cari mati!🤪
Rara
Yu Wuximing siapakah anda
Honeybee🐝🥀
wah nona maxi dead
ELVANN: thanks selama ini dukungan anda
total 1 replies
Honeybee🐝🥀
emang boleh sihir ngelawan laser
Honeybee🐝🥀
typo thorr
Honeybee🐝🥀
pen nanyak kak kelas awal apa sih
Honeybee🐝🥀
pen nanyak kak kelas awal apa sih
ELVANN: kelas pertama
total 1 replies
ELVANN
seharusnya Dean, saya salah ketik 🙏😅
Rara
/Toasted/
Rara
/Toasted/
Lullaby
next kk
Rara
kapan kelanjutannya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!