follow Ig ainunharahap12.
Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.
Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.
Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.
"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.
"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.
"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
"Aku tidak mau kabur! Kau yang justru kemana. Kenapa tidak di sini," jawab Alea dengan kesal.
"Jadi merindukanku!" ejek Alvian yang membuat Alea berdesis kesal. Bisa-bisanya Alvian mengatakan dia telah merindukan dirinya.
"Apa katamu!" sahut Alea dengan menghela nafasnya.
"Cih! Aku merindukanmu, kau itu salah, sejak kapan aku merindukanmu, ogah," tegas Alea dengan penuh penekanan yang geli mendengar perkataan Alvian.
Alvian mengendus dan memberikan paper bag pada Alea.
"Apa ini?" tanya Alea dengan dahinya yang mengkerut bingung dengan apa yang di berikan Alvian.
"Pakai pakaianmu, jangan memakai pakaian yang sudah kotor, bau alkohol dan terkena muntahmu. Jadi pakailah yang baru!" titah Alvian.
Alea mengkerutkan dahinya dan belum mengambil apa yang diberikan Alvian.
"Ayo ambil!tunggu apa lagi!" titah Alvian yang menaikkan kedua alisnya dan mau tidak mau Alea pun mengambilnya.
"Makasih," sahut Alea dengan ketus yang kembali memasuki kamar untuk mengganti pakaiannya dan saat Alvian ingin masuk. Alea langsung menutup pintu yang membuat Alvian kaget yang dahinya hampir kejedot pintu.
"Cih, kau benar-benar! hampir saja aku celaka," geram Alvian dengan kesal yang menghela nafas.
************
Alea dan Alvian akhirnya mereka berdua pulang dan kembali berada di dalam mobil. Mobil Alvian yang bermasalah awalnya sudah kembali beres berkat bantuan orang-orangnya yang di hubunginya dan keduanya kembali pulang. Namun tetap Alea jika sudah mau pulang akan kembali kepikiran dengan wajah suntuknya yang tidak bisa bohong.
Alvian menoleh ke arah Alea dan melihat jelas wajah wanita itu yang terlihat sangat lelah.
"Aku mohon selamatkan aku, aku takut! Aku cape, aku lelah!" Alvian mengingat kata-kata Alea sebelumnya saat Alea mabuk. Meski Alea berbicara dalam keadaan mabuk. Tetapi itu adalah kata-kata dari hatinya.
Tidak tau apa yang di pikirkan Alvian. Alvian tiba-tiba saja teringat dari apa yang di katakan Alea. Bahkan Alea juga curhat bagaimana kehidupannya selama ini dan memang sangat menyedihkan sekali kedengarannya.
*********
Kediaman Sandres.
Apa yang dialami Livia pasti akan diceritakannya kepada mama dan papanya dan hal itu sangat mengejutkan Monica dan juga Sandres. Livia yang terus menangis di pelukan Monica.
"Aku tidak percaya mah. Jika kak Alea akan melakukan semua ini. Dia menusukku dari belakang merebut calon suami ku mah," keluh Livia dengan tangisannya yang terisak.
"Kamu dengar sendiri mas. Jika anakmu itu semakin tidak tau batas. Kamu dengar apa yang dikatakan Livia. Bagaimana dengan murahannya dia merebut calon suaminya Livia. Mereka di hotel. Kamu lihat mas. Anakmu itu harus menawarkan tubuhnya hanya untuk mendapatkan laki-laki seperti Alvian. Dia sangat iri melihat Livia yang mendapatkan calon suami yang lebih dari apa yang didapatkan dan sampai rela menawarkan tubuhnya. Itu anak kamu yang sejak dulu sangat tidak tau diri!" caci maki Monica yang keluar mengatai semua tentang Alea di depan Sandres. Namun Sandres hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa sama sekali yang hanya mengepal tangannya.
Sementara Alea baru sampai rumah dengan Alvian yang mengantarkannya sampai gerbang rumah. Alea menghela nafasnya, yang mencoba untuk tetap menghadapi keluarganya pasti Alea sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Alea!" langkah Alea terhenti ketikan ada yang memanggil namanya dan suaranya sangat tidak asing membuat Alea menoleh ke arah suara tersebut yang tak lain adalah Galang. Dan Galang langsung menghampirinya.
"Alea apa maksud kamu ingin mengakhiri hubungan kita?" tanya Galang yang membuat Alea mengkerutkan dahinya.
"Apa yang di katakan nya. Kapan aku mengatakan hal itu?" batin Alea dengan bertanya-tanya yang penuh dengan kebingungan dengan pertanyaan Galang.
"Kamu mengakhiri hubungan kita melalui pesan chat. Maksud kamu apa?" tanya Galang kembali. Alea diam yang terlihat wajahnya tidak mengerti dengan apa yang di sampaikan Galang kepadanya.
"Begini cara kamu melakukannya?" Galang mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan menunjukkan layar pesan yang dikirim kepadanya. Mata Alea yang melihat pesan tersebut yang membanggakan jika dia mengirim pesan untuk mengakhiri hubungannya dengan Galang.
"Siapa yang melakukannya?" tanya dalam hati.
"Perasaan Aku tidak pernah menghubungi Galang dan kapan aku mau hubungi dia, bahkan tidak punya waktu untuk mengirim pesan kepadanya mengenai hal itu. Lalu siapa yang mengirim pesan itu melalui ponselku?" tanya dengan penuh kebingungan yang tidak tau siapa yang mengirimkan pesan itu.
"Apa kamu sudah tidak punya mulut Alea. Makanya sejak tadi kamu diam?" tanya Galang.
Alea tidak mengeluarkan pendapat apa-apa dan langsung memasuki rumah. Karena dia juga bingung dengan pengirim pesan tersenyum yang tidak tau siapa yang mengirimnya.
"Alea tunggu mau kemana kamu. Kamu jelaskan apa yang terjadi? Alea?" teriak Galang yang mengejar Alea masuk kedalam rumah.
Sampai Alea memasuki rumah dan Galang masih memanggilnya.
"Alea!" panggil Galang membuat orang-orang yang ada di ruang tamu langsung melihat ke arah Alea yang benar-benar pulang dan langkah Alea juga terhenti melihat Livia yang menangis.
"Pulang juga kamu!" sinis Monica yang mengepal tangannya dan langsung berdiri dari tempat duduk dan menghampiri Alea. Tubuh Ayah sudah bergetar hebat yang melihat mamanya semakin dekat melangkah kepadanya.
Plakkkkkkk.
Alea langsung mendapatkan tamparan dari ibu tirinya itu membuat Alea memegang pipi Alea dan Galang kaget dengan melihat Alea yang begitu datang langsung di tampar.
Sandres selalu diam. Jika putrinya di perlakukan seperti apa saja oleh istrinya.
"Hebat kamu ya. Seharian kamu melayani calon suami adikmu sendiri dengan tubuhmu itu dan kau tidak tau apa yang dirasakan adikmu. Apa kau ingin menjadi jalang!" teriak Monica yang benar-benar sangat murka kepada Alea.
Alea mengepal satu tangannya dan mengangkat kepalanya, sorot matanya yang tajam menatap Monica seperti menantang Monica yang tidak takut pada Monica.
"Kalau iya kenapa?" sahut Alea dengan wajahnya yang menantang yang membuat Monica kaget dengan Alea yang berani bicara seperti itu kepadanya.
"Apa maksud mu Alea?" tanya Galang yang juga sangat terkejut.
"Kau benar-benar Alea!"
Plakkk.
Monica kembali menampar pipi Alea yang satunya.
"Kau benar-benar sangat murahan, kau merayu calon suami adikmu sendiri di mana otakmu!" teriak Monica menoyor kepala Alea dengan jari telunjuknya.
Livia dengan nafasnya yang naik turun mendengar pengakuan dari Alea langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Alea.
"Kak Alea. Apa yang kakak katakan. Kenapa kakak tega melakukan semua kepadaku, kenapa merebut calon suamiku?" tanya Livia dengan suaranya yang serak dan menahan sakit dengan dadanya yang terasa sangat sesak.
"Alea apa yang kau lakukan, kau benar melakukan semua itu. Bagaimana mungkin kau akan menikah dan calon suamimu ada di sini dan kau ingin menikah dengannya. Apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan itu sangat keterlaluan," sahut Sandres yang ikut berbicara.
"Kenapa bertanya kepadaku. Tanya lah pada mereka berdua. Mereka berdua ada di sini?" sahut Alea menekan suaranya.
Galang dan Livia kaget mendengarnya dengan keduanya yang saling melihat.
"Apa maksud kamu?" tanya Sandres.
"Papa harus tau. Jika mereka berdua juga punya hubungan. Galang dan Livia punya hubungan di belakangku. Jadi tanyakan juga pada mereka tentang apa yang terjadi. Baru bertanya padaku. Bukan pura-pura shock dan menghinaku. Jika kalian berdua adalah pemain yang sangat hebat," tegas Alea dengan sinis menatap dua orang yang sangat menjijikkan baginya.
Bersambung