Hana di paksa menikahi Janghyun seorang CEO perusahaan terkenal hanya untuk membalaskan dendam keluarganya dan merebut kembali perusahaan yang telah Janghyun ambil dari keluarganya.
Tetapi, setelah Hana menikah dengan Janghyun ternyata sifat pria itu tak seperti yang di rumorkan orang-orang. Dia malah adalah orang yang manja kepada Hana dan sosok ayah yang baik untuk putrinya.
" Sadarlah Hana, kau tak boleh terbawa perasaan pada pria itu " Batin Hana semakin bingung.
Yuk baca keseruan dan apa yang akan Hana pilih, apakah ia akan memilih tetap membalaskan dendam keluarganya atau membiarkan hatinya berlabuh dengan cinta Janghyun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hana Ngambek
Sementara itu, di kamar
Hana baru selesai mengganti pakaiannya dengan baju tidur miliknya. Kini Hana merebahkan tubuhnya ke atas kasur miliknya yang sangat empuk itu.
"Sepertinya Janghyun sedang sibuk, apa mungkin ada pekerjaan dadakan dari kantornya ya?" Hana terus menerus terpikirkan soal Janghyun malam itu.
"Sebaiknya aku tidur lebih dahulu saja" ucap Hana yang pada akhirnya mulai berniat untuk mencoba tidur lebih dahulu
Namun, tiba-tiba saja Hana merasakan adanya sepasang lengan kokoh yang mulai menarik pinggangnya untuk mundur dan kemudia sepasang lengan itu mulai memeluk Hana.
Hana langsung terbangun dan menoleh ke belakang, untuk memastikan siapa pelaku dari hal tersebut. Dan benar ternyata dugaan Hana, ternyata itu adalah ulah dang sang suaminya.
"Janghyun!" kaget Hana.
"Ada apa sayang?" Janghyun yang masih memeluk Hana sambil memejamkan matanya.
"Kenapa tiba-tiba mengagetkanku begitu?" ucap Hana sambil memanyunkan bibir mungilnya itu.
"Kenapa? Tentu aku ingin memeluk istriku yang sangat cantik juga menggemaskan ini..." Janghyun mulai terkekeh gemas.
"Kau ini sudah seperti anak kecil saja kalau sedang manja!" Hana menghela nafas pelan melihat tingkah sang suami.
"Manja kepada istri sendiri itu kan, tak masalah bukan?" ucap Janghyun yang kini mulai terkekeh berhasil membuat Hana terdiam tak bisa menjawab perkataannya lagi.
"Memang sangat sulit jika mau menang berdebat denganmu itu, Janghyun!" ucap Hana dengan nada geram.
"Tentu saja..." Janghyun malah semakin jahil kepada Hana saat ini.
"Terserah kau saja! Huft!" Hana mulai menggembungkan pipinya dengan ekspresi ngambek.
"Baiklah aku minta maaf jika membuat istri cantikku ini jadi ngambek..." Janghyun mulai mengecup pipi Hana sambil terkekeh.
"Tidak!" ucap Hana tampak kesal langsung kembali membelakangi Janghyun.
"Waduh, kenapa jadi tambah ngambek gitu? Masa sih langsung jadi padahal baru kemarin buatnya tuh?" heran Janghyun kembali bertanya-tanya kenapa bisa Hana masih ngambek ke padanya.
Akhirnya Janghyun mulai ikut tidur malam itu. Dengan perasaan yang masih bersalah dan bingung hingga membuat sang istri menjadi marah padanya.
Satu minggu kemudian
Di kantor perusahaan park
Sudah satu minggu ini Hana masih tetap ngambek kepada Janghyun, dan sudah satu minggu pula semua tugas-tugas serta dokumen-dokumen yang seharusnya Janghyun urus sejak beberapa hari lalu jadi kacau balau.
Perubahan mood sang istrinya itu membuat Janghyun semakin kehilangan semangat dan cepat putus asa.
"Apa-apaan ini Janghyun?!" Eunjun langsung masuk ke dalam ruangan pribadi sang CEO perusahaan ternama itu sambil membawa beberapa proposal di tangannya.
"Apa?" jawab singkat Janghyun.
"Bisa-bisanya kau masih bertanya, apa?" geram kesal Eunjun.
"Kau yang bersikap aneh Eunjun, tiba-tiba masuk ke ruanganku tanpa permisi dan marah-marah begitu. Aku ini bosmu!" Kesal Janghyun tak kalah dari emosi milik Eunjun.
"Kau yang membuat ulah! Apa-apaan kau membuat semua karyawan hari ini lembur juga sampai tengah malam?!" geram kesal Eunjun.
"Memangnya kenapa? Aku juga membayar uang lembur kalian di muka" jawab santai dari Janghyun.
"Kau harusnya berpikir, lihat semua orang di sini punya kehidupan pribadi serta ada yang sudah berumah tangga!!" kesal Eunjun yang berusaha untuk bisa tetap sabar dengan sosok yang berada di depannya itu, siapa lagi jika bukan Janghyun tentunya.
"Kenapa kau yang jadinya protes?" geram kesal Janghyun.
"Tentu aku protes, karena ulahmu itu aku jadi harus lembur non stop satu minggu ini!" protes Eunjun dengan kesal.
"Salah sendiri kenapa mau jadi manajer perusahaan milikku ini..." ucap Janghyun dengan saling tak mau mengalah.
"Dasar menyebalkan!" geram kesal Eunjun langsung berjalan pergi dari ruangan itu.
.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・
Sore harinya
Janghyun masih saja memasang wajah muram dan sedihnya itu sejak tadi. Ia masih kepikiran soal sang istrinya yaitu Hana masih ngambek dengannya.
"Ku mohon, semoga Hana tidak ngambek lagi ke padaku..." ucap pelan Janghyun sambil membereskan beberapa barang miliknya sebelum pulang.
"Jika begini terus aku bisa-bisa tidak dapat jatahku lagi selama Hana ngambek..." ucap lesu Janghyun sambil berjalan keluar dari ruangan pribadi miliknya.
Setelah selesai bersiap-siap untuk pulang, Janghyun langsung pergi pulang dengan menggunakan mobil miliknya. Namun, sebelum ia melajukan mobilnya pulang ia mulai memberhentikan mobilnya di sebuah toko kue dan coklat terlebih dahulu.
Tring....
Suara bel pintu toko kue tersebut mulai berdenting ketika Janghyun berjalan membuka pintu toko kue itu. Aroma harum semerbak roti khas toko tersebut yang terpanggang tercium sangatlah lezat.
"Selamat datang di toko kue kami, ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu pegawai kasir tokoh itu.
"Apakan kue cookies serta coklat masih ready saat ini?" tanya Janghyun sambil tersenyum ramah.
Sang pegawai toko itu malah terpesona dengan ketampanan serta bahu bidang milik Janghyun yang sedikit kekar itu, membuat sang pegawai mulai tersipu malu.
"I-iya, masih ready kok tuan..." ucap sang petugas kasir toko tersebut sambil tersenyum malu.
"Baiklah, aku pesan cookies varian coklat dan matcha masing-masing satu box. Lalu 3 Le Chocolate Box..." ucap Janghyun sambil tersenyum.
"Hana pasti akan suka dengan hadiah yang akan ku berikan ini ke padanya saat aku pulang nanti!" ucap batin Janghyun yang sedikit riang dan bersemangat kembali.
"Baiklah tuan..." ucap sang pegawai toko tersebut yang langsung memberikan catatan pesanan Janghyun kepada rekannya sambil membungkus semua pesanan yang Janghyun minta.
Setelah pesanannya siap, Janghyun langsung memberikan salah satu kartu ATM miliknya untuk membayar semua pesanannya itu.
"Terimakasih banyak atas kunjungannya tuan..." ucap sang pegawai itu kembali tersenyum kepada Janghyun.
"Baiklah, terimakasih kembali..." balas singkat Janghyun yang langsung berjalan pergi setelah membayar semua pesanannya barusan.
.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・
Namun, siapa sangka ternyata salah satu pegawai dari toko kue tersebut masih saja terus mencuri-curi pandang serta terus melihat Janghyun terus sejak awal tadi.
"Yura!" sebuah panggilan dari salah satu pegawai toko kue itu mulai menepuk pundak rekannya yang terus saja menatapi Janghyun hingga sosok itu telah pergi.
"Ya, ada apa?" ucap Yura yang kini mulai tersentak kaget dan kembali sadar dari lamunannya.
"Kau kenapa terus-terusan menatap pria tadi?" tanya sang rekan kerjanya itu.
"Ti-tidak ada kok!" panik Yura yang kini mulai salah tingkah.
"Aku tahu pria tadi itu tampan, tetapi sadarlah ia sudah punya seorang kekasih..." ucapan dari sang rekan kerjanya itu seketika membuat hati Yura semakin sesak dan sakit.
"Ya, apa salahnya jika aku hanya mengaguminya bukan?" elak Yura.
"Terserah kau saja deh..." sang rekan kerja Yura kini kembali berjalan ke meja kasirnya lagi.
"Memang apa salahnya jika aku mengagumi pria tadi? aku tau dia itu tampan, tinggi, dan juga kaya...memangnya aku tidak boleh menyukainya?" ucap batin Yura.