Menceritakan tentang 6 orang yang diusir keluarganya dan tinggal dikost sederhana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atinn _, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi (22)
...\*6*///...
"Kalian sangat cocok jika menjadi sepasang kekasih" ucap Mbak Julia ketika Zena dan Randi sudah selesai pemotretan.
Randi dan Zena menanggapinya dengan senyuman tipisnya dan langsung duduk istirahat.
"Cocok? Lebih baik pacaran sama patung dari pada sama nih muka tembok" Batin Zena.
"Pacaran sama dia? yang ada telinga gua keluar darah terus" batin Randi.
"Mbak orang tadi siapa terus kenapa kayaknya nggak suka gitu sama kita?" Tanya Zena karena sangat penasaran dari tadi.
Mbak Julia menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar, "Dia teman lama saya, kita dulu tetanggaan setiap hari selalu main bareng tapi orang tuanya selalu nuntut dia agar lebih baik dari saya, yah karena saya disekolah termasuk murid berprestasi di bidang akademik dan itu membuat orang tuanya ingin anaknya seperti saya bahkan kalau bisa lebih unggul dari saya, setiap nilainya rendah selalu orangtuanya memarahinya dan membandingkan saya dengan dia, dan semenjak itu dia menjadi terobsesi ingin lebih unggul dari saya, walaupun selalu gagal. dia disekolah sebenernya murid berprestasi juga tapi di bidang non akademik, tapi orangnya tidak peduli hanya ingin dia pintar di bidang akademik"
"Beberapa kali kita satu tempat kerja dan dia selalu berbuat sesuatu agar saya dipecat tapi selalu gagal dan saya mengalah mengundurkan diri, dan sampai sekarang dia masih terobsesi kalau dia harus lebih unggul dari saya karena itu juga dia jadi benci dengan saya. Dan untuk ini saya tidak akan mengalah lagi" Ucap Mbak Julia menjelaskan semuanya.
"Kalau saya jadi Mbak sih saya dari dulu selalu nggak mau ngalah Mbak, buat apa juga ngalah" ucap Zena memberikan pendapat.
"Saya ngalah agar dia mau berubah tapi dia masih sama saja seperti itu" ucap Mbak Julia memberikan alasannya.
"Sudah-sudah sekarang kalian tuh habisin cemilannya terus nanti pulang istirahat, nanti pemotretan selanjutnya minggu depan dengan taman kalian semua, terus nanti kalian bawa pulang tuh ada bingkisan dari pak Jack oleh-oleh dari China katanya. dan untuk hasil hari ini kalian sangat profesional, bagus, luar, biasa." ucap Mbak Julia dengan bangganya kepada mereka dan juga menunjukkan beberapa paper bag untuk mereka dan juga temannya.
...****************...
"INI DIAAA.... YANG KITA TUNGGU-TUNGGU" Tariak Mira dengan lantangnya. tepat saat Zena dan Randi baru sampai bahkan baru satu langkah masuk ke dalam dapur kost.
karena mereka berdua ingin minum dulu dan mengambil makanan untuk dibawa ke kamar tapi baru masuk mereka sudah disambut dengan suara teriakan dari Mira yang sangat menggelegar.
Pletakkk...
Siti memukulnya dengan spatula tidak terlalu keras tapi lumayan menimbulkan rasa sakit sedikit.
"Bisa nggak sih lu jangan teriak-teriak, gua heran nih yah satu kost hobinya teriak semua" ucap Siti dengan kesal.
"Iyah Iyah sorry" ucap Mira minta maaf.
"Kalian cocok banget sih kalau jadi pasangan, apalagi tadi liat hasil pemotretan kalian beuhhhh cocok bangettt... " ucap Mira dengan histeris.
"Iyah bener apalagi pas si Zena pake baju Hitam seksi banget cocok sama lu Ran" ucap Enza juga ikut histeris.
yah ternyata Mbak Julia mengirimkan beberapa foto mereka di group. dan itu membuat teman-temannya sangat gila dan histeris hari ini.
"kanapa kagak jadian ajah lu berdua dah, kita Restuin kok" ucap Dani ikut setuju jika mereka berdua jadi pasangan.
"Gua pacaran sama nih cewek, yang ada telinga gua keluar darah tiap hari, kagak mau" ucap Randi yang kini sudah duduk diantara Dani dan Enza.
"Gua juga kagak mau pacaran sama lu yang ada gua kena tekanan batin" ucap Zena yang juga sama-sama dengan kekesalan mereka.
mereka sedari ditempatkan pemotretan selalu dibilang cocok terus pada ngejodohin dan itu membuat mereka berdua kesal tentunya.
"Kagak-kagak nanti juga bakalan jadian" celetuk Siti dan mendapatkan anggukan dari Mira, Dani dan Enza.
dipikiran mereka berempat bahwa mereka bakalan ke makan omongan sendiri.
"Nih dari pak Jack oleh-oleh dari China" ucap Zena langsung memberikan beberapa paper bag yang ia bawa dan Randi juga menyerahkan beberapa paper bag yang dia bawa juga.
setelah memberikan paper bag itu Zena langsung pergi ke kamar untuk istirahat. karena jam juga sudah menunjukan waktunya istirahat
...\*6*///...
Dan ini hasil pemotretan hari ini dari Zena dan Randi
#Foto_Gambaran_ilustrasi
Sangat serasi yah kan?
###
Pengen di semangatin 😭
Kalau sepi gini jadi kurang bersemangat bikin novelnya😞
Tapi wajar juga sih kan masih acak-acakan penulisannya dan lainnya juga😁
Yang sudah baca novel ini Terimakasih banyak udah mau baca🥰
#Semoga penulisan novel aku kedepannya lebih baik lagi dari ini dan kalian yang baca juga nyaman_