3 Orang Sahabat Yang Bersekolah Dengan Damai ,Namun Mulai Muncul Sekelompok Orang Yang Melakukan PemBullyan.!
Para pembully Mulai Tewas Satu Persatu Karena Muncul Seseorang Yang Membunuh mereka satu-persatu!
Siapakah pelaku Pembunuhannya?? Mari Ikuti misteri ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brysis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Bagas menjalani hari-harinya dengan beban yang berat setelah istrinya, Dinda, terjebak dalam dunia koma. Setiap langkah yang dia ambil, bayang-bayang kekhawatiran selalu menyertainya.
Setiap pagi, Bagas duduk di samping tempat tidur Dinda mengamatinya dengan rasa cemas. Ia membawa buku harian mereka yang penuh dengan kenangan manis, berharap bahwa suara dan cerita-cerita itu bisa mencapai hati Sarah yang terkunci dalam keheningan.
Pada suatu sore, Bagas memutuskan untuk berjalan-jalan di danau yang sering mereka kunjungi bersama. Namun, warna-warna danau yang dulu ceria kini terasa redup baginya. Di bawah pepohonan yang rindang, ia merenung, mengenang saat-saat bahagia bersama Dinda.
Ketika malam tiba, Bagas sering duduk di teras rumah mereka, melihat bintang-bintang sambil memikirkan masa depan yang belum pasti. Tetapi, di antara kegelapan, ada sinar harapan yang masih bersinar dalam hatinya. Dia berjanji untuk tetap kuat dan menjalani hidup dengan semangat, meskipun cinta sejatinya masih terjebak dalam keheningan yang tak terpecahkan.
Setiap hari, Bagas mencoba menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan berusaha memberikan kekuatan kepada Dinda, meskipun hanya dengan doa dan harapannya yang penuh cinta. Meskipun berat, dia tahu bahwa cinta mereka akan tetap bersinar, bahkan dalam keadaan sulit seperti ini.
......................
Pagi hari di ruang perawatan rumah sakit, Dinda masih berjuang melawan koma yang telah merampas kesadarannya selama berminggu-minggu. Bagas , selalu setia menemani Dinda setiap hari, menggenggam tangannya dengan harapan dan doa.
Setiap kunjungan, Dinda membawa buku harian mereka yang penuh kenangan, mengenang saat-saat bahagia dan cobaan yang telah mereka lewati bersama. Dalam keheningan ruangan itu, Bagas berbicara padanya, menceritakan kisah-kisah lucu, serta mengungkapkan rindu yang tak terungkap.
"Memegang tangan Dinda dengan lembut" Aku tahu kamu mendengar aku, sayang. Semua yang kita lalui bersama, itu adalah bagian dari perjalanan hidup kita.
" Aku yakin kita bisa melewati ini bersama-sama " Bagas menitikkan air mata.
"Aku tahu ini sulit. Tapi aku disini setiap hari, menemanimu. Kita akan melewati ini bersama-sama, seperti yang selalu kita lakukan" ucap Bagas sambil mengusap air mata
Teman-teman dan keluarga turut hadir memberikan dukungan, menciptakan lingkaran kasih yang hangat di sekitar Dinda. Sebuah kelopak bunga segar selalu menghiasi meja dekat tempat tidurnya, memberikan nuansa optimisme dalam keadaan yang penuh tantangan.
Di ruang perawatan rumah sakit, keheningan yang biasanya melingkupi tempat tidur istrinya yang sedang koma, terputus secara tiba-tiba. Suaminya, Bagas yang selalu setia menemani, merasa tidak tenang saat Dinda tiba-tiba mengalami kejang kejang yang hebat.
"Suster! Suster! Tolong, istriku!" Bagas teriak dengan panik
Perawat dan dokter segera berdatangan, panik membuat ruangan yang biasanya tenang. Mereka dengan cepat menanggapi situasi darurat, mencoba mengendalikan kejang yang melanda tubuh Dinda.
"Pak ,mohon tenang. Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri Anda" ucap perawat menenangkan Bagas.
"Baik sus ,mohon bantuannya " ucap Bagas
"silakan bapak keluar dulu agar kami bisa periksa lebih lanjut" ucap perawat
Sementara perawat dan dokter bekerja keras untuk menstabilkan keadaan Dinda, Bagas yang menunggu di luar ruangan merasa getaran panik merayap di dalam dirinya. Pandangannya bergejolak saat melihat istrinya yang mengalami kesakitan dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
Tak lama berselang Dokter keluar dari ruangan itu dan mendekati Bagas.
"Kejangnya mulai mereda. Kami akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memahami penyebabnya" ucap Dokter
"Baik dok mohon bantuannya " Bagas memohon pertolongan.
Setelah kejang mereda, suasana rumah sakit kembali tenang. Dokter dan perawat menjelaskan bahwa kejang tiba-tiba bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan mereka akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan penyebab pastinya.
"Kamu harus kuat, sayang. Kita akan melewati ini bersama-sama" Bagas berbisik kepada Dinda yang masih tidak sadar.
Meskipun terombang-ambing oleh ketidakpastian, Bagas bertekad untuk tetap mendukung Dinda sepanjang perjalanan sulit ini. Kembali ke samping tempat tidur istrinya, ia memegang tangan Dinda, mencoba memberikan kekuatan melalui sentuhan dan doa. Baginya, cinta dan ketabahan adalah pendorong utama untuk menghadapi cobaan tak terduga ini.
KEESOKAN HARINYA
Bagas yang tidak tega melihat Dinda mengalami kejang kejang seperti kemarin memutuskan untuk menemui ahli spiritual itu kembali , Bagas merasa bahwa penyakit yang di derita Dinda bukanlah penyakit biasa yang bisa disembuhkan oleh Dokter.
Dalam perjalanan menuju tempat ahli spiritual itu Bagas melihat Brian ,pria yang dulu menjadi kekasih Dinda di saat Dinda lupa ingatan dan yang pernah berseteru dengannya . Bagas memutuskan untuk mendekati Brian untuk meminta masukan darinya.
"Maaf mengganggu, bukan keinginan untuk membuka luka lama, tapi aku butuh saranmu." ucap Bagas
"Tidak masalah, Gas. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Brian.
"Istriku, Dinda, sedang mengalami koma. Aku merasa bingung, tak tahu harus berbuat apa" jawab Bagas
"Maaf mendengarnya, Gas. Bagaimana aku bisa membantu?" tanya Brian
"Kamu pernah mengalami situasi serupa, kan? Aku tidak tahu harus bagaimana mendukungnya atau membantu kesembuhannya" ucap Bagas
"Ya, aku pernah. Yang terpenting adalah kalian harus tetap kuat bersama. Ajak dia berbicara, meski dia tidak sadar, berikan semangat setiap hari. Percikan cinta dan kehangatan bisa menjadi obat terbaik" ucap Brian
"Aku mencoba melakukan itu setiap hari, tapi ada saat-saat aku merasa putus asa" ucap Bagas
"Itu wajar, Gas. Kesabaran dan keyakinan adalah kunci. Selain itu, terlibatlah dalam perawatan medisnya, bicarakan dengan dokter, dan cari dukungan dari keluarga dan teman. Jangan ragu untuk bertanya dan mencari saran dari ahli kesehatan" ucap Brian
"Aku pikir kamu bisa memberikan perspektif yang berharga, Brian. Terima kasih" ucap Bagas
"Tentu saja, Gas. Aku harap yang terbaik untuk kalian berdua. Ingatlah, cinta dan ketabahan akan membantu kalian melalui masa sulit ini" Brian menepuk bahu Bagas.
"Terima kasih atas dukungannya, Brian" ucap Bagas.
"Sama sama Gas ,jika kamu perlu teman untuk berbicara kamu bisa menghubungiku ,aku akan senang membantu " ucap Brian
Mereka berdua berbagi momen kehidupan yang tak terduga ini, menemukan dukungan dan nasihat dalam persahabatan yang mungkin belum mereka kira sebelumnya. Brian memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana melalui masa-masa sulit, dan Bagas merasa sedikit lebih siap untuk menghadapi perjalanan yang masih panjang ini.
Setelah perbincangan mereka berdua Bagas melanjutkan perjalanan menuju ke tempat ahli spiritual itu dengan perasaan yang jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Di tengah tengah perjalanan Bagas menuju kesana hujan tiba tiba turun dengan sangat derasnya membuat penglihatan Bagas terganggu, hingga akhirnya Bagas memutuskan untuk berteduh lebih dahulu .
Pertama, dialog diawal dengan huruf besar lalu diakhiri dengan koma (,). contoh: "Wah, itu besar sekali," kata Andre sambil menunjuk pohon mangga itu.
Kedua, mungkin kalo ada jeda di dialog bisa pakai titik aja ya. contoh: "Umm.. gitu ya?" tanya Rizky bingung.
Yang ketiga, narasi kalau bisa jangan pakai tanda kurung, dijelasin aja sejelas pembaca bisa memahami, kecuali kalo emang penting banget.
mumpung masih sedikit cb direvisi dikit2...usahakan 3 bab awal lgs konflik, buat bab awal semenarik mungkin...semangat yaa...