Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 23
"Ada apa Bang" Kata Fely tertunduk setelah masuk kedalam ruangan yang begitu hening, terdapat banyak buku-buku yang rapih dan bersih...
"duduklah" Titah Rey pada Fely sambil menepuk sofa di sampingnya yang hanya cukup untuk 2 orang...
yaa Allah lindungi aku..
Fely melangkah perlahan tangannya tak henti memegangi tepi bajunya..
"Ada apa bang? Fely mau belajar besok ujian" kata Fely gugup
"Fell, saya tau saya salah.. saya hilaf atas kejadian kemarin..." ucap Rey tulus
"i.. iya Bang gapapa, sudah saya maafkan juga" kata Fely menjadi gugup dan mendadak formal
Rey berusaha membuat Fely mendongak ke arahnya.. di pegang bahu kiri Fely..
"Awwwwww" Fely mengeluh kesakitan
"Maaf.. apa masih sakit?" Tanya Rey spontan melepas tangannya
"Iya Bang masih sangat memar" kata Fely jujur dan masih tertunduk
Apa yang udah gue lakuin sama dia?! bodohnya !! bahkan sudah satu Minggu pun masih sakit dan memar...
"besok kontrol ya, saya temani" Ucap Rey membuat Fely tersentak kaget..
"eh. ga perlu bang, obatnya masih cukup" Kata Fely
"Gapapa kita harus cek seluruhnya, Selesai jam berapa ujian besok? biar saya jemput" kata Rey
" jam 11.30 Insya Allah sudah selesai Bang" Kata Fely tertunduk...
Tak lama dering ponsel Rey berbunyi..
"mama...."
"Mama teflon, saya angkat ya?" kata Rey lalu di anggukan oleh Fely
Rey!!!
Mamaa, kenapa mengejutkan gitu..
mama telfon lama sekali angkatnya, mana anak mama?
lah ini aku mah...
Maksud mama Fely! anak mama sekarang dua..
Fely di samping Rey mah, ini Rey loudspeaker ya.. mama bicara Aja...
oh iyaa...
Assalammualaikum mah - Felly
waalaikumsalam... Fell.. mama kangenn, kamu apa kabar?
Allhamdulillah mah Felly sehat.. Fely juga kangen,, Mama dan Papa bagaimana kabarnya?
Mama juga baik dan sehat.. Kamu besok ujian yaa Fel?
Iya mah Fely ujian besok sampai Empat hari kedepan nya ..
Yaudah semangat yaa, nanti liburan nyusul mama yaa sama Rey
Felly hanya diam, menatap Rey...
iya nanti nyusul mah - celetuk Rey
Fell.. apa Rey menyakitimu??
Lagi-lagi Rey dan Fely saling bertatapan..
Ah engga mah, Bang Rey baik ke Fely, mama tenang aja yaa..
Ah syukurlah.. kalo begitu kamu istirahat lah sayang, jangan bosan berusaha membuatkan cucu untuk Mama dan Papa yaa..
mama Apaan Sih, - timpal Rey
hahaha jangan panik gitu Rey, yasudah yaa.. baik-baik kalian disana.. Assalammualaikum..
Waalaikumsalam..
**
"Saya permisi ya bang ke Kamar" kata Fely sopan
"Tunggu..."
"Ada apa bang?"
"kenapa Card yang saya berikan belum kamu pakai? saya sudah berikan nomer PIN nya kan" ucap Rey
"hemm... iya Bang memang belum, Fely belum butuh Bang, uang gaji saya pun masih cukup apalagi saya ga harus mikirin bayar kost dan makan" Kata Fely jujur
Rey mendengar itu merasa hatinya terisir pisau tajam..
Shi* lagi-lagi aku salah menilai dia.. niat awal mau menjebaknya dengan card itu tapi nyatanya dia ga memakainya sepersen pun..
"Pakailah Fel, saya suami mu.. sudah menjadi kewajiban saya untuk menafkahi mu" ucap Rey
Apa dia bilang? suami mu? Apa dia sudah tidak waras setelah dia memukuliku sampai babak belur.. Apalagi rencana mu Bang..
"Maaf Bang, kalo boleh Saya bertanya dan menuntut jawaban dari Abang saat ini.. Saya mau tau Bang, rumah tangga macam apa yang sekarang Abang harapkan dari pernikahan kita?? pernikahan tanpa cinta, hanya karena keterpaksaan" Ucap Fely membuat Rey terbelatak mendengar ucapannya yang begitu tegas...
Dengan sekuat tenaga dan keberanian, Fely mengatakan hal itu.. biar bagaimanapun ia adalah seorang wanita yang harus mempertahankan harga dirinya...
Rey tidak menyangka jika Fely akan berkata hal seperti itu, entah dari mana keberaniannya menegur Rey soal pernikahan mereka..
Rey tentu harus bersiap diri, pikirannya kembali teringat oleh Fika...
****
Like
Vote
komen
cussss...