NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.Dua Tangkai Mawar Putih

''Karena cita-cita saya dari kecil ingin menjadi Dokter."

"Benarkah? apa yang membuat Dokter Ingin jadi seorang Dokter?"

"Paman saya juga orang penyandang sakit jiwa, dulu beliau baik-baik saja dan normal seperti lainnya tapi karena bisnisnya gulung tikar paman saya tidak kuat menghadapi peliknya keadaan jadi mentalnya terganggu."

Disana Dinda mulai terdiam, dia seperti tertampar sendiri mendengar ucapan Dokter Anton bahkan dirinya sekarang juga berada di rehabilitas Rumah Sakit jiwa. Dengan keadaan depresi yang berlebihan, bagaimana dengan Paman Dokter Anton yang harus menghadapi kehilangan semua hartanya karna bisnisnya yang bangkrut.

"Din, apa ada yang sedang kamu fikirkan?"

"Em-tidak, ternyata saya tidak sendiri banyak orang-orang di luar sana yang sedang menguatkan mental mereka masing-masing dalam menghadapi ujian hidup. Kalau begitu saya harus sembuh Dok, masih banyak yang harus aku selesaikan!" Ucap Dinda dengan semangat yang tinggi.

Disana Dokter Anton mulai tersenyum, dia merasa sudah sedikit membangkitkan semangat Dinda mudah-mudahan ini awal yang baik untuk Dinda bisa sembuh dari depresinya.

Disana Entah mengapa kala Dinda melihat senyum manis Dokter tampan di hadapannya jantungnya kini malah semakin memompa lebih keras. Dokter Anton mulai sadar kalau Dinda sedari tadi memandanginya tanpa berkedip, kini Dokter Anton malah salah tingkah sendiri memposisikan dirinya.

"Dok, anda sangat tampan!" Ucap Dinda tanpa sadar mengeluarkan kata-kata itu.

"Benarkah? Kamu juga sangat cantik Dinda! Kamu berhak bahagia!" Ucap Dokter Anton yang pujiannya kini membuat wajah Dinda semakin memerah.

"Ya sudah, kalau begitu saya permisi ya Dok, sudah tidak ada yang di bicarakan bukan?"

"Kenapa terburu-buru, wajahmu baik-baik saja bukan? Apa kamu sakit?" tanya Dokter Anton yang melihat sepertinya Dinda sedang tidak baik-baik saja.

"Ti-tidak Dok, saya baik-baik saja. Ya sudah kalau begitu saya permisi!" Dengan cepat Dinda langsung berdiri dan berjalan menuju ke pintu ruangan disana rasanya dia ingin segera berlari dari tempat itu dan ingin segera menjauh dari Dokter tampan yang tadi ada dihadapannya.

"Tunggu!" Belum sempat Dinda membuka pintu di depannya suara Dokter Anton sudah mengagetkannya, dia pun segera menoleh ke arah Dokter Anton berada.

"A-ada apa lagi Dok?" Ucap Dinda dengan rasa gugupnya.

"Ada sesuatu untukmu!" Dengan cepat Dokter Anton berjalan mendekati Dinda, dibalik punggungnya dia nampak menyembunyikan sesuatu. Disana Dinda mulai bertanya-tanya apa yang sedang di sembunyikan Dokter Anton darinya.

"Ini untukmu!" Dengan cepat Dokter Anton mengeluarkan tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya, disana nampak 2 tangkai bunga mawar putih yang sengaja ia sembunyikan dari Dinda.

"Mawar putih? Untuk saya?"

"Benar ini untukmu, apa kamu menyukainya?"

"Saya sangat menyukainya Dok, terimakasih!" Dengan cepat Dinda langsung mengambil 2 tangkai bunga mawar putih dari tangan Dokter tampan di hadapannya. Seketika hati Dinda berasa berbunga-bunga, sepertinya Dokter Anton dengan sengaja memberinya kejutan untuknya.

Disana nampak Dokter Anton sedang memandang wajah cantik milik Dinda, senyum Dinda mengingatkan dengan seseorang yang pernah ada di hatinya, Dokter Anton pun dengan segera menepis bayang itu dari ingatannya.

"Sekarang yang di hadapannya adalah Dinda, ya ..Dinda Prameswati dengan wajah teduhnya tersenyum bahagia kala dia mendapatkan setangkai bunga yang tak seberapa nilainya, dan dia bukan Tania" gumamnya dalam hati.

"Sekali lagi terimakasih banyak Dok!''

"Sama-sama Din, semoga hari-harimu akan selalu di beri warna serta kebahagiaan yang melimpah!"

Entah mengapa kedua netra mereka kini saling bertatapan, mereka saling memuji keindahan ciptaan Tuhan di hadapan mereka masing-masing.

Dinda disana merasakan getaran aneh yang kini merasuk di hatinya, rasa itu seperti saat dia bersama Andreas. Mengingat kembali nama Andreas Dinda langsung memalingkan wajahnya dia tidak mau menghianati cinta yang telah dia ukir bersama Andreas bahkan nama Andreas sudah bertahta di dalam hatinya.

Demikian juga dengan Dokter Anton, dia disana juga langsung memalingkan wajahnya kemudian dia menatap ketempat lain dia tidak mau hanyut dengan perasaan cinta yang akhir-akhir ini Mulai mengganggu fikirannya, dia tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya, kalau dia harus memilih dia ingin di cintai bukan mencintai seseorang yang nantinya akan membuatnya sakit hati untuk yang kedua kalinya.

**

Sementara itu Alex dan juga Tania akhirnya sudah sampai di sebuah pabrik tekstil miliknya, Alex pun segera memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan khusus untuknya.

"Lex, sekali lagi maafkan aku ya!" Ucapan itu terlontar lagi dari mulut Tania, semua itu malah membuat Alex merasa semakin bersalah pada Tania.

"Sudahlah, kamu tidak perlu meminta maaf terus menerus pada saya. Kita sama-sama salah! dan maafkan kalau saya akhirnya sudah bisa melihat semua yang ada di tubuhmu!"

Disana Tania benar-benar semakin malu dengan ucapan Alex entah untuk yang keberapa kalinya Alex sudah membuatnya mengingat kembali kejadian menjijikan itu, Tania pun segera bergegas turun dari mobil Alex tanpa mengucap satu katapun.

"Tania! Apa kamu marah padaku?" Disana Tania tak menjawab pertanyaan Alex, untuk melihat ke arah Alex saja dia tidak mampu wajahnya kini benar-benar sangat memerah.

Disana Tanpa sengaja Tania tiba-tiba bertabrakan dengan seseorang di pintu masuk lobi.

Bruuuk....Aauw...???

"M-maaf, maaf saya tidak melihat anda tadi ucap Tania pada seorang pemuda di hadapannya, disana pemuda itu malah tak menjawab ucapan Tania, dia malah semakin terhipnotis dengan kecantikan wajah Tania. Tapi tiba-tiba???

Ehem.....!!! Alex datang disana dengan wajah garangnya dia ingin menghentikan tatapan Adik kandungnya yang terus menatap kearah wajah Tania, dia sangat tidak suka kalau Arka menatap sebegitunya pada Tanianya.

"Kakak, kakak sudah datang!" Ucap Arka menyapa Alex kakak kandungnya, disana Tania mulai mengerti bahwa kedua laki-laki di depannya adalah kakak beradik.

"Tania masuklah! Kita sudah terlambat!" Ucap Alex yang sedikit cetus menyuruh Tania agar segera pergi dari hadapan Arka.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi!" ucap Tania yang segera pergi meninggalkan Alex dan juga Arka disana.

"Ada apa kamu kesini! mengapa kamu tidak beri tahu aku dulu kalau kamu mau datang!" ucap Alex yang sedikit kesal pada adiknya.

"Maaf Kak, aku memang sengaja tidak mengabari kakak ini kejutan!" Sambil tertawa Arka berucap, tapi disana Alex tidak begitu menyukai kedatangan adiknya, di depan matanya Arka sudah bermain mata dengan Tania.

"Kak, siapa perempuan tadi?" Ucap Arka dengan gaya play boynya.

"Dia asistenku, jangan macam-macam kamu ya!'' ancam Alex pada adiknya.

"Wah....!! Apa kakak menyukainya?"

"Jaga ucapanmu!" Dengan cepat Alex segera berjalan meninggalkan Adiknya.

"Kak tunggu!" Dengan berlari kecil Arka segera mengejar kakak kandungnya yang sudah mulai masuk keruangannya.

"Kak! Tadi kakak belum menjawabnya?"

"Arka! Hentikan kalau tidak kamu boleh pulang!" Gertak Alex yang mulai kesal dengan adiknya yang ingin tahu semua tentang hubungan kakaknya dengan semua perempuan.

Bersambung ..

1
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!