Penantian selama dua tahun gadis itu akhirnya terwujud. Dia berhasil menikah dengan sang pujaan hati.
Tapi pernikahan mereka harus diuji oleh sesuatu yang sangat krusial. Bukan orang ketiga, bukan juga soal financial.
" Laaah kok nggak bisa berdiri sih kak?" kata si gadis.
" Ya mana ku tahu kalau dia lemes gitu," jawab si pria kebingungan juga.
Malam pertama yang diharapkan terpaksa ditunda atau lebih tepatnya gagal karena sang pria tidak mampu membuat miliknya bertugas sebagaimana mestinya.
" Bagaimana cara membuat itu berdiri," pikir si gadis.
" Apa aku harus melepaskannya karena ketidakmampuanku?" batin si pria.
Bagaimana dua anak manusia ini mengarungi pernikahannya? Akankah mereka berhasil mengatasi ujian berat itu?
Atau menyerah dan memilih saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamiku Impoten 23
Pagi hari Anita terbangun sudah berada di rumahnya. Tentu ia terkejut, bukannya dia tadi malam ada di kamar hotel Akhza? Itulah yang ada dipikiran Anita. Tapi sebuah sugesti ada di kepalanya bahwa ia sudah berhasil melakukan semua yang ia rencanakan. Wanita itu menyeringai. Malam ini dia akan melakukan aksinya tanpa khawatir Akhza akan menggagalkan.
" Baiklah, bersiap untuk nanti malam. Oh iya aku harus memindahkannya foto-foto itu ke ponselku terlebih dulu."
Anita melakukan hal itu dengan cepat. Tampaknya ia tidak sadar jika foto yang dia dapat itu bukanlah foto Akhza. Keyakinan atas keberhasilan dari misinya membuat wanita itu abai dan tidak memeriksa lebih teliti. Apalagi malam ini dia harus melakukan pengiriman barang ke negara J dimana hal tersebut adalah perbuatan ilegal nan curang.
Anita mempersiapkan semuanya dnegan sangat matang. Apa yang ia lakukan ini ternyata bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah sering. Maka dari itu perusahaan terus merugi. Jika kegiatan Anita itu tidak segera dihentikan maka pastilah JD Coal akan pailit.
Rupanya keberhasilan Anita menjadi Presdir JD Coal kantor cabang juga dilakukan dengan cara curang. Ia menyogok sebagian dewan direksi agar memilihnya. Dan mereka juga mendapatkan aliran dana dari ekspor ilegal yang dilakukan wanita itu.
" Wohohoho, memang paling menyenangkan bukan seperti ini. Untuk sebagian dari dewan direksi diam. Terang saja mereka diam, lha wong mereka semua diam karena sudah dibungkam dnegan duit. Tapi bagus, jadi apa yang aku lakukan jelas tidak ada yang menghambat."
Anita sungguh percaya diri bahwa perbuatannya tidak akan pernah diketahui oleh pemilik JD Coal. Jauh dari kantor JD Coal pusat membuat wanita itu selalu berada di atas angin.
***
Di hotel Akhza dan Billy tertawa terbahak-bahak. Keduanya geli sendiri mengingat apa yang terjadi semalam. Tapi Billy sedikit bergidik saat mengingat apa yang dia lakukan.
" Hayolooh jangan omesh. Aku tahu kamu belum pernah menyentuh wanita kan Bil. Gimana mulus nggak tuh kulit," ledek Akhza kepada asisten nya itu.
" Sialan emang kakak bos ini, tapi iya sih. Asli mulus juga tuh cewek dan astaga, aku nyenggol gunungnya. Empuk kakak bos," ujar Billy sambil membuat ekspresi merinding. Dia memang selama ini belum pernah berhubungan dengan wanita tidak sempat untuknya mencari kekasih dengan pekerjaan yang begitu banyak. Padahal usianya sudah 25 tahun.
Akhza seketika tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Billy. Namun, ada sebuah hal yang Akhza simpulkan dari kejadian semalam. Melihat tubuh Anita yang topless tidak membuat hasratnya bangkit. Ia sama sekali tidak bereaksi dengan hal tersebut. Padahal sebagai pria ia mengakui tubuh Anita itu bagus dan juga sekssi.
" Si Joni benar-benar hanya bereaksi saat sedang bersama pemilik aslinya. Jika bukan dia mah bodo amat," gumam Akhza sangat lirih.
Akhza dan Billy kemudian pergi sarapan. Tidak lupa ia membawa tabletnya untuk memeriksa keadaan tambang milik JD Coal. Sebuah ide muncul dalam kepala Akhza.
" Bill, sepertinya setelah ini kita ke tambang untuk melihat-lihat kondisi di sana. Kamu cari motor ya, sewa. Kita jangan pakai mobil." Akhza langsung membuat perintah untuk Billy.
" Siap kakak bos, lagi pun kita kemarin belum sempat untuk sidak ke tambang bukan? Apa mau sekalian ke pabrik juga?" tanya Billy memberi ide."
Akhza mengangguk, sepertinya itu ide yang bagus. Mumpung di sini maka dia akan memeriksa semuanya. Sudah lama juga tidka mengetahui kondisi di lapangan. Sebuah harapan dari Akhza, semoga mereka tidak berbuat curang seperti apa yang dilakukan oleh Anita dan antek-antek nya.
Sarapan selesai dan Billy sudah mendapatkan motor yang diinginkan Akhza. Keduanya kini sudah mulai berjalan menuju pabrik dna juga tambang.
" Bos apa Anita bergerak sendiri. Wanita tidak berkompeten begitu kok bisa terpilih jadi Presdir sih?"
Billy rupanya penasaran mengapa pribadi yang buruk macam Anita itu bisa menjadi pemimpin perusahaan. Bukankah pemimpin kantor cabang juga dipilih oleh kantor pusat.
" Dewan direksi yang mengusulkan. Mereka juga memberikan track record Anita dalam bekerja. Dimana waktu itu memang Anita bekerja sangat baik. Dedikasinya begitu tinggi terhadap perusahaan. Tapi siapa sangka jika itu memang cara dia untuk menuju puncak lalu melakukan ini semua. Jelas dewan direksi itu adalah antek-antek Anita. Dan aku sudah mengantongi nama-nama itu. Semua akan terciduk saat Anita diamankan."
Akhza menjelaskan dengan runut sehingga Billy pun paham. Karena bagi Billy sangat tidka mungkin Akhza dan Abra salah dalam memilih orang. Ia sangat tahu bagaimana kedua bosnya itu sangat selektif dan Billy sangat bersyukur ada di posisinya saat ini.
Waktu melamar, Billy bisa dikatakan memiliki tingkat pendidikan paling rendah. Saat itu saingan Billy semuanya lulusan S2, hanya Bly satu-satunya yang lulusan S1. Tapi Billy yakin untuk melamar di perusahaan yang begitu diinginkan untuk orang bekerja di sana.
Dan benar saja, malah dia yang diterima oleh Akhza dan Abra. Satu hal yang membuat dirinya diterima oleh mereka adalah karena kejujuran dari dirinya.
" Aku akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan Kak Akhza dan Kak Abra," gumam Billy lirih.
Ckiiit
Motor Billy sudah sampai di area tambang. Mereka semua sedikit terkejut saat melihat Akhza. Namun terlihat gurat kelegaan di wajah mereka.
" Selamat datang tuan muda. Syukurlah Anda datang. Ad ahal yang harus kami sampaikan."
Akhza dan Billy saling pandang, mereka merasa ada sesuatu yang tidak bere. Dna mungkin saja ini ada hubungannya dengan Anita.
" Ada apa pak?" tanya Akhza kepada salha seorang yang jadi pimpinan tambang.
" Ini solah Bu Presiden Anita tuan mida. Dua kali dia meminta barang langsung dari tambang. Katanya untuk dikirim ke sebuah negara. Tapi yang kami tahu perusahaan kita tidak mengirim ke negara itu. Saya jadi bertanya, apakah sekiranya perusahaan memang mengekspor ke san la sekarang? Malam ini katanya juga mau mengambil barang."
Akhza terdiam sejenak. Anita benar-benar berbuat sesukanya. Dan ini adalah bukti yang nyata.
" Tidak pak, ini benar-benar kecurangan yang dilakukan wanita itu. Untuk nanti malam ikuti saja. Saya sudah punya rencana untuk wanita itu."
TBC
terimakasih untuk tulisan indah mu thor