NovelToon NovelToon
HOME

HOME

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

"Pulanglah, Nak!" Caroline menghubungi Sarah dan memintanya pulang. Sudah bertahun-tahun Sarah meninggalakan rumah seorang rumah seorang pembunuh berantai, kini ia kembali. Kembali menghadapi cinta yang dia miliki untuk ayahnya dan tubuh yang di kubur di sana.

Ada rahasia yang belum terungkap di dasar Mile Stone yang terkenal kejam. Sarah harus menghadapi, dan mencari tahu apa yang sebenaranya tersembunyi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Sarah berdiri di dapur di bawah sinar matahari pagi yang cerah, menyandarkan seluruh beban tubuhnya di tepi wastafel, sembari menikmati secangkir kopi instan yang terlalu panas. Ia memandang keluar dan melihat James yang bertelanjang dada membuka pintu gudang taman, kemudian menarik papan-papan lukisnya.

Sarah pernah melihatnya sebelumnya, James menyandarkan papan itu pada dinding luar gudang, menjajarkannya di bawah sinar matahari pagi. Ada satu dorongan dalam dirinya yang mmembuatnya membawa kopinya ke halaman dan berjalan tanpa alas kaki melewati rerumputan yang berembun.

"Pagi, Saa. Kau bangun pagi?" tanya James tanpa memandangnya.

"Pagi," jawab Sarah. “Ini lukisanmu?”

“Tidak.” James menyandarkan papan pada sisi gudang, “Ini bukan milikku, tapi milik kita.”

Semakin dekat dengan James, Sarah bisa mencium baunya. Bau keringat dan tembakau murahan yang bercampur menjadi satu “Milik kita?”

James berdiri di samping Sarah, menatap papan yang dicat bersamanya, dan memasukkan tangannya ke dalam saku, menarik celana jinsnya yang sudah melorot sedikit ke bawah hingga ke pinggul. “Sudah kubilang, aku kolaboratif. Ini adalah Mile Stone milik kita.”

"Milik kita?" tanya Sarah sembari melongok ke arah gudang tempat James tinggal, ia mengambil satu langkah lebih dekat ke sana. Sarahmenelusuri tempat tinggal James dengan matanya, mencoba menemukan apa yang baru saja diliriknya.

Di antara tumpukan barang-barang James, ada kertas-kertas putih yang terselip, Sarah semakin menyipitkan matanya dan melangkah lebih jauh. "Sebaiknya kita ngobrol di luar saja, Saa." James mencengkram tangan Sarah dan mencoba melarangnya untuk mendekati meja itu.

Sarah menghempaskan tangan James, ia begitu mengenali kertas-kertas itu. “Aku tidak penah memberimu izin untuk masuk ke kamarku, dari mana kau mendapatkan itu?” Sarah bertanya sambil menunjuk ke meja.

“Kamu tidak seharusnya berada di sini, Saa.” James terlihat gugup, seketika ia berdiri di antar meja dan Sarah.

"Kau yang mengambilnya? Kau mengambil surat-surat ayahku dan jurnal milik ayahku?”

Mulut James berkedut. “Surat? Jurnal?”

“Kau tidak bisa menyangkalnya, Itu tulisan tangan ayahku.”

"Aku menemukan jurnal di teras depan, saat ibumu memintaku merapihkan teras, kata ibumu aku boleh mengambil apa pun yang aku mau," James mencoba membela diri.

"Oh, kalau begitu bagaimana dengan surat-surat ayahku? Mengapa kamu bisa mengambilnya? Padahal itu ada di kamarku? Atau jangan-jangan kau yang kemarin menaruh pisau di tempat tidurku?"

"Caroline bilang aku bisa mendapatkan apa pun yang kuinginkan untuk pekerjaanku," elak James.

"Hanya karena ibuku mengatakan hal itu, bukan berarti kau bebas menyelinap ke kamarku tanpa izin dan mengacak-acak lemariku. Surat itu milikku, aku anaknya dan akunyang berhak memilikinya. Termasuk rumah ini pun milikku, ini adalah warisanku." pancaran kemarah terpancar jelas di mata dan wajah Sarah.

"Bagaimana mungkin kau merasa berhak memiliki rumah ini? Ayahku yang membangun rumah ini. Kau tidak berhak atas semua itu, kau hanya… Kau hanya seorang pengunjung.”

James mengangkat tangannya mencoba menenangkan Sarah. " Aku bisa menjelaskan semua ini padamu, Saa," ucapnya dengan tenang. "Aku bisa merasa memilikihya sebab ibumu sendiri yang mewarisinya padaku."

"Tidak," bentak Sarah. “Tidak mungkin dan tidak akan pernah."

“Tapi itulah kenyataannya, Saa. Kau yang akan pergi dari rummah ini."

"Tapi ini adalah rumah ayahku!"

“Ayahmu tidak mewariskannya untukmu, tidak ada surat wasiat atau ucapannya secara langsung. Yang ada hanya ubumu yang mengatakan padaku, jika rumah ini akannmenjadi milikku setelah dia meninggal," ucapnya sembari tersenyum lebar. "Kau tidak berniat mengecewakan leinginan terakhirnya kan?" senyumnya semakin lebar. "Kau tidak perlu khawatir, Saa. Aku punya kenalan orang Jakarta, dia akan membatumu mencari kerja di sana. Bukankah selama dua belas tahun kau tinggal di sana? Jadi kau pasti betah di sana dan tak perlu kembali lagi ke sini."

'Daddy memang tak menulis surat wasiat apa pun, tapi rumah ini adalah milikku. Tapi jika mommy sudah memberikannya kepada orang lain? Aku bisa apa?"

Sarah terhuyung, berjalan ke rumah dan masuk ke kamarnya. Ia menyembunyikan kepalanya di bawah bantal sembari terisak, menangisi dia akan kehilangan rumah yang di bangun ayahnya.

1
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku gk ngerti maksud james ini apa?
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
apa maksud Caroline, gk boleh anak nya memanggil mommy
Dwisya Aurizra
alhamdulillah akhirnya ibu Brandon berdamai dengan keadaan dan mau menerima sarah dan bayinya, eh... namanya Rey... tapi bukan Reysa kan, soalnya itu nama gadisku... tapi kalo iya juga aku seneng kok
Irma: Rey aja mba, cwo anaknya.
total 1 replies
Dwisya Aurizra
itu kodok apa katak, ah...lupa ... 🤦‍♀️🤦‍♀️
Dwisya Aurizra
ooh jadi itu alasannya, tetap... ingin yg pertama😁
Dwisya Aurizra
akhirnya sarah dan Brandon berjodoh 😍😍
Dwisya Aurizra
jadi terlihat lebih hidup 😍
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wahhhh baru ini baca cerita Ka Irma dari awal sampai akhir dibikin tegang...
semua dibikin teka teki smpai mnuju bab2 akhir...

Ga ada clue alasan atau apa yg melatarbelakangi Samuel melakukan pesugihan/kejahatan...membuat reader mencoba menebak nebak apa yg terjadi 🤭🤭

Overrall ceritanya seru dan menarik..
pesan dari cerita ini.., hiduplah dengan rasa syukur yg telah Tuhan berikan..jangan pernah brrsekutu pada jin utk menghalalkan segala keinginan kita.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Alhamdulillah..akhirnya luluh juga ibunda Brandon.. dan mau menerima sarah dan cucunya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waahhh akhirnya Sarah dan Brandon menikah..
akhir yg bahagia utk mereka
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ahhh....Akhirnya ibunya pergi jugaa....😥😥😥
tp paling tidak Sarah bs melihat wajah ibunya yg sperti dulu
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Mngkinkah di dalam perjanjian Samuel dengan mahluk itu..tidak boleh menyakiti Sarah? jd ketika mahluk tsb menyakiti Sarah..miles stone bergetar ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
isshhh bayanginnya ini gmna yaa...😱😱😱😱🙉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Lalu James? apa James tau mngenai mahluk ini ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
mengerikannn..jd selama ini mahluk itu masih ada...karena ayahnya dipenjara, akhirnya ibunya Sarah yg berkorban.
Apakah ini alasan ibunya Sarah..agar sarah pergi dan jangan pulang ke rumah? agar tidak diambil darahnya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagaaa..jadi Caroline sdh tiada dan selama ini mahluk itu yg masuk kedalam yubuh ibunya...😱
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksudnya ini Caroline diapain ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
ya ampuunnn mahluk apalagi ini...?
apa dia mahluk yg menyebabkan ayahnya Sarah melakukan pesugihan..
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksud hati ingin menolong ayahnya malah ternyata ayahnya ditangkap utk melindungi Sarah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ohhh jadi Ayahnya Sarah mengakui kesalahan krn tidak mau Sarah ditangkap
berarti selama ini Sarah juga tauu klu ayahnya melakukan pesugihan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!