Keputusan Nadia menikah' Verrel mendapat pertentangan dari ibu dan adiknya karna pria yang dia nikahi bukanlah orang kantoran apalagi pengusaha atau anak seorang millionaire tapi hanya seorang satpam yang tidak jelas asal usulnya, semuanya mereka jalani dengan baik walau banyak kerikil-kerikil yang justru ftamg dari ibu kandung Nadia yang tetap tidak menerima Verrel sebagai menantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maia Ashley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIRNYA BERTEMU JUGA
HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁
Ratna membuka matanya setelah tertidur lumayan lama pasca operasi, Ratna melihat sekelilingnya dan hanya menemukan dirinya sendiri, Ratna melihat ke depan dan melihat anak dan suaminya sedang melihat dari jendela yang terbuat dari kaca, Hendri dan Billy yang sedang berada di luar kamar melihat wanita yang mereka cintai akhirnya membuka matanya.
"Pa, Mama udah sadar" Billy menunjuk ke arah tempat tidur dimana Mamanya berada.
"Billy kamu masuklah dulu, Papa akan memanggil Dokter" Ujar Hendri meminta Billy untuk masuk lebih dulu ke dalam kamar tempat istrinya terbaring.
"Baik Pa" Billy mengikuti perintah Papa nya lalu melangkah masuk ke dalam kamar, sementara Hendri berjalan menuju ruangan Dokter.
Billy yang sudah berada di dalam kamar tempat Mamanya di rawat berjalan mendekat ke arah ranjang dan kehadiran Billy membuat Ratna tersenyum melihat anak bungsunya berada di dekat nya.
"Mama apa yang di rasa?" Tanya Billy sambil memegang tangan Mamanya dan duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur tersebut.
Ratna menggelengkan kepalanya dengan senyum di bibirnya.
"Mama baik sayang, bahkan sakit di dada Mama tidak lagi Mama rasakan" Ujar Ratna
"Berarti Jantung almh istri Om Bima cocok dengan Mama" Billy berkata dalam hati.
"Apa nafas Mama masih ga enak?" Tanya Billy yang ingin tau apa Mamanya masih merasakan sakit jika menarik nafas.
"Ga sayang, Mama merasa seperti di lahirkan kembali" Ujar Ratna, ini pasti karna jantung Siska sudah ada di dalam diri Mama" Ujar Ratna menyebut nama sahabat nya yang sudah tiada.
"Sayang, pasti Papa kamu sudah ceritakan kalau Mama dan teman Mama ingin kamu menikah dengan anak perempuan nya, Mama sangat berharap kamu bisa memenuhi keinginan Mama ini" Ratna mengingat kan Billy tentang perjodohannya dengan Amanda, Billy hanya diam mendengar perkataan Mamanya, karna satu-satunya manusia yang ga bisa dia bantah adalah Mamanya, kalau dengan Papa nya Billy masih mau dan berani berdebat, tapi kalau dengan Mamanya, Billy lebih memilih diam dan mengikuti apapun yang menjadi keinginan Mamanya, pembicaraan keduanya terhenti saat pintu kamar di buka dari luar, terlihat Hendri datang bersama Dokter yang menangani Ratna dan juga ada suster yang ikut bersama mereka.
"Permisi Mas, saya mau periksa pasiennya sebentar" Ujar Dokter tersebut meminta kepada Billy untuk memberikannya ruang agar bisa memeriksa kondisi pasiennya, Dokter yang masih muda itu memeriksa dengan teliti keadaan Ratna dan meminta suster untuk mencatat apa yang tadi dia lakukan, untuk observasi lebih lanjut, karna operasi transplantasi jantung bukanlah operasi biasa, harus terus di pantau keadaan si penerima donor jantung, sampe semua benar-benar di anggap aman, dimana syaraf-syaraf dan pembuluh darah di area jantung bisa menerima dan bersinergi dengan jantung yang baru.
"Bagaimana Dok keadaan istri saya?" Hendri langsung bertanya setelah melihat Dokter muda itu selesai memeriksa istrinya.
"Untuk saat ini keadaan pasien oke tidak ada tanda-tanda penolakan dari tubuh beliau dengan jantung barunya, tapi masih harus tetap di pantau karna kita harus melihat selama satu minggu penuh, karna penolakan bisa terjadi setelah beberapa hari kemudian, jadi saya belum bisa memastikan seratus persen keadaan pasien, jadi pasien masih harus di rawat di rumah sakit sampai satu dua minggu ke depan" Ujar Dokter tersebut mengatakan apa yang seharusnya dia katakan.
"Lakukan saja yang terbaik Dok, jika memang hal itu yang di perlukan saya akan mengikuti nya" Hendri menyetujui semua yang di katakan Dokter muda itu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi keluar dulu, karna harus memeriksa pasien yang lain" Dokter itu meminta ijin keluar dari kamar tersebut.
"Baik Dok, terima kasih" Hendri menjabat tangan Dokter Randi, ya nama Dokter muda itu adalah Dokter Randi.
"Sama-sama Tuan" Dokter Randi melangkah keluar dari kamar tersebut meninggalkan keluarga kecil itu.
BERSAMBUNG
selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,
memang penulisannya rada bikin pusing
tapi g nyerah deh buat nungguin kelanjutannya...
kaaaaaaa, ini g ada niatan ngelanjutin eps nya kah?🥺
giliran jujur glorya kaga percaya🤣🤣