NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23#Asma dilema, Perjuangan Rey

Jejak rindu menatap asa dalam kesendirian. Luka yang lalu terus berlaku tak peduli kesetiaan. Cinta yang terabaikan merengkuh keegoisan. Inikah rasa yang menyatu merutuki jiwa nan binasa? Letih tak bertuan tanpa kata.

Penerimaan yang dilakukannya terasa semu. Aneh karena hati menolak seakan tak ingin melakukan itu tetapi tatapan mata Al membuat ia tak tega. Bagaimana caranya mengutarakan kegelisahan dan ketakutan yang membelenggu jiwa dan raga? Sulit sekali mengucapkan rasa yang kini membelenggu asa.

Tidak peduli seberapa banyak kata pembenaran dari Al. Ia merasa kehidupannya tak sama seperti yang sekarang. Jujur saja setelah mendengar suara lain dengan bayangan samar yang menyapa di dalam kesadaran. Ia tak bisa menganggap Al sebagai suaminya lagi. Perasaan itu muncul begitu saja.

Kilau cincin yang melingkar di jari terlihat indah tetapi sama sekali tidak berarti. Meski penerimaan sudah terjadi, "Mr. Madness, pulang yuk. Aku beneran sudah cape." Tatapan mata menunduk dengan wajahnya nan lesu tak bersemangat.

"Bagaimana jika kita makan makanan favoritmu dulu? Pasti lapar kan?" tawar Al seraya membenarkan selimut kecil yang menutupi kaki Asma. Lalu beralih ke belakang bersiap mendorong kursi roda sang gadis pujaan hati.

Langkah kaki berjalan menyusuri setapak seraya melihat keadaan sekitar untuk mencari penjual makanan yang sempat dilihat ketika masuk ke taman beberapa jam yang lalu. Taman yang menjadi pilihan Asma memang memiliki tempat khusus untuk para pedagang. Tentu saja dengan aturan yang ketat agar saling memberikan dukungan dari pemerintah dan juga masyarakat.

Asma menunjuk ke gubuk sederhana di ujung depan sebuah pohon beringin nan rindang, "Mie ayam, tapi bisa tidak makan di taman saja? Kelihatan rame banget itu," pintanya membuat Al tersenyum simpul meski tak dilihat olehnya.

Semua akan dia berikan ketika itu mampu bahkan jika Asma meminta bulan pun pasti akan ia usahakan. Bukannya ingin menyombongkan diri tetapi baginya semua sangatlah penting untuk memberikan yang terbaik bagi sang kekasih hati. Seperti keinginan kali ini, ia sengaja memilih untuk tetap menjaga gadisnya tetapi meminta anak buah memesankan makanan.

Satu hal yang bisa dipastikan bahwa ia tidak lagi ingin membiarkan asma hanya sendirian. Apalagi meninggalkannya bersama beberapa pengawal yang jelas pasti bisa kehilangan gadisnya lagi. Cukup sekali saja ia merasakan khawatir yang luar biasa hanya karena kekasih hatinya yang justru menikmati waktu seorang diri.

"Katakan padaku, Shine. Apa yang kamu harapkan untuk hubungan kita kedepannya nanti?" Al bertanya setelah keduanya menemukan tempat duduk yang di rasa nyaman.

Sementara yang ditanya sibuk menatap kesana kemari memperhatikan sekeliling mencari sesuatu yang ia pikir tak bisa ditemukan. Perasaan macam apa? Ketika ia berada di dekat suami sendiri tetapi kenapa hatinya terasa begitu jauh. Seakan merindukan orang lain yang tidak tahu siapa dan dimana.

"Shine, are you okay?" Tatapan mata tertuju pada sang kekasih hati. Ia khawatir karena Asma terlalu banyak diam dan itu membuatnya semakin tidak mengerti, apa yang terjadi pada gadisnya?

Asma menggelengkan kepala sekedar sebagai jawaban yang tidak memuaskan. Seulas senyum menghias wajah manis terkesan menutupi sesuatu yang membuat hatinya bergetar. Jujur ia takut melihat perubahan sikap Asma. Apalagi sejak kepulangan mereka di Indonesia perubahan itu bisa dirasakan bahkan begitu drastis.

Apa yang telah terjadi dan kenapa pertanyaan itu tak bisa ditanyakan. Sementara di sisi lain, Rey semakin menambah kecepatan laju mobilnya. Pria itu tak sabar ingin menjemput sang kekasih yang selalu membayangi wajahnya. Rasa tak sabarnya membuat dia lupa kecepatan terlalu tinggi hingga tiba-tiba ...

Dari arah berlawanan melintas sebuah kendaraan yang lain yang membuatnya langsung menginjak rem secara mendadak. Mobil yang dikendarai berputar ke arah yang tak menentu hingga akhirnya membentur pohon. Suara berdengung keras membuat para pengguna jalan menghentikan aktivitas mereka.

Sementara satu kendaraan lain yang tak sengaja muncul masih aman karena laju kendaraannya memang tak secepat itu hingga berhenti tanpa mengalami benturan apapun. Beberapa orang yang melintasi jalan juga menghentikan kendaraan mereka bahkan orang lain yang berjalan di trotoar ikut berlari.

Mereka memeriksa apa yang terjadi hingga beberapa orang juga langsung membantu Rey yang berada di dalam mobil. Kecelakaan itu memang tidak fatal tetapi luka di dahi yang mengalirkan cairan merah kental membuat kepala si pengendara terasa berputar-putar dengan pandangan kabur.

Suara orang-orang yang berusaha memintanya untuk keluar membuatnya kembali sadar. Ternyata ia baru saja mengalami kecelakaan. "Astaghfirullah, apa yang terjadi padaku? Lebih baik aku memanggil taksi agar bisa sampai ke taman tapi jarak dari sini sampai ke tempat itu tidak seberapa jauh."

"Aku berlari saja," putusnya tanpa ingin memikirkan apapun lagi. Semakin lama berpikir maka kesempatan bisa saja hilang.

Ketika hati merasa semakin dekat dengan impiannya. Lalu takdir menghempaskan begitu saja, ia tak ingin menyerah. Apalagi berusaha tunduk dengan keadaan, baginya memiliki bukan untuk sekedar mendapatkan. Tak seorangpun akan memahami hubungan hati yang mengikat satu sama lain bahkan jika raga tak lagi bernafas jiwa akan selalu berharap mendapatkan pertemuan kembali.

Dibukanya pintu mobil, kemudian turun, membuat orang-orang di sekitar mobilnya menatap aneh tetapi jelas ada rasa khawatir dan juga kebingungan. Beberapa pertanyaan yang terdengar jelas tetapi diabaikan. Bukan bermaksud tidak sopan, hanya saja saat ini tak memiliki waktu untuk meladeni siapapun.

Tidak ada basa-basi, pria itu memisahkan diri dari gerombolan orang tetapi ia tak memberikan jawaban apapun. Langkah kakinya berlari menyusuri jalan utama membuat orang-orang berteriak memintanya berhenti tapi ia tak peduli. Satu tujuannya hanya ingin segera sampai ke taman.

Tindakannya bukan keegoisan maupun bentuk dari keras kepala. Ia hanya tak ingin takdir membuatnya harus kehilangan kesempatan untuk menemukan sang istri yang telah lama menghilang. Tidak peduli dengan rasa pusing yang semakin menderanya.

Tindakan Rey menjadi pusat perhatian banyak orang bahkan tak luput dari tatapan mata seseorang yang melihatnya tanpa disengaja. Dahi berkerut memikirkan apa yang terjadi hingga seseorang pengusaha berlari seperti orang yang kehilangan akal.

Bagaimana tidak aneh? Setelah mengalami kecelakaan, pria itu bukannya mengobati luka terlebih dahulu. Eh malah langsung berlari begitu saja meninggalkan orang-orang. Meski hanya sekedar kenal wajah tanpa tahu kepribadian.

"Bro, ngapain kamu lihatin mereka?" tanya seorang teman yang duduk di sebelahnya.

Menggelengkan kepala membiarkan lamunannya enyah, "Nggak papa, kok. Aku cuma ngerasa familiar aja tapi mungkin bukan orang yang kukenal. Lagian dia itu terlihat seperti orang kaya. Jadi mana mungkin bergaul sama aku yang memang orang biasa."

"Yaelah, ya kali orang kaya kelakuan gitu. Kecuali memang lagi patah hati aja atau jangan-jangan pergi ditinggalin pacar atau malah digugat cerai istri. Ngilu sih kalau jadi dia, pasti kacau kehidupannya." timpal sang teman yang selalu ceplas ceplos, membuatnya berpikir lebih serius.

Pernyataan itu cukup menggelitik tetapi ia juga berharap demikian. Satu saja kesempatan yang akan membuatnya masuk kembali kedalam kehidupan sang mantan. Akan tetapi rasanya sangat mustahil karena setahu dia dan seingatnya tak akan ada alasan yang kuat untuk menjadikan hubungan langsung kandas.

Prinsip dari seseorang cukup bisa dipastikan akan selalu hanya ada kesetiaan. "Mungkin saja, tapi aku mengenal seorang gadis yang membuatnya akan jatuh tersimpuh tanpa bisa bangkit lagi. Kesederhanaan yang bisa membuat siapapun terbius tetapi untuk memilikinya sangatlah sulit hingga satu kesalahan saja membuat kita bisa kehilangan segalanya.

"Kamu tahu, dia yang ku inginkan tetapi memilih orang lain setelah aku menikah. Emang benar sih bukan salahnya tapi rasanya aku begitu menyesal kenapa justru bukan dia yang kupilih." sambungnya membuat sang teman menoleh menatap bingung ke arahnya, "Sudah lupain saja, lebih baik kita kembali ke rumahku saja."

Obrolan itu berakhir tanpa persetujuan, sedangkan Rey masih berlari menikmati semilir angin bersambut detakan jantung tak berirama. Kesabaran semakin menipis meminta ia bersabar sedikit lagi. Taman yang terlihat di ujung sana semakin membuat hati tak menentu. Tatapan mata haus akan pertemuan.

Ya Allah berikanlah hamba kesempatan untuk melihatnya lagi. Hamba ingin memberikan cinta yang pantas istriku dapatkan. Pertemukanlah kami ke dalam kepastian yang merupakan perjodohan. Tak ada lagi yang ku minta dari Mu. Rasa ini semakin menyayat hati membuatku tak mampu lagi bertahan dalam kesendirian.~ ucap hati menahan pilu di dalam jiwa meraih asa yang tersisa.

Rindunya tak mampu lagi ditahan. Rasa sesak di dada memeluk separuh harapan yang membelenggu. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi kedua pipinya. "Butterfly, aku datang."

.

.

.

Hi readers, author minta maaf dlu ya.

Sampai tanggal 15 belas bakalan update sehari sekali dulu, nanti mulai tanggal 16 update double lagi. Masih mode deadline novel dua juga, jangan lupa kepoin ya. 🤗

.

.

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!