Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.
Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KRS² #23
#Mulai dari part ini, Xia Lian An akan di panggil dengan sebutan permaisuri Jing.
...----------------...
Ratu dan kaisar begitu bahagia melihat keadaan Permaisuri Jing sudah membaik dari sebelumnya. Wajah permaisuri Jing pun nampak lebih segar di bandingkan kemarin.
Tabib istana akan memeriksa kembali permaisuri Jing, dan itu membuat ratu, kaisar, Min'er dan Xiao'er datang ke istana putra mahkota Zhang.
Seperti sebelumnya, tabib meletakkan kain tipis pada pergelangan tangan permaisuri Jing lalu memeriksa denyut nadinya.
Tabib bergitu terkejut saa merasakan sesuatu, namun detik berikutnya dia kembali terlihat berkonsensi memeriksa denyut nadi permaisuri Jing.
"Bagaimana tabib?" Tanya ratu, saat melihat tabib istana selesai memeriksa permaisuri Jing.
"Selamat yang mulia, ini adalah sebuah berkah bagi negara Ming kita." Ucap tabib dengan semangat seraya membungkukan badannya.
"Katakan apa yang terjadi?"
"Yang mulia, yang mulia kaisar dan ratu akan memiliki dua cucu. Yang mulia permaisuri tengah hamil bayi kembar di dalam perutnya."
"Dua bayi?" Tanya putra mahkota Zhang.
"Bayi kembar?" Tanya ratu.
"Benar yang mulia, awalnya hamba tidak yakin karena getaran nadi yang mulia permaisuri tidak begitu terasa, namum setelah hamba sedikit menekan dan merasakannya lagi, hamba yakin jika ada dua bayi di dalam perut yang mulia permaisuri Jing."
Wajah bahagia terpancar dari semua orang yang ada di dalam kamar putra mahkota Zhang dan permaisuri Jing. Mereka tidak menyangka jika mereka akan memiliki dua bayi secara langsung di dalam istana.
Ratu mendekati permaisuri Jing dan duduk di sisi tempat tidur.
"Terima kasih, terima kasih permaisuri. Terima kasih menantu permaisuriku." Ratu memeluk tubuh permaisuri Jing sambil terus mengatakan terima kasih.
"Ini adalah sebuah berkah bagi negara Ming kita, kita harus merakayan." Ucap kaisar.
"Benar ayah kaisar." Ucap putra mahkota Zhang.
"Tabib, apakah yang mulia permaisuri perlu meminum obat?" Tanya Yun Xiao.
"Saya hanya akan memberikan resep tonik kepada yang mulia permaisuri, agar kedua bayi selalu sehat di dalam perut permaisuri."
"Baik, terima kasih tabib."
Tabib membungkukan badannya setelah memberikan resep tonik pada Min'er, dia pun kemudian pergi meninggalkan kamar yang penuh kebahagiaan itu.
"Baiklah, kau harus banyak beristirahat." Ucap putra mahkota Zhang pada permaisuri Jing.
"Baik."
Ratu menggenggam tangan permaisuri Jing, dia benar-benar sangat bahagia karena permaisuri Jing telah memberikan semua berkah, dan keberuntungan bagi mereka semua.
"Jika kau ingin sesuatu, kau bisa mengatakannya." Ucap ratu.
"Baik ibu ratu, terima kasih."
Ratu mengangguk "Anak baik."
Kaisar melihat kedekatan ratunya dengan permaisuri Jing. Dia merasa permaisuri Jing memanglah wanita yang berbeda, dia bisa membuat putranya begitu melindungi dan menyayanginya, dia juga bisa membuat ratu dan rakyat negara Ming menerimanya dengan begitu baik.
"Mulai sekarang, kau harus menjaganya dengan lebih baik. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada permaisuri dan calon cucu-cucuku." Ucap kaisar pada putra mahkota Zhang.
"Baik ayah kaisar, saya akan melakukan yang terbaik untuk permaisuri."
Kaisar mengangguk, dia lalu menatap Min'er dan Yun Xiao yang juga ada di dalam kamar itu.
"Kalian juga harus menjaga permaisuri, seringlah kemari untuk menemaninya."
"Baik, yang mulia kaisar." Ucap Min'er dan Yun Xiao bersamaan.
Putra mahkota Zhang bahagia, ayah dan ibunya sangat peduli kepada permaisuri Jing.
"Yang mulia, kami akan pergi untuk membeli bahan-bahan membuat tonik terlebih dulu." Ucap Min'er.
"Baik, terima kasih." Ucap putra mahkota Zhang.
Setelah memberi hormat, Min'er dan Yun Xiao keluar dari kamar putra mahkota Zhang dan permaisuri Jing.
"Baiklah, ayah dan ibu juga harus pergi. Kami tidak ingin mengganggu istirahatmu." Ucap ratu.
"Baik, terima kasih ibu ratu, ayah kaisar." Ucap permaisuri Jing.
Ratu mengangguk, dia lalu berdiri dan berjalan menghampiri kaisar.
"Jaga permaisuri dengan baik." Ucap ratu pada putra mahkota Zhang.
"Baik ibu ratu."
Ratu dan kaisar pun keluar dari kamar itu dan akan kembali ke istana mereka, di ikuti beberapa pelayan dan pengawal di belakang mereka.
Setelah semua orang pergi, putra mahkota Zhang duduk di samping permaisuri Jing.
"Aku tidak menyangka jika kita akan langsung mempunyai dua anak sekaligus, sayang." Ucap putra mahkota Zhang.
"Aku juga merasa demikian, ini adalah pertama kali bagiku hamil dan dua bayi ada disini. Aku sungguh masih tidak mempercayainya." Permaisuri Jing menyentuh perutnya yang masih rata.
Putra mahkota Zhang mengecup kening permaisuri Jing.
"Aku akan menjagamu dengan lebih baik, bahkan dengan nyawaku sendiri."
"Iya, terima kasih."
Putra mahkota Zhang memeluk tubuh permaisuri Jing "Kau tidak perlu berterima kasih, ini memang harus aku lakukan untuk mu."
"Iya." Ucap permaisuri Jing seraya membalas pelukan putra mahkota Zhang.
"Apakah kau menginginkan sesuatu?"
Permaisuri Jing menggelengkan kepalanya "Tidak ada, aku hanya sedikit lelah."
"Baiklah, kau beristirahat saja. Setelah tonik yang di beli oleh Min'er selesai di rebus, aku akan membangunkamu.
"Iya."
Putra mahkota Zhang membantu permaisuri Jing membaringkan tubuhnya dengan pelan dan hati-hati.
"Tidurlah, aku akan berada disini menemanimu."
"Baik, terima kasih."
Putra mahkota Zhang menggenggam tangan permaisuri Jing, dan melihat perlahan-lahan permaisuri Jing memejamkan kedua matanya, dan tak berapa lama dia sudah tertidur dengan nyenyak.
"Tidurlah sayang, dan terima kasih untuk kebahagiaan ini. Aku akan menjagamu dan tidak akan membuatmu merasa tidak nyaman lagi."
...----------------...
Sore hari setelah permaisuri Jing di periksa, kabar mengenai dua bayi yang ada di dalam perut permaisuri Jing menyebar, dan membuat masyarakat di luar sana turut bernahagia.
Bagi mereka, kelahiran dua bayi kembar ini adalah hal yang sangat langka, dan juga penuh dengan keberuntungan.
"Yang mulia permaisuri Jing memang hebat, dia membawa keberkahan bagi negara ini."
"Benar, selain itu dia juga sangat pintar."
"Kau benar, aku mendengar saat di negara Qin, yang mulia permaisuri memiliki beberapa toko dan penginapan. Dia sungguh wanita yang hebat."
"Rasanya aku ingin melindungi yang mulia permaisuri Jing, yang telah membawa berkah dan kebahagiaan bagi negara kita ini."
"Iya, aku juga."
Begitulah masyarakat menanggapi kehamilan permaisuri Jing saat ini, mereka antusias ingin bersama-sama melindungi permaisuri mereka yang telah membawa keberuntungan dan kebahagiaan itu.
Di dalam istana timur, Yun Xiao yang tengah duduk tersenyum sendiri mengingat bagaimana ratu dan kaisar saat menebak-nebak calon cucu mereka yang ada di dalam perut permaisuri Jing siang tadi, saat mereka kembali ke istana putra mahkota.
"Apa yang kau tertawakan?" Tanya Min'er yang melihat istrinya duduk sambil senyum-senyum sendiri.
"Ah, kau sudah datang. Aku hanya sedang mengingat yang mulia kaisar dan ratu yang menebak calon cucu mereka perempuan, atau laki semua."
"Mereka terlihat begitu bahagia."
"Aku juga sangat bahagia, kau adalah paman yang hebat. Kau baru saja berkata tadi malam, jika kau ingin mempunyai dua keponakan sekaligus. Dan saat tabib memeriksa, itu menjadi kenyataan."
"Itu hanya kebetulan, sayang. Dan kebetulan itu membuat kedua pemimpin dan rakyat negara Ming berbahagia."
"Apa rakyat negara Ming sudah mengetahui kabar ini?"
Min'er mengangguk "Iya, dan mereka sangat bahagia juga antusias ingin melindungi kakak, yang telah membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi mereka semua."
"Aku senang mendengar itu, akhirnya permaisuri Jing benar-benar mendapatkan kebahagiaannya."
"Kau benar sayang."
Min'er memeluk tubuh istrinya.
"Setelah kakak memberi kita keponakan, kita juga harus memberi mereka keponakan." Ucap Min'er.
Yun Xiao memukul pelan punggung suaminya, sebab sudah membuatnya merona karena malu dalam pelukan.
😭😭😭