NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:580
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia?

BRAKK

Langkah Black  terhenti mendengar gebrakan meja yang berasal dari belakang. 

“Apalagi itu? baru juga selesai dengan satu masalah datang lagi masalah baru, banyak banget masalah yang datang ke resto gue setelah waktu itu.” 

“Sabar, biar gue yang maju, lo istirahat dulu jangan emosi, tenang,” Ucap Sira mencoba menenangkan Black yang sudah mengepalkan tangan. 

“Bareng, walau bagaimanapun ini tugas gue juga.” Sira menghela nafas panjang lalu mengangguk dan mereka berdua berjalan ke arah keributan itu datang. 

“Maaf Pak ada apa ya?” Tanya Sira sambil menggenggam tangan Black yang kini sudah semakin emosi melihat siapa yang membuat keributan. 

“Tidak apa-apa, ini hanya masalah internal,” Jawab Jems sambil nyengir dan berusaha meredam emosi dua sahabatnya. 

“Kalian ini, apa gak bosen bikin masalah disini terus, ada saja masalah yang kalian bawa setiap kalian datang kesini, Lama-lama gue blacklist juga kalian.”

“Sabar Black sabar, ingat lo baru keluar dari rumah sakit, kakek Ares lagi dijalan jangan sampai kakek lihat lo marah, bisa-bisa besok gak akan ada lagi nama mereka didunia ini, sabar,” Bisik Sira yang tahu jika kakek Ares bisa melakukan apapun selama itu mengenai Black. 

Black menarik nafas dan menghembuskan mencoba menenangkan dirinya yang sudah sangat emosi mengingat semua bisikan Sira memang benar. “Sini kalian!” Dua tangan Black kini sudah menempel di telinga Bintang dan Andra, Black membawa mereka ke dapur resto. 

“Daripada kalian ribut mending cuciin piring kotor itu mumpung bu Darmi lagi libur.”

Bintang dan Andra saling pandang sambil melihat piring kotor yang sangat banyak itu. “Lo yang bener aja, Black?” Protes Bintang. 

“Gak usah banyak protes, ini hukuman buat kalian karena kalian sudah bikin keributan di resto saya, daripada saya hukum yang lain mending kalian cepat kerjakan!”

“Sudah kerjakan sebelum kakek Ares datang, bisa lain cerita kalian, mungkin besok gak akan kalian lihat matahari terbit lagi,” Ucap salah satu koki disana sambil masih fokus memasak. 

“Dengar kan? Kalau kalian tahu Ares Danantara pasti kalian juga tahu hal apa yang bakal beliau lakukan pada kalian yang membuat ribut di tempat beliau.” Tanpa aba-aba lagi mereka berdua langsung mengerjakan tugas yang Black berikan karena mereka tahu siapa itu Ares Danantara. 

‘Nah gini baru bener,’ batin Black sambil tersenyum karena rencana dia mengerjai Bintang berhasil. 

Black berjalan ke depan ke tempat kasir menemui Sira yang sedang berjaga. “Iseng banget sih Black, bos perusahaan besar bisa-bisanya lo suruh nyuci piring.”

“Biarin aja, siapa suruh bikin ribut, lumayan ada alasan ngerjain mereka.”

Black dan Sira tertawa membayangkan wajah dua orang yang sedang mencuci piring, sungguh sangat membahagiakan. 

Tak lama benar saja kakek Ares datang membawa seseorang yang asing buat Black tapi terlihat sangat akrab dengan kakek. 

“Black, ikut kakek ke atas sebentar!”

“Ada apa, kek?”

“Nanti kakek jelaskan, sekarang ikut kakek dulu, Sira kamu ikut juga, suruh yang lain jaga kasir.” Tanpa menunggu jawaban Black maupun Sira, kakek naik diikuti pria yang belum Black kenal. 

Sira memanggil Keysha untuk menggantikannya sebentar dan setelah Keysha datang mereka berdua menyusul kakek naik. 

“Ada apa kek?” Bukannya menjawab, kakek malah menatap Black sangat dalam, tatapan yang baru dua kali ini dia lihat, tersirat rindu yang sangat dalam. 

“Kakek baik-baik saja, kamu ingat dia gak?” tanya Kakek sambil memegang pundak pria di sebelahnya. 

Black mencoba mengingat siapa pria di depannya, Black menatap pria itu sangat dalam, ada potongan memori yang melintas di pikirannya, tapi dia tak bisa sama sekali mengingat siapa pria itu, Black sedikit memaksa otaknya agar bisa mengingat siapa pria di depannya dan pemaksaan itu terlihat oleh Sira. 

“Black, jangan dipaksa, biarkan ingatan itu datang dengan sendirinya,” Sira sedikit panik karena dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 

“Black, sayang, jangan dipaksa, kakek tak memaksa kamu mengingatnya, kakek akan jelaskan pelan-pelan siapa dia, bisakah kamu berhenti memaksa otak kamu untuk mengingatnya?”

“Sampai kapan aku seperti ini, kek? Sampai kapan aku harus melupakan semua masa lalu aku?”

“Sayang, ada beberapa hal yang lebih baik tidak kamu ingat dan jika ada sesuatu yang harus kamu ingat kakek akan membantunya, jangan dipaksa ya, maafin kakek kalau pertanyaan kakek tadi membuat kamu memaksakan otak kamu mengingatnya.”

“Lalu, siapa dia?”

“Mau kamu atau kakek yg menjelaskan?” Tanya kakek pada pria di sebelahnya. 

“Kakek saja, mungkin jika saya yang menjelaskan belum tentu Black akan mempercayainya.”

“Baik, Black perkenalkan ini dr.Rama, dokter jantung di rumah sakit Lesya, rumah sakit tempat kamu dirawat kemarin, dulu kamu kenal sama dia, kamu dulu juga bekerja disana menjadi dokter jantung, meskipun profesi itu kamu sembunyikan, maksud kedatangan Rama kesini dia mau minta tolong sama kamu buat kasih tahu salah satu pasiennya jika kamu menyerahkan segala penanganannya pada dr.Rama, karena pasien ini dulu adalah pasien kamu dan setelah kamu kecelakaan dia gak mau berobat sama orang lain, dia mau sama kamu dan kondisinya sekarang cukup kritis tapi dia tetap menolak semua pengobatan jika bukan sama kamu, bolehkah kamu membujuk dia?”

“Aku dulu dokter?”

“Iya kamu dokter cuma kamu sembunyikan karena Handoko yang gak setuju, jadi kamu sembunyikan dengan bilang kamu guru sekaligus designer.”

“Apa orang ini bisa Black percaya, kek?”

“Kakek jamin bisa, Pin sudah menyelidiki dr.Rama sebelum dia kakek bawa kesini, kakek juga sudah pernah bertemu dengan dr.Rama sebelumnya, jika dr.Rama berbohong kamu bisa menghukumnya.”

“Hukuman apa yang bisa saya berikan pada anda jika anda berbohong?” Tanya Black yang sekarang beralih menatap Rama. 

“Apapun boleh kamu lakukan, prioritas saya sekarang hanya bisa menyelamatkan pasien saya.”

“Baik, saya akan ikut anda menemui pasien anda.”

“Black, gue gak bisa nemenin lo, Keysha sebentar lagi sudah waktunya pulang, Kevin masih ambil bahan.”

“Gak apa-apa gue bisa sendiri, gue gak pernah sendiri kok kalau dia macem-macem besoknya dia yang akan kenapa-napa, bukan begitu kek?”

“Tentu saja, kakek memang percaya sama dr.Rama tapi kalau dia macam-macam pastinya akan kakek kasih pelajaran.”

Rama bergidik ngeri karena dia tahu siapa kakek Ares ini, dulu kakek Ares memang sempat pergi dari hiruk pikuk kota dan tidak perduli apapun hanya ingin menikmati masa tuanya di desa tapi setelah menyelamatkan Black dan merawatnya mereka akan kembali selama itu berhubungan dengan Black, termasuk dengan berita heboh pagi tadi itu juga ada campur tangan kakek Ares, jadi sudah bukan rahasia lagi jika kakek Ares termasuk orang yang berbahaya. 

Setelah mendapat persetujuan Black mereka kembali turun dan tepat saat Black dan Rama berjalan menuju pintu keluar, Bintang dan Andra juga keluar dari dapur karena tugas mereka sudah selesai. 

“Siapa itu?” Tanya Bintang sambil menatap lurus ke arah Black dan Rama. 

“Bukan urusan lo, kalau lo memang cinta sama Rain harusnya gak usah cemburu lihat Black sama cowok lain,” Jawab Andra sambil melengos ke meja dimana Jems dan Resta berada, setelah Black pergi, Bintang juga ikut menyusul Andra. 

“Gimana hukuman Black? Sudah kapok?” Tanya Rasta sedikit meledek. 

“Bukan Black tapi kita lebih takut sama sosok di belakangnya,” Jawab Andra tanpa melihat Rasta yang kini pikirannya terbang kearah lain. 

“Black punya hantu penjaga? Lo bisa lihat hantu?” Raut ketakutan tampak jelas dari expresi Rasta menatap Andra. 

“Heh, kenapa pikiran lo jadi ke arah sana? Lo gak lihat siapa orang dibelakang Black? Lo mestinya tahu dia siapa dong?” Kesal Andra sambil melihat kakek Ares yang sekarang sedang duduk di salah satu kursi karena dia juga tak ikut pergi bersama Black. 

“Itu bukannya kakek Ares Danantara?”

“Nah tu tau, bisa dicincang sama kakek Ares kita kalau sampai gak nurutin Black.”

“Tang, lo kenapa diem bae? Kesambet setan dapur ya lo?” Tanya Jems yang heran karena semenjak dia kembali dari dapur dia hanya diam melamun. 

“Jangan cemburu jika semua yang gue ucapkan tadi salah.”

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!