NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 Sisil mulai berani

Alunan musik klasik yang lembut mengalir di dalam restoran bintang lima itu, menciptakan atmosfer tenang yang sangat kontras dengan dunia luar yang bising. Di salah satu meja sudut, Arka menatap istrinya yang sedang menikmati hidangan penutup dengan anggun. Di bawah pencahayaan lampu kristal, Sisil terlihat luar biasa menawan.

​Di tengah momen santai itu, Arka mengulurkan tangan, menggenggam jemari lembut Sisil di atas meja.

​"Sayang," panggil Arka lembut. "Kamu... mau kalau kita adakan pesta pernikahan yang mewah? Kita bisa sewa gedung terbaik dan undang banyak orang."

​Sisil menghentikan sendoknya sejenak. Ia mendongak, menatap mata Arka, lalu tersenyum tipis sembari menggeleng pelan. "Tidak usah, Mas. Aku sama sekali tidak memikirkan hal-hal megah seperti itu kok."

​"Tapi, ini kan pernikahan pertama dan sekali seumur hidup untuk kita," cetus Arka, ingin memberikan yang terbaik bagi wanita yang telah mengubah takdirnya. "Apa kamu benar-benar tidak ingin merasakannya?"

​Sisil meremas balik jemari Arka. Sorot matanya mendadak berubah sendu, dipenuhi ketulusan yang mendalam. "Mas... bisa menikah dengan pria baik sepertimu saja, aku sudah luar biasa bersyukur. Jujur, awalnya aku sangat ketakutan saat Ibu tiri membuangku dan memaksaku menikah dengan orang asing."

​Sisil menghela napas pelan, menyeka sudut bibirnya. "Tapi setelah bersamamu beberapa hari ini, Mas sama sekali tidak pernah memperlakukanku dengan kasar. Mas memberiku tempat berlindung yang hangat, memberi uang, dan merawatku dengan penuh rasa hormat. Bagiku, semua perhatian dan rasa aman ini... jauh lebih mewah daripada pesta apa pun di dunia ini."

​Mendengar penuturan jujur itu, dada Arka berdesir hebat. Ada rasa haru yang membuncah, sekaligus tekad yang makin mengkristal di dalam hatinya.

​"Kamu tenang saja," ucap Arka, suaranya bergetar menahan emosi. "Aku berjanji akan selalu menjadi suami terbaik yang bisa kamu andalkan, Sil."

​"Aku percaya padamu, Mas," jawab Sisil manis, binar kebahagiaan kini sepenuhnya kembali di matanya. Bagi seorang gadis yang pernah dibuang dan dianggap sebagai beban, diterima apa adanya di tempat baru adalah mukjizat terbesar dalam hidupnya.

​Sementara itu, di belahan kota yang berbeda, atmosfer di dalam sebuah gedung pencakar langit berkeamanan tingkat tinggi terasa sangat formal dan dingin.

​Di dalam ruang kerja yang luas, seorang pria berusia sekitar 30 tahun dengan setelan jas rapi duduk di balik meja eksekutif yang dipenuhi tumpukan berkas digital.

 Perawakannya tegap, dengan gurat wajah tegas yang memancarkan otoritas mutlak. Pria itu adalah Jae Gin, Kepala Pemimpin Serikat Userator tertinggi.

​Tak jauh darinya, seorang pemuda dengan pakaian bermerek mewah tampak duduk bersandar santai di sofa kulit, menyilangkan kaki sambil memainkan pisau belati kecil di jarinya dengan bosan. Dialah Min Suho, salah satu dari sedikit manusia yang menyandang gelar Userator 6 Stars—puncak kekuatan tempur umat manusia.

​Tok! Tok!

​Pintu ruangan terbuka. Seorang asisten wanita melangkah masuk dengan langkah tegap, membawa sebuah komputer tablet berisi laporan intelijen harian.

​"Apa ada laporan krusial hari ini?" tanya Jae Gin tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.

​"Ada, Tuan. Ini mengenai anomali retakan dimensi di wilayah sub-distrik Axia," jawab sang asisten formal.

​"Oh? Apa ada retakan dimensi tingkat tinggi baru yang terbuka?" Jae Gin mulai tertarik, menegakkan posisi duduknya.

​"Bukan muncul, Tuan. Melainkan... ada sebuah retakan dimensi yang tiba-tiba lenyap dan tertutup sepenuhnya," jelas asisten itu.

​"Apa?!" Jae Gin terkesiap, dahinya berkerut dalam.

​"Benar, Tuan. Kasus ini terjadi di area stasiun kereta bawah tanah terbengkalai di wilayah orang-orang Indonesia. Retakan dimensi yang biasanya memuntahkan monster kelas Common di sana mendadak menutup secara mandiri. Tim pemindai kami sudah mengonfirmasi bahwa zona tersebut kini 100% aman dan bersih dari energi dimensi."

​Jae Gin menopang dagunya dengan kepalan tangan, berpikir keras. "Ini tidak logis. Retakan dimensi, untuk kelas Common, membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk menutup secara alami karena sumber daya monster-nya telah habis. Memangnya sudah berapa lama retakan di stasiun itu ada?"

​"Baru sekitar lima tahun, Tuan."

​"Lima tahun dan mendadak menutup sendiri? Sangat aneh. Apakah jumlah monster yang dihasilkan di sana memang sedikit?" gumam Jae Gin, mencoba mencari jawaban rasional.

​Dari arah sofa, Min Suho melepaskan tawa remeh. "Kenapa kau harus membuang-buang sel otakmu untuk memikirkan hal sekecil itu, Jae Gin? Anggap saja monster-nya memang sudah habis, makanya menutup cepat. Lagipula, kabar bagus juga kalau memang menutup dengan cepat," ucapnya acuh tak acuh.

​Jae Gin menghela napas, mengabaikan sang 6-Stars. Ia kembali menatap asistennya. "Lalu, bagaimana dengan perkembangan di luar Benua?"

​Raut wajah sang asisten mendadak berubah tegang. "Kondisi di Benua Yurope semakin memburuk, Tuan. Wilayah layak huni bagi warga sipil di sana menyusut drastis akibat kemunculan beruntun dari retakan dimensi kelas Common, Elite, bahkan beberapa titik kelas Overlord secara bersamaan. Krisis pangan dan gelombang pengungsi mulai tidak terkendali."

​"Apakah mereka mengajukan permintaan bantuan?" tanya Jae Gin serius.

​"Benar, Tuan. Beberapa divisi Userator tempur dari benua kita sudah diterbangkan ke sana pagi ini untuk memperkuat lini pertahanan. Namun... ada satu ancaman internal yang lebih berbahaya di sana." Asisten itu menjeda kalimatnya sejenak. "Kelompok Userator radikal yang menjadi buronan internasional dilaporkan semakin aktif. Mereka melakukan eksperimen gila dengan menggabungkan sel tubuh Userator dan organ monster mutasi demi menciptakan 'senjata hidup'. Saat ini mereka dianggap sebagai ancaman global."

​Jae Gin memijat pelipisnya yang mulai berdenyut nyeri. "Benar-benar merepotkan. Di saat bumi di ambang kehancuran, selalu saja ada manusia-manusia gila yang menusuk dari belakang."

​Kembali ke kehidupan Arka.

​Setelah menghabiskan waktu seharian untuk berbelanja mewah dan berkencan, malam harinya mereka tiba di kontrakan dengan tumpukan tas belanjaan yang memenuhi sudut ruangan. Rasa lelah yang teramat sangat membuat pasutri baru itu langsung jatuh tertidur lelap begitu menyentuh kasur.

​Keesokan paginya, saat matahari belum sepenuhnya naik, Arka perlahan terbangun karena merasakan sebuah sensasi ganjil yang luar biasa nikmat sekaligus hangat di area selangkangannya.

​Ketika kelopak matanya terbuka sepenuhnya, mata Arka langsung membelalak. Di balik remang cahaya pagi, terlihat Sisil sedang berada didalam selimut memainkan sesuatu.

​"Sa... Sayang?!" erang Arka tertahan.

​Melihat suaminya sudah terjaga, Sisil mendongak keluar dari balik selimut dengan tatapan sayu yang sangat menggoda. Detik itu juga, Arka menyadari bahwa istrinya sengaja mengenakan lingerie hitam dan stocking jala yang baru mereka beli kemarin. Pemandangan visual itu seketika menghancurkan seluruh sisa rasionalitas Arka.

​Tanpa membuang waktu, Arka langsung membalikkan posisi tubuh mereka, mengukung tubuh mungil Sisil di bawahnya.

​"Sayang... kenapa kamu tiba-tiba menyerangku pagi-pagi begini, hm?" tanya Arka dengan suara rendah yang serak, menatap lekat mata istrinya.

​Sisil menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada telanjang Arka, berbisik malu-malu, "A-Aku terbangun tadi... lalu melihat itu Mas sudah gak terkendali. Aku pikir... Mas sedang ingin melakukannya, jadi aku berinisiatif untuk menenangkannya..."

​Arka melepaskan tawa renyah, mengelus rambut Sisil gemas. "Sayang, itu adalah reaksi biologis yang normal bagi pria setiap pagi. Tapi... karena kamu sudah memulainya duluan, sekarang aku benar-benar ingin melakukannya."

​Sebelum memulai "pertempuran", Arka dengan cepat memanggil Status Window dalam pikirannya. Ia masuk ke menu Wife Shop dan langsung membeli dua item yang kemarin sempat membuatnya ragu: Potion Stamina Ranjang dan Potion Kenikmatan Ganda.

​‘Gunakan kedua item sekarang!’ perintah Arka dalam hati.

​[Ting! Item Berhasil Diaktifkan!]

[Efek Potion Penguat & Kenikmatan Ganda kini menyatu dengan tubuh Anda. Selamat bersenang-senang dengan pasangan Anda!]

​Detik berikutnya, Arka menundukkan kepalanya, membenamkan wajahnya di leher jenjang Sisil, memberikan kecupan-kecupan basah yang menuntut hingga meninggalkan tanda kemerahan yang kontras. Sisil langsung melenguh nikmat, tubuhnya menggeliat hebat di bawah kungkungan Arka.

​Arka terus menurunkan kecupannya, menjelajahi tulang selangka milik Sisil.

​‘Ke... Kenapa rasanya bisa seintens ini?!’ jerit Sisil dalam hati, napasnya memburu. Efek dari Ramuan Kenikmatan Ganda bekerja dengan baik. Baru menerima sentuhan awal saja, seluruh tubuh Sisil sudah terasa lemas bergetar, dibanjiri oleh sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Pagi itu, kamar kontrakan sempit mereka kembali menjadi saksi bisu pertempuran Arka dan Sisil, ditopang oleh stamina tanpa batas dari ramuan sistem.

​Beberapa jam kemudian, jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.30 pagi.

​Arka berdiri di depan cermin, mengancingkan kemeja barunya yang terlihat sangat pas di tubuhnya setelah selesai mandi dan membersihkan diri. Kondisi fisiknya benar-benar bugar tanpa ada rasa lelah sedikit pun berkat efek ramuan ranjang tadi.

​Ia menoleh ke arah kasur. Di sana, Sisil masih terbaring lemas tak berdaya di balik selimut tebal, tertidur pulas dengan sisa kemerahan di pipinya akibat kelelahan pasca-"dihajar" habis-habisan oleh Arka selama berjam-jam.

​Arka melangkah mendekat, berlutut di tepi kasur lalu mendaratkan kecupan lembut di bibir istrinya agar tidak mengganggu istirahatnya.

​"Sayang, aku pergi berburu dulu, ya," bisik Arka pelan di telinga Sisil yang bergerak kecil. "Kalau hari ini kamu terlalu lelah untuk masak atau bergerak, diam saja di rumah. Nanti siang atau sore hubungi aku, kita makan di luar lagi."

​"Iya, Mas..." sahut Sisil dengan suara parau yang teramat lemas, matanya bahkan tidak sanggup terbuka.

​Arka tersenyum puas. Ia mengeluarkan ponsel flagship barunya, membuka aplikasi perbankan, dan langsung mentransfer sejumlah dana yang sangat besar ke rekening pribadi yang dipegang oleh Sisil untuk keperluan apapun yang diinginkan istrinya.

​Tepat saat Arka melangkah menuju pintu keluar, layar Status Window-nya kembali bergetar hebat, memuntahkan rentetan hadiah yang luar biasa masif.

​[Ting! Notifikasi Sistem Aktif]

​[Selamat! Anda telah berhasil membahagiakan istri Anda hari ini!]

​[Seluruh Atribut Stat Dasar Anda Mengalami Peningkatan!]

​[Mendapatkan Skill Aktif Baru: Blade of Hollow]

​[Mendapatkan Skill Pasif Baru: Void Sight]

​[Mendapatkan Item Zirah: Aegis Armor Top Grade A]

​[Bonus Spesial Diaktifkan]

​[Sistem telah mengembalikan dana sebesar 3.150.000 ITD secara utuh ke dalam saldo Kartu Userator Anda!]

​Arka menghentikan langkahnya di depan pintu, menatap layar emas itu dengan seringai kemenangan yang makin melebar. Belanjaan mewah kemarin seolah menjadi gratis karena sistem mengembalikan seluruh uangnya, ditambah ia kini mendapatkan skill baru dan kekuatannya semakin meningkat.

​Dengan senyuman lebar, Arka pergi meninggalkan kontrakan.

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!