Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WANPRESTASI
Desri tak beranjak dari kursi kerjanya sedari pagi. Bahkan untuk makan siang saja, dia meminta Endro untuk memesankan nya. Meski dengan hati masih bertanya-tanya tentang Endro, tetapi dia sudah terbiasa dengan pengawal tampan itu. Toh dia sudah menjadi istri lelaki yang sangat dicintainya.
Jadi, dia berpikir tak ada salahnya menggunakan jasa Endro sebagai pengawal keluarga Ghani untuk dirinya pribadi.
Tok... Tok... Tok...
Pintu ruang kerjanya diketuk dari luar oleh seseorang.
"Masuk..." Teriaknya yang masih tetap berkutat pada pekerjaannya itu.
Pintu ruangannya terbuka, ternyata Lina sang sekretaris. Lina masuk menemui Desri.
"Permisi, Nona... Ini laporan investasi yang Nona minta tadi." Ujar Lina sambil menyodorkan sebuah map kepada Desri.
"Terima kasih, Mbak Lina..." Ucap Desri dengan tersenyum sambil menerima map yang disodorkan Lina kepadanya.
"Apa masih ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanya Lina lagi.
"Untuk sementara ini tidak, Mbak..." Sahut Desri.
"Kalau begitu, saya permisi, Nona..." Ucap Lina seraya menundukkan kepalanya sedikit.
"Silahkan, Mbak..." Sahut Desri dan kemudian beralih membuka map yang diserahkan Lina tadi.
Setiap membuka lembar demi lembar map tersebut, Desri selalu menampakkan keheranan serta kebingungan. Desri menekan tablephone dan memanggil penanggung jawab investasi.
Tak beberapa lama kemudian datanglah orang yang dia panggil. Desri sibuk membicarakan hal yang tertera dalam map dan mengaitkan dengan apa yang disibukkan nya sedari pagi bersama penanggung jawabnya tersebut.
"Maaf, Nona... Sebenarnya perusahaan ini seperti melakukan wanprestasi terhadap investasi yang telah kita setor. Jika kasus ini dilaporkan, juga tidak akan menguntungkan bagi Ghani Group, Nona.... Mereka orang yang licik..." Jawab si penanggung jawab.
"Kenapa pak Johan bisa menerima kerja sama dengan perusahaan ini?" Tanya Desri sedikit kecewa.
"Maaf, Nona... Saya awalnya tidak tau, Nona... Mereka sungguh pintar mempromosikan produk mereka dan memperlihatkan kelihaian mereka terhadap pemasaran." Jawab pak Johan dengan menyesal.
"Sudahlah, Pak, tidak perlu disesali... Saya akan cari cara untuk menjatuhkan orang ini." Ujar Desri dengan suara berat.
"Sekarang bapak boleh kembali... Seperti yang telah saya minta, berikan somasi terlebih dahulu kepada perusahaan ini... Ada atau tidak itikad baiknya..." Lanjut Desri sambil merebahkan punggungnya ke sandaran kursi.
"Baik, Nona... Sekali lagi saya mohon maaf, Nona." Ujar pak Johan seraya bangkit dari duduknya.
"Saya permisi, Nona." Sambungnya sambil meninggalkan ruangan Desri. Desri mengiyakan dan menganggukkan kepalanya.
"Ferdian..." Desisnya lirih. Desri mengusap kasar wajahnya.
Kali ini tak akan saya biarkan Anda menang...~ Gumam Desri geram. Terlihat saja tangan halusnya mengepal.
****
Sudah lewat dari jam kantor, Desri masih saja berkutat dengan pekerjaannya. Mungkin gedung itu sudah hampir kosong dari orang-orang yang biasa menjajakinya setiap jam kerja.
Tok.. Tok... Tok...
"Masuk..." Sahut Desri dari dalam.
"Nona, sudah waktunya pulang... Besok masih bisa dilanjutkan, Nona..." Ternyata yang mengetuk pintu ruang kerjanya adalah Endro.
Endro memutuskan untuk menegur istri tuan mudanya itu karna belum juga keluar dari ruangannya.
"Tunggu sebentar lagi, Endro... Saya belum selesai, tanggung...." Sahutnya tetap bergeming dengan pekerjaannya.
Endro menundukkan kepalanya dan berlalu meninggalkan ruangan itu kembali.
Tok... Tok...Tok...
Tak lama sedari Endro keluar berbunyi lagi ketukan. Belum Desri menyahut, seseorang telah masuk ke ruangannya itu.
Desri menggerutu tanpa melihat siapa yang masuk.
"Endro, tadi kan saya suuuu..." Gerutunya terhenti ketika dia menoleh ke seseorang yang masuk.
"Suu apa, Kak??? Kakak lupa ada janji sama aku?" Ternyata yang masuk menemuinya tak lain Wahyuni, adik iparnya. Yuni meninggikan bibir bawahnya sehingga terlihat mengerucut kesal.
"Eh kamu, Yun... Janji...?" Serunya menyipitkan kedua matanya seakan mencoba mengingat sesuatu.
Yuni masih diam layaknya orang kecewa.
"Oh iyaaa, kakak lupa... Maafin kakak ya, Sayang... Kakak lupa, Dek..." Ucapnya merasa tidak enakan.
Yuni masih terdiam manja sambil menarik bibir kanannya.
"Maafin kakak dong, Sayang... Kakak tadi sibuk sekali, makanya kakak lupa..." Bujuk Desri sambil membereskan map-map yang berserakan di atas meja dan menghampiri Yuni yang terlihat masih cemberut.
"Kan masih ada waktu, Sayang... Biar kita bisa sekalian dinner..." Bujuk Desri lagi.
"Beneran???" Tanya Yuni memastikan.
"Iya, Sayang... Ya udah, yuk... Kakak matikan dulu komputernya, ya..." Yuni menganggukkan kepalanya dan mulai tersenyum.
Setelah selesai berkemas, Desri meninggalkan ruang kerjanya itu sambil bergandengan tangan dengan Yuni.
"Antar kami ke toko buku dulu ya, Endro..." Pinta Desri setelah menemui Endro di kursi tunggu khusus untuknya sembari disahuti Endro.
Ya, Desri menjanjikan Yuni untuk menemaninya mencari buku-buku tentang manajemen.
Setelah memberi kabar kepada mama mertuanya melalui ponsel, Desri memenuhi janjinya mengajak Yuni untuk makam malam di luar.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.