Dikhianati istri di malam pertamanya, membuat Jayden Alfred menutup rapat pintu hatinya untuk seorang wanita.
Istrinya meninggalkannya karena mengetahui sesuatu yang begitu fatal dalam diri Jayden.
Namun, semua itu berubah saat Jayden bertemu dengan Jingga, gadis berkacamata yang menjadi Dokter pribadinya.
Siapa sangka, jika Jingga adalah gadis masa kecilnya yang dulu selalu mengungkapkan cinta kepadanya.
Dapatkah sang duda keren ini menaklukan hati Jingga? atau malah sebaliknya?
Dan hal fatal apakah yang ada pada diri Jayden hingga dia harus mempunyai Dokter pribadi seperti Jingga?
-------------
Sebelum kepoin si Jayden, mampir dulu yuk di karyaku "My Little Wife"
Karena cerita ini akan sambung menyambung sama seperti ikatan cintamu pada mantanmu 😂🤭.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya bestie 😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat adonan setiap malam
"Kenapa tertawa, sayang. Aku sedang marah, bukan bercanda!" seru Devan yang mulai kesal dengan tingkah istrinya.
Sejak insiden pemukulan yang dilakukan Devan pada Jayden, Luna tidak berhenti tertawa melihat tingkah menantunya yang random tersebut.
"Kenapa memangnya? Seharusnya kamu senang karena istrimu ini tertawa karena bahagia. Bukan malah di bentak seperti ini!" Luna yang tidak terima kembali membentak Devan lalu meninggalkan pria yang masih menatap kepergiannya tanpa berkedip sedikitpun.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya," gumam Devan mengusap wajahnya kasar.
Sedangkan di sisi lain, Jayden sedang mencoba menjelaskan semuanya pada Daniel. Bagaimanapun juga, Jayden sangat menyayangi adiknya itu. Meski saat ini dia tidak mau mengalah dan melepaskan Jingga untuknya.
"Apa yang mau kamu jelaskan!" tatapan datar dan dingin terlihat di wajah Daniel. Tidak seperti biasanya, selalu ceria dan hangat.
"Maafkan aku--"
"Aku butuh penjelasan, bukan permintaan maaf darimu!" potong Daniel menghela nafas dan menjatuhkan bokongnya di sofa.
Saat ini Jayden tidak bisa berkutik, pria itu benar-benar bingung harus menjelaskannya dari mana. Tidak mungkin kan dia mengatakan pada Jayden kalau hanya Jingga satu-satunya wanita yang berhasil membangunkan cacingnya yang sedang tidur?
"Aku mencintai Jingga," jawab Jayden singkat.
Jayden berdecak kesal. Bagaimana bisa seseorang yang sudah dia anggap seperti pahlawan baginya malah menusuknya dari belakang.
"Kenapa baru sekarang, saat kami akan segera bertunangan. Kamu tahu Kak, betapa malunya mommy dan daddy saat tahu calon tunangan ku tidak datang?" Daniel menatap Jean, Darren dan Jingga bergantian lalu menatap Jayden. "Kalau kamu mencintainya, seharusnya katakan dari awal, maka aku juga akan rela melepaskannya untukmu."
Mereka semua sontak menatap Daniel yang menunduk, menahan hatinya agar tidak terpancing emosi. Meski kenyataannya saat ini dia begitu kecewa.
"Aku merestui hubungan kalian berdua," ucapnya seraya tersenyum terpaksa dan mencoba biasa saja.
"Daniel..." ucap Darren dan Jean bersamaan.
"Aku baik-baik saja Dad, Mom. Yang terpenting bagiku sekarang adalah kebahagiaan Kakak dan wanita yang aku cintai..." setelah mengatakan itu, Daniel beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan mereka semua.
Jingga yang melihat itu, segera menyusul Daniel keluar tanpa menghiraukan Jayden.
"Lihat itu! Dasar anak nakal!" Darren ingin memukul Jayden namun di tahan oleh Jean.
"Daniel sudah mengikhlaskan mereka, sayang." Jean mengusap punggung Darren, berharap agar pria itu tidak melakukan hal yang membuat darah tingginya kambuh.
"Seharusnya kamu malu pada adikmu, Jayden!" teriak Darren menunjuk wajah putranya yang terlihat menyesal.
"Tapi Dad, aku sudah terlanjur menikahinya dan merasakan nikmatnya surga dunia. Aku tidak mungkin melepasnya demi Daniel--"
Plak!
Kalimat Jayden terpotong saat kepalanya mendapatkan pukulan keras di kepalanya, dan pelakunya adalah Darren.
"Dasar otak mesum! kenapa yang ada di pikiranmu hanya itu, hah! Astaga apa salahku, kenapa harus memiliki putra seperti dirimu!" Darren memijat pelipisnya seraya menyandarkan tubuhnya.
"Salah Daddy kenapa tiap malam membuat adonan dengan Mommy tanpa berhenti, sampai jadilah aku!" teriak Jayden lalu kabur dari sana sebelum mendapat amukan Darren.
"Jayden Alfred!!!!" teriak Darren.
"Sudahlah, kalian bukan anak kecil lagi. Aku akan mendukung apapun keputusan Daniel dan juga Daniel," Jean mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Sayang, kamu sedang menelfon siapa?" tanya Darren memincingkan matanya curiga.
"Perempuan yang akan menggantikan Jingga." Jean tersenyum penuh arti.
...----------------...
Maaf jarang up, karena memang idenya mentok hehe...
Aku up kalau pas nemu ide🙈
jingga juga bodoh