Kisah cinta Reynaldo Kehliano dengan gadis misterius bernama Jessica Anora, adik dari sahabatnya yang bermarga Kelvin.
Kisah cinta yang unik dan tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kisah cinta yang di imbangi dengan hal-hal yang tidak pernah relevan jika orang pikir.
--------------------
"Tidak, cinta itu lucu." Jeje menaikkan alisnya.
"Kita memiliki banyak anak dan dua cucu, apa itu tidak lucu?" Jeje ikut terkekeh.
"Ya, aku kadang merasa sudah menjadi nenek-nenek tua jika bersama Liana juga Marc.".
"Meski kau akan menjadi tua, aku tetap mencintaimu." Jeje mengangguk.
"Jika kau tua, aku akan cari suami baru."
Lalu bagaimanakah perjuangan cinta ke duanya.. ..??
-------------------
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hevitriAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persidangan
Voment please
****
Happy reading
Aldo dan Jeje berjalan dengan jari yang saling bertaut memasuki tempat persidangan, Aldo dan Jeje menghentikan langkahnya saat seseorang menyapa ke duanya.
"Tuan Raynaldo?" Aldo menaikkan satu alisnya, Ia menatap pria yang kini mengulurkan tangan padanya.
"Ah ya, Anda?" pria dengan kacamata itu tersenyum.
"Perkenalkan saya Jonathan, pengacara dari pihak pencipta yang mengundang perusahaan Anda dalam persidangan ini." Aldo membalas jabatan tangan pria bernama Jonathan itu dengan senyum ramahnya.
"Maaf karena pihak kami harus mengundang perusahaan Anda ke dalam persidangan ini." Aldo tersenyum.
"Tidak masalah Tuan.".
"Panggil Saya Jojo." Jeje menatap Jonathan jengah saat mata itu mengedip padanya.
"Ah ini?" Jonathan bertanya pada Aldo mengenai ke beradaan Jeje di samping Aldo, apalagi saat ini Aldo terlihat begitu posesif.
"Perkenalkan, Jessica.".
"Calon istri Raynaldo." Jeje dengan segera memotong, saat Aldo akan memperkenalkannya pada Jonathan. Jonathan meringis saat dengan sengaja Jeje meremas tangannya.
"Ahh ya, Saya Jonathan! Senang berkenalan dengan Anda Nona Jessica." Jonathan melepas paksa jabatan tangannya dari Jeje, Jeje memang sengaja melakukannya agar pria yang sekarang tengah menyamar di hadapannya ini berhenti menggodanya.
"Mari silahkan." Jonathan memberi jalan pada Aldo dan Jeje, Aldo sendiri merasa hatinya menghangat saat Jeje memperkenalkan dirinya sebagai calon istrinya. Dia tidak akan marah jika Jeje mengaku istrinya sekalipun.
Mereka sampai di ruang persidangan yang ternyata telah siap di gunakan, semua orang yang di perlukan dalam persidangan telah hadir. Jeje duduk di samping Aldo, sebelum Aldo di minta memberi keterangannya nanti. Pembukaan persidangan terlihat lancar dan sekarang saatnya inti dari masalahnya.
"Perkenalkan Saya Jonathan, Saya perwakilan dari pihak pencipta Prof.Dr Yohanna! Maaf karena beliau tidak dapat hadir dalam persidangan ini dan hanya memberi surat kuasa pada Saya untuk melancarkan sidang pada hari ini." semua mata menatap pada Jonathan.
"Yang Mulia, pihak kami merasa ke beratan atas tindak penipuan yang dilakukan oleh para pihak underground yang terdiri dari lima perusahaan besar di kawasan Asia." Jonathan mulai membuka masalahnya.
"Pihak pencipta merasa di tipu karena mereka menyalah gunakan apa yang seharusnya tidak mereka gunakan." Jonathan menatap Charles yang utama sebagai pihak tunggal dalam perencanaan itu hingga empat perusahaan lainnya ikut terseret.
"Maaf Yang Mulia." kini berdiri salah satu pengacara dari empat perusahaan yang tentunya handal dan dengan bayaran tidak murah untuk memenangkan kasus ini, Jonathan bahkan sudah melihat berkas semua pengacara tersebut.
"Pihak kami tidak menipu seperti yang di tuduhkan, kami membeli produk pihak pencipta dengan mahal dan jika menyangkut penelitian kami! Bukankah itu hak kami?" Jonathan tersenyum meremehkan.
"Maaf Yang Mulia." Jonathan kembali berdiri setelah salah satu pihak pengacara dari salah satu perusahaan itu duduk.
"Pihak kami tidak menjual produk kami yang terbatas itu pada sembarang orang perusahaan ataupun aparatur negara! Kami bahkan tahu sampai di mana letak ke salahan fatal para pihak underground dalam meneliti produk dari pihak kami." semua mata melebar atas perkataan Jonathan, karena apa yang perusahaan underground itu lakukan adalah ke giatan rahasia dan tentunya dengan ke amanan luar biasa. Namun pihak pengacara mereka seolah pura-pura tidak gentar. Mungkin hanya sebuah gertakan.
"Dan dapatkah kalian menjelaskan secara rinci dari mana kalian mendapatkan produk dari Prof.Dr Yohanna dengan mudah?" Charles dan yang lainnya saling pandang, Jeje menyeringai tanpa di ketahui oleh siapapun.
"Kami mendapatkannya dari seorang bernama Mr Jordan! Dia adalah orang Rusia, Ia juga yang mengenalkan pada kami akan ke mewahan ponsel itu! Awalnya kami juga tidak tahu apa istimewanya ponsel buntut itu." Jeje mengepalkan tangannya, Jonathan melirik Jeje was-was. Oh tidak? Urusannya akan sangat panjang! pikir Jonathan.
"Maaf Yang Mulia, kami memiliki segala hal yang berkaitan dengan penjualan pengiriman hingga pihak mana saja yang telah memesan ponsel pihak kami." Jonathan menyerahkan berkas yang berisi sejumlah data konkrit, Jonathan tersenyum meremehkan ke arah para pengacara perusahaan-perusahaan kecil itu.
"Perlu Saya tambahkan, Mr Jordan adalah salah satu orang yang menjadi tersangka penghianatan pihak Inteleg Rusia dan Dia kini di hukum seumur hidup berkat kasus yang hampir sama." Aldo dan Dahlan melebarkan matanya, Ia hampir gila saat ini! Dan akan benar gila jika dulu Ia sampai-sampai terjebak dalam penelitian itu.
"Perlu kalian tahu Tuan-tuan, ponsel itu di produksi 30 buah dan sudah tersebar di setiap negara pemesan! Kalian tahu ponsel itu bukan ponsel buntut." Jonathan ikut menggeram dalam nada suaranya.
"Ponsel itu di fasilitasi dengan sebuah chip yang berfungsi seperti kotak hitam, yang berarti dapat merangkum berbagai peristiwa dan percakapan yang bersifat merugikan untuk negara." mereka melebarkan matanya tidak percaya.
"Chip ini." Jonathan menunjukkan benda pipih kecil nyaris tidak terlihat yang Ia lepas dari salah satu ponsel yang sudah rusak dari penelitian Charles dan yang lainnya.
"Akan memberi tanda koordinat pada pihak pencipta jika ada sesuatu yang terjadi, seperti rusaknya ponsel ataupun hilangnya ponsel ini." Jonathan melempar ponsel itu ke lantai dan chip yang menyerupai robot seukuran nyamuk terbentuk dan terbang dengan lampu berkedip warna merah.
"Lihat, kami tahu jika kalian melakukan penelitian yang ilegal bagi produk kami! Chip robot ini akan langsung mengirimkan sinyal pada pihak kami saat itu juga melalui satelit khusus kami." Charles menelan ludahnya susah payah.
Jonathan menyalakan layar besar di mana itu sudah terhubung dengan laptopnya, semua bukti itu kemudian mulai terungkap tanpa perlu mereka banyak penjelasan.
Gambar dan foto di mana Charles memulai membeli dari Jordan di sebuah resto di Rusia, lalu di mana Charles mulai menghubungi pihak yang mudah Ia ajak sekutu lalu Ia mulai bertemu di resto bersama Aldo. Jeje menatap Aldo yang menegang.
"Itu tempat pertama kita bertemu." bisiknya menggoda Aldo agar pria di sampingnya itu tidak tegang.
Dan benar, Aldo menatap ke arahnya dengan senyum yang memang sedikit di paksakan. Jeje mencium punggung tangan Aldo agar Aldo kembali tenang dan Aldo sekarang bisa tersenyum tulus padanya.
"Terima kasih." Jeje mengangguk dengan jari yang bertaut pada jari Aldo.
"Anda salah Tuan Charles, kami tidak memproduksi 10 buah melainkan 30 buah yang tersebar di seluruh dunia! Termasuk pemerintah Amerika karena ponsel itu sejatinya untuk ke pentingan pemerintahan." pengacara mereka tidak berbicara apa-apa lagi dengan semua bukti dan juga bagaimana besar kemungkinan hukuman clientnya akan ringan.
Bukan hanya soal sebuah produk tapi juga ini menyangkut beberapa negara.
"Dan pihak kami tidak menuntut ganti rugi, hanya pembekuan perusahaan kalian juga hukuman yang sesuai dengan pelangggaran yang kalian lakukan.".
Jonathan berkata seolah hakim Agung telah mengetok palu bahwa pihak underground memang benar-benar bersalah, Jonathan memang yakin. Karena setelahnya tanpa menunggu pihak saksi berbicara sang hakim ketua telah menentukan ketok palunya mutlak bahwa pihak underground memang bersalah.
Sesuai permintaan dan ke salahan yang di lakukan para tersangka mereka di giring ke luar dari ruang sidang dengan pengawalan ketat layaknya tahanan.
Sidang di tutup dengan mudahnya terselesaikan oleh Jonathan.
"Tuan Raynaldo." panggil Jonathan saat Ia berjalan di lorong dengan Jeje di yang tetap menggandeng pria itu.
Jonathan tersenyum meremehkan ke arah Jeje yang dibalas sengit oleh Jeje.
"Ah Tuan Jonathan.".
"Maaf merepotkan Anda dengan harus hadir dalam persidangan ini." Aldo menggeleng.
"Tidak, Aku yang harusnya merasa bersalah karena tidak dapat membantu pihak pencipta apa-apa.".
Jonathan ingin sekali tadi memperlambat sidangnya namun sejak kemarin orang yang membuatnya menyamar mengancam dengan tidak elitnya.
'Awas jika Kau membuat calon Daddymu bicara sekali saja!'.
Jeje memutar matanya malas saat Jonathan meliriknya.
"Tidak masalah, kalau begitu saya permisi karena ada pekerjaan lain! Bisakah lain kali kita bertemu dalam ke adaan yang lebih menyenangkan?" tanya Jonathan.
"Tentu, Aku akan dengan senang hati bertemu dengan Anda." Jonathan tersenyum ramah.
"Baiklah Tuan, sampai bertemu lagi." Jonathan mengulurkan tangannya yang di balas Aldo.
"Sampai bertemu Nona Jessica." Jeje dengan malas menjabat uluran tangan Jonathan.
"Terima kasih sampai jumpa lagi." Jonathan berlalu dari hadapan Jeje dan Aldo.
"Kita mau makan apa?" tanya Aldo menghilangkan suasana hening.
"Terserah padamu Tuan." goda Jeje dengan kekehannya membuat Aldo mengacak rambutnya gemas.
pasti seru jeje sama aldo bertengkarnya😀😀😀