Anisha adalah seorang gadis Sholehah yang cantik dan baik hati semenjak kematian kedua orang tuanya Anisha menjadi orang tua tunggal untuk adik semata wayang yang bernama adeliya.sampai akhirnya Anisha bertemu dengan seorang ibu yang sangat baik dan menganggap Anisha anaknya sendiri,tanpa disadari Anisha kalo ibu itu ternyata mempunyai maksud lain dari rasa sayangnya terhadap Anisha.
apakah Anisha mengetahui maksud ibu tersebut?
yuk langsung kepoin novel ku yang pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
" silahkan pak..dimakan kuenya, ini buatan Anisha sendiri.." kata Anisha pada pak Anton.
Anisha melihat kebingungan di raut wajah pak anton.
" oh...iya nak" kata pak Anton menutupi keterkejutannya karena ditegur Anisha.
" udahlah biar nanti saja aku tanyakan pada istriku kenapa jadi jauh melenceng pembicaraannya" gumamnya dalam hati sambil menyantap kue buatan Anisha.
" kue mu enak sayang" kata Bu Susi memecah keheningan diantara mereka.
" makasih Bu atas pujiannya" kata Anisha tersipu malau.
" iya nak enak " sambung pak Anton
" oh ya kamu berangkat jam berapa bekerjanya..?" tanya pak Anton.
" jam tiga pak," jawab Anisha
" ya udah kalo gitu, ayo mah kita pulang kasihan nak Nisa kalo mau istirahat, biar dia bekerjanya lebih fresh lagi" lanjut nya sambil memandang istrinya.
" oh ... ngak papa kok pak, ibu dan bapak ngak usah buru - buru pulang masih lama juga Anisha bekerjanya" ujarnya.
" benar nak,kata bapak karena kamu kan kerja nya kena sip malam, biar fresh kamu bisa istirahat juga kok sebelum berangkat " kata Bu Susi pada Anisha.
" ibu ngak mau kamu sakit, kalo kurang istirahat " sambungnya sambil memegang dagu Anisha.
Anisha hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" ya udah bapak dan ibu pamit dulu ya nak, kapan - kapan ajak Adel kerumah bapak dan ibu ya." kata pak Anton pada Anisha.
" iya pak, insya Allah" kata Anisha.
mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar.anisha meraih tangan kedua pasangan suami istri tersebut dan menciumnya.
Dan tak lupa mengucapkan salam.
kedua suami istri tersebut melajukan mobilnya menuju rumah mereka dan meninggalkan rumah Anisha.
Anisha masuk kedalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya.dia berjalan ke sofa dimana dia duduk bersama Bu Susi dan pak Anton.
Dia meraih fhoto ayah dan bundanya. "ayah,bunda kenapa Anisha baru tau sekarang kalau kalian menjodohkan Anisha dengan anak mereka..? " ucapnya sambil membelai fhoto kedua orang tuanya.
Anisha menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan pelan.
"kenapa semasa kalian masih ada ngak pernah sedikit pun menyinggung tentang perjodohan.ayah bunda kalau ini memang jalannya Anisha,insya Allah Anisha akan terima" katanya sambil menitikkan air matanya.
" ayah bunda Anisha percaya kalo pilihan kalian adalah yang terbaik buat Nisa yang akan membahagiakan Nisa kelak. " lanjutnya lagi sambil memandangi fhoto kedua orang tuanya yang berada ditangannya.
Anisha tersadar setelah mendengar suara adzan duhur berkumandang.dia buru - buru menyimpan fhoto kedua orang tuanya ditempat asalnya di dinding ruang tamu nya.
sebelum sholat dia membersihkan ruang tamu tersebut.kemudian dia bergegas mandi dan mengerjakan sholat duhur.
______---------________
Didalam mobil pak Anton sudah tidak sabar untuk bertanya pada istrinya karena dia jadi bingung ulah skenario istrinya.
" mah kenapa tadi kamu bilang, ada amanat dari kedua orang tua Anisha..?" tanya suaminya.
istrinya malah tersenyum pada suaminya.
"ayolah mah, apa maksud dari semua ini ..?" tanyanya lagi.
" papah sayang, ini adalah kesempatan kita. biar Anisha tidak menolak kemauan kita untuk menjadikannya menantu" jawab Susi tersenyum.
" bagus juga idenya mamah,papah suka.." kata Anton lagi.
Susi tersenyum penuh kemenangan dan menghayal kan kalo Anisha akan jadi menantunya.
" tapi mah, bagaimana kalo Anisha tau kalo mamah sebenarnya berbohong, kalau tidak ada amanat apa pun dari mereka " ujar Anton pada istrinya.