Dua sahabat antara Davit dan Ari ,mereka dari SMA dan kuliah selalu bersama,tapi saat mereka sudah bekerja dan menikah keduanya tidak saling berkomunikasi lagi,karena kesibukan masing masing.
Sampai suatu hari Ari bertemu Davit di mal,Davit lalu mengajaknya main ke rumahnya,Davit pun mengenalkan Desi istrinya.
Karena Ari sering main ke rumah Davit,terjadilah hal yang tidak baik,rupanya Ari menyukai Desi istri Davit.
Akan kah Desi juga menyukai Ari ,dan Ari apa akan tega menghancurkan rumah tangga Davit sahabatnya sendiri,,kita lanjut baca ajak yukk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sehari Di Temani Desi
Hari berlalu,Ari dan Desi makin akrab tapi di belakang Davit,sedang Davit masih sama sering pergi dengan Luna,sedang yang di Bandung Davit sudah tidak pernah datang lagi ke sana,karena Davit memang sangat sibuk,tidak bisa pergi ke Bandung.
Tapi masalah kiriman uang Davit masih mengiriminya,Ari sudah dua bulan tidak bertemu dengan anak istinya,dan Ahir bulan ini Ari akan ambil cuti,karena mau pulang kampung menengok anak dan istrinya.
Ari rupanya sudah merindukan anak semata wayangnya itu.
"Besok kamu jadi ambil cuti Ri,,?"tanya Davit saat Ari keruanganya.
"Iya,,Aku pulang Jumat sore nanti aku ambil cuti dua hari, malam Rabu Aku berangkat lagi,dan semoga Rabu pagi Aku bisa langsung kerja,"
"Oh gitu,atur aja sama kamu,,yang penting kamu harus balik,,"
"Ya pasti Aku balik lah Vit,nyari kerjaan kan susah ,ya ngga mungkin Aku keluar dari kerjaan yang udah enak Gini,,"
"Kamu betah tak RI Kerja di sini,,?"
"Ngga usah tanya lagi,Aku sangat betah,"
"Ya syukur lah,,"
Sore harinya Ari di ajak Davit untuk kerumahnya,"Ayo ikut ke rumahku,kita main catur bareng,"Ari dan Davit sedang ada di dalam lif mau turun ke bawah.
"Emang kamu ngga mau pergi sama istrimu ,?"
"Ngga,,Aku dah kangen pengin main catur lagi kaya dulu,udah ayo ikut,,"
"Ya boleh lah,,sekalian Aku numpang makan malam yah di rumahmu Vit,,"
"Boleh,,tapi bayar yah,,"
"Dasar Bos pelit kamu,"Davit malah tertawa.
Luna dari tadi hanya jadi pendengar,"Lun mau ikut sekalian ngga,,?"tanya Davit.
"Ngga Pak terimakasih,saya mau pulang aja,"
"Ayo pulang nya saya antar,"
"Ngga usah pak terimakasih,saya mau mampir salon soalnya,"
"Oh gitu,ya udah hati hati yah,ada uang buat ongkos naik taxsi ngga,?"
"Ada kok pak,,saya kan kerja,jadi punya uang dong,"Davit tersenyum.
Luna pergi ke luar,sedang Davit dan Ari menuju mobil di parkiran.
Ari yang membawa mobilnya,sekitar 30 menitan mobil sampai di rumah Davit,Desi yang dengar suara mobil Davit pulang langsung keluar,Desi tadi ada di ruang keluarga sedang nonton tv.
Desi membuka pintu,Desi melihat Ari yang keluar dari mobil bersama Davit.
Desi mendekat ke Davit ,lalu mencium tangan Davit ,dan Davit mencium kening Desi,Ari melihatnya hanya diam,Desi tersenyum tipis ke Ari dan Ari membalasnya.
"Ayo Ri masuk,"kata Davit ,Davit sambil merangkul pinggang Desi masuk ke dalam.
Ari hanya bisa melihat kemesraan Desi dan Davit dari belakang,Ari cemburu tapi tidak bisa bicara.
Sampai di dalam Davit menyuruh Ari menunggu di sofa dulu,karena Davit mau mandi.
Desi mengantar sampai kamar,saat Davit masuk kamar mandi ,Desi turun ke bawah.
Desi dan Ari saling senyum,"Mas mau minum apa,,?"tanya Desi pada Ari.
"Ngga usah repot repot,,"
"Ngga,,Desi suruh mba buatkan kopi yah,,"
"Ya boleh kalau gitu,"Desi ke dapur dan menyuruh mba buatkan kopi untuk Ari.
Setelah itu Desi kembali lagi,"Mas,,Desi ke atas dulu yah mau lihat Mas Davit,,"
"Hemm,,,Saya akhir bulan mau cuti untuk pulang kampung,,"Desi langsung menatap Ari.
"Pulang,,akhir bulan,,mau berapa lama,,?"
"Kalau ngga 4 hari 5 hari,,"Desi hanya mengangguk dan pergi berjalan menuju kamarnya yang di atas.
Sampai di kamar Desi menyiapkan baju untuk Davit pakai,Davit belum selesai mandi setelah selesai Davit pakai baju dan turun ke bawah lagi bersama Desi.
"Sayang,,tolong ambilkan papan catur dong,Mas mau main sama Ari,"
"Iya Mas Desi ambilkan,"Desi lalu pergi mengambil papan catur,Davit mengajak Ari untuk duduk di karpet berbulu depan TV.
"Ini Mas caturnya,"Davit lalu langsung membuka dan mengajak Ari menatanya.
Desi ke dapur menyuruh mba buatkan cemilan untuk yang sedang main catur.
Desi duduk di dekat Davit dan melihat Davit dan Ari main catur.
Ari sesekali melirik ke Desi ,karena Desi selalu menggelayut manja pada Davit,Desi rupanya sengaja biar Ari cemburu.
"Vit,,kalau cuman main gini aja ngga enak,gimana kalau ada taruhan nya,biar kita lebih semangat,,"
"Boleh,,ayo ,,apa taruhan nya,,"
"Kita harus melakukan atau menjawab pertanyaan si pemenang dengan jujur ,gimana,,?"
"Ok,,siapa takut,,"
"Tapi ingat ngga boleh ingkar janji,dan ngga boleh marah juga baper,,"
"Ok siap,,,"
Keduanya sangat semangat,Desi jadi penasaran apa yang akan mereka lakukan kalau menang.
Ronde pertama Davit yang menang,"Aku menang kan,,sekarang kamu harus jawab pertanyaan ku dengan jujur ya RI,,"Ari menjawab Iya.
"Dulu waktu kuliah ,pacar kamu Aku pacari juga,kamu tau apa ngga,,?"Ari diam tidak langsung menjawab,karena waktu kuliah memang Ari punya pacar,dan gosipnya teman temanya bilang Davit juga memacarinya,tapi Ari tidak percaya karena Davit teman dekatnya.
Ari menggelengkan kepalanya,"Apa dulu itu berarti benar,,kamu juga memacari Dira,,?"
"Iya itu benar,,waktu kamu putus juga Aku masih terus lanjut,,"Ari langsung merasa kesal,tapi karena sudah janji ngga boleh marah dan Baper Ari bisa mengontrol emosi,Desi terus melihat ke Ari karena wajah Ari sulit di tebak.
"Oh,,ya sudah itu sudah lewat ini,jadi ngga masalah lagi denganku,,"Davit langsung mengajak lanjut permainan.
Lalu mereka bermain lagi,Ari sangat serius bermain,dan sampai akhirnya dia pun menang.
"Baik,,sekarang Aku yang menang,Aku ngga mau mengajukan pertanyaan tapi Aku mau meminta,"
"Kamu mau minta Apa RI,,silakan,,uang,,Mobil atau apa,,?"Ari menggeleng.
"Aku ingin sehari saja,istrimu menemaniku belanja oleh oleh untuk di bawa pulang kampung,"Permintaan Ari.
Davit lalu berfikir,"Ingat tadi kita harus menyetujui apa yang di minta si pemenang,"Ari mengingat kan.pada Davit.
"Yang,,kamu mau menemani Ari belanja oleh oleh buat anak istrinya,,?"Davit bertanya ke Desi dulu.
"Kalau Desi sih terserah Mas aja,kalau Mas izinkan,Desi mau,,kan cuman nemenin belanja aja,,ngga suruh bayarin kan,,"
"Ya udah Ri Aku izinkan istriku menemanimu,tapi ingat istri ku ngga boleh kecapean dan ngga boleh bawa in barang,"
"Siap,,,besok Minggu Aku jemput istrimu yah,,"Davit mengangguk.
Ari tersenyum puas sambil melihat ke Desi,Ari berfikir waktunya senang senang.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
kelihatan sekali dari novel buatannya
"kan novel lain banyak juga yang istri selingkuh, jadi authornya semua tukang selingkuh dink"?
makai pakai otak
ini aku jelaskan
*novelis sejati saat membuat konflik istri atau pemeran utama wanita selingkuh, dia akan melaknat perselingkuhan itu, membuat istri dapat balasan setimpal, menyesal, menderita, berjuang dapat kesempatan, dan suami tegas tidak mudah memaafkan
dan ini
*novelis tukang selingkuh, tidak bermoral, dia membuat novel pemeran utama atau istri selingkuh tapi dia membela dan membenarkan perbuatan itu dan semudah itu dimaafkan, ini jelas karya wanita murahan tidak bermoral