Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-23
Diam, itu yang hanya bisa Anastasya lakukan sekarang. Perlahan air matanya tumpah.
"Hiks, hiks, hiks... Ibu aku merindukanmu." Ucap Anastasya di tengah tangisannya, lalu dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Entah sudah berapa banyak penderitaan yang dia alami sekarang, jika dulu saat dia masih bisa melihat Anastasya setidaknya masih bisa melawan tapi sekarang dia buta untuk melawan pun dia tak sanggup.
Tangisan Anastasya semakin menjadi pertahannya sudah tumbah kini dia hanya bisa menangis.
"Aku lelah dengan semua ini, aku lelah harus pura-pura tegar, aku lelah harus pura-pura kuat. Aku cape dengan keadaan seperti ini, aku cape dengan keadaanku yang sekarang. Hiks, hiks, hiks..." Keluh Anastasya.
"Apa salahku tuhan hingga kau memberikan aku cobaan seberat ini, aku tak sanggup menghapinya lagi aku tak sanggup. Hiks, hiks, hiks." Ucap Anastasya sambil terus menangis. Hidupnya sudah sangat menderita, dulu saat kedatangan Laura dan Sabrina. Anastasya selalu di caci maki oleh mereka berdua tapi setidaknya dia masih bisa melawan. Tapi sekarang, dengan keadaan seperti ini dia sudah tak sanggup lagi.
Lalu Anastasya langsung bangkin dan dia meraba-raba ke sekeliling, lalu tangannya meraba-raba benda-benda yang ada di atas meja. Dengen penuh emosi Anastasya langsung membanting semua benda-benda itu hingga berserakan di lantai.
"Aku benci dengan hidupku, aku BENCI..." Teriak Anastasya sambil membanting-bantingkan barang-barang miliknya.
Kegaduhan di kamar Anastasya terdengar hingga ke ruang keluarga tempat Sabrina dan ibunya berada.
"Suara apaan tuh mah." Tanya Sabrina.
"Mamah juga gak tahu, kayaknya dari kamar Tasya deh." Ucap Laura.
Lalu Sabrina dan Laura langsung berjalan ke kamar Anastasya tak lupa mereka juga membawa kunci untuk membuka kamar Anastasya.
Dan saat pintu terbuka betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat keadaan kamar Anastasya yang berantakan.
"Apa yang kamu lakukan." Teriak Laura pada Anastasya.
Dan anastasya langsung mengarahkan wajahnya pada sumber suara Laura.
"Dasar anak gak berguna, kamu udah bikin kamar ini berantakan dan barang-barangnya rusak semua. Kamu mau jelasin gimana nanti ke ayah kamu." Maki Laura.
"Mau aku ngerusakin barang-barang ini pun tak ada sangkut pautnya dengan kalian berdua." Ucap Anastasya marah.
"Kau.. Dasar anak sialan." Ucap Laura sambil menjambak rambut Anastasya.
Terlihat Anastasya tengah menahan sakit, lalu tangannya langsung menjambak balik rambut Laura.
"Lepaskan dasar anak sialan." Ucap Laura.
Sabrina yang melihat ibunya di Jambak oleh Anastasya langsung mendorong Anastasya.
"Beraninya yah kamu nyakitin mamah aku." Ucap Sabrina. "Mamah gak papahkan." Tanya Sabrina pada ibunya.
"Gak papah kok sayang." Jawab Laura. Lalu tatapannya langsung tertuju pada Anastasya. "Sudah berani yah, sekarang kamu ngelawan sama saya."
"Kenapa saya harus tak berani? Saya akan melawan orang yang membuat saya menderita." Ucap Anastasya marah.
"Oh, jadi menurut kamu saya itu orang yang selalu membuat kamu menderita." Tanya Laura.
"Jika anda punya otak mungkin anda bisa pikirkan sendiri." Jawab Anastasya. Lalu tangan Anastasya meraba-raba benda yang ada di sekitarnya, dan tangannya mendapat sebuah vas bunga berukuran kecil kemudian tanpa aba-aba Anastasya langsung melempar vas bunga tersebut.
"Gila kamu yah. Beraninya kamu ngancurin barang-barang yang ada di rumah ini." Ucap Sabrina.
"Kenapa saya tak berani ini rumah saya, jadi hak saya untuk ngancurin atau pun menjaga rumah ini. Dan secara hukum saya anak kandung pak firdaus jadi rumah ini adalah rumah saya dan kamu hanyalah orang asing di rumah ini, jadi kamu Sabrina harus tahu posisi kamu." Ucap Anastasya.
Dan seketika Sabrina langsung bungkam, dia tak menyangka jika Anastasya yang biasanya lembut bisa mengatakan sesuatu hal yang mampu membuat Sabrina bungkam. Lalu mata Sabrina langsung melihat ke arah ibunya.
"Mah." Panggil Sabrina.
"Ayo kita pergi." Ajak Laura.
"Tapi mah." Ucap Sabrina.
"Ayo cepetan." Kemudian Laura menyeret Sabrina keluar dari kamar Anastasya. Terlihat Anastasya hanya bisa tersenyum ketika dia mendengar suara pintu tertutup itu berarti Sabrina dan Laura sudah pergi meninggalkan kamarnya.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa