NovelToon NovelToon
Pesona Cinta Majikan

Pesona Cinta Majikan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Tamat
Popularitas:724.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: dtyas

Berkisah tentang Jenar Ayu Santika yang harus rela menjadi pengasuh Aiden (5 tahun). Bocah yang memiliki karakter usil dan nakal serta kecerdasan yang berbeda dengan anak yang seusianya.

Keusilan Aiden berhasil membuat Ayu kesulitan dan juga mendekatkan dia dengan Edwin (Papah Aiden).

Apakah Ayu bisa menjadi pengasuh yang baik bahkan menjadi Ibu bagi Aiden dan Istri Edwin?

Ikuti terus kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - PCM

"Duduklah," titah Edwin. 

Ayu duduk di depan meja Edwin, tatapan mengarah pada pria yang sedang menggeser dokumen di atas mejanya. 

"Pak Edwin, aku ingin bicarakan masalah kita." 

Edwin menatap Ayu dengan dahi berkerut. "Kita ada masalah?" 

"Ada eh tidak. Ya pokoknya seperti itulah.”

Edwin menyandarkan punggungnya sambil menatap Ayu.

“Oke, bicaralah.”

Ayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung ingin bicara mulai dari mana.

“Ayu, aku menunggu.”

“Ck, Pak Edwin nggak bisa begitu dong. Tiba-tiba datang ke rumah mau melamar aku. Aku ‘kan harus pastikan dulu kalau Pak Edwin tidak main-main.”

“Justru dengan aku menemui orang tuamu itu artinya aku tidak main-main.”

“Iya, tapi nggak dadakan juga.”

“Kamu nggak ingat, Aiden minta hari ini juga kita menikah bahkan dia berani mengancam kita.”

“Itu salah Bapak yang ikut tidur di sana.”

“Ayu,” panggil Edwin. “Aku bukan ABG yang mencari pacar, tapi mencari seorang istri dan seorang Ibu untuk Aiden. Permintaan Aiden untuk kita menikah menjadi jawaban kalau aku benar-benar yakin denganmu.”

“Tapi aku belum yakin,” lirih Ayu.

Edwin menghela nafasnya. “Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu yakin dengan keputusan ini?”

“Ya nggak ngerti, aku belum pernah pacaran apalagi sampai serius begini. Ayah dan Ibu pasti kaget kalau nanti Pak Edwin tiba-tiba datang langsung melamar aku.”

“Enggak masalah, itu urusan nanti. Yang penting kita sudah berusaha.”

“Loh, ada Ayu,” ujar Indra.

“Iya Pak,” sahut Ayu sambil tersenyum.

“Gimana mengasuh Aiden, ada kesulitan?”

“Nggak ada, kamu tunggu di sana,” titah Edwin pada Ayu. “Ayo kita mulai diskusi, tidak usah kepo dengan urusan Ayu,” tutur Edwin.

Ayu mencibir sambil berjalan menuju sofa.

“Yaelah, posesif amat.”

...***...

Ayu langsung pulang ke rumah orangtuanya setelah menjemput Aiden dan memastikan makan siang serta kebutuhan Aiden lainnya. menyampaikan niatan Edwin untuk datang berkunjung dengan maksud melamarnya.

“Kamu nggak salah Yu?” tanya Ayah, tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Ayu.

Ayu hanya menggelengkan kepalanya.

“Ayah nggak pernah dikenalkan tau-tau mau melamar. Kalian nggak macam-macam ‘kan?”

“Nggak ada Yah, aku berani sumpah nggak ada macem-macem dengan Pak Edwin.”

“Bairkan aja Yah, bagus dong kalau Ayu sudah ada yang melamar. Apalagi yang melamar sudah jelas asal usul dan rejekinya,” sahut Ibu.

“Tapi dia duda dan punya anak pula. Kamu yakin bisa menerima laki-laki itu?”

Ayu mengangguk pelan, dia malu untuk menjawab. Tapi dalam hati meyakinkan diri kalau dia sudah siap menerima Edwin.

“Lalu umur kalian? Apa kamu nggak merasa seperti sugar baby kalau menikah dengan Nak Edwin.”

“Hushh, Ayah ini bicara apa sih? Ayu, kamu benar nggak aneh-aneh dengan Papanya Aiden ‘kan?”

“Nggak Bu.”

“Ibu hanya khawatir kamu ingin hidup enak lalu mencari jalan pintas untuk menikah dengan orang kaya.”

Perdebatan itu akhirnya berakhir, ketiganya kemudian mempersiapkan kehadiran keluarga Edwin. Jam tujuh malam, sebuah mobil mewah terparkir di depan kediaman orangtua Ayu.

Hanya Edwin, Indra dan Aiden ditemani Pak Cahyo yang datang ke rumah Ayu. Sedikit kecewa karena ternyata Edwin tidak membawa kedua orangtuanya.

“Ayo silahkan masuk,” ajak Ibu Ayu. “Wah, si ganteng makin ganteng aja,” pujinya kepada Aiden.

Semua sudah duduk di ruang keluarga. Indra menyampaikan alasan kedatangannya bersama Edwin.

“Semua saya kembalikan pada Ayu dan Nak Edwin, rencanakan dengan baik niat kalian. Tapi kamu harus siap Ayu, karena Nak Edwin sudah ada Aiden,” nasihat Ayah pada Ayu.

“Kami juga perlu bertemu dengan orangtua Nak Edwin,”  seru Ibu Ayu.

“Baik Bu, berikutnya saya akan ajak orangtua saya sekaligus membahas tanggal pernikahan kami,” ungkap Edwin.

“Kalian tidak jadi menikah malam ini?” tanya Aiden yang sedang memegang gelas berisi orange juice “Padahal semalam kalian sudah tidur bersama.”

“Aiden,” pekik Edwin.

“Ayu,” teriak Ibu dan Ayah.

“Aahhhh.”

 

1
Maya Djdj
seperti keinginan terakhir aja nih bocah
Mini Amora
good Aiden...

pak Edwin gercep
Mini Amora
astaghfirullah aiden
Mini Amora
seruuuuuu...

calon ibu & calon anak suka nge game😄
Mini Amora
melipir baca karyamu ini thor😍
Matchamatcha
definisi bocil kematian🤣🤣
ayu cantik
suka
pretty girl's
lumayan
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Sri Widjiastuti
sesuatu gitu lhoh.. Aiden ni minta digetok
Sri Widjiastuti
diih ngadon bayi seperti ekspetasi nya Aiden.... buyar dong g jd ngadon🤗🤗
Sri Widjiastuti
😁😁😁bener2 ini Aiden
Sri Widjiastuti
bocah semprulll🤣🤣🤣
Sri Widjiastuti
😇😇😂
Sri Widjiastuti
lagian bisa2 nya ngorok niii
Rinisa
👍🏻👍🏻👍🏻
Rinisa
Dasar aiden...😂
Rinisa
Next....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!