Sinopsis
Apakah jadinya jika seorang bos restoran menikahi karyawannya sendiri karena perjodohan??Apakah dia mau??
Erika darmawan putri dalah seorang perempuan yang hobby shopping, perempuan yang sangat suka dengan barang-barang limited edition, dan menyukai dunia yang penuh dengan kemewahan. Tetapi memiliki sifat yng agak judes dan ketus terhadap sekitar. Tetapi kadang-kadang hangat tergantung moodnya.
Erika juga adalah seorang pemilik restoran yang terkenal dinegaranya. Karena sifatnya yang memiliki sifat ketua dan dingin dia malah dijodohkan oleh ayah dan ibu tirinya dengan seorang karyawan direstoran nya, agar sifat dingin dan ketua nya bisa berkurang dan juga rasa bencinya dengan ibu tirinya bisa memudar.
Laki-laki tersebut bernama arka gunawan, ia adalah seorang anak yatim. Akan kah dia bisa mengubah sifat dingin Erika?? Dan juga rasa bencinya. Atau malah sebaliknya, rasa benci malah bertambah besar karena ada perjodohan ini.
Ayo ikutin terus ceritanya.
Jangan lupa follow instagram authorr
Sandradewi_kim.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku memaafkan mu.
"Arghhh... Kepalaku sangat sakit," Memegang kepalanya menggunakan kedua tangan nya.
"Sebenarnya kamu siapa,Arka??" Sambung Erika lagi dengan masih memegang kepalanya yang sakit.
Karena tidak ingin terlalu lama memikirkan dan menyakiti Kepala nya sendiri dengan hal yang tidak bisa diingat nya,Erika pun lebih memilih untuk istirahat terlebih dahulu dengan merebahkan badannya dikasur.
~~
Setelah sekian lama menunggu akhirnya pesanan Arka pun sampai.Aka segera bergegas kembali ke kamar rawat Erika.Setelah sampai Arka segera memegang handle pintu dan langsung memutarnya.
Cek lek
Pintu kamar seketika terbuka, Arka tersenyum melihat Erika yang tengah tertidur pulas.Tapi tiba-tiba saja atensi Arka jatuh pada tangan Erika yang sedang memegang Hp nya.
Arka pun segera meletakkan makanan yang telah dibeli nya tadi keatas meja.Dan segera mengambil HP dari tangan Erika.
"Astaga." Menepuk keningnya sambil memikirkan letak kesalahannya.
"Kenapa aku begitu ceroboh begini sih??"
Karena takut menganggu Erika yang sedang tertidur pulas Arka mencoba mengambil ponselnya dengan perlahan-lahan.Namun,seperti nya hal itu tidak berhasil sama sekali karena Erika langsung saja terganggu disaat Arka hampir berhasil mengambil HP nya.
"Hemm.."Lenguh Erika.
"Ma... Maaf,aku tidak bermaksud untuk membangunkanmu,"Jelas Arka.
"Kamu sudah datang??"Tanya Erika memastikan.
"Emm... Aku sudah datang."
"Apakah Jonathan sudah kembali??"Tanya Erika penuh harap.
Arka hanya menggeleng kan kepalanya lesu,karena mendapatkan jawaban yang tidak dia ingin kan Erika langsung menunduk dan menyembunyikan matanya yang sudah sembab.Namun,dengan secepat kilat Erika langsung menyeka air matanya yang hampir jatuh ke pipi mulusnya.
Erika segera mengangkat wajahnya keatas sambil menatap Arka. Tapi tidak dengan tatapan bahagia melainkan dengan tatapan sedih dengan wajah senang yang dijadikan nya sebagai topeng untuk menutupi kekecewaan nya terhadap Jonathan.
"Kamu tadi pergi membelikan aku makanan kan??boleh aku memakannya sekarang??aku sdah sangat lapar."Tanya Erika sambil memegang perutnya.
"Emm... Tentu saja,tunggu sebentar." Sambil menyiapkan makanan yang dibawanya tadi untuk diberikan kepada Erika.
Setelah makanan yang dibelikan siap disajikan Arka di mangkuk,Arka segera duduk disamping Erika.
"Sini biar ku saja,buka mulutmu."Tawar Arka.
" Emm.. Tidak,biar aku saja,"sanggah Erika.
"Tidak,tidak apa-apa biar aku saja,"Jawab Arka tidak mau kalah.
"Emm... Baiklah."Pasrah Erika.
"Aaa..."mengarahkan sendok yang berisi makanan tersebut ke mulut Erika.
Erika hanya tersenyum melihat tingkah Arka,Erika pun membuka mulutnya dan mulai mengunyah makanan nya sambil tersenyum.
" Terimakasih."Tersenyum menatap Arka.
"Sama-sama,ini sudah kewajiban ku," Ucap Arka spontan.
"Hah??"Tanya Erika bingung.
"Ti-tidak maksud ku ini kewajiban ku karena Jonathan kan sedang tidak ada.Jadi aku yang akan menjagamu dan kamu menjadi kewajiban ku,"Jawab nya mencoba meyakinkan Erika.
"Emm.. Aku minta maaf,"Sambil menundukkan kepala nya.
"Minta maaf untuk apa??"Tanya Arka bingung.
"Maaf karena melibatkan mu dalam hal ini.Seharusnya Jonathan yang ada disini,tapi kamu yang malah menemani ku.Maaf karena sudah mengacaukan malam mu."
"Tidak apa-apa,Erika, lagian aku juga sedang tidak ada kesibukan juga."Jawabnya mencoba meyakinkan Erika.
"Emm... Sesudah ini kamu boleh pulang.Hari sudah malam,pasti bu Rahma dan yang lainnya menghawatirkan kamu,"Saran Erika.
"Emm.. Tidak apa-apa, mereka pasti mengerti juga."
"Emm.. Baiklah,aku mau istirahat dulu ya,"Ucapnya setelah menyelesaikan makannya.
"Iya, aku akan membereskan ini juga."
Erika pun segera merebahkan badannya keatas kasur dan mencoba untuk istirahat tetapi seperti nya matanya tidak bisa diajak kompromi.
"Kenapa belum tidur??"Tanya Arka disaat sesudah membersihkan tempat makanan Erika tadi.
"Aku belum bisa tidur,"Kembali bangkit dan duduk dikasur nya.
"Apakah kamu memikirkan nya??"
"Tentu saja,aku penasaran hal penting apakah yang membuat nya sampai meninggalkan Aniversary kami."
"Tenang saja,dia pasti akan kembali."
"Aku yakin dia tidak akan kembali ka,ini sudah hampir jam 12 malam."
" Emm... Benar juga.Tapi ingat lah,kamu harus menanamkan kepercayaan padanya agar hubungan kalian tidak retak,"saran Arka.
"Hemm... Baiklah." Menganggukkan kepalanya.
"Ayo tidur lah.Ini sudah malam dan kamu harus jaga kesehatan kamu agar tidak lebih buruk lagi."
"Iya Arka."
Setelah mengucapkan hal tersebut Erika pun segera merebahkan badannya kembali keatas kasurnya.Belum lagi Erika hendak menutup matanya dengan sigap Arka mendekatinya dan menarik selimut hingga menutupi leher Erika.
"Kamu harus segera sembuh dan juga tidak boleh terkena angin malam terlalu banyak."
Erika hanya terkekeh mendengar penuturan Arka yang menurut nya terlalu berlebihan.
"Astaga,sejak kapan kamu menjadi bawel seperti ini??"kekeh Erika.
" Aku tidak bawel,Aku hanya mencoba untuk mengingatkanmu."
"Itu sama saja.Baiklah, aku akan segera tidur karena jika aku tidak tidur pasti kamu akan mencerahiku lagi," Kekeh Erika sambil menutup matanya.
"Baiklah.Good night Er."
Pagi harinya.
Mentari pagi sudah menyapa,cahanya masuk dibalik celah-celah gorden. Wanita cantik itu pun terbangun dengan segera karena cahaya matahari yang masuk mengusik tidur nyenyak nya.
Erika mengerjap-ngerjapkan matanya melihat sekeliling kamar,tapi dia tidak mendapati adanya orang lain dikamar itu selain dirinya sendiri.
Erika mencoba bangkit dan menapaki kakinya dengan perlahan ke lantai rumah sakit.Dengan perlahan dia mencoba untuk berjalan dengan pelan sambil membawa gagang infus disamping nya.
Erika berjalan dengan perlahan namun pasti,tapi tanpa Erika sadari ada banyak nya anak-anak kecil yang berlalu lalang dan juga berlari di sekitaran luar rumah sakit.Saking fokusnya Erika berjalan dia sampai tidak memperhatikan adanya seorang laki-laki pembersih rumah sakit yang sedang berlari dan membawa banyak nya alat-alat pembersih.Hingga tiba-tiba,
BRUKHH💥💥
Erika seketika tersungkur kedepan dan alat-alat pembersih yang dibawa oleh laki-laki tadi menghantam bagian belakang kepalanya.
"Arghh.. " Erang Erika sebelum dia tak sadarkan diri.
"Mbak... Mbak... Bangun mbak,"panik laki-laki tadi sambil menepuk-nepuk pipi Erika agar terbangun.
Namun seperti nya usahanya tidak berhasil karena Erika juga tak kunjung bangun.Tidak jauh dari tempat kejadian terlihat Arka yang tengah menenteng makanan.Arka seketika menjatuhkan makanan yang dibelinya ke lantai saat melihat Erika yang sudah tak sadar diri di depan mata nya.
"Erika....." Pekiknya langsung duduk disamping Erika dan menyandarkan kepala Erika kepahanya.
"Ada apa ini?? Apa yang terjadi pada istri ku!!" Tanya nya dengan nada marah pada laki-laki tadi.
"Ma-maaf tuan,saya tidak sengaja menabrak nya tadi.Dan barang saya tadi mengenai kepala belakang nona ini,"Ucapnya sambil menunduk menyalahi perbuatannya yang ceroboh.
"Apa??Apa kau tau istri ku baru saja mengalami amnesia sebagian, apa kau ingin membuat nya amnesia total hah??"Marah Arka.
" Maaf tua saya benar-benar minta maaf.Saya mohon jangan laporkan saya pada pihak rumah sakit saya tidak mau dipecat tuan.kasiani lah saya,"mohon laki-laki tersebut sambil berlutut didepan Arka.
"Apa yang akan kau lakukan jika terjadi hal buruk pada istri ku?"
"Saya akan bertanggung jawab tuan tapi saya mohon jangan laporkan saya pada pihak rumah sakit saya mohon."
Karena merasa sedikit kasihan pada laki-laki tersebut,Arka pun hanya menatap nya sekilas lalu berbicara tanpa mau menatap laki-laki tersebut.
"Baiklah aku memafkan mu,tapi kamu harus ingat jika terjadi sesuatu yang buruk pada istri ku aku pasti akan mencari mu dan membuatmu kehilangan pekerjaan mu.Jadi sekarang pergilah dari hadapan ku,"Ancam Arka.
"Baiklah tuan, terimakasih banyak,"Berlalu pergi meninggalkan Arka dan Erika.
Setelah laki-laki tersebut berlalu perg,Arka segera menggendong Erika dan membawanya ke ruang dokter yang biasa menangani Erika.
"Permisi dokter," Sapanya dari luar.
"Masuklah."
Cek lek
"Ada apa dengan nya??"Tanya dokter disaat melihat Erika yang tak sadar kan diri.
"Cerita nya panjang tolong periksa dia terlebih dahulu."
"Baiklah."
Akhirnya karena permintaan Arka Dokter tersebut pun langsung memeriksa Erika.
"Bagaimana keadaannya??"
"Dia... "
🌼Bersambung 🌼
Hai Hai selamat hari senin semuanya. semoga suka sama cerita ku ya😊,jangan lupa like, coment, vote dan rate ⭐ 5 nya agar author lebih semangat lagi.kalau ada krisan boleh disampaikan ya karna author masih penulis baru jadi author membutuhkan krisan.
Happy Reading 😊😊.
Erika jelas sudah melakukan kesalahan fatal saat tidar sadar dia sudah melakukan kontak fisik dan bermesraan dengan pria lain didepan suaminya dan pada saat sudah sadar pun dia masih melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya dan masalahnya Erika tidak merasa bersalah sama sekali pada suaminya
kalian novelis wanita sadar tidak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya adalah kesalahan fatal tapi kenapa kalian anggap itu hal biasa yang tidak perlu dibesar2kan
dari sini kita bisa lihat betapa egois kalian para author masak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya pula bukan kalian anggap suatu kesalahan
miris pola pikir kalian