Warning!!! di larang boom like mohon pengertiannya.
Kisah seorang perempuan yang memiliki kelebihan. Mata tembus pandang atau yang di sebut indigo, membuatnya harus melihat berbagai hal mahluk tak kasat mata! akan kah perempuan yang bernama Denise bisa melewati semua itu?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. TERJEBAK DI DUNIA LAIN
Hari-hari Denise seperti biasanya, meski terkadang ia lelah dengan semua yang ia alami. Namun, ia juga tidak boleh kalah dengan makhluk yang derajatnya, lebih rendah dari manusia.
Sore hari setelah pulang bekerja. Denise mengistirahatkan tubuhnya yang terasa, sakit semua. Badan lelah bertambah rasa nyeri di sekujur tubuhnya. Membuat ia ingin segera memejamkan mata.
Tidak menunggu lebih lama Denise sudah tertidur dengan pulas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kunti, kita sekarang ada di mana kok gelap semua?"
"Sepertinya kita berada di gua," jawab Kunti dengan nada bingung juga sama halnya dengan Denise.
"Nes, apa kita sedang terjebak lagi? Sepertinya memang iya dan lihat lha sosok itu." Kunti menunjuk seseorang dengan yang sedang berjalan ke arahnya.
"Kunti apa kamu yakin," ujar Denise karena ia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan Kunti saat ini.
Benar saja, sosok pria itu akan sudah di depan mata mereka. Sesaat mata mereka terhipnotis akan ketampanannya. Namun, itu hanyalah tipu muslihat yang di tunjukkan oleh pria tersebut.
"Akhirnya kalian sadar juga." Sosok itu berbicara dengan Denise.
"Siapa kamu dan kenapa aku berada di tempat menyeramkan!" seru Denise pada pria tersebut.
"Kau ada calon istriku, ini adalah ruangan khusus. Jika kamu mau menikah denganku, aku akan membawa kalian ke istana megah ku."
Hahahahaha.
Suara tawa memekik kesunyian, terasa mencengkram di malam yang sangat mengerikan. Akan kah Denise bisa lepas dari jeratan iblis yang sedang ingin menguasai diri Denise.
"Siapa kamu! aku sama sekali tidak mengenalmu," ujar Denise dengan di iringi isa kan.
"Sudah saya bilang, kau adalah pengantinku. Menikahlah denganku maka kehidupan kamu akan terjamin, dan saya akan memberikan limpahan harta untukmu." Lagi-lagi sosok itu berkata.
"Tolong lepaskan aku," teriak Denis dengan sangat kencang.
"Tidak sampai kau mau menikah dengan ku."
Hahahaha.
Sosok itupun pergi dari tempat pengap itu dan hanya menyisakan Denise dan Kunti saja.
"Kunti, sepertinya memang kita sengaja di sandra." Bukan di penjara namun mereka di tempat pengap dan gelap. Tidak ada pencahayaan sama sekali.
Sedangkan di dunia lain. Seorang pria dan wanita paruh baya sedang melafalkan doa-doa untuk wanita yang sedang terbaring, beberapa hari sudah.
Sampai seorang kiai memberikan pilihan jika mau berbuat sesuatu, untuk menyelamatkan wanita yang ada di atas tempat tidur.
"Nak Ardy, kamu pun bisa menolong wanita itu asal kamu mau." Kata-kata yang terlontar dari dari bibir pria berjenggot itu, membuat Ardy langsung menoleh ke arah orang yang berbicara.
"Saya akan menyelamatkannya Kiai," ujar Ardy penuh keyakinan.
"Apa kamu sanggup," yakin Kiai itu.
"Insya Allah sanggup." Jawab Ardi dengan wajah nanar nya.
Sedangkan bu Lasmi terus saja terisak akan kejadian yang menimpa sang anak. Di sebelah orang yang sedang berduka itu, terdapat Putri juga yang tak kalah sedihnya.
Bagaimana bisa sosok yang beberapa hari lalu sedang bersamanya seharian, bekerja dan sempat makan bersama harus mengalami nasib seperti ini. Waktu itu temannya hanya berpamitan untuk tidur tapi mengapa, mengapa sampai lebih dari empat hari sang sahabat tidak kunjung bangun juga. Hingga akhirnya ia memanggil Ardy dan membawa pulang sahabatnya ke kediamannya di kampung.
"Nak Ardy dan dan Nak Putri. Mohon kita membuat lingkaran untuk membantu mengeluarkan teman kalian, dari makhluk yang ingin mempersuntingnya. Selama saya membaca doa-doa kalian harus tetap konsentrasi karena waktu kita tidak banyak." Mendengar penjelasan dari seorang Kiai membuat hati Ardy terasa nyeri.
Mereka bertiga sudah membuat lingkaran, sedangkan bu Lasmi di minta untuk tetap membacakan doa.
"Siap semua," tukas kiai tersebut.
"Insya Allah siap." Jawab mereka berdua.
Setelah itu mereka memejamkan mata dengan posisi bersila.
Sedangkan di mana Denise berada tepatnya di goa yang teramat gelap, dirinya tidak henti-hentinya berdoa meski itu dalam hati, berharap siapa untuk bisa mengeluarkannya dalam belenggu makhluk yang berwajah tampan tersebut.
Terlihat dari kejauhan ada percikan cahaya yang mereka belum tahu itu apa.
"Nes, buka matamu." Kunti memerintahkan Denise untuk membuka matanya.
Bukan mereka tidak mau mencari jalan keluar hanya saja mereka sudah lelah, hanya ada jalan buntu yang di temukan dan tidak ada lubang sedikitpun yang terlihat.
Samar-samar Denise mendengar sebuah bisikan, jika dirinya harus bangun dan menuju ke arah cahaya tersebut. Bisikan itu berkata jika di sana sudah ada orang yang menunggunya.
"Kunti, kita cari jalan lagi." Denise mengajak Kunti untuk berdiri dan menuju cahaya itu berada.
"Bukankah kita sudah muter-muter dan tidak menemukan jalan," ucap Kunti dengan suara pasrah. Meski dirinya hantu bukan berarti ia tidak bisa masuk ke dalam belenggu juga.
"Aku baru saja mendapat bisikan jika kita harus berjalan ke arah sana," kata Denise menjelaskan dan menuding di mana bisikan itu, menunjukkan arah yang akan membawanya pergi dari tempat, di mana dirinya di sekap bersama Kunti.
Akhirnya Denise dan Kunti pun berjalan sesuai petunjuk. Benar saja terlihat setitik cahaya yang terlihat.
Saat dirinya akan berlari namun tiba-tiba pria makhluk menyeramkan itu berteriak marah.
"Mau ke mana kalian, tidak akan aku lepaskan sedikitpun jika kalian bisa ku tangkap lagi!" teriak makhluk tersebut.
Dari arah cahaya nampak satu lelaki dan satu wanita sedang berteriak memanggil namanya.
"Denise, cepat segeralah berlari!" teriak perempuan itu.
"Denise, lariii!" suara lelaki itu juga.
"Denise kamu kuat ayo," Kunti pun memberi semangat agar Denise tidak menyerah.
Sedangkan sosok menyeramkan dengan tubuh bak tiang listrik, rambut gimbal yang gondrong serta gigi yang bertaring. Tidak akan melepaskan Denise karena ia terus saja mengejarnya dengan tawa yang menggelegar.
Aaaaah.
Denise sempat terjatuh terjerambat oleh kakinya sendiri.
"TOLONG!!!" suara Denise minta tolong akibat terjatuh membuat makhluk itu bisa mendapatkannya. Dengan kaki yang sudah berada di tangannya, membuat makhluk mengerikan itu tertawa dengan suara yang melengking.
Akhirnya mau tak mau Ardy menghampiri Denise dan memegang kedua tangannya. Tidak lupa ia membaca doa agar lebih mudah mengalahkannya.
Arghhhh.
Makhluk itu berteriak sambil memegang kedua telinganya akibat rasa panas, begitupula dengan Kunti. Biar bagaimana pun dia adalah seorang arwah juga.
"Ardy!" saat Denise meraih tangan Ardy.
"Ayo Nes, kamu bisa." Ardy membantu Denise untuk berdiri dan mereka segera berlari.
"Manusia laknat, kau tidak aku aku maafkan"
Arghhhh.
Saat Makhluk itu berteriak mengerang kesakitan di saat itu juga, mereka sudah sampai di cahaya tersebut.
Sesaat.
"Apa yang terjadi! kenapa semua mengaji, bukankah aku masih hidup."
Mendengar seseorang dari atas tempat tidur telah sadar. Semua pun sama-sama membaca Hamdallah.