NovelToon NovelToon
Painfull Love (Cinta Yang Menyakitkan)

Painfull Love (Cinta Yang Menyakitkan)

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:495.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: senja_90

Menikah dan membangun rumah tangga harmonis hingga maut memisahkan merupakan impian setiap orang. Begitu pun dengan Tsamara Asyifa Gibran. Namun, bagaimana jadinya bila sang suami tidak pernah sekalipun mencintai wanita itu dan belum bisa move on dari mantan kekasih?

Akankah Tsamara terus mempertahankan rumah tangganya bersama Bimantara atau malah membuka hatinya untuk Yudistira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja_90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Ketahuan

Suasana restoran semakin lama semakin ramai sebab waktu bertepatan dengan jam makan siang. Beruntungnya saat itu Tsamara datang lebih awal sehingga tak perlu menunggu antrian untuk menikmati hidangan lezat olahan para koki handal.

Merasa bosan karena terlalu lama menunggu, Tsamara membuka ponselnya, lebih tepatnya menyiapkan kamera untuk merekam pemandangan bawah laut dari balik kaca akrilik. Senyum samar terbit di sudut mata saat segerombol ikan berenang dan berhenti tepat di depannya.

"Kalian pasti mencoba menghiburku karena tahu saat ini aku sedang bersedih, 'kan?" gumam Tsamara lirih. "Namun, kalian jangan khawatir aku masih bisa tersenyum menutupi luka hati akibat perlakuan buruk suamiku. Terima kasih."

Gerombolan ikan dengan aneka ragam warna berlalu begitu saja kala Tsamara selesai mengucapkan kalimat tersebut. Entah hanya kebetulan saja atau memang ikan-ikan itu diutus untuk menghibur dirinya yang sedang bersedih hanya Tuhan sajalah yang tahu.

Kembali sibuk merekam panorama indah di bawah laut, sambil sesekali tersenyum lembar karena merasa beruntung diberikan kesempatan menyaksikan secara langsung bagaimana kehidupan bawah laut. Merasa puas merekam pemandangan bawah laut yang luar biasa mengagumkan, gadis itu membalikan smartphone dan diarahkan ke wajahnya. Dia berniat meng-upload video tersebut ke akun sosial media miliknya.

Namun, senyuman manis di wajah terhenti kala netra Tsamara tidak sengaja menangkap sesosok pria yang begitu mirip dengan sang suami.

"Kak Bima? Itu, benar Kak Bima, 'kan?" tanya Tsamara kepada dirinya sendiri.

Suasana remang-remang terlihat di layar. Kening gadis itu mengerut, matanya memicing. Dia sampai memajukan wajah ke layar ponsel untuk memperjelas pandangan. Banyaknya orang lalu lalang menyebabkan dia kesulitan mengidentifikasi apakah pria dibelakang sana adalah suaminya.

Tak ingin terjebak dalam prasangkanya sendiri, Tsamara menekan icon pause kemudian meraih sling bag yang dia letakkan di kursi kosong sebelahnya lalu bergegas bangkit menuju tempat sang suami berada. Ketukan sepatu heels terdengar berirama di antara deru napas yang memburu. Detak jantung tak beraturan, prasangka buruk menari indah dalam benak.

Berpikir, mungkinkah suami tercinta datang ke restoran itu bersama seseorang. Jika iya, dengan siapa? Kenapa pria itu lebih memilih datang dengan orang lain daripada istri sendiri? Sungguh, perasaan dokter cantik berwajah cantik menjadi gundah gulana.

Hanya tersisa satu meter lagi tiba di posisi suaminya berada, sosok pria itu menghilang entah pergi ke mana. Mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari keberadaan Bimantara di antara banyaknya para pengunjung restoran namun pria tampan yang beberapa hari lalu menghalalkan dirinya di hadapan semua orang tak berada di tempat tersebut.

"Aneh sekali. Padahal jelas-jelas tadi aku melihat Kak Bima ada di sini tapi kenapa sekarang dia menghilang? Apa mungkin tadi aku salah lihat?" Menggelengkan kepala cepat. "Ya, bisa jadi tadi hanya halusinasiku saja karena terlalu mengharapkan kehadiran suamiku."

Menghela napas panjang seraya memejamkan mata sejenak. "Sebaiknya aku kembali ke meja sebelum pelayan mengantarkan makanan." Tanpa membuang waktu terlalu lama, Tsamara kembali melangkah menuju tempatnya semula.

Sementara itu, seorang pria tengah bersembunyi di antara pot bunga yang menjulang tinggi ke atas. Di sebelahnya tampak sesosok wanita berjongkok dengan wajah pucat pasi bagaikan mayat. Keringat dingin muncul ke permukaan, kemudian meluncur dari kening lalu turun ke pelipis.

Sepasang mata memindai restoran tersebut dengan mata elangnya. Setelah memastikan aman, barulah pria itu dapat bernapas lega. "Hampir saja ketahuan kalau aku tidak melihat situasi sekitar dari cermin yang ditempel di dinding mungkin saat ini gadis itu sedang mengintrogasiku di hadapan semua orang. Mereka pasti menjadikan kita bahan tontonan," ucap Bimantara sembari mengatur degup jantung yang berirama tak beraturan.

Ya, benar. Pria yang sedang bersembunyi di belakang pot dengan ukuran orang dewasa adalah Bimantara dan kekasih gelapnya bernama Emma. Sepasang kekasih itu rupanya makan siang di restoran tempat Tsamara berada. Namun, tampaknya rencana makan siang romantis yang diharapkan tak akan terrealisasikan sebab di depan sana ada istri cantik Bimantara sedang duduk manis sambil menunggu pelayan membawakan pesanannya.

Emma bangkit dari posisinya saat ini. Tampak beberapa pengunjung restoran yang kebetulan lewat menatap aneh ke arahnya. Akan tetapi, wanita itu mengabaikan tatapan heran dari mereka. Dia tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan apa pun.

"Ya Tuhan. Untung saja kita bisa menghindar dari istrimu dan menemukan tempat persembunyian aman hingga Tsamara tak memergoki kita jalan berduaan. Coba kamu bayangkan, bagaimana kalau tadi dia tahu kita bersembunyi di sini apa yang harus kujelaskan kepadanya." Emma menimpali perkataan Bimantara. Jemari tangan mengelus lembut bagian dada. Jantung wanita itu memompa lebih cepat bahkan nyaris meledak saking terkejutnya melihat kehadiran Tsamara di tempat tersebut.

"Lagipula sedang apa istrimu di sini sendirian. Bukankah tadi kamu bilang dia ada di kamar restort? Lalu, kenapa sekarang dia malah ada di restoran ini. Mengganggu saja!" gerutu Emma setelah dapat mengembalikan detak jantungnya seperti semula. Sedikit kesal karena rencana makan siang bersama kekasih tercinta sambil memandangi ribuan ikan aneka ragam warna sirna kala tanpa sengaja menemukan Tsamara di tempat yang sama.

Bimantara menjawab, "Tentu saja makan siang dong, Sayang. Memangnya orang-orang datang ke sini untuk apa selain untuk mengisi perut yang kosong. Hanya menonton ikan-ikan itu berenang? Tentu saja tidak, 'kan!"

Emma mencibir sambil memutar bola mata kesal. "Iya, aku tahu. Tapi ... maksud aku kenapa bisa kebetulan sih! Kenapa dia harus datang di saat kita mau makan siang di restoran ini. Kalau tahu begini, aku mengajakmu makan di restoran lain daripada harus bertemu dengan Tsamara."

Bimantara menatap kesal ke arah Emma. Entah kenapa timbul rasa tidak nyaman kala bibir sang kekasih terus menyalahkan gadis yang kini berstatuskan sebagai istri sahnya. Namun, dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menghela napas panjang guna mengurai kekesalannya.

"Ya sudah, lebih baik kita kembali. Masih banyak restoran lain yang menghidangkan masakan lezat penggugah selera. Aku tidak mau mengambil resiko dengan terus berada di restoran ini," sahut Bimantara pada akhirnya.

Emma mengerucutkan bibir ke depan. Raut wajah ceria berubah masam. "Ya, terserah kamu saja, Bim. Tentukan saja sendiri mau makan di mana. Aku sudah tidak bernapsu."

Tanpa menunda waktu terlalu lama, Bimantara bergegas meninggalkan restoran tersebut dan mencari tempat lain. Dengan terpaksa, Emma mengekori sang kekasih, berjalan di belakang pria itu.

Seorang pelayan meletakkan dua buah piring ukuran besar serta satu gelas minuman dingin dan botol air mineral ke atas meja, lalu menyodorkannya ke hadapan Tsamara. "Dua makanan ini merupakan andalan restoran kami, Nyonya. Semoga sesuai dengan lidah Anda."

Tsamara tersenyum ramah. "Jika dilihat dari tampilannya, cukup menggugah selera." Gadis itu mendongakan kepala, lalu kembali berkata, "Terima kasih."

.

.

.

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik
YuWie
Luar biasa
Yennie Susantie
ya iyalah kalau si Bima pintar dia gak bakalan cerai dengan istrinya yg paket komplit dan milih kamu.
Yennie Susantie
beuhh.. gak sadar diri si p.....r
Yennie Susantie
anakmu emang sinting pah..
Ykhayza
cowo kampret
Muhammad Rully Romadhon
dokter yudhistira
Muhammad Rully Romadhon
suami yg menjijikkan😷😷😷
Muhammad Rully Romadhon
terlalu dibutakan oleh cinta ya Thor...sakit memang😔😔
Aiur Skies
harusnya Tuhan menegurmu dg wafatnya Ibu mu, dianggap tidak ada sama bapakmu, diceraikan oleh istri mu, dapet istri bekas zina yg kagak mau miskin,,,, lengkap derita loe😂😂😂😂
Aiur Skies
baru dilirik laki-laki lain situ sewot,,,, apa kabar Tsamara yg lihat loe melakukan penyatuan, dasar iblis sifat loe Bima🤧🤧🤧🤧🤪🤪🤪
Aiur Skies
cuih 🤧🤧🤧🤧 sekali nya jiwa peminta minta ya tetep lah mau dipoles gimana juga susah😂😂😂😂
Aiur Skies
bukan cuma mandi dan dandan oneeng, tapi jiwa kamu yang musti dicuci pake siraman rohani dan di ruqiyah biar kagak GATEL DAN MATRE🤪😂😂😂💃💃💃
Aiur Skies
eits dah,,,, kagak punya otak apa yak, lihat Bimantara dah perlente lagi dia ganjen bin gatel lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
heleeeuh temen setan 😈😈😈 ya begonoh 🤧🤧🤧🤧
Aiur Skies
ITULAH SIFAT ASLI PELAKOR, MAUNYA MENIKMATI YANG NYAMAN SAJA, MANA MAU DISURUH SUSAH, BODOH SIH KAMU JADI LAKI-LAKI, MAKAN TUH CINTA,,,, TANPA RESTU ORANG-TUA MAKA TUHAN MURKA, SOKOOOOORIN💃💃💃💃💃
Aiur Skies
huh dasarnya pelakor kagak mau menderita, maunya panen harta dan suasana nyaman,,,, situ ngaca,,,, makanya jangn jadi PELAKOR,,, karena yang bersedia mendampingi dalam suka dan duka hanya ISTRI HALAL
Aiur Skies
ngaca oneeeng😂😂😂😂😂
Aiur Skies
itulah akibatnya jika tidak bersyukur dg nikmat yg sudah diberikan NYA tapi masih lapar mata membuang berlian demi baru kerikil, bermodal cinta masa lalu yang belum usai cuiih🤧🤧🤧🤧
Aiur Skies
jodoh itu pencerminan,,,, lah itulah pilihan mu🤣🤣🤣🤣💃💃💃💃💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!